The first 162 lines.
POLIS BELAKANGAN MEMBAIK, TAPI BELUM CUKUP.
KERJA SAMA POLIS MASIH SEBURUK BIASANYA.
Ini sungguh membuatku geram.
Kita baru bersenang-senang. Kini semuanya berantakan.
Kita berkali-kali kalah dari Diabolic,
tapi ini paling menyakitkan.
Apa pula beda mereka
dari kita?
Entahlah.
Kalau kita bertarung sekeras mereka,
pasti menyenangkan.
Aku sungguh minta maaf.
Ini salahku karena tak becus…
Tidak, bukan begitu!
Dia benar! Sudah kami bilang!
Tidak. Ini memang salahku.
Karena aku tak berguna…
Sayang sekali tak ada yang memahamimu.
Sebenarnya, kau juga ingin dipuji.
Ahoi! Apa kabar semuanya?
Sudah dua pekan sejak aku merekrut kalian.
Terima kasih atas semua data yang kalian berikan kepadaku!
Aku sudah menyempurnakan sebagian teori tentang Dust
dan membuang teori lainnya.
Bahkan, aku…
menemukan hal baru.
-Dokter! -Ada apa?
Bisa berikan perangkat yang kau buat kepada kami?
Sora tak kaya, tahu.
Aku tak bisa memberikannya cuma-cuma,
tapi kuusahakan agar terjangkau.
Semangat, Dokter!
Tentu saja!
Aku mengandalkan bantuan kalian untuk membuat Dust portabel!
-Berikutnya main apa? -Ayo.
Tunggu, Tomori.
Araki Tomori.
Boleh minta waktu sebentar?
Seru, 'kan, Pika?
Kalau Dust sungguh bisa dibawa-bawa, Sora mau ke Harajuku!
Kau mau ke mana, Pika?
Nanti kutentukan.
Sayangnya, kau tak bisa keluar sendirian.
Suzaku!
Bagaimana kau membicarakan hal ini dengan timmu?
Ada yang mengusikmu?
Apa kata-kata Dokter itu tak meresahkanmu?
Kalaupun Dust menjadi portabel,
apa nasib kita jika alatnya rusak?
Saat itu juga, kita akan…
Mungkin begitu.
Pastinya Dokter pasti sudah mengambil langkah tepat.
Tapi aku tak percaya rencana ini.
Aku tak tahu cara menjelaskan hal ini kepada timku,
karena sebagian akan khawatir.
Terlepas dari itu, aku tak mau membuat mereka berharap.
Aku setuju dengan gagasan Dokter.
Tapi hanya sampai di situ.
Dust portabel tentu luar biasa,
tapi sekarang itu hanya angan-angan.
Ini takkan terpecahkan hanya dengan melihat kekuatan.
Sebaiknya kita fokus pada penelitian kedokteran terapan.
Artinya, melalui riset medis, kita harus mencari cara untuk bertahan
di luar Shinkatsushika.
Kalau aku bisa membantu, bilang saja.
Tentu. Jika ada ide, beri tahu kami.
Muluk sekali impian kalian.
Kau tak tertarik?
Dust Portabel dan riset medis memang terdengar hebat,
tapi bukankah kalian melupakan semua syarat yang diperlukan?
Apa maksudmu?
Kau mungkin tak paham, Suzaku.
Rumahmu besar, sekolahmu bagus,
dan keluargamu pun baik.
Jadi, mudah bagimu berkata begitu.
Kenapa Stella kadang jadi begini saat bicara dengan Suzaku?
Kalian sedang apa…
Oh, kalian sedang bertengkar?
Sora suka perkelahian!
Ayo hajar! Hajar!
Hentikan.
Aku nyaman dengan keadaanku sekarang.
Dunia luar tak menarik bagiku.
"Dunia luar" terus yang dibicarakan belakangan ini.
Aku takkan tertarik andai Dokter tak membahasnya.
Aku bisa hidup tanpa memikirkan itu.
Rasanya kita dipaksa memikirkannya.
Memikirkannya…
Permainan berikutnya. Lawan: Scarlet Wolves.
Ha? "Pesta Bola Besar Shibamata"? Lidahku sampai terbelit.
Pesta Bola Besar Shibamata.
-Pesta Bola Besar Shibamata. -Pesta Bola Bebas… Shibatama…
Pesta Bola Besar Shibamata. Pesta Bola Besar Shibamata.
Mulutmu juga kemasukan Rams?
-Singkatnya BoBeSa. -Kenapa disingkat?
Aku tak bisa membayangkan permainannya.
Tetap saja, lawan kita Scarlet Wolves…
Mereka menyusahkan, justru itu serunya.
Tapi pasti seru.
Ya, pasti jauh berbeda dari permainan terakhir!
Aku tak bisa… melihat apa pun…
Hei, itu Naughties!
Baiklah, ayo.
Kita takkan kalah!
Ayo, serius!
Oke!
Tim, merapat!
-Satu! -Dua!
-Tiga! -Empat!
-Lima! -Enam!
Dari Distrik Pertokoan Shinkoiwa,
Scarlet Wolves tiba!
Mereka selalu begini, ya?
Menyebalkan, seperti kubilang.
Memotretku lagi, ya?
Yah, benar…
Lihat aku langsung, bukan lewat lensa!
Profesor!
Ya, Hikinami?
Terima kasih atas bimbinganmu.
Berkatmu, kini aku selangkah lebih dekat memahami inti progresi akor.
Begitu? Pertahankan kegigihanmu!
Ya, Pak!
Dia membahas gitar, 'kan?
Ya, mungkin.
Hei.
Menurut kalian?
-Imut! -Imut!
Wah!
Kalau suka, kalian bisa membelinya di Milky Way.
Itu dijual? Tunggu, berarti tak asli?
Berapa kali harus kubilang kepada si bodoh ini?
-Maaf. -Maaf.
Baik, saatnya kita mulai!
Permainan hari ini adalah Pesta Bola Besar.
Gulirkan bola mulai dari titik awal,
lewati setiap pos secara berurutan.
Tim pertama yang mendorong bolanya sampai finis di kuil menang!
Namun, awas! Mungkin ada berbagai jebakan di sepanjang jalan…
Jadi, pos pemeriksaan pertama lewat sini?
Aku awasi jebakan.
Ya, kami mengandalkanmu.
Permainan dimulai!
Ayo!
Ini dia!
Di sini aman.
Bagus, Polis!
Olga, giliranmu.
Olga, lurus di depan!
Hoi, hoi, hoi, hoi!
Hoi, hoi, hoi, hoi!
Olga, ke Stella!
Beres!
Stella, di depanmu!
Nah, bagaimana?
Ini seru sekali!
Ya, ternyata seru.
Polis sudah berkembang, terutama Araki.
Araki juga?
Kita tak boleh meremehkan mereka sekarang.
Tim, ayo berusaha dua kali lebih keras!
-Hah? -Gawat…
No comments yet. Be the first to leave one.