The first 200 lines.
PEMBERITAHUAN WAFATNYA MENACHEM FLEISCHMAN
TOKO DAGING FLEISCHMAN
DICARI PEKERJA
Boleh saya pinjam teleponnya?
Aku sedang di Yerusalem sekarang. Kau tidak menjawab.
Nanti aku telepon lagi.
Semua baik-baik saja?
Anak muda!
Ya.
Kau bukan orang sini.
Saya sedang mencari yeshiva (sekolah agama).
Bagus. Yang mana?
''The Wisdom of Menachem''.
Kau yakin? Kurasa yeshiva itu sudah tidak ada lagi.
Saya sedang mencari tempat belajar.
Kau mencari...
Kau bisa berteduh di sini selama hujan masih turun.
Terima kasih.
Terpujilah Engkau Sang Kekal, Raja Semesta Alam...
Apa Anda sedang mencari pekerja?
Kenapa?
Saya sedang mencari pekerjaan.
Apa kau pernah bekerja di toko daging sebelumnya?
Belum.
Saya dulu mengurus pendaftaran siswa di yeshiva.
Begitu rupanya. Di sini berbeda.
Saya tahu.
Kau punya tempat tinggal?
Saya bisa menginap di tempat teman.
Teman yang tidak menjawab telepon itu?
Dia akan menjawab nanti.
Pulang saja. tak ada pekerjaan untukmu di sini.
Saya bisa mengaturnya.
Kembali pulang itu tidak mudah.
Apa yang kau lakukan?
Biarkan saja!
Aku datang demi kamu.
Aku tak punya tempat lain untuk pergi.
Bicaralah padaku!
Aku tidak percaya padamu.
Dialah Sang Kekal, Haleluya.
Agung dan suci bagi nama-Nya.
...semoga Kerajaan-Nya ditegakkan
di masa kita dan bagi kaum Israel yang hidup
dalam waktu dekat, dan semua berkata ''Amin''.
Kau masih mencari pekerjaan?
Sudah makan? Kau lapar?
Bagaimana kalau kita belajar malam ini?
Mendiang ayahku, dulu beristirahat di sini.
Mari ke bawah, banyak pekerjaan.
Dan kau?
Seorang pemuda harus belajar dan berdoa.
Diam dan menganggur membawa kejenuhan. Dan jenuh itu...
...membawa kegilaan.
Kau bisa tidur di sini sampai kau menemukan yeshiva.
Kau akan punya semua yang kau butuhkan untuk belajar.
Lewat sini.
Papa.
Selamat malam.
Jacob.
Ambil buku-buku ini dan susun dengan rapi.
Selamat malam.
- Berikan padaku yang sudah dikasherkan. - Apa?
Ayam-ayam yang sudah dikasherkan.
Jawab aku!
Ada apa?
Tidak ada. Maaf.
Biarkan saja.
Apa ini?
Biarkan, itu bukan...
Kau boleh melihatnya.
Apa kau yang menggambarnya?
- Itu cuma coretan. - Coretan ya.
Kau pernah ikut les menggambar?
Bisa dibilang begitu. Belajar sendiri.
Aku bisa menggambarmu, kalau kau mau.
Aku keluar sebentar.
Mau ke mana?
Boleh?
EphraÔm.
- Apa kabar? - Baik.
- Kau sehat? - Sangat sehat.
- Sekarang kau sudah punya tempat tinggal. - Ya.
- Kalau kau mau... - Jangan lakukan ini di sini.
Apa kata Talmud tentang ''ia yang menebus dosa''?
Ia yang telah berdosa terhadap jiwa menebusnya melalui pengorbanan.
Orang yang berpuasa disebut pendosa.
Orang benar yang memaksakan puasa pada dirinya sendiri
dan menjauhkan dirinya dari minuman.
Haruskah ia disebut pendosa?
Haruskah ia memberi pengorbanan?
Kenapa?
Apa makna harfiahnya?
Tuhan tidak ingin manusia menyakiti diri mereka sendiri.
Dia ingin mereka menikmati hidup.
Lagipula, mengapa Dia menciptakan dunia?
Untuk berbuat kebaikan.
Agar kita berbuat kebaikan.
Rabbi, itu tidak...
itu belum cukup memuaskan bagi saya.
Orang yang asketik harus memberi pengorbanan karena dia menolak tantangan hidup.
Menjadi hamba Tuhan adalah perjuangan setiap hari.
Seseorang harus mencintai kesulitan, suka untuk mengatasinya.
Melayani Tuhan berarti demikian.
Mencintai kesulitan.
Terima kasih.
Mau ke mana?
Pergi mandi ritual (mikveh), ke luar kota.
Kau tidak datang makan malam saat Shabbat?
Kau ingin aku datang?
Ya.
Kalau begitu, temui aku di mata air.
Aku tidak bisa. Aku janji membantu Rivka.
Sudah berapa tahun kau tidak pernah keluar Yerusalem?
Ikut?
Ayo, berendam.
Airnya dingin?
Dingin sekali.
Airnya pas.
Papa sudah pulang!
Papa, ada apa?
Jacob, bawakan gelasnya.
Seperti gambaran Surga
Shabbat adalah untuk beristirahat
Semua yang menikmatinya mendapat sukacita besar
Cobaan sebelum datangnya Mesias menyelamatkan kita
Pembebasan kita akan tiba, derita dan sakit pun sirna
Kau melihatku?
Ya, kulihat.
Di mana kau belajar dulu?
Di ''Or Vachesed'', Safed.
Lihat itu...
Ini lezat sekali.
Beri aku sepotong kecil.
Aaron makan terlalu sedikit daging...
- Sepotong kecil. - Makanlah apa yang kau suka.
Ini terlalu banyak.
Ambil sedikit.
Aku sudah kenyang, ini cukup.
Jacob, makanlah.
Ambil potongan yang lebih besar.
Kalau tidak, kau takkan tumbuh besar.
Mama, aku tidak suka itu.
Semua masakan ibumu lezat.
Keluarga yang menawan.
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan di Yerusalem?
Aku belajar dan berhemat.
Kau tinggal di mana?
Di toko daging.
Di kamar kosong?
Itu hanya sementara.
Apa kau punya keluarga di sini?
Tidak ada.
Ada rencana menikah?
Untuk saat ini, saya belajar dulu.
Nanti juga tiba saatnya, insya Allah.
Jika kau butuh sesuatu,
jangan sungkan.
Potong kecil-kecil saja.
- Yang ini? - Ya.
Jadi potongan-potongan kecil.
Jangan menyilangkan tangan. Potong tegak lurus pada alasnya.
Gunakan tenaga, seperti ini.
Kenapa tersenyum? Mana ada tukang daging yang tersenyum?
Pisau adalah alatmu. Hormati itu.
Bagian ini juga harus digiling.
Biar aku saja.
Jangan, kau tak bisa sendiri. Biar kubantu.
Pegang yang erat.
Selamat siang.
Selamat siang!
Halo.
Mereka menunggu kita, Aaron.
Mereka menunggu kita...
Semua ini untukku?
Ini, untukmu.
Ah, dagingku.
Pergilah sendiri. Aku sedang sibuk.
Aku tidak bisa menyetir.
Aku sibuk.
Dapur umum itu letaknya sangat jauh.
Tidak apa-apa, Aaron.
Pergilah. Aku selesaikan sendiri di sini.
Apa kau mau pakai plester?
- Dia dari Safed. - Siapa?
Ezri. Pekerjamu itu.
Aku tahu. Dia dulu belajar di ''Or Vachesed''.
Aku tahu. Mereka mengusirnya dari sana.
Kenapa?
Katanya dia terlalu banyak berbuat "baik".
Pecat saja dia.
Bagaimana dengan amal dan tolong-menolong?
Ayahku mempekerjakannya, dan ini toko daging beliau.
Dia memulainya bersamaku.
Ayahmu mempekerjakannya?
Apa kau yakin?
Aku memulainya bersama dia.
Apa?
Kau tidak mengenalnya.
No comments yet. Be the first to leave one.