The first 200 lines.
Kenapa aku sangat bahagia sekarang?
Sebenarnya, aku sangat memimpikan ini.
Memasak untuk suami setelah pulang kerja,
Dan menghabiskan malam bersama.
Kenapa rumah ini jadi panas?
Aku akan mewujudkan impianmu.
Kita akan selalu pulang bersama.
Dan kita akan senantiasa makan ramen bersama.
Tak masalah meski tubuhku dipenuhi dengan MSG.
Aku...
Ingin jadi suamimu.
Aku ingin menikah denganmu, Kim Mi So.
Kenapa? Apa kau keberatan?
Aku keberatan!
Ayah!
Ayah mertua!
Saat kalian menikah,
Aku akan ajukan keberatan di pernikahan!
Kenapa kau disini, ayah? Bukankah seharusnya kau di RS?
Dokter bilang aku sudah boleh kerluar,
Dan dirumahku tak ada air juga.
Makanya aku kemari.
Kalau begitu, seharusnya kau menghubungiku dulu.
Aku sudah mengirimu pesan, tapi tak kau balas.
Di kantor sedang ada persoalan genting, aku tak sempat pikirkan hal lain.
Aku harus bicara denganmu.
Ayah, bicaranya disini saja.
Aku harus bicara dengannya antar pria.
Kau jangan ikut campur.
Ayo.
Hari ini kau begitu mengecewakanku.
Kau kekasihnya,
Jadi sudah pasti kau ke rumahnya.
Saat aku kencan dengan ibu Mi So.
Aku biasanya kerumahnya disaat ibunya pergi.
Pokoknya, kenapa kau melamarnya dengan berkata kau ingin...
...makan ramen sampai tubuhmu penuh MSG? Sungguh tak romantis.
Maafkan aku.
Aku bermaksud ingin hidup sederhana...
...dan bahagia bersama.
Apa kau...
...bersungguh-sungguh ingin menikahi Mi So-ku?
Ya, aku ingin menikah dengannya.
Kalau begitu, lamar dia kembali.
Apa?
Waktu telah berganti,
Tapi, keromantisan tetap hidup.
Aku tak bisa menyerahkan putriku pada...
...pria yang tak keren dan kurang tulus sepertimu.
Kenapa? Apa kau tak percaya diri?
Tidak, aku percaya diri.
Sebenarnya, aku dipenuhi dengan kepercayaan diri.
Aku suka semangatmu.
Minum.
Habiskan.
Habiskan.
Kau sebaiknya melamar putriku...
...dengan cara yang paling romantis.
Aku akan mengawasimu...
...dengan mata mempesona ini.
Baiklah.
Tolong jangan melihat ke arah lain, saksikan aku.
Baiklah.
Habiskan. / Habiskan.
Mari nginum sampai mati.
Habiskan. / Habiskan.
Bagus. Habiskan. / Habiskan.
Baik. Habiskan.
Baiklah, sekali lagi,
Nomor yang anda hubungi tidak menjawab.
Apa yang mereka bicarakan? Kenapa ponselnya tak diangkat?
Ayah tak memarahinya, kan?
Ayah,
Terima kasih telah membawa Mi So ke dunia ini.
Kau harus perlakukan Mi So dengan baik.
Kasih dia banyak makanan enak.
Dan kau tahu...
Kalau Mi So suka ikan makarel?
Mi So tidak suka makan ikan makarel lagi sekarang.
Dua tahun lalu,
Tulang ikannya tersangkut di tenggorokannya saat makan ikan makarel.
Sejak saat itu, dia jadi takut makan ikan makarel.
Benarkah? / Ya.
Kalau begitu beri dia banyak ceker ayam.
Terutama dihari dia banyak pikiran.
Saat dia banyak pikiran,
Dia butuh makanan yang sangat pedas.
Mi So tak suka makan pedas lagi meski lagi banyak pikiran.
Saat dia mengetahui soal hutang pribadimu,
Dia sangat stress sehingga makan ceker pedas,
tteokbokki pedas dan belut pedas bersamaan.
Dan menyebabkan perutnya sakit parah.
Benarkah? / Ya.
Ngomong-ngomong, bagaimana kau...
Tahu mengenai...
Hutang pribadiku?
Aku juga tahu kalau bisnismu di galeri Nagwon bangkrut...
Dan kau ditipu oleh temanmu sebagai penjamin.
Benarkah? / Ya.
Memalukan sekali.
Keluargaku...
...bahkan lebih miskin...
...dari yang kau bayangkan.
Pasti mengejutkan untuk didengar, tapi rumah Mi So yang ditinggalinya...
...bukan rumah pribadinya, dia bayar sewa tahunan.
Bukan tahunan, tapi bulanan.
Depositnya dulu sebesar $50,000, dan uang sewa perbulan $200.
Benarkah? / Ya.
Aku jadi tahu banyak soal putriku.
Dia tak punya apa-apa.
Apa kau masih menyukainya?
Ya.
Apa kau yakin perasaanmu tak akan berubah?
Ya.
Mungkin hidup kami bertolak belakang.
Tapi perasaanku pada Mi So tak akan berubah.
Kau lulus. / Apa? lulus?
Aku menerimamu...
...sebagai menantuku.
Terima kasih. / Tapi.
Kau harus...
...melamarnya dengan benar.
Aku akan ingat itu.
Astaga.
Aku sangat menyukaimu.
Duduklah. Duduklah.
Hei.
Duduk dengan benar.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu, anankku.
Aku juga mencintaimu.
Perlakukan Mi So dengan baik.
Apa yang kuinginkan bukan menantu kaya.
Aku ingin pria yang bisa membuat Mi So bahagia.
Tentu saja kaya adalah hal bagus.
Ya, Kau benar dalam segalanya, Ayah.
Sayangku, Mi So.
Kekasihku.
Apa yang terjadi? Kenapa kalian nginum banyak?
Kenapa lagi? Tentu saja karena kemauan kami sendiri.
Bisa gila aku.
Ayah baru saja keluar RS belum lama, terus sekarang sudah mabuk-mabukkan?
Ayah sebentar lagi berusia 60 tahun.
Kau harus menjaga kesehatanmu!
Kim Mi So!
Tak boleh bicara begitu pada ayahmu.
Sama juga denganmu, besok kau harus rapat dengan dewan direksi.
Jadi kau tak seharusnya semabuk ini.
Besok kau punya agenda banyak yang perlu dilakukan.
Ini rahasia.
Mi So kadang menakutkanku.
Ini juga rahasia...
Tapi Mi So...
...sering menakutkanku.
Duh
Aku akan kedalam duluan dan tidur.
Jadi, menantuku tunggu disini...
Dan kau panggil taksi untuknya lalu masuk kedalam.
Apa maksudnya "menantu"?
Hati-hati pulangnya, Pak.
Baiklah, mantuku.
Dah.
Hati-hati. / Dah.
Kenapa kau juga seperti ini, Bos?
Bos.
Duh!
Kekasihku.
Bisa gila aku.
Sudah cukup.
Halo, Tn. Yang.
Ya, di simpang empat Jangchung-dong.
Cepat ya, baik.
Apa kau tak apa, bos?
Jadi kenapa kau nginum banyak gini, saat kau tak kuat nginum?
Pastikan lain kali kurangi nginumnya.
Mi So.
Mi So.
Aku mencintaimu.
Aku...
...sangat mencintaimu.
Jujur,
Saat aku melihatmu lagi 9 tahun lalu,
Aku sangat bahagia.
Kau tak mengenaliku,
Tapi aku juga bahagia.
Kurasa...
...sepertinya sejak itu.
Kurasa aku sudah menyukaimu...
...sejak itu.
Aku...
...akan membuatmu bahagia selama sisa hidupmu.
Dan aku...
...akan bahagia selama sisa hidupku karena dirimu.
Aku mencintaimu.
Kim Mi So.
Ada apa?
Bagaimana aku bisa sampai dirumah?
Aku harap aku tak permalukan diriku sendiri dihadapan ayah mertua.
Ayolah, otak sempurnaku, Ingat.
Ayolah, bantu aku.
No comments yet. Be the first to leave one.