The first 82 lines.
Sudah merekam.
Namaku Yuki.
Asal katanya dari "hantu" dan "iblis".
Jadinya Yuki.
Permainan ke-27-ku selesai.
Sedikit lagi mencapai 30.
Awalnya karena uang.
Aku sering kali kekurangan uang.
Lalu, aku direkrut oleh seorang staf
untuk ikut bermain.
Ya, keuanganku stabil setelah main beberapa kali.
Tapi, ya...
Aku tidak berhenti.
Yah, kurasa, begini juga boleh.
Karena taruhannya nyawa,
imbalannya pun sepadan.
Kupikir bisa dijadikan
mata pencaharian.
Kalau main berkali-kali, mungkin saja aku mati.
Tapi biar saja, paling aku cuma akan jadi hantu betulan.
Itulah pendapatku dulu.
Maaf menunggu lama.
Hantu selalu dikaitkan dengan ilalang.
Terlalu klise, bukan?
Kamu belum diberi tahu nama permainan berikutnya, ya?
Namanya, Rumah Hantu.
Berarti, karena lengah?
Kita mulai banyak pengalaman
tapi jadi besar kepala di sekitar permainan ke-30, ya?
Mungkin saja begitu.
Ada juga yang performanya justru kacau akibat terlalu fokus soal "tembok ke-30".
Tapi, berdasarkan pengalamanku,
masalahnya bukan hal samar seperti itu.
Semuanya jadi merugikan buatku.
Rasanya bagaikan dimusuhi seisi dunia.
Bagaimana cara lolos dari tembok itu?
Kalau tahu caranya, aku tidak perlu susah payah.
Pikiran masih agak kabur.
Tubuh juga lemas.
Ini efek obat tidur yang dia terima
di awal dan akhir permainan.
Setelah menunaikan rutinitas usai permainan,
Yuki pun keluar rumah.
Untuk jalan-jalan.
Entah sejak kapan, itu jadi hobinya.
Melangkahkan kaki kanan, lalu kaki kiri.
Hanya itu yang dia lakukan.
Tapi, jalan-jalan sekali pun
tidak membuat perasaan Yuki lega.
Permainan ke-28, Rumah Hantu.
Permainan ke-29,
Lab Berbahaya.
Di kedua permainan itu dia merasa bermain buruk.
Bisa gawat kalau begini terus.
Padahal di depan mata
ada permainan ke-30.
Sisa 69 kali lagi.
Hal yang diperlukan?
Apa, ya...
Mungkin keberuntungan.
Atau pertemuan dengan Guru.
Iya, maksudku Hakushi.
Lalu...
Oh, betul juga.
Sebelum soal bertahan hidup, pastikan dulu sanggup lanjut atau tidak.
Cari sesuap nasi di permainan maut ini butuh komitmen.
Aku?
Apa, ya...
Guru...
Sebab Guru...
Bukan, eng...
Apa, ya...
Yah, kurasa begini juga boleh.
Yah.
Begini juga boleh.
Siapa ini?
Namaku Kaneko.
Tempo hari, kamu sudah banyak membantu anakku.
Anak?
Kalau di dalam permainan,
namanya Kinko.
Dari mana kamu tahu aku?
No comments yet. Be the first to leave one.