Season 1

Release info

[Crunchyroll] I Want to Love You Till Your Dying Day - 06
I Want to Love You Till Your Dying Day S01E06 CR WEB-DL Indonesian ID
A Commentary by Crunchyroll
Official Crunchyroll subtitles · I Want to Love You Till Your Dying Day S01E06 WEB-DL · Indonesian · ripped 2026-08-11

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-08-11
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 156 lines.

Ayo!

Menunggumu.

Aku pasti menunggumu.

Jadi, pulanglah dengan selamat.

Maaf, Sheena.

Akhirnya selesai juga.

Gawat, buku pelajaran meramuku tertinggal di kamar.

Sheena.

Iya?

Tadi di lorong ada banyak senpai kembali dari perang semalam.

Eh, serius?

Mimi-chan pasti juga pulang, 'kan?

Dia aman, enggak, ya?

Harusnya dia aman, 'kan? Soalnya Kagari-san...

Coba temui dia. Bukumu biar kubawakan.

Terima kasih!

Sama-sama.

Permisi!

- Beri obat penahan sakit! - Tolong, perban...

Obat penahan darahnya mana?

Tenanglah.

- Tenanglah. - Cepat bawa obat penahan darahnya!

Sini, biar kuperiksa.

Ini cuma luka biasa.

Luka biasa?

Luka sekecil ini enggak perlu pakai Sihir Pemulihan.

- Urus sisanya, ya. - Baik.

Di sana pendarahannya...

Aku ke sini ingin jemput Mimi.

Ah...

- Tunggu di ruang belakang. - Fran-sensei!

- Lukanya sudah ditambal? - Tahan, ya.

- Baik. - Biar kualirkan sihir!

Tarik napas yang dalam, ya.

Apa sebaiknya aku ikut bantu, ya?

Tapi apa yang bisa kulakukan? Soalnya aku enggak punya energi sihir.

Fran-san, ini kiriman seperti biasanya.

Fran-san?

Ah, iya!

Ternyata murid, ya.

Maaf, Fran-sensei masih sibuk mengobati pasien...

Apakah kamu Totsuki Sheena?

Iya...

Kalau enggak salah,

- Ya sudahlah. - beliau pembimbing kakak kelas...

Tolong bilang ke Fran-sensei kalau sudah kuambil seperti biasanya.

Beratnya...

Aduh, duh.

Benda apa ini?

Fran-sensei...

Shee... na...

Shee... na...

Eh? Mimi?

Mimi!

Mimi!

Shee... na...

Shee... na...

Sheena!

Ada Sheena!

Aduh...

Tapi bohong! Aslinya enggak sakit, kok!

Mimi sama sekal enggak terluka, kok!

Begini, luka Mimi cepat sembuh sendiri, jadi Mimi beda dari yang lain...

Jadi Mimi pikir, bisa menemuimu lagi kalau tubuh Mimi pulih...

Padahal kamu menyuruh agar pulang selamat...

Jadi maaf, Mimi enggak bisa menepati janjimu.

Sheena?

Sheena, nanti kamu ikut kotor, loh.

Maaf, ya...

Maaf, ya...

Kenapa?

Sudah menyuruhmu agar pulang selamat.

Padahal salahku yang enggak mengerti apa-apa.

Ini kenyataan...

Padahal ini kenyatannya...

Aku...

Jangan minta maaf!

Kenapa malah bicara begitu? Padahal Mimi senang, kok.

Mimi memang senang, kok.

Sheena?

Eh? Lah, kok.

Sheena, jangan nangis!

Apa pipimu sakit? Sheena!

Sheena, sudah...

Maaf menunggu...

Kalian berdua kenapa, dah?

Perang kali ini, ada satu korban luka berat dari Kelas 15.

Terlebih lagi, garis depan makin meluas dan kekuatan musuh perlahan makin menguat.

Sepertinya kita tak bisa terus mengandalkan Mimi.

Satu-satunya jalan hanya menambah personel.

Apa ada murid yang bisa di kirim ke medan perang?

Ada beberapa murid yang berpotensi.

Tapi belum jelas seberapa besar kemampuan mereka saat ini...

Mau adakan ujian pun, para seniornya sudah kewalahan dengan perang sungguhan.

Benar.

Kalau begitu...

Wah, segarnya!

Syukurlah.

Sekarang masih ada kelas, ya. Bagaimana ini?

Sekarang pelajaran apa?

Matematika, mungkin?

Apa? Matematika?

Mau jalan-jalan sampai jam makan siang?

- Boleh? - Iya.

Asyik!

Bolos bareng Sheena!

Ini pertama kalinya aku bolos kelas.

Aku harus pinjam catatan Seiran nanti.

Loh, eh?

Enggak ada...

Enggak ada!

Apanya?

Ah, ketemu.

Wah!

Bunganya jadi hancur berantakan...

Pindahkan anak itu ke ranjang sana!

Hal yang...

bisa kulakukan...

Mimi.

Apa?

Ke taman tengah, yuk.

Cantiknya!

Petiklah bunga yang kamu suka.

Benaran?

Kalau begitu, yang ini!

Jangan bunga yang di pot!

Eh?

Cantik, ya.

Lihat, ya.

Wah...

Kamu mau buatkan lagi?

Mahkota bunga...

Hmm?

Kenapa kamu membawanya?

Kalau kusimpan di saku, aku bisa mengingat hal-hal menyenangkan.

Di medan perang?

Iya!

Oh.

Mimi sudah hafal banyak nama bunga, loh!

Eh, yang ini bunga ivy, 'kan?

Terus itu bunga napas bayi dan blue star!

Semoga dia saat ini dan sampai kapan pun,

tetap bermekaran dengan indah.

Agar sebanyak apa pun dia terluka, dia tetap bisa tersenyum lagi...

Jika memang ada...

alasanku untuk hidup...

di tempat ini...

Itu pasti...

Lewat sini sajalah!

Bukan lewat sana, Kagari-san.

Eh?

Dibilang panggil Mimi saja.

Di sini?

Kamu hampir enggak tahu apa-apa soal sekolah ini, ya.

Iya, tapi kalau bagian basemen aku hafal.

Ya sudah.

More Indonesian subtitles for I Want to Love You Till Your Dying Day

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left