The first 200 lines.
Selamat ulang tahun untukku.
Kau masih sayang aku, 'kan?
Pagi.
Ayah melupakan sesuatu?
Tentu saja tidak. Selamat ulang tahun.
Setidaknya ada yang ingat.
Cindy, setengah temanmu baru bangun saat tengah hari.
Beri mereka waktu.
Kita akan lihat.
Dengar, jangan buat rencana apapun untuk hari ini.
Ini ultahmu yang ke-21. Dan ayah punya kejutan untukmu.
Sungguh? Apa?
Jika ayah beritahu itu padamu,
Itu bukan kejutan namanya, bukan?
Tapi kita akan pergi lima menit lagi,
Jadi kau bersiaplah.
Dan ayah akan buka pintunya.
- Hai, Tn. Don. - Hei, Becca.
- Dia sudah bangun? - Dia di atas.
Jangan bicarakan soal kejutannya, oke?
Ayo.
- Ya Tuhan! - Selamat ulang tahun!
Aku sangat senang melihatmu.
Aku pikir semua orang lupa.
Aku takkan pernah lupa.
Aku rasa teman-teman yang lainnya lupa.
Kau tahu mereka bagaimana.
Ini tengah hari. Mereka mungkin masih tidur.
Ya, itu yang ayah katakan.
- Kau senggang hari ini? - Ya, aku ada waktu.
Bagus. Karena aku tak mau habiskan ultah ke-21-ku...
...sendirian seperti wanita tua pecinta kucing.
Lebih seperti wanita pecinta anjing.
Becca.
Jujur, apa ayah merencanakan sesuatu?
Apa?
Tidak, tidak. Tapi...
Aku punya sesuatu untukmu.
Terima kasih.
Ini indah.
Apa ini?
Aku tahu itu agak norak,
Tapi aku ingat kau bilang ibumu sering berikan kau liontin untuk ultahmu,
Dan aku tak mau kau melewati setahun tanpa itu.
Aku suka ini.
Anak-anak, waktunya pergi.
Siap? Ayo. Kita pergi.
Ayah, kau sudah beritahu aku ke mana kita pergi?
Belum.
Serius. Apa ini?
Tidak.
- Kau tak apa? - Ya.
Hanya sedikit mabuk kendaraan.
Oke, sudah tidak jauh lagi.
Ayah mau kau memakai ini.
Ayah pasti bercanda.
Ayo. Lakukan seperti yang ayahmu katakan.
Oke.
Apa itu menutupi matamu?
Aku mau kau berhenti mengintip.
Oke.
Baiklah.
- Kau bisa melihat sesuatu? - Sama sekali tidak.
Yakin? Ada berapa jariku?
- Aku tidak tahu. - Lihat aku.
Bagus. Luar biasa. Oke, ayo.
- Oke. Menurutmu kita ke mana? - Aku cemas.
- Aku tidak tahu. - Tidak perlu cemas.
Ini akan bagus. Ini pasti meriah.
Siap? Oke.
Kejutan.
Apa yang sedang aku lihat?
Ayah, apa yang terjadi?
Menurutmu apa?
Aku benar-benar tidak tahu.
Ini petunjuknya.
Dan disana petunjuk yang lebih besarnya.
- Kejutan! - Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun.
Aku siap untuk pesta.
Tunggu, ada yang bisa beritahu aku apa yang terjadi?
Oke, oke.
Kalian gadis-gadis beruntung akan naik pesawat ini,
Dan kau akan terbang selama enam jam menuju St. Lorenzo,
Yaitu sebuah pulau kecil yang indah.
Pulau pesta.
Benar. Ada bar di sana,
Salah satunya bernama Marlowe Bar,
Dan ada pembukuan yang sudah diatur di sana.
Bar terbuka.
Dengan batasan.
Jadi pesanlah makanan dan anggur.
Tapi aku minta tolong, oke?
Tidak ada insiden internasional.
Dan aku melihatmu, Lola.
Ayah...
Ini terlalu berlebihan.
Pesawat pribadi? Ini terlalu berlebihan.
Tenanglah, Nak, oke?
Pesawat ini memang menuju ke San Lorenzo.
Kalian hanya menumpang.
Tiga hari lagi, kau menumpang pulang.
Jadi bersenang-senanglah. Mengerti?
- Aku sayang ayah! - Ayah juga menyayangimu, Tuan Putri.
Bisa kita masuk ke pesawat dan memulai pestanya?
Ya. Ayo masuk.
Beri aku sepuluh menit.
Oke, semuanya, aku harus pergi.
Tapi aku akan pantau penerbangan ini dari menara kontrol.
Jadi, selamat menikmati.
Sampai jumpa, semuanya.
Becca, awasi dia.
Lihat bokong itu.
Kau sangat nakal.
Kau tak apa?
Aku sangat benci terbang.
Kau membawa obat anti mabuk udaramu?
Sudah. Dan sudah aku minum.
Kau tak perlu khawatir. Aku akan baik saja.
Tenanglah, Becca. Apa yang bisa menjadi salah?
Aku akan masukkan tasku.
Hei, Vince?
- Ya? - Hai.
Temanku ingin tahu jika kau punya...
...ular sejenis piton atau king kobra?
Apa?
Aku sebenarnya punya hamster.
Oke, dia milikmu.
Aku akan masukkan tasku.
- Tunggu, aku tidak membawa barang. - Dah.
Tenang. Ayahmu sudah urus itu. Dia sudah mengemasnya.
Hei, gadis berulang tahun.
Ayahmu bilang padaku jika kau suka terbang.
Setelah kita mengudara, aku bisa bawa kau ke kokpit,
Bahkan mungkin izinkan kau memegang kendali.
Dengan begitu aku bisa minum bir di belakang.
Tak apa. Abaikan dia. Dia suka bercanda.
Senang bertemu denganmu, Cindy.
- Hai. - Hai.
Dan...?
Becca.
Hai.
Ya Tuhan!
Ya Tuhan.
- Ini menakjubkan. - Di mana kolamnya?
Kursiku.
Wow.
Pintu darurat berada tepat di belakangmu,
Dan juga di depan pesawat.
Gadis-gadis, kalian cerdas.
Kau tahu cara memakai sabuk pengaman,
Tapi jika ada masalah, aku bisa membantumu, oke?
Silakan pakai sabuk pengaman dan bersiap untuk lepas landas.
Permisi, Vince?
- Ya? - Bisa bantu sabuk pengamanku?
Tentu.
Kau wangi.
Terima kasih.
Gadis-gadis, selamat datang di penerbangan...
...antara Miami menuju St. Lorenzo.
Namaku Roland, aku kapten kalian.
Kau sudah bertemu Vince.
Dia akan terus sajikan kalian makanan dan minuman.
Kita akan menempuh enam jam penerbangan.
Cuacanya cerah,
Menurutku perjalanannya akan sangat menyenangkan...
...antara sini dan St. Lorenzo.
Jika ada yang ingin berterima kasih...
...dengan traktir aku minuman di pulau,
Aku di sana hingga besok malam.
Kita siap untuk lepas landas?
Pesawat THX 1138, siap untuk lepas landas.
Ini dia.
Ini pesawat THX 1138...
...menuju St. Lorenzo, melapor.
Hei, Roland, kau di sistem.
Kami melihatmu. Jalurmu aman.
Semoga perjalanannya lancar.
Terima kasih, kawan. Pasti. Ganti dan keluar.
Matikan lampu tanda sabuk pengaman sebentar lagi.
Kau ada rencana saat di pulau, Vince?
Ya.
Kau tahu? Aku akan minum-minum, berburu,
Dan semoga bisa mendapatkan gadis.
Hati-hati dengan urutan itu, kawan.
Ya, kau benar. Mungkin aku sebaiknya pergi periksa mereka.
Hei, semoga berhasil di belakang sana.
Aku rasa kau mungkin butuh itu.
Ayolah, Roland. Aku sangat memahami wanita.
Jangan khawatir denganku. Aku akan buat itu berhasil.
Gadis-gadis, minum?
Oke.
Terima kasih.
Oke, bersulang untuk persahabatan kita.
Mau menari?
Maaf.
Tak apa.
Kau akan baik saja.
Ini penerbangan biasa.
Takkan ada hal buruk yang akan terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.