The first 200 lines.
= Episode 5 =-
Baiklah. Bilang saja kau akan mati dalam setahun.
Jika sisa waktumu tinggal setahun lagi.
Adakah sesuatu yang ingin kau perbuat, atau..
Setahun itu terlalu lama.
Kita bilang saja waktuku tinggal 3 bulan lagi.
Baiklah. Kita bilang saja sisa waktumu 3 bulan lagi.
Aku akan hidup sesukaku. Aku akan habisi brengsek yang meremehkanku.
Dan membunuh semua orang yang tidak kusukai.
Itu tidak ada hubungan dengan tema dokumenter kita.
Memperlihatkan ke orang lain lewat daftar keinginan.
Kalau hidup itu berharga dan indah...
- Aku akan ke kelab dan menggoda wanita. - Permisi.
Dan meniduri wanita berbeda tiap malam.
Berhenti! Berhenti, berhenti, berhenti! Kita hentikan wawancaranya.
Jangan berhenti. Lanjutkan.
Apa produksi ini seperti candaan buatmu, Shin Joon Young?
Aku tidak bercanda. Aku hanya jujur.
Aku mau berbuat apapun jika aku akan mati nanti.
Kau mau pakai narkoba juga?
Mabuk, kencing di jalan, dan berjudi...
Kau mau jalan denganku, PD No Eul?
Berpura-pura seakan aku akan mati 3 bulan lagi...
dan mengenal lebih dalam cinta selama 3 bulan itu.
Menjalani hubungan cinta, selama 3 bulan itu.
Yah, hari ini hanya tes syuting saja.
Jadi kurasa Yoon Young kita bercanda sebelum syuting sebenarnya...
Sudah kubilang, aku tidak bercanda.
Perkataanku jelas aku tidak bercanda.
Joon Young.
Kau tidak mau, Nn. PD?
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Tentu saja aku mau! Aku bersyukur kau mengajakku jalan!
Shin Joon Young, bintang top, mengajakku jalan.
Aku si bodoh gila kalau menolaknya!
- PD No! - PD No!
Kapan kita mulai? Mau mulai hari ini?
Jika kita resmi pacaran, boleh kuumumkan?
Akan bagus buatku juga.
Oh, aku bisa umumkan kalau aku pacaran denganmu di sosmed-ku, kan?
Halo.
Ada apa dengannya?
Entahlah. Kurasa dia buat masalah lagi.
Dia sudah seperti ini 30 menit lalu.
Kau mau mengakhiri hidupmu dengan menyedihkan?
Kau buat masalah lagi?
Kurasa aku akan dipecat, Ahjussi.
Apa?
Kurasa aku akan dipecat dari dokumenter Shin Joon Young.
Kenapa?
Yah... karena aku meladeni perkataannya sebagai candaan di dokumenter itu.
Tidak... karena aku menanggapi perkataan seriusnya sebagai candaan...
Tunggu, tidak.
Karena aku menanggapi serius perkataannya, saat dia serius mengatakan itu.
Apa katamu?
Dia seperti orang gila.
Tidak, aku tidak gila!
Kenapa kau mengatakan hal seperti itu tentangku?
Karena kau sangat memandang rendahku.
Semua orang di dunia ini berbuat yang sama!
Benar? Kau takkan mengatakan itu ke Shin Joon Young!
Semua orang diam saat dia mengatakan omong kosong.
Jadi kenapa hanya aku yang dibilang gila?
Apa aku dapat keuntungan?
- Kau... yak! - Ow!
Kapan aku tidak bicara begitu ke Shin Joon Young?
Kenapa kau mengumbar semua itu padaku?
Apa aku dapat keuntungan?
Benar. Aku pasti sudah gila.
Ini yang terbaik.
Lupakan soal syuting dokumenter itu.
Dan kembalilah ke pekerjaanmu dulu. Itu yang terbaik.
Aku akan membantumu mencari pekerjaan.
Ahjussi juga pengangguran! Kau takkan bisa membantuku.
Hei, aku akan dapat kerja nanti!
Saat Ahjussi dapat kerja, Bolehkah aku kerja pada Ahjussi?
Aku lelah berurusan dengan orang lain.
Apa?
Setidaknya Ahjussi tidak akan membiarkanku dan Jik kelaparan.
Jadi... tidak bisakah Ahjussi mempekerjakanku sebagai istrimu?
Apa katamu?
PD lain akan datang menggantikan Nn. Wajah Kobokan itu mulai besok.
Aku tahu kau mengajaknya jalan di kamera sebagai rencana agar dia dipecat.
CEO kita sangat marah sekarang dan berkata, "PD gila macam apa dia?"
Dan dia tidak bisa mempercayakanmu ke orang gila seperti dia!
Lalu dia mengatakan itu ke tim produksi.
Kau senang sekarang, Joon Young?
Apa yang dia akan katakan di situasi begitu?
"Ya Tuhan, dasar kecoa sampah!"
"Kau sudah gila?"
Dan lalu bilang, "Kau dan aku akan mati hari ini" dan menghajarmu, seperti itu?
Jika dia berbuat itu, dia akan berteriak...
dengan lantang ke bintang sepertimu sementara dia hanya PD!
Pikirkanlah!
Sungguh salah tim produksi berbuat itu.
Maksudku, jika dia pekerja lepas, bagaimana bisa mereka berkata...
untuk menggantinya dengan PD baru?
Sungguh, bagaimana orang begitu kejam? Maksudku, walau dia tidak punya kuasa, bagaimana...
Kalau perkataanku keterlaluan. Maaf, aku akan diam.
Hubungi CEO.
Dan beritahu dia kalau aku tidak mau syuting dokumenter itu.
Jika bukan PD No Eul.
Suruh dia pekerjakan kembali PD No Eul kalau dia tidak mau mencari...
selebriti baru untuk jadi sapi perah perusahaannya.
Ahjussi. Cicipi ini.
Baiklah! Aku tarik kembali lamaranku!
Aku tarik kembali!
Kenapa tidak jujur saja kalau Ahjussi tidak mau aku jadi istrimu?
Kenapa kau banyak minum soju saat perut kosong
dan tidak tahan mabuk?
"Oh, ayolah, Eul! Kenapa aku menolak wanita menyenangkan sepertimu?"
"Aku sangat menyukaimu, dan aku bingung cara menanggapi semua itu."
"Karena aku tidak percaya ini terjadi."
Kau tidak akan bilang begitu, huh?
Wow. Kau takkan bilang begitu?
Sial.
Jujur, aku juga tidak menyukaimu, kau tahu!
Wow, dia tidak keluar mencegahku pergi.
Dia punya standard tinggi buat seorang yang bukan siapa-siapa.
Sial, itu memalukan!
Pekerjaan dan lamaranku berakhir menyedihkan.
Sial!
Itu hanya karena kau lagi sial sekarang. Lagi sial.
Wuih, Eul sungguh harus tahu dimana posisinya.
Beraninya dia menggoda seseorang sepertimu?
Menurutmu, apa aku terlihat lebih baik dari Eul?
Iyalah, maksudku kau masih penggangguran...
tapi kau lebih baik darinya!
Dia punya banyak hutang dan sikapnya mengerikan!
Dan dia menerima suap.
Jadi kurasa, aku kenal wanita yang bisa masak...
dan punya tabungan dan juga sopan...
Aku...
tidak pantas memilikinya.
Aku tidak pantas buat Eul...
makanya aku tidak bisa menerimanya.
Apa?
Oh, tidak, dia meninggalkan ponselnya.
Dasar ceroboh!
Pria itu jelas tidak normal juga.
Eul! No Eul!
Apaan ini...
Ya? Ini ponsel No Eul.
Halo?
Kenapa kau yang menjawab telepon No Eul?
Kami lagi bersama, dan dia meninggalkan ponselnya.
Dan dengan siapa aku bicara?
Siapa kau?
Aku yang bertanya dulu.
Lebih sopan untuk perkenalkan dirimu...
saat menanyai orang lain.
Kau tidak bisa baca tulisan Korea? Aku yakin namaku terlihat di ponselnya.
Ini hanya tertulis "Brengsek."
"Brengsek?" Tunggu, apa?
Saat ini, Eul tidak bisa menerima telepon.
Jadi hubungi dia nanti...
Jika kau kebetulan Shin Joon Young, tidak perlu menghubunginya lagi.
Kudengar kalau Eul dipecat dari projek dokumentermu...
Menurutmu kau siapa memerintahku?
Oh. Oh.
Kebetulan, kau suaminya?
Huh? Ponselku.
Kau suami Eul?
Halo? Kenapa kau tidak menjawab? Kau suaminya? Huh?
Kenapa kau menjawab teleponku?
Halo?
Halo?
Hei, kau mau mati, brengsek?
Jadi aku "Nampyeon"?
Ya.
Tiap kali aku terlibat perkelahian, kau selalu membela lawanku.
Kau tidak pernah membelaku, kau selalu membela orang lain.
"Nam" : "orang lain" dan pyeon" : "pihak". Jadi, "Nampyeon".
Aku pergi.
Eul.
Kau akan bertemu orang yang baik.
Seorang terbaik yang akan menarik hatimu.
Yang akan mencintaimu, dan membuatmu bahagia.
Aku yakin kau akan bertemu orang seperti itu.
Wow, aku tidak tahu Ahjussi seperti ini, tapi kau sungguh kejam.
Jika kau menolakku, bilang saja...
daripada bertingkah seperti pria baik hati!
Eul. Aku...
Aku putus hubungan denganmu. Jangan pernah hubungi aku lagi!
Kenapa brengsek ini menghubungiku?
Aku tidak bisa menebak pikirannya karena dia tidak waras.
Kenapa kau menghubungiku, kau brengsek gila? Huh?
Kau putus asa sampai aku, kau teriaki?
Aku terkutuk jika mengangkat teleponmu lagi!
Maaf aku tidak mengangkat teleponmu.
Aku sungguh menyesali tindakan bodoh dan candaan garingku.
Bisakah kau berbaik hati...
meminta CEO, satu kesempatan lagi...
Lupakan ini. Aku takkan lakukan itu.
Aku tidak bisa menghasilkan uang tanpa bantuanmu!
Ada tempat yang menawariku gaji dua kali lipat...
dan mempekerjakanku sebagai karyawan tetap, dengan asuransi kesehatan!
Huh? Itu seperti mobil Shin Joon Young.
Apa, ini pertama kalinya buatmu melihat si brengsek, huh?
Um, bagaimana kau...
No comments yet. Be the first to leave one.