The first 200 lines.
Demi Tuhan, aku tak ada hubungannya dengan ini.
Kami ingin memercayaimu, Tn. Stevens, tapi harus kauakui,
kejadian menurut versimu itu terdengar janggal, iya kan?
Dengar, itu jebakan. Semuanya sudah diatur.
Jadi kau dijebak. Itu pernyataanmu? Kaulah korbannya.
Maksudku, tidak seperti...
Tidak seperti siapa? Tidak seperti dia?
Kumohon, bicaralah dengan yang lainnya. Kau sudah bicara dengan yang lainnya?
Kami menjalankan tugas.
Jadi, kenapa tak membantu dirimu sendiri dan mengakuinya?
Bisa menghemat waktu dan biaya. Ayolah.
Kenapa tak kauceritakan lagi kejadian tadi pagi?
Lagi? / Lagi, Tn. Stevens.
Pagi ini kau ada di mana, Tn. Stevens?
Aku ada di rumah, sendirian. Istriku membawa anak-anak bermain ski.
Sebenarnya sekarang istrimu sedang dalam perjalanan pulang.
Kelihatannya, dia sendiri punya beberapa pertanyaan.
Jadi, pagi ini telepon membangunkanmu jam berapa?
Entahlah, jam 9:00 atau 9:30. Luke panik. Katanya aku harus datang.
Kau harus pergi ke mana?
Dia menyuruhku datang ke apartemen.
Apa dia bilang kenapa dia panik? / Tidak.
Jadi kau tahu kenapa dia panik? / Saat itu belum tahu.
Luke.
Luke?
Ya Tuhan!
Sial!
Apa yang terjadi? / Aku tidak tahu.
Apa maksudmu? Barusan kau... / Aku masuk, dia sudah terbaring di sana.
Oh, sial!
Kau sudah menelpon yang lain? / Chris dan Marty sedang kemari.
Aku masih belum bisa menghubungi Philip. / Oke.
Telpon terus, kita perlu semuanya ada di sini.
Kau tahu siapa dia?
Vincent, kau kenal dengan yang terbaring di sana?
Apa? Aku tidak kenal.
Bagaimana mereka bisa masuk ke sini? Apa lewat jendela, pintu atau...?
Jendela dan pintunya terkunci. Alarmnya mati.
Mustahil. / Kuberitahu, pintunya terkunci.
Dan alarmnya mati.
Tapi itu berarti.. / Seseorang masuk dengan salah satu kunci kita.
Kau tahu apartemen gedung di persimpangan jalan Second and South Hope, Tn. Seacord?
Tidak. / Perumahan baru dengan arena olahraga?
Yang dirancang oleh teman baikmu, Vincent Stevens.
Vincent menjalankan perusahaan yang sangat besar. Dia banyak membangun gedung.
Ada apartemen di lantai sembilan, Tn. Seacord. Kau pernah ke sana?
Tidak.
Aneh, karena menurut informasi kami,
kau dan empat temanmu berbagi apartemen ini secara rahasia, tanpa sepengetahuan istrimu.
Itu konyol.
Kalian berlima tidak membawa wanita ke atas sana?
Pacar, selingkuhan, "cinta satu malam", "tangkapan bagus"?
Lima sahabat, hanya mencari privasi dan kesenangan,
tanpa kerumitan laporan visa dan tagihan hotel yang bisa diketahui istri.
Itu tidak masuk akal. / Mungkin, Tn. Seacord,
tapi salah satu temanmu sudah membuat pengakuan penuh. Ingin tahu siapa orangnya?
Dengar, aku tak berbuat hal seperti itu.
Bermain-main dengan wanita lain, aku...
Kau mencintai istrimu. / Ya, aku mencintai istriku.
Apa yang terjadi pada wajahmu, Tn. Seacord?
Aku terbentur pintu. / Atau kau berkelahi?
Sudah kubilang aku terbentur pintu. / Pagi ini kau di mana?
Sarapan pagi dengan Chris.
Ada banyak orang di restoran itu yang bisa membuktikannya.
Dengan Chris, maksudmu dr. Chris Vanowen, sang psikiater?
Benar. / Salah satu teman berbagi apartemen itu?
Chris sudah menikah. Punya dua anak.
Dan dia juga bukan pria yang menyelingkuhi istrinya.
Aku punya masalah serius, Chris.
Oh, sial!
Philip.
Philip? Menurutmu adikmu terlibat dengan ini?
Aku tidak tahu. Kita harus menelpon polisi.
Kau sadar apa yang akan terjadi jika kita menelpon polisi? Pikirkan soal istri kita.
Ada wanita yang meninggal di sini, Vincent. / Kenapa kita mengira Phillip terlibat?
Dengar, Chris, kau tahu yang bisa dia lakukan.
Ya, aku tahu.
Mungkin kita bisa bantu dia. Jika kita bisa mencari tahu apa yang terjadi,
mungkin kita bisa.. / Kita akan membuang tubuh ini ke suatu tempat?
Dengar, aku tak tahu, tapi aku tak mau disalahkan karena hal ini.
Marty... / Dasar brengsek!
Kau bertemu Phil? Kau tahu dia di mana? Apakah tadi malam dia di sini?
Ini tak mungkin.
Tunggu, kau mau apa?
Aku ingin melihat dia.
Letakkan dia.
Astaga. / Siapa dia?
Entahlah.
Dengar. Tak seorang pun dari kita terlibat dengan ini, iya kan?
Benar kan?
Kita akan mencari tahu apa yang terjadi di sini dan mencari jalan keluarnya.
Kita bersama-sama dalam masalah ini, kita selesaikan bersama, paham?
Karena kita sahabat. Setuju?
Setuju?
Kelihatannya mereka akan membiarkan semua orang masuk, ya kan?
Selamat, Vince. / Terima kasih.
Yang ini benar-benar luar biasa, sangat spesial. / Terima kasih.
Ally, lama tak bertemu. Kau terlihat cantik.
Terima kasih.
Jadi, bagaimana menurutmu? / Meriah seperti biasanya.
Aku suka. / Akhirnya, kalian datang.
Hai. / Hai.
Hai, Barbara. Bagaimana kabarmu? / Mau beli kondominium kecil untukmu sendiri?
Kurasa kondominium kecil Vincent di luar jangkauan kami.
Benar, kau dan gaji psikiatermu yang kecil.
Kalian ambil minum, dan kita akan bicara lagi nanti.
Oke. Selamat, kawan. / Terima kasih.
Satu jam paling lama, lalu kita pergi. / Ayolah, sayang. Kita baru saja sampai.
Kawan, lihat gadis-gadis ini. Sangat seksi!
Sepertinya mereka melanggar kode kebakaran.
Marty, tenanglah. Aku melihatnya. Aku juga melihat Mimi, istrimu.
Oke, selamatkan aku, tolong aku, lindungi aku. / Ada apa, tembem? Bersenang-senang?
Tidak, hanya memeriksa keramaian di sini bersama temanku Luke.
Ya, jika kau mempermalukanku, aku akan meninggalkanmu di sini sendirian.
Oh, jangan menaikkan harapanku hanya untuk mendekati mereka.
Hai, Luke. Di mana Ellie?
Dia merasa pusing. Pergi untuk memeriksa gula darahnya.
Hai, Elle. Kau baik saja?
Tadi aku merasa tidak enak badan, tapi sekarang aku sudah baikan.
Kita bisa pulang, sayang (manis).
Kau dengar itu? "Manis". Setelah dia memeriksa gula darahnya.
Lucu sekali. Itu bagus sekali.
Aku akan senang sekali jika kau bisa bersikap seperti itu.
Kau tahu, sayang. Aku akan senang "menusuk" pantatmu, setiap hari.
Berapa kali kutawarkan? / Sayang. Apa? / Jangan sekarang.
Kau ahli penyakit jiwa, kan? / Benar. Chris Vanowen.
Dr. Vanowen! Benar. Aku ingat.
Apakah kita saling mengenal? / Tidak. Kau mengenal saudara perempuanku.
Sebenarnya dia pasienmu. Sofie? Sofie Morris?
Tidak. Maaf.
Beberapa orang memang terlahir tidak bahagia.
Maaf, apa kau membeli apartemen?
Apa? Tidak, aku teman arsiteknya.
Kau mau membeli apartemen?
Tidak, aku bersama Joel Kotkin. Anggota Dewan.
Aku bekerja padanya. Semacam asisten pribadi.
Aku Anne. Anne Morris. / Senang berkenalan denganmu, Anne.
Dengar, mengenai saudara perempuanmu... / Tak apa.
Kau tak bisa menyelamatkannya. Suasana hatinya sedang kacau di keluarga,
sayang sekali, jadi..
Kau tak berpikir melakukan hal yang bodoh, iya kan, Anne?
Aku? Maksudmu seperti jatuh pada pria yang salah?
Sebenarnya, aku selalu melakukannya.
Semuanya baik saja. Teruskan pestanya. Apa yang kaulakukan?
Phil, sudah kuduga. / Hei, Vince, apa kabar?
Apa kabar? Terima kasih sudah datang. / Hei, maaf soal ini, dia terpeleset.
Tak apa. Selama kau baik saja. Kau tak apa-apa?
Dia baik saja. Mari kuperkenalkan pada...
... rekan yang bekerja denganku di kantor.
Dan yang ini bekerja denganku di bawah kantor.
Atau sebaliknya? / Philip.
Kakakku. Bagaimana kabarmu?
Temannya Vicky? Pengiring pengantin? / Ayolah. Aku belum menikah.
Apa yang kaulakukan? / Bukannya aku tak mencintai Vicky kecilku.
Aku sangat mencintainya! Kau tahu itu.
Bukannya aku membenci semua wanita di dunia, bung.
Baiklah. Tenang.
Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan. Ayo panggil Marty and Luke.
Chris?
Semuanya! Selamat datang di Apartemen teratas.
Wow. Ini luar biasa, Vince.
Lihat pemandangannya. Lalu bayangkan ini tempat pribadi kita,
tepat di jantung kota.
Apa maksudmu? / Sebuah tempat di mana tak seorangpun merepotkanmu.
Tempat untuk kabur kapan pun kaumau.
Jadi, ini apartemenmu? / Tidak, apartemen kita, jika mau.
Apa? Milik kita?
Pikirkan soal itu.
Tak ada masalah tagihan hotel, tak ada aktivitas kartu kredit yang bisa dipertanyakan.
Ini akan jadi tempat rahasia kita... untuk pergi...
... secara diam-diam dan lebih hemat di waktu yang menantang ini.
Dibagi 5 giliran.
Bagaimana menurutmu?
Entahlah. Aku tidak seperti itu.
Ayolah, Chris. Kita laki-laki. Kita sedikit seperti itu.
Ya, katakan. Berikan kuncimu sekarang. Bawa si kembarmu kemari,
beri mereka sedikit tur pribadi. / Kau tahu berapa biayanya, Marty?
Berapa? Kurasa sekarang aku sudah memilikinya. Serius.
Pikirkanlah. Ini investasi yang bagus.
Kesempatan emas sekali seumur hidup.
Aku tak bisa diam di sini. / Kau mau ke mana?
Luke!
Kau tak boleh panik. Kita harus bersama, seperti yang kita sepakati.
Baiklah. Luke, kau harus tenang.
Tidak, tidak! Ini sudah berakhir, Vincent. Semuanya akan terbongkar!
Belum berakhir. Dengar. Kita akan mencari tahu yang terjadi di sini...
... dan kita akan membereskannya, Oke?
Coba lagi telepon Phil.
Ini Philip. Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.
Bagaimana jika dia tidak muncul? Sekarang dia pasti di luar negeri.
Dia akan datang.
Kita jangan melindunginya, Chris. Tidak untuk kali ini.
Kawan-kawan, lihat ini.
Apa artinya? / Apa artinya?
Kau mengerti bahasa Latin, Dokter?
Maaf? / Kau bisa bahasa Latin?
Ya. Aku ikut kelas itu sebelum masuk kuliah kedokteran.
Apa bunyinya yang di tembok?
Fatum nos iungebit.
Ya, aku tahu. Fatum nos iungebit.
No comments yet. Be the first to leave one.