The first 200 lines.
Normal itu relatif.
Normal itu soal bagaimana perasaan kalian,
bukan bagaimana penampilan atau apa yang kalian lakukan.
Normal itu berbeda bagi tiap orang.
Oke, mungkin tampak aneh bagi kalian
ada sekumpulan monster rawa, poltergeist, vampir, dan mumi
pergi sekolah bersama.
Tapi bagiku, itu normal.
Selamat datang di Sekolah Monster.
Mungkin, harus kumulai dari awal.
..puncak dunia..
Bagi kalian yang menonton pertama kali,
aku Draculaura.
Aku tak seperti orang lain.
Tapi sekali lagi, siapa?
..menakjubkan..
Draculaura?
Ayo, Draculaura.
Kau siap? / Hai, Yah.
Oh, iya. Malam ini.
Aku bisa.
Kenapa tidak coba lain kali?
Saat kau lebih nyaman.
Aku sekarang benar-benar nyaman, Yah.
Ayahkan cuma bilang.
Sekarang ingat, kau takkan pernah bisa terlalu waspada.
Dunia luar itu tempat menakutkan,
dihuni oleh
manusia.
Oh tidak, jangan manusia.
Ini bukan bahan tertawaan.
Tampang mereka mungkin tidak berdosa,
tapi manusia itu salah satu spesies paling berbahaya di Bumi.
Berbahaya?
Lebih berbahaya dari kawanan lebah robot mematikan?
Ayah mau menyampaikan poin yang sangat penting.
Jauhi manusia!
Jauhi manusia!
Penting agar kau tak ketahuan siapa-siapa.
Mereka cuma tidak siap menerima kita.
Setidaknya belum.
Janji padaku, kehormatan vampir.
Aku janji.
Sekarang, kalau tak keberatan..
Tidak semua vampir sukses berubah jadi kelelawar saat pertama mencoba.
Yang kedua biasanya berhasil.
Itu baru anakku.
Oh / Ah.
Aku baik-baik saja.
Aku bisa.
Hampir.
Mungkin tidak.
Aku tidak bisa. Itu mustahil.
Bukannya mustahil, cuma menantang.
Ayo, kita coba bersama.
1, 2..
Berhasil.
Itu baru anakku.
Tash.
Drac.
Oh, kau tak apa-apa? / Ya, baik-baik saja, kurasa.
Jangan pernah mengalihkan perhatian saat terbang.
Kau memikirkan apa?
Yah, boleh tanya sesuatu?
Oke, ada gadis mengagumkan ini, Tash.
Dia bintang besar. Semua gadis normal seumuranku terobsesi padanya.
Gadis normal? Maksudmu manusia.
Tash benar-benar mengerikan.
Langsung ke intinya!
Boleh aku ke konsernya?
Kira-kira jauhnya 3 kota dari sini dan aku akan sangat berhati-hati.
Tolong? Tolong sekali dengan sarang laba-laba di atas.
Drac, tidak, maaf.
Terlalu bahaya / Aku cuma..
Dunia manusia itu bukan tempat bagi monster.
Lalu di mana tempat kita?
Tunggu! Drac, kembali!
Dunia manusia itu terlalu bahaya, Draculaura.
Ya, aku dalam bahaya jadi gila.
Drac. Draculaura, di mana kau?
Di sini.
Apa yang kau pikirkan? Seseorang bisa melihatmu.
Maksudku, umurku sudah 1.600 tahun.
Aku sangat bertanggung jawab, kukerjakan semua tugasku,
mengurus semua sarang laba-laba di rumah, dan..
Aku akan selalu terjebak di sini, sembunyi dalam loteng,
tersembunyi dari dunia.
Tapi setidaknya aku punya kalian. Para pengikut Vlog Vampologi setiaku.
Ya, jika ada yang mendengarkan,
semoga malam kalian indah.
Aku mau tidur.
Oh, ah..
Ya, aku cuma..
Bagaimana kalau Ayah buatkan teh kelelawar enak?
Ada orang di pintu?
Sudah 150 tahun tak ada yang membunyikan belnya.
Hai, aku tau kau di dalam.
Tak ada yang melihatmu, kan?
Tentu tidak ada. Aku..
Aku melihatmu tadi. Kulihat kau berubah jadi kelelawar.
Kau bisa buka. Aku salah satu darimu.
Jangan, apa yang kau lakukan?
Dia salah satu dari kita.
Teh kelelawar? / Terima kasih pak D.
Anda baik sekali mengizinkanku menginap di sini.
Dia bisa tidur di kamarku.
Oh, tunggu dulu!
Tunggu sebentar.
Sudah berabad-abad aku tak melihat monster lain.
Kita masih belum tau siapa dia atau dari mana asalnya.
Sudah kubilang, aku Frankie.
Ayahku Frankenstein.
Setelah Fright Flight moster, Ayah sembunyi seperti monster lain.
Jadi agak membosankan saat sembunyi sendirian.
Ceritakan padaku.
Ayolah. Ayah tak boleh memulangkannya.
Aku belum pernah punya teman sungguhan.
Kau punya Webby.
Dia laba-laba, Yah.
Kumohon?
Jawaban Ayah sudah final.
Itu takkan mempan pada Ayah.
Percayalah, kau buang-buang waktu saja.
Cukup, oke! Dia boleh tinggal.
Warna favorit?
Biru elektrik. Kau?
Hitam. Sudah tentu hitam. Oh, tapi merah jambu juga.
Oh, dan sinar matahari.
Kaukan vampir, memang tak terbakar kena sinar matahari?
Tidak, lucu. Itu cuma ada di film.
Lagu favorit?
Sudah pasti. Tidak salah lagi. Lagu hit barunya Tash.
Siapa itu Tash?
Tash itu siapa?
Kau sembunyi seumur hidup di bawah batu?
Tash itu penyanyi rok terkeren, terhebat, tercantik, dan termempesona.
Aku punya semua albumnya, dan semua videonya sudah kutonton,
bahkan video super rahasia yang dia rekam di Tokyo.
Oh. Dia itu Normie .
Apa itu?
Normie , normal. Manusia.
Oke, begitu. Jadi dia itu Normie .
Menurutmu apa adil cuma manusia yang dianggap normal?
Maksudku, siapa sih yang memutuskan kalau berubah jadi kelelawar
dan tidur di peti mati itu aneh?
Katakan padaku.
Walau perlu dijahit biar tidak copot, akukan juga masih orang.
Pernah kau penasaran bagaimana rasanya jadi normal?
Entahlah.
Jadi normal itu tak pernah benar-benar menggugahku.
Tapi bakal bagus kalau bisa melakukan hal-hal normal.
Seperti punya teman.
Oh, dan berpesta.
Menongkrong di kedai kopi dan memesan minuman bernama aneh.
Mungkin itu coffin shop .
Aku suka itu.
Tempatnya tepat di tengah desa monster kecil kita,
di mana semua jenis monster bisa hidup bersama.
Dan sekolah bersama.
Sekolah sungguhan.
Oh. Kita bisa menamainya Akademi Draculaura bagi Cowok dan Cewek.
Dan hewan.
Dan lainnya.
Ya, tidak, ide jelek.
Kalau Sekolah bagi yang Menakutkan, Aneh, dan..
Dan Tidak Disukai pada Umumnya.
Atau kita sebut saja
Sekolah Monster.
Sekolah Monster.
Simpel tapi sempurna sekali.
Kalau kita bisa sih.
Tapi mustahil.
Bukannya mustahil, cuma menantang.
Kita tak bisa mendirikan Sekolah Monster tanpa
murid.
Ayo kita cari monster.
Halo? Ada orang di sana?
Sini, monster-monster kecil.
Ini sia-sia.
Tunggu! Kurasa aku lihat sesuatu.
Itu.
Lupakan, itu cuma tikus.
Tunggu! Kalau yang di sana?
Padang rumput?
Tak ada yang pernah ke sana.
Tepat.
Persembunyian sempurna bagi monster.
Mungkin kita harus kembali.
Halo?
Kaukan vampir. Jangan takut gelap.
Aku tidak takut gelap. Lucu deh.
Hai, hentikan! Jangan, geli!
Oh, ada gerombolan anak anjing.
Oh, kalian cuma anak anjing imut, kan?
Dalam hitungan ke 3, lari.
1, 2..
Tunggu! Lihat itu, di lehernya.
Aneh, serigala liar kok pakai jimat.
Kecuali.. / Dia monster.
Kuharap kita benar.
No comments yet. Be the first to leave one.