Release info

푸른 바다의 전설 The Legend of the Blue Sea E11 161221 540p-NEXT
A Commentary by iamklopers
IDFL.me | klopers.blogspot.com

Tags

other
Published on: 2016-12-22
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dulu, ada seorang anak laki-laki mencintai seorang duyung...

dan mendengar suaranya.

Apa aku... anak laki-laki itu?

Dia anak laki-laki yang mencintai duyung dan mendengar suaranya.

Tapi dia tak tahu satu hal penting.

Duyung itu memiliki kemampuan khusus.

Kalau dia bisa menghapus ingatan manusia dengan ciuman.

Bahkan jika kau menghapus ingatanku lagi dan lagi...

Bahkan jika dia lahir di dunia berbeda.

Dia adalah anak laki-laki yang ditakdirkan mencintai duyung kembali.

Kumohon selamatkan aku.

Aku juga berbeda.

- Heo Joon Jae... - Jika dia tahu aku berbeda.

Heo Joon Jae mungkin akan membenciku, kan? Dia akan meninggalkanku?

Jangan kemari, Heo Joon Jae!

Rahasiaku kalau aku berbeda denganmu.

Kalau aku seorang duyung.

Jadi pada akhirnya, dia adalah anak laki-laki yang mendengar suara duyung itu kembali.

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Aku mencintaimu.

Dia adalah...

diriku.

- Permisi, apa kau melihat yang seperti ini? - Tidak.

- Permisi, kau pernah lihat seorang seperti ini? - Tidak.

Hari ini adalah hari Bulan Hitam akan terlihat.

Bulan Hitam adalah bulan baru kedua dalam sebulan ini.

Konon bulan itu akan menghilang di balik kegelapan.

Dan karena itulah diberi nama Bulan Hitam.

Dahulu kala, itu dianggap sebagai pertanda kesialan.

Yang Seung Gil mengirim pesan ke petugas Hanyang, Jo Bong Hak, yang dia berikan uang.

Berkata kalau Dam Ryeong, pimpinan kota dari Heupgok, terpikat oleh duyung jahat dan mengusik penduduk.

Dan anda telah menjebaknya atas pembunuhan.

Lalu, Jo Bong Hak mengajukan permohonan tertulis ke Raja. Kita harus apa?

Selain itu, bawahan Yang menyebar jaring ikan tiap harinya.

Mencoba menangkap duyung itu.

- Buka pintu. - Ya.

Tuanku, kenapa anda begini?

Matilah.

Dan jangan pernah terlahir kembali.

Kenapa mimpiku seperti itu?

Itu duyung sungguhan.

Tunggu saja. Aku akan merebut kembali duyung itu, apapun yang terjadi.

Pimpinan kota naif itu...

Aku akan menyingkirkannya dengan tanganku.

Matilah dan jangan pernah terlahir kembali.

Heo Joon Jae...

dan duyung.

Legend of the Blue Sea

= Episode 11 =-

Kembalikan uangnya untuk semua ini.

Semua ini?

Cheong belum kembali?

Tae Oh lagi mencari di CCTV rumah dan sekitarnya,

dan kau tahu bungkusan dari Mall Gangnam itu? Kurasa dia membawanya.

- Untuk apa? - Entahlah. Mungkin dia mau menjualnya dan menyewa rumah.

Kenapa dia menyewa rumah, pergi dari rumah sendiri? Minggir!

Apa ini rumah Cheong? Ini rumahmu. Kau selalu bilang ini rumahmu.

Kemana dia? Kau lihat di Mall?

- Menurutmu mudah menemukannya di Mall? - Cepat cari! Cepat!

Kau sungguhan Hacker?

Kau tahu berapa banyak orang di Mall? Menurutmu mudah menemukannya? Sampai kapan?

Cari lokasinya dengan ponselmu.

Ponselnya mati.

Hei, entah kenapa firasatku jelek. Dia pergi meninggalkan sesuatu?

Terima kasih telah memperbaharui kontrak yang lebih menguntungkan.

Tentu saja. Anda memiliki hubungan baik dengan ayahku.

Aku jarang melihat CEO Heo lagi.

Oh, kondisi ayahku sedang tidak sehat.

Yah, karena anaknya bisa diandalkan, dia mempercayakan semua pada anda.

Oh...

Tunggu... Dia tidak boleh menaiki itu.

Oh!

Sudah tutup toko, dan tak ada pembeli kemari,

- Jadi biarkan saja dia. - Ah, ya.

Rahasiaku adalah aku berbeda darimu.

Kalau aku seorang duyung.

Jika kau tahu siapa aku, kau mungkin akan terkejut, terluka dan menghindariku.

Kau akan meninggalkanku.

Jadi aku berusaha agar tidak ketahuan.

Apa aku sedang di dalam cerita dongeng?

Atau...

Kau yang hadir di dunia ini?

Kalian cukup cocok.

Jadi kapan kalian berencana menikah?

Kami sedang rencanakan. Mungkin di Dubai atau Eropa tahun depan.

Oh! Begitu!

Benar. Aku pembohong.

Aku menipu orang lain dan mendapat uang dengan menipu mereka. Benar.

Aku seperti itu. Itulah rahasiaku.

Apa rahasiamu?

Oh? Keluarga Heo Joon Jae?

Ah, panggil saja aku Heo Chi Hyeon.

Heo Chi Hyeon.

Ya. Terima kasih.

Tapi kau sendirian? Bagaimana Joon Jae?

Ada banyak pemandangan indah dan bagus disini.

Tak ada yang begini di tempatku tinggal.

Dimana? Dimana-mana, ada banyak hiasan Natal.

Ada tempat yang tak ada.

Dimana rumahmu?

Aku tinggal dengan Heo Joon Jae.

Kalian tinggal bersama?

Aku di kamar atas, dia di kamar bawah.

Pemilik rumah Heo Joon Jae.

Ah, begitu.

Kau tidak bawa mobil, kan?

Mau kuantar?

Daripada mengantarku pulang, maukah kau mengantarku ke suatu tempat?

Ah, kau mau tidur disini?

Ya. Melihatnya di TV, ada banyak orang yang tidur disini saat mereka keluar rumah.

Yah, tak apa, tapi berhati-hatilah.

Sampai jumpa.

Dah.

Cheong Hae Spa Sauna Pria / Wanita

- Oh, tunggu. - Hei, kau!

- Kau lagi apa? - Hei!

Ini yang wanita. Bukan!

Maaf.

Ini yang wanita.

Dia sudah masuk, kan?

Masih lama?

Untuk melindungi kamar VVIP, tak ada CCTV.

Ah, lakukanlah cepat.

Kurasa yang kemarin itu sangat mengerikan.

Kalian tidak bicara dan saling bertatapan.

Wow, saat Cheong seperti itu, aku merasakan aura yang lain.

- Hyung. - Yah?

Apa kau tahu cerita tentang Putri Duyung?

Omo. Mendadak. Sungguh mendadak.

Yah, bukankah putri duyung ke daratan dan jatuh cinta dengan pangeran?

Yah, dan penyihir yang memberikannya kaki,

tapi setelah tengah malam, itu kembali menjadi ekor,

dan dia meninggalkan sepatu kacanya, dan pangeran mencari pemilik sepatu...

Bukankah itu cerita lain?

Cinderella.

Kau cari saja ini.

Bukankah semua cerita dongeng itu sama?

Seperti, pangeran dan duyung jatuh cinta dan menikah. Habis.

- Apa itu? - Kalau versi Disney-nya. Dia mati dengan wujud aslinya.

- Mati? - Kurasa begitu.

Siapa? Pangeran? Duyung?

Benar! Kurasa duyungnya mati.

Kenapa duyungnya mati?

Dongeng macam apa itu?

Ya, makanya. Anak kecil baca itu jadi kenapa begitu?

Tapi kenapa kita membahas ini? Sekarang, orang bahkan anak kecil tidak membaca dongeng lama begitu juga.

Ah, entahlah.

Cepat temukan dia.

- Oh, menyegarkan. - Apa enak?

Nona!

Ini tempatku!

Apa-apaan?

Halo.

Kita bertemu lagi.

Ah, ya. Apa Cheong kemari?

Cerita apa yang dibaca dengan penuh perasaan?

Apa?

Menurutku itu Romeo dan Juliet.

Aku menangis. Shakespeare bukan maestro biasa.

Kau melihatnya? Cheong?

Duduklah disini sebentar.

Di dunia ini,

ada banyak cerita cinta. Tapi dari semua cerita cinta,

jika kau melupakan retorika dan kata-kata tidak pentingnya,

tersisa satu kalimat. Kau tahu apa itu?

- Apa? - "Baiklah padanya saat dia bersamamu."

Aish!

Maksudku jika kau baik padanya saat dia bersamamu, dia takkan pergi. Kau tak perlu mencarinya begini juga.

Itu kenyataan.

Jika kau melihat Cheong, suruh dia menghubungiku.

Ingat! Ingat!

Lihatkan? Dia harusnya mendengarkanku. Dia akan menyesalinya nanti.

Dia akan kembali lagi. Dia akan datang lagi.

Aku disini saat Senin, Rabu dan Jum'at.

Datanglah di hari Senin, Rabu atau Jum'at.

Tak tersedia untuk melacak lokasi.

Wow, daebak!

Daebak!

Dia lagi apa?

Hei, aku melihat sesuatu. Lihat ada banyak yang lain. Hidupkan ponselnya.

- Hei, cepat! - Awasi orang.

Hei! Aku yang menemukan wanita itu duluan!

- Aku yang menemukan uangnya. - Hei, kita bagi rata saja.

Berhenti!

Hei, hei, hei! Berhenti! Berhenti! Jangan main-main!

Sekarang, berikan ponselnya.

Dimana kalian menemukannya?

Itu punyaku.

Oh, benarkah?

Ini punya pacarku.

Dimana pacarku?

- Aku tidak tahu. - Kalian bisa simpan semua uangnya. Beritahu aku dimana dia.

- Cheonghae Sauna di depan sana. - Hei! - Apa?

Terima kasih! Teman, mari kita salaman.

- Siapa kau? - Argh! Sungguh!

Aku? Aku penipu.

Jika kalian begini, kalian akan jadi sepertiku.

Jika kalian ditanya yang kalian perbuat,

Kalian pasti akan berbohong. Berbohong.

Kalian suka begitu?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left