The first 200 lines.
Apa yang kau lihat?
Kami menerima beberapa sampel
peralatan penyiksaan.
Aku penasaran melihat isinya.
Jangan tertipu oleh Nona Bel.
Dia sengaja mengirimkan peralatan mahal.
Begitukah?
Tapi tujuan utamanya adalah…
Lihat!
Luar biasa, bukan?
Aku ingin kau merasakannya sendiri!
Dia ingin memamerkan peralatan penyiksaan favoritnya.
- Begitu rupanya. - Begitu rupanya.
Semuanya ada di sana.
Terima kasih.
Kau boleh pergi sekarang.
Astaga.
Ada kelinci.
Kelinci?
Nama yang manis.
Kelinci?
Semuanya berduri.
Bagaimana cara menggunakannya?
Setelah roda itu ditempelkan pada kulit,
putar rodanya,
dan duri-durinya perlahan mengelupas kulit.
Anggap saja sebagai parutan seluruh tubuh.
Gagang ini berat,
jadi, sulit mengendalikan kekuatannya.
Ini bisa membunuh orang, bukan?
Mengejutkannya, tidak juga.
Tapi hasilnya berantakan.
Ukurannya kecil, tapi ada duri juga di sini.
Ini seperti aksesori.
Leher Mike kecil,
jadi, kurasa dia tidak bisa menggunakannya.
Tapi…
Manisnya.
Bau besi.
Yang ini tidak ada durinya.
Ini kandang yang bisa digantung untuk pajangan.
Jadi, kau menjebak orang di dalamnya?
Tapi tahukah kau?
Kau tidak bisa duduk di dalamnya.
Jadi, itu sebenarnya cukup menghukum.
Ini menjadi pertarungan panjang.
Ini sulit bagi subjek penyiksaan dan penyiksa.
Aku setuju.
Manisnya.
Ini sangat nyaman.
Ada yang kau suka?
Aku tertarik dengan semuanya.
Tapi semuanya besar, jadi, agak tidak nyaman.
Kebanyakan ukurannya besar,
jadi, akan butuh waktu lama atau menyebabkan banyak kerusakan.
Semuanya menarik,
tapi tidak cocok untuk penyiksaan sehari-hari.
Benar, bukan?
- Tunggu sebentar! - Benar.
Keluarkan aku!
Kau manis sekali.
Haruskah kami menahanmu di sini?
Jangan bilang begitu dengan wajah datar!
Mari kembalikan semuanya.
Baiklah.
Kurasa mereka akan kembali besok.
Kita tinggalkan saja semua di sini dan pulang.
Ini sulit digunakan,
tapi memiliki nilai kejut yang bagus.
Ini efektif menakuti orang dengan tampilannya.
Efek visual lebih penting daripada kepraktisan.
Tipe menakutkan seperti ini
mungkin cocok untukku.
Aku senang mereka belajar sesuatu.
Belta terkadang bisa membantu.
Halo?
Nona Bel?
Maaf, tapi aku mau mengembalikan
semua peralatan yang kau kirim.
Itu terlalu tidak praktis.
Tunggu!
Kau bisa menggunakannya untuk hal selain penyiksaan, bukan?
Bukankah itu dekorasi yang bagus?
Dingin, tajam, dan mencolok.
Ini sempurna dengan latar belakang gelap hanya untuk penyiksaan.
Nona Belta
sepertinya tipe orang yang punya peralatan penyiksaan di rumah.
Astaga.
Selamat pagi.
Sero!
Ada apa?
Bagaimana kau bisa terluka?
Seharusnya kau tidak perlu datang.
Aku baik-baik saja.
Ini tidak seburuk kelihatannya.
Kau mengalami kecelakaan?
Tidak.
Aku hanya…
diserang.
Diserang?
Aku menginterogasi anggota organisasi jahat tempo hari.
Rekan-rekannya membalas dendam kepadaku.
Jangan mengatakannya semudah itu.
Lagi pula, aku terkenal di industri ini.
Benar.
Aku tiba-tiba ditabrak motor.
Aku pun menghantamnya dengan kepala.
Lalu aku menelepon polisi.
Gila sekali.
Tapi jika aku diperban begini,
subjek penyiksaanku tidak akan menganggapku serius.
Hari ini, aku hanya akan melakukan pekerjaan administratif.
Yang benar saja.
Tolong jangan terlalu memaksakan diri.
Baiklah.
Tenggat kasus ini pekan depan.
Baiklah.
Akan kuberikan yang ini kepada Mike.
Yang ini untuk Hugh.
Tentang jadwal kerja pekan depan,
ada yang ini dan ini.
Mana yang kau mau?
Apa dia mengabaikanku?
Tunggu!
Siu!
Ada apa?
Hei, kau.
Luka itu…
Apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Aku sudah ke rumah sakit,
lalu diperban seperti ini.
Tapi ini bukan apa-apa…
Apanya yang lucu?
Kau ceroboh sekali.
Kasus penyiksaan yang membuatmu diserang
seharusnya kasusku, bukan?
Aku melakukannya untukmu.
Tapi kau berakhir seperti ini karena aku.
Itulah alasannya.
Lalu kenapa?
Kenapa kau harus melakukan semuanya sendiri?
Sudah banyak orang yang harus kau lindungi, bukan?
Kau tidak perlu melindungiku juga.
Tapi akan merepotkan jika sesuatu terjadi padamu,
baik di pekerjaan maupun bagi rekan lainnya.
Aku juga repot jika sesuatu terjadi padamu.
Bukan hanya aku yang berpikir seperti itu.
Kau benar-benar marah.
Kau juga.
Apa kau marah padaku?
Kalau begitu, cobalah memahami kenapa aku sangat marah.
Aku tidak mau
kau atau orang yang kau sukai
terluka.
Dibandingkan perasaan buruk itu,
terluka bukan masalah besar.
Aku lebih bisa diandalkan daripada sebelumnya, bukan?
Jadi, berbagilah denganku.
Beban yang kau pikul.
Sakit!
Bodoh.
Aku takkan memaafkanmu jika kau tak memikul beban itu dengan benar.
Aku akan menanggungnya meski harus mati.
Meski kau harus mati?
Kau menggertak lagi, bukan?
Kau meragukanku?
Aku serius soal ini.
Akan kubuktikan kepadamu.
Aku sudah muak denganmu.
Tidak, kau mengatakannya sendiri, Siu.
Tolong lihat apa yang bisa kulakukan.
Menyebalkan sekali.
Luar biasa! Cantik sekali!
Kalian semua sudah bekerja keras.
Mari bersantai seperti ini sesekali.
Omong-omong,
di mana Reu dan Nero?
Kami tidak keberatan jika mereka ikut.
Bodoh.
Siapa yang peduli jika kau tak keberatan?
Mereka hanya ingin bermain dengan kakak dan kakak iparku.
Ayah, Paman Eli bilang
mau mengajak kami ke Lulubee Land.
Kami akan bermalam di sana.
Ayah bisa bersantai dan pergi ke onsen.
Astaga.
Baiklah, kalau begitu.
Kita bebas sampai makan malam.
Baiklah.
Baiklah.
Mau berendam di onsen dulu?
Tentu.
Tunggu.
Mengingat pembagian kamarnya,
hanya aku yang tak bisa beristirahat.
Tentu saja kau bisa.
Aku orang yang menenangkan.
Aku tidak yakin.
Ya ampun.
No comments yet. Be the first to leave one.