The first 108 lines.
STAR WARS VISIONS MEMPERSEMBAHKAN
Episode 6: CAHAYA FORCE
Dia lebih tangguh dari kelihatannya.
Tentu saja, dia sedang berlatih menjadi Jedi.
Pemula yang menjatuhkan lightsaber-nya, tetapi tetap seorang Jedi.
Dia tadinya membawa lebih dari satu.
Menurutmu, apa yang akan dia lakukan?
Jedi suka pamer saat membantu orang tak bersalah.
Aku ragu dia akan melawan.
Dia akan terus lari.
Dia bisa lari semaunya, tetapi dia tak akan bisa lolos.
Jedi itu bodoh.
Selalu membuat kesalahan yang sama.
Tuanku, perbaikan meriam kyber telah selesai.
Kurasa, kini meriam itu hanya perlu sebuah kristal kyber raksasa.
Aku mohon pada kalian, jangan maju lagi.
Eesha?
Eesha disandera?
Tidak…
Four-Nines, sudah temukan tujuan Nawaam?
Hy Izlan?
Dia pasti mengincar Kristal Suci di Kuil Udara.
Pastikan Ethan tahu tentang ini.
Ada apa?
Lihat, kabar terbaru dari Four-Nines.
Ini pasti salah!
Kalian orangnya, bukan? Yang menculik ayahku…
Apa kalian akan membunuhku sekarang?
Bukan kami yang putuskan.
Hei! Itu mubazir, bukan?
Mereka masih bisa berguna untuk kita.
Lebih masuk akal kalau kita bawa setidaknya satu.
Jangan coba-coba!
Buat apa repot-repot?
Terlalu merepotkan, untuk hasil tak seberapa.
Ya sudah.
Namun, kau harus akui.
Kredit tetap kredit. Benar, 'kan?
Cepat pergi sebelum dia berubah pikiran.
Apa kau membawaku ke Nawaam?
Nanti. Harus mampir dahulu.
Kami mau menangkap Zhima kembali.
Ayah?
Kabarnya, dia mengamuk di salah satu pangkalan Nawaam.
Menyapu bersih seluruh tempat itu sendiri.
Jedi… Sith… tidak ada bedanya.
Mereka meninggalkan jejak kehancuran yang sama.
Tidak, kau salah! Jedi berjuang atas nama keadilan.
Kalau begitu, aku mau tanya.
Berapa orang yang sudah kau bunuh atas nama keadilan?
Kekuatan adalah kekuatan.
Kau bisa kuat atau lemah.
Hanya itu kenyataannya.
Tidak ada hubungannya dengan keadilan atau kejahatan.
Jadi, begitu? Bagimu yang penting kekuatan?
Lihat saja dirimu sekarang.
Apa yang kau dapat dari sikap sok benarmu itu?
Sudahlah.
Hentikan obsesimu dengan ajaran Jedi kuno.
Jika kau lakukan itu, kau mungkin bisa jadi lawan seimbang kami.
Apa kau mau bertarung denganku?
Tidak ada yang lebih kusukai dari melawan musuh yang kuat.
Karena itulah aku memilih profesi ini.
Karena itu juga kau ternyata sangat mengecewakan.
Apa maksud ucapannya itu?
Aku sudah berusaha semampuku untuk mengikuti semua ajaran Jedi.
Namun, aku tak tahu apa yang sebenarnya kulakukan.
Ada apa, Kara?
Juro!
Aku menyerah pada sisi gelap.
Aku mengecewakanmu.
Kara, kenapa kau berpikir seperti itu?
Karena, di saat genting, aku tak bisa mengendalikan perasaanku.
Lalu lightsaber-ku menjadi merah.
Semua lightsaber buatan ayahmu itu,
mampu mencerminkan pikiran dan emosi penggunanya.
Misalnya,
warna merah melambangkan kemarahan, kebencian dan ketakutan.
Menjadi Jedi bukan berarti tidak memiliki perasaan ini.
Selama kau tidak membiarkan perasaan itu mengendalikanmu,
maka kau tak akan jatuh ke sisi gelap.
Namun, aku membunuh semua orang itu…
Aku takut itu akan terjadi lagi.
Aku tak boleh bertarung.
Aku tak bisa ambil risiko.
Jadi, saat mereka yang membutuhkan datang mencari bantuanmu,
apa kau akan menolak membantu?
Namun, apa yang harus kulakukan?
Sayangnya, aku tak punya jawaban untuk pertanyaan itu.
Jika kau saja tidak tahu jawabannya, apalagi aku?
Percayalah pada Force.
Setelah itu, kau akan dituntun ke jawaban yang kau cari.
Force mengalir melalui setiap makhluk hidup.
Selama kita mengikuti ke mana pun itu menuntun kita,
kita akan selalu menemukan jalan yang benar.
Kara, semoga apa pun jawaban yang kau temukan,
akan membawamu ke solusi baru
yang berbeda dari cara hidup kita yang lama.
Juro!
Juro…
Kau temukan sesuatu?
Kita harus tahu dia pergi ke mana.
Paham?
Dia membuat kerusakan sebesar ini,
tapi, tidak mengambil satu nyawa pun.
Untuk apa repot-repot?
Pasti sedang berbelas kasihan.
- Bodoh. - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.