The first 186 lines.
KINME CLEANING
SELAMAT DATANG
PERMINTAAN DARI KINME
Taman di rumah Honma-san cantik seperti biasa, ya.
Lama belum naik kereta lagi.
Hati-hati, pintu akan ditutup.
Waduh, kaget aku.
Rok anak sekolah zaman sekarang pendek-pendek, ya.
Hampir aja kelihatan.
FINE BREEZE
Tunggu!
Dadanya, lo?
Dia tarik begitu aja?
Tuh kan...
Waduh.
Duh, gimana, nih?
Diginiin bae bagen, lah.
Eh! Jangan!
Stasiun berikutnya: Kinomiya.
Ini semua gratis?
Iya, saya yang bayar.
Ini tidak bisa saya biarkan.
Saya punya toko laundry di daerah stasiun ini.
Nama saya Kinme Wakana.
Kalau namamu?
Wakasagi.
Wakasagi Kuriru.
Jadi, kenapa ada di luar?
Eh? Di luar?
Katanya punya laundry.
Harusnya sekarang lagi kerja, kan?
Memang itu kerjaan utama saya,
tapi karena saya punya pelanggan lansia,
jadi saya sering terima pesanan antar-jemput.
Tempatnya kecil, dikelola pribadi.
Dengan moto, "Melayani sepenuh hati, meresap di sekitar kami,"
kami hadir untuk pelanggan.
Bahasa sales, nih?
Eh? Oh, bukan begitu!
Nah, sudah selesai diperbaiki.
Hebat. Bisa cepat.
Cewek banget, nih.
Populer, ya?
Enggak begitu, kok...
Mulai sekarang, berhati-hatilah dengan pakaianmu, ya.
Tapi, ya, aku enggak paham gimana caranya rawat baju.
Aku cuma tinggal berdua sama adek cowok,
jadi enggak ada yang ngelakuinnya.
Di rumah, baju yang kancingnya lepas numpuk semua, tuh.
Kalau enggak keberatan,
boleh saya ke rumahmu
untuk melihat kondisi baju-bajumu?
Kalau tidak bisa, tidak apa-apa, kok!
Yah, enggak apa-apa, sih.
Kenapa?
Soalnya, di rumah...
Jangan sungkan, ya.
Di situ ada charger HP kegeletak.
Hati-hati.
Kalau diinjak sakit, lo.
Pakaianmu juga kegeletak begini.
Kamu cuci baju berapa hari sekali?
Aturan, sih, masing-masing cuci baju sendiri-sendiri,
tapi karena malesin,
kayaknya aku sebulan tiga kali?
Aduh...
Sepertinya aku juga harus bantu merapikan kamarnya.
Jangan!
Jangan main semprot sembarangan!
Di dalam kereta,
kamu juga semprot itu ke dalam seragammu, kan?
Ya gimana, ya, aku benci baru keringet.
Jadi begini...
Banyak yang salah cara pakai produk ini.
Salah di mananya emang?
Ini memang produk penghilang bau dan kuman yang bagus,
tapi kalau kamu semprotnya waktu masih ada keringat dan kotoran menempel,
air semprotannya bisa buat kotoran melebar,
lalu meninggalkan bekas noda yang bentuknya lingkaran.
Walau baunya hilang,
kotorannya tidak, malah jadi menumpuk.
Orang-orang yang kebiasaan main semprot itu tolong...
Tolong hati-hati sekali!
Kinme mohon sekali!
Untuk merawat seragammu,
gantunglah pakai gantungan khusus rok lalu disikat, ya.
Manfaat menyikat ini
untuk membuang debu yang terperangkap di serat kain.
Lalu, juga untuk merapikan bulu-bulu kain yang kadang tak kelihatan di mata.
Kalau tidak punya sikat,
pakai lint roller atau lakban juga boleh, kok.
Lakban juga boleh, ya.
Saya tetap merekomendasikan untuk mencuci baju secara rutin.
Lihat label di bajunya,
lalu kalau bisa cuci sendiri di rumah, lakukan, ya.
Emang bisa?
Terus, label di baju maksudnya?
Ini, lo.
Tapi...
PETUNJUK
Kalau ada tanda seperti ini,
tidak boleh dicuci sendiri di rumah,
jadi silakan dibawa ke laundry, ya.
Selain itu, juga ada label lama sebelum diubah.
PERUBAHAN LABEL MULAI DESEMBER 2016
Ini label yang lama.
POLIESTER 80 PERSEN, RAYON 20 PERSEN
DILARANG PEMUTIH KLORIN SETRIKA SUHU SEDANG
Ternyata agak beda, ya.
Aku enggak pernah tahu sampai sekarang.
Tapi, enggak apa-apa Mbak bocorin gitu?
Eh? Memang kenapa?
Soalnya, itu kan kayak rahasia dapur?
Kalau semua orang bisa rawat baju mereka masing-masing,
yang datang ke laundry Mbak jadi dikit, kan?
Entar rugi, dong?
Enggak apa-apa!
Hal terpenting bagi saya adalah bisa semua orang menghargai baju mereka!
Skill-nya udah paten bener, yak.
Kagak ada lawan, nih.
Sekarang, pakaian yang kancingnya lepas tolong tunjukkan saja.
Yang ini kali, nih.
Yang ini lepasnya sampai empat.
Gitu, lah.
Baju musim dingin, lo.
Yang ini, sebaiknya dicuci juga...
Boleh aja...
Maaf,
Kalau kamu tidak keberatan,
kalau mau dibersihkan kamarnya dulu?
STASIUN KINOMIYA
Kakak gue, ya,
pepagi bukannya nyapa, malah suruh bukain piyama dia tau!
Dikata adeknya pembantu kali?
Gimana, nih?
Terus? Kenapa?
Aku, sih, bukain.
Bukain, ya...
Terus, nih, awalnya piket masak gantian saban hari, pan.
Eh lama-lama gue mulu yang masak.
Terus, malem ini apa kabar?
Gue lagi, sih.
Lagi, ya...
Tapi, kakakmu idaman cowok-cowok di sekolah, kan?
Ya mereka pan tahu kulitnya dia doangan.
Lagian, pan kita kembaran,
bedanya ge kagak jauh, tapi gayanya sok jadi kakak!
Aku udah pernah dengar.
Yah, kagak ngapa-apa sih dia kakak gue adek, mah,
tapi pengennya gue, tuh, minimal ada sifat kakaknya napa!
"Sifat kakak"-nya, ya...
Yang baik, bisa diandelin, sama brocon!
Itu jadinya fantasimu aja gak, sih?
Iya, gue tau!
Udah pulang, ya.
Aku pulang.
Selamat datang, Moruda-kun.
Lah? Eh...
Jarumnya ditusuk dari sini?
Oh, ini di sini.
Nah, iya. Dicoba pelan-pelan, ya.
Nama saya Kinme Wakana.
Saya jadi akrab dengan kakakmu dari di stasiun tadi,
jadi saya datang kemari.
Ah... iya.
Sekarang, eng...
Baju kotormu sedang dicuci bersama baju kotor kakakmu.
Tidak apa-apakah?
Enggak apa-apa, kok.
Eh? Ada Kyusho-kun juga.
Kalian teman, ya?
Ada apa, ya, Kinme-san?
Et, et, et, tar dulu, nih.
Gimana cerita lu udah kenal duluan ama kakak sejati gue?
Kayaknya bakal susah kalau dijelasin sekarang.
Nanti boleh, gak?
Kakak sejati?
Dia, mah, antepin bae.
Selamat siang!
Wah, Nairo-chan.
Selamat datang.
Ini. Tolong dicuci, ya.
Ya.
Maaf, maaf,
hari ini toko buka sampai jam berapa?
Kebetulan ini mau tutup.
No comments yet. Be the first to leave one.