The first 200 lines.
Bapa kami, yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaanmu.
Jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga.
Beri kami anugerah setiap harinya,
Dan ampuni atas kelalaian kami,
Dan jangan bawa kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskan kami dari kejahatan.
Amin.
Ya Tuhan.
Oke.
Hei, apa... Apa aku melakukan sesuatu?
Apa yang terjadi?
Apa-apaan?
Sial.
Hei? Hei, apa yang terjadi?
Aku yang melakukan itu?
Bajingan. Maaf. Aku benar-benar minta maaf.
Aku tidak sadar aku mencengkerammu seperti itu.
Tidak apa. Jangan khawatir.
Aku rasa aku terlalu terbawa suasana.
Dan kau harus temukan cara untuk menebusnya padaku.
Apa?
Bukan apa-apa.
Kau hamil.
Tidak, itu...
Itu tidak mungkin benar.
Dia selalu pakai kondom, jadi...
Tes urine 99% akurat.
Dia juga pakai kondom semalam.
Sperma kering.
Ini tidak masuk akal.
Aku melihat dia pakai kondom semalam,
Dan aku ke sini untuk pemeriksaan tahunan, jadi...
Aku tidak mencoba menyiratkan apa-apa.
Tapi jika ini mungkin, kau bisa periksa tempat sampah...
...untuk melihat jika kondomnya dipenuhi sperma atau tidak.
Apa gunanya melakukan itu sekarang?
Memiliki anak butuh komitmen.
Mungkin ada bagusnya untuk tahu jika pasanganmu siap untuk itu.
Hubungi aku jika ada pertanyaan.
Terima kasih, dokter.
Dia ayahmu. Ada apa denganmu?
Dan aku takkan datang.
Semua orang akan datang.
Aku tidak peduli.
Bagaimana bisa kau begitu tak tahu diri...
...setelah semua yang kami lakukan untukmu?
Ibu bercanda, 'kan?
- Yang lalu biar berlalu, Chris. - Oke.
Memangnya kenapa jika kalian tidak selalu akur?
Kau juga sangat merepotkan saat masa pertumbuhan, kau tahu?
Selalu membantah dan tidak menghormati.
Dia selalu melarang ibu untuk membagikan ini,
Tapi ibu bisa mengatakannya sekarang karena dia sudah meninggal.
Ayahmu sering disiksa dengan cara yang sama...
...oleh Kakek Victor dan Kakek Buyut Charlie.
Entah itu terjadi sejak beberapa generasi.
Dan ibu takut jika kau tak bisa temukan cara untuk melupakan itu,
Kau akan melakukan hal yang sama.
- Katakan sesuatu! - Oke, Ibu...
Aku takkan datang ke pemakaman,
Jadi cukup kirim aku dokumennya, dan aku akan tanda tangan.
- Hei. - Hei.
Kau tak apa?
- Apa kau membohongi aku? - Apa yang kau bicarakan?
Aku hamil.
Tunggu dulu.
Apa kau memang pakai kondom semalam?
- Tentu saja. Kau lihat aku memakainya. - Oke, mari kita periksa.
Alessa, kau mau ke mana?
- Apa ini? - Ya, aku ingin beritahu itu padamu.
- Kau akan beritahu aku apa? - Itu tidak penting.
- Tidak penting? - Kapan terakhir kau datang bulan?
Aku tidak... Sekitar minggu lalu. Apa kau sering melakukan ini?
Apa kau tidak peduli dengan tubuhku...
...jadi kau tidak beritahu aku saat ini terjadi?
Mungkin dokter salah.
- Kau sudah berpikir begitu? - Chris,
Kau ingat saat aku bilang padamu jika tubuhku...
...tak bekerja secara sama seperti orang lain?
Ya, tapi kau tetap harus hasilkan cukup...
Entahlah. Apapun itu yang wanita hasilkan untuk hasil positif.
- Ya, oke. Benar, tapi... - Bagaimana jika...
Ini terjadi lebih cepat untukku, Chris!
- Aku aneh. - Oke, Alessa,
Kau tak bisa hamil dalam semalam,
Jadi tenanglah dan atur napasmu, oke?
Tunggu sebentar, oke?
Karena aku membeli sesuatu di toko hari ini.
Ini.
Kau bercanda, 'kan?
Kau tidak dengar semua yang barusan aku katakan?
Ya, kau hamil dan ini akan mengatasi itu.
Oke, itu harganya $50.
Kau membuat keputusan untuk tubuhku!
Aku tidak tahu apa efek obat itu terhadap kondisiku, oke?
- Itu hanya... - Ini bisa mengancam nyawaku, Chris.
Ibuku meninggal saat melahirkanku, oke?
Dan ayahku bilang jika seandainya aku hamil,
Aku sebaiknya hindari rumah sakit dan langsung temui dia,
- Jadi itu yang akan kita lakukan. - Tidak, kau tak berpikir jernih.
Chris, tolong, hanya...
Aku harus segera temui ayahku. Jadi, ayo, kita pergi.
Kita tidak pergi.
Kau tahu, aku belum... Aku...
Belum apa?
Aku belum siap.
Oke, jadi...
Apa, kita hanya teman bercinta selama ini?
Sebentar. Aku akan pesankan kau Uber, oke?
Apa alamatnya?
Bedebah.
Tidak, tidak, tidak, tidak...
Sempurna.
Alessa?
Kau tak apa di sana?
Dengar, maaf aku aku tak mau mengantarmu temui ayahmu.
Aku sangat menyukaimu. Aku...
Aku hanya berpikir memiliki anak hal yang sangat besar.
Alessa?
Hei, hei, hei!
Hei, hei, hei.
Hei, hei, bangun.
Alessa. Hei. Ayolah.
Hei, kau tak apa? Hei.
Apa? Apa yang terjadi?
Kau jatuh.
Oke, aku membawamu ke rumah sakit.
Tidak, tidak, tidak. Aku tak apa.
Alessa, orang sering meninggal karena gegar otak.
Kau akan ke rumah sakit.
Bisa kau antar aku pulang untuk temui ayahku, tolong?
- Kau... - Lalu aku takkan meminta...
...apapun lagi darimu. Hanya...
Ibumu benar-benar meninggal saat melahirkanmu?
Astaga, aku sangat lapar.
Ini. Itu mengandung 28 gram...
...protein.
Kau tidak bercanda saat bilang kau lapar.
Aku tahu. Itu aneh. Rasanya sebagian dariku lapar,
Dan sebagiannya lagi sama sekali tidak lapar.
- Kenapa kita berhenti? - Aku mau kencing.
Oke.
Sial.
Kau tak apa?
Apa? Ada apa dengan...
Alessa?
Kau tak apa?
Alessa?
Jangan masuk! Ya! Ya, aku tak apa.
Apa itu kau yang teriak?
Ya, ya. Aku melihat ular, tapi itu sudah pergi. Jangan masuk.
Baiklah. Aku tunggu di luar sini.
Hei, berhenti bersikap seperti anak kurang ajar.
Kau lihat berapa banyak kandungan gulanya itu?
Aku tidak peduli! Aku menginginkan itu!
Kau tak ingat apa yang dokter katakan?
- Aku hanya mau satu gigitan! - Nak, kau diabetes.
Kau tak boleh lagi makan gula. Tak ada lagi permen batangan!
Hei, dia boleh ambil ini.
Itu tak mengandung gula. Itu akan baik saja.
Hei, bung, jangan ikut campur.
Oke. Maaf.
Ayah mau kencing, mengerti?
Kau tunggu sini.
Jangan bicara pada siapapun, khususnya orang itu.
Dan jangan sentuh permen itu.
Hei?
Ayahmu hanya menjagamu.
Aku benci dia.
Aku tahu bagaimana perasaanmu.
Ini. Ini bisa jadi rahasia kita.
- Kau terlihat segar. - Ya. Ayo.
- Kurasa dia juga melihat ular. - Ya.
Berapa lama biasanya perjalanan ini memakan waktu?
Beberapa jam.
Omong-omong, aku perlu beritahu kau beberapa hal tentang ayahku.
Dia sedikit khusus tentang beberapa hal.
Seperti?
Setelah kita sampai, aku harus langsung memasak untuk dia.
Dia tak banyak bicara hingga dia makan.
Itu berkaitan dengan PTSD dia...
...yang dia dapatkan saat jadi prajurit di Vietnam.
Apa kaitannya makan dengan bertempur?
Ada momen ketika dia terjebak di antara garis musuh,
Dan dia kehabisan ransum,
Dia begitu lapar dan tak bisa berpikir jernih.
Dia berakhir menembak temannya.
Demi Tuhan.
Jadi dia tak banyak bicara hingga dia makan.
Itu, dan dia menjadi buta karena ledakan mortir, jadi...
Bagaimana dengan ayahmu?
- Kau siapa? - Ya.
Siapa di sana?
- Astaga! - Ayah, Ayah...
Tak apa. Ini aku.
Apa dia serius?
- Jangan khawatir. - Kau sendirian?
Dia buta. Ingat?
Tidak, tapi kami akan ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.