Sister Midnight

Sister Midnight

Download Indonesian Subtitle

Release info

Sister Midnight 2024 WEBRip x264 AAC YTS MX
A Commentary by subber.id

Tags

webdl
Published on: 2025-06-17
Downloads: 196
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 196 lines.

Ada mentega?

Orang desa sialan.

Dengar... / Suaramu kecil. Bicaralah lebih keras.

Dari mana saja? / Di tempat kerja.

Aku terlihat seperti pelacur?

Biar kuselesaikan...

Teman-teman di kantor mengajakku keluar minum merayakan pernikahan...

Aku senang kau bergembira.

Maaf, aku tidak bisa menolak.

Kau pergi tanpa kabar. Aku tak tahu di mana aku berada.

Aku tidak ingin membangunkanmu.

Kepalamu baik-baik saja?

Kau bisa saja meninggalkanku satu rupee.

Aku bisa membeli makanan.

Sambutan yang bagus.

Sudah malam. Belum dapat pekerjaan?

Halo, maaf mengganggu. Boleh meminjam pisau?

Sekarang aku punya mentega. Mau?

Kenapa aku mau mentega?

Jenis pisau apa?

Untuk memotong testis seseorang atau mengiris ubi?

Aku tidak bisa selesaikan ini. Tidak ada makan malam.

Uma?

Uma!

Ayo cuci tanganmu. / Baik.

Harusnya bisa bertahan seminggu.

Tunggu.

Aku tidak mampu membiayai ini. Belajar menghitung! Pakai otakmu...

Bagaimana kalau kau yang belajar memasak, bajingan!

Aku belum pernah bertemu wanita mulutnya sekotor ini.

Aku bisa menghitung, kerbau besar!

Aku tidak tahu apa yang kulakukan. Aku tidak pernah mengurus rumah tangga.

Ini hari Senin, Selasa, Rabu.

Sebanyak ini jumlah uang kau punya untuk seminggu.

Pengeluaran harian di sini. Lalu jumlahkan di sini.

Kau cukup pintar?

Nasi itu gampang. ​​Monyet bisa masak ini.

Terima kasih.

Untuk apa?

Lihat, airnya sekarang jernih?

Bisa kulewatkan merendamnya? / Tidak.

Kenapa? / Tidak!

Tidak boleh. / Baik.

Pria itu bodoh.

Tambah cabai dan garam secukupnya, mereka akan memakan apa saja.

Dan potong sayuran menjadi potongan-potongan besar bagus.

Agar mereka merasa makan enak.

Enak dan pedas!

Mau merokok bersamaku? Angin malam ini sangat sejuk.

Ini seperti malam pertama kita yang sebenarnya.

Sepertinya malam yang lain tak dihitung.

Bagaimana harimu? / Baik-baik saja...

Mungkin?

Di sinilah kau bertanya bagaimana hariku.

Ajari aku lebih banyak hal? Aku tidak tahu harus memasak apa sekarang.

Tidak ada hal lain. Aku sudah mengajarkanmu dasar-dasarnya.

Sekarang buat sisanya.

Kacang lentil?

Rendam, goreng, rebus.

Hei, kau di dalam?

Mau melakukan sesuatu?

Bagus, kali ini kau pakai ember.

Maaf, aku merasa sakit.

Kau mabuk. Kau takkan mati.

Sudah berapa hari kita menikah?

Ini seperti pengasingan.

Ini hari minggu.

Tak ada satu pun yang kulalui tanpamu dalam keadaan seperti ini.

Aku juga pantas bergembira.

Jangan khawatir. Kita akan segera menghadiri pernikahan sepupuku.

Aku tidak bisa memastikan apa kau ini bodoh atau cuma egois.

Minggu depan sebaiknya kau sudah punya rencana, kita ke suatu tempat.

Itu yang kukatakan.

Aku tidak tahu butuh waktu 13 jam untuk sampai di sini.

Dan itu menghabiskan banyak uangku.

Tidak banyak yang bisa kulakukan. Bus berikutnya pulang dalam 15 menit.

Kau ingin aku menjelaskan berapa lama perjalanan pulang akan memakan waktu?

Aku mau jalan-jalan. / Bus berangkat dalam 4 menit.

Aku akan berputar-putar sampai saat itu.

Bisa memecahkannya?

Bukannya itu nasib buruk? Bukannya harusnya jatuh sendiri?

Kata siapa? / Orang-orang.

Aku tidak kenal orang-orang itu.

Astaga. Kenapa dua orang desa tolol itu bisa berakhir menikah?

Sederhana. Semua gadis menolaknya.

Ya, dia memang gila.

Keluarga-keluarga menjodohkan mereka bersama-sama, lalu mengirim mereka.

Apa yang sedang kau lakukan?

Tidur saja.

Kau bodoh?

Apa yang begitu penting di jam selarut ini?

Gopal.

Apa? / Sialan!

Aku capek, duduk di tengah pesta pernikahan itu. / Kau sangat sabar.

Kau menghabiskan kesabaranku.

Apa salahku kali ini? Apa lagi sekarang?

Baru saja? Atau sampai sekarang?

Mau kudaftarkan semua, dari awal?

Tahu apa yang kupikirkan?

Jangan terlalu banyak berpikir, itu bisa menyakiti otakmu.

Cukup!

Kenapa kau selalu memarahiku dengan suara itu, seperti guru?

Itu suara frustrasi, bocah bodoh!

Aku muak. Kau lupa ada dua orang di sini.

Kau ini kenapa? Dulu kau sensitif. / Usiaku delapan tahun saat itu!

Kita bertemu sekali atau dua kali. Kita hampir tidak saling mengenal.

Sekarang kita hampir tidak saling mengenal.

Hentikan itu dan lihat aku!

Apa yang begitu penting di situ? / Sarungku.

Kau pakai itu! / Aku mau yang satu lagi.

Apa yang menghabiskan begitu banyak tempat di sini?

Gaun pengantin. Mungkin sebaiknya dibuang saja.

Kau tidak bisa melakukan itu.

Kenapa?

Bisakah seseorang menjelaskan tujuan menyimpan gaun pengantin?

Lucu sekali!

Di mana aku akan memakainya? Pasar sayur?

Tunggu. Mungkin kau ingin meniduriku dengan memakainya?

Itu bisa membuatmu berahi?

Kenapa kau tidak bisa menjadi manusia seperti orang lain?

Kau baik-baik saja?

Baik. Mungkin aku memakan sesuatu yang tidak enak di pesta pernikahan itu.

Sial!

Kau sedih?

Begitu cara Tuhan melukis wajahku.

Cuma bersih-bersih saja yang bisa kulakukan.

Kau bisa membersihkan, 'kan?

Ya, aku dewi rumah tangga.

Kau tinggal di dekat sini?

Jalan kaki empat jam.

Kuantar sampai setengah jalan, agar lain kali kau tahu jalannya.

Apa yang kudapatkan dari kesepakatan ini?

Romantisme, petualangan, dan kegembiraan.

Kau mau ke arah mana?

Ke kiri atas, melewati tumpukan sampah, atau ke kanan, melewati tong sampah?

Tempat sampah. Kita sudah ke kiri.

Bajingan!

Aku ingin bercerai.

Kau menjanjikan romansa, kegembiraan, dan petualangan.

Tak ada yang abadi.

Kita harus menghidupkan kembali cinta yang hilang. Bawa aku pulang.

Sudah berakhir.

Aku tidak pernah menginginkanmu. Pergi kau, jalang!

Aku barang yang tercemar. Aku seorang janda.

Tapi tidak apa-apa.

Aku akan memakai ini seperti lencana dan ke bukit membentuk negara tanpa laki-laki

dan membangun altar monolitik untuk vagina.

Tidak.

Pemberontakan harus terjadi dari dalam, seperti ular berbisa di dalam laci kaus kaki.

Bagaimana pernikahanmu yang lain?

Apa masalahnya?

Aku tidak pernah bertanya, tapi kekasih masa kecilmu?

Aku menipu diri sendiri dengan berpikir seperti itu.

Dia cuma seorang bocah dari desa.

Kau terlihat kurus. Payudaramu mengecil.

Perutmu lucu.

Kau sudah ke dokter? / Tidak usah. Kondisiku membaik.

Hei, gadis!

Kau cantik bagaikan bulan. Kau pakai krim pemutih apa?

Aku baik-baik saja.

Aku baik-baik saja!

Aku baik-baik saja.

Cuma sakit perut biasa dan demam ringan. Minum Coca Cola tanpa gula.

Apa? / Cola tanpa gula.

Makanannya, nasi putih biasa, yoghurt dan banyak kunyit.

Bukannya harusnya kau beristirahat?

Aku tidak bisa duduk di sana lagi.

Ayo!

Ayo kita berpetualang.

Pulanglah ke suamimu.

Kau sakit.

Kau tahu apa masalahnya... / Berhenti!

Kau membuatku tak nyaman.

Aku tidak bisa membicarakan ini sementara dia ada di sebelah.

Dia belum kembali.

Kami mau ke desa kami.

Sanjay cuti kerja.

Kau mau apa saat aku pergi?

Kita semua harus bertahan sedikit.

Lelaki bisa saja bodoh, tapi...

Si tolol gembrot itu suamiku.

Katamu kita akan ambil foto-foto bodoh seperti itu.

Hei, anak bulan! / Hai, Sayang!

Hei, cantik! / Hai, manis!

Kau mau kembali ke atas? / Ya.

Kau ada pekerjaan di atas? / Tidak, ada yang harus dilakukan.

Aku pulang sebentar lagi.

Pantatku sakit.

Kurasa aku sudah terbiasa.

Lucu bagaimana kita terbiasa berbagai hal.

Anak bulan!

Itu persahabatan:

Duduk diam bersama-sama.

Suara apa itu?

Sekarang begitu sunyi sampai kau bisa dengar kentut semut.

Kau baik-baik saja?

Sister Midnight subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left