The first 167 lines.
Kini udaranya jadi dingin sekali.
Namaku Suzume.
Aku pelayan yang bekerja di sebuah wastu di Inggris Raya.
Namun,
wastunya runtuh karena berbagai alasan…
GEMETAR
Selama waktu setahun yang dibutuhkan
untuk membangun kembali, aku akan tinggal di Jepang.
Kedengarannya asyik, jadi tak apa.
Apa santapanku hari ini, ya?
DIARI MAKANAN NONA PELAYAN
PANDUAN CHYUN
SELURUH JEPANG
ROTI STOLLEN
Ini enak sekali.
Aku belum pernah mendengarnya.
-Sungguh? -Buah…
Itu jelas dia.
-Enak sekali. -Bisa ditemukan di Jepang?
Agak janggal jika bertemu orang yang kau kenal
-dari jauh seperti ini. -Ya.
Haruskah aku menyapanya?
Tapi tampaknya dia sedang asyik berbincang.
Ya, tapi…
Baiklah. Sebaiknya ganti arah saja.
Olah raga lebih baik daripada situasi janggal.
Komatsu-san.
Oh? Orang itu…
Kau tinggal di gedung yang sama?
Benar. Aku menyapamu saat aku baru pindah.
Aku senang kau mengingatku.
Namaku Anzu.
Aku tak perlu memperkenalkan kalian.
Setiap kali melihatmu, aku berpikir kau sungguh keren dan tinggi.
Aku senang akhirnya bisa bicara denganmu.
Sungguh gadis modis dan ekstrovert…
Mengatakan aku keren, aku sampai tak bisa bicara.
Komatsu-san, kau orang yang jujur.
Benar, Suzume-san.
Mari tanya Komatsu-san soal benda yang baru kau beli.
-Ini, 'kan? -Ya.
Komatsu-san, kau tahu apa itu roti "stollen"?
Makanan khas menjelang Natal.
Roti stollen?
Tidak, aku tak tahu.
Lihat?
Apa?
Suzume-san akan tunjukkan di rumahnya.
Kau mau ikut juga?
Aku penasaran, boleh saja kalau tak lama…
Hore! Lebih banyak tamu!
Wow. Ini kotatsu.
Rasanya nyaman sekali jika kau kurang tidur.
Tidak. Rasanya luar biasa.
Terima kasih telah menunggu.
Aku yakin kalian berdua pasti tahu begitu melihatnya.
Ini roti stollen.
Lihatlah.
Apa ini?
Apa bisa dimakan?
Dipenuhi bubuk putih.
Apa?
Chyun. Roti stollen adalah camilan khas Jerman
yang harus dihidangkan di masa Natal.
Benar.
Tuan menyukainya, kami menyantapnya setiap tahun di wastu…
Jadi, begitu.
Namanya juga roti "stollen" di Jepang,
tapi kurasa mereka berdua tak tahu.
Kalian akan tahu kelezatannya saat kupotong. Tunggu sebentar.
Dia sungguh bersemangat.
Ini seperti pound cake.
Kue yang enak dan banyak buah.
-Kelihatannya enak. -Kelihatannya enak.
Syukurlah. Ayo cicipilah.
-Mari makan. -Mari makan.
Kuenya keras.
Rasa dari campuran buah dan kacang amat lezat.
Nyam, nyam.
Enak sekali mengunyah buah ara.
Roti stollen biasanya dipotong tipis,
tapi bisa disajikan seperti ini di rumah.
Potongan itu amat tebal.
Potongan roti stollen itu bisa berdiri sendiri.
Enak sekali.
Tapi bukankah seharusnya dimakan di Hari Natal?
Tak apa-apa.
Roti stollen memang seharusnya dinikmati sejak awal Desember.
Dimakan sedikit demi sedikit setiap hari
sejak hari pertama sampai Hari Natal.
Asyik mencicipi rasanya berubah karena makin menyerap gula halusnya.
Bagaimana rasa potongan terakhir ya?
Potongan terakhir harus disimpan sampai tiba Hari Natal.
Suzume-san?
Enak sekali sampai kumakan semuanya.
Aku juga makan sepotong lagi.
Aku juga.
Satu potong saja tidak cukup.
Omong-omong, jangan potong roti stollen dari pinggir.
Potong dari tengah, lalu simpan sisanya dengan menyatukan potongan lainnya.
Dengan cara ini, roti stollen bisa dimakan seiring waktu tanpa menjadi kering.
Tapi kini sudah habis. Chyun.
Memang enak sekali.
Baiklah. Kurasa aku akan beli satu.
Untukku dan Suzume-san.
Ini asyik sekali.
Aku juga berpikir begitu.
Kurasa aku tak akan bisa keluar dari kotatsu untuk pergi membelinya.
Bagaimana kalau kita pergi beli bersama?
Ya, ayo.
Anzu-san, Komatsu-san.
Tokonya dekat.
Pelayannya akan berpikir aneh Suzume-san kembali.
Seakan aku pelanggan.
Aku akan tanya bagaimana rasanya berubah, jadi jangan cepat dihabiskan.
Potongannya terlalu tebal.
Tak akan bertahan lama, jika kau memotongnya begitu.
Kau benar.
Kali ini, aku akan beli banyak.
Kau yakin itu solusinya?
BUAH KESEMEK
Itu…
Halo.
Happy-san.
Hari ini kau juga tampak sehat.
Aku datang.
Kau datang, Suzume.
Halo, Kakek.
UNTUK IZUMI
Kakek sedang bekerja?
Ini kartu Tahun Baru.
Surat ucapan hari raya yang tiba di Hari Tahun Baru.
Tahun Baru?
Ini bahkan belum Natal.
Kau benar, membingungkan jika melakukannya selama masa Natal.
Tapi jika kau mau kartu Tahun Barumu datang di Hari Tahun Baru,
kau harus mengirimkannya saat Natal.
Jadi, begitu.
Kau mau menulis satu juga?
Boleh?
Baiklah.
Kakek, apa masih bisa sampai jika aku tak tahu alamatnya?
Itu mustahil, jadi mintalah alamatnya.
Tentu.
Aku ingin menggambar pohon Natal, tapi…
Kakek tahu perasaan itu.
Aku jadi ingat, saat menuju ke sini, aku lihat ada pohon Natal.
Pohon Natal?
Apa ada satu di area ini?
Ada satu jeruk sebagai bintangnya.
Pohon yang amat bergaya.
Jeruk jadi bintangnya?
Mungkin itu bukan pohon Natal,
tapi buah kesemek kimori.
Kesemek Kimori?
Saat kesemek dipanen,
satu buah ditinggal di pohon untuk lebih melimpahnya
panen kesemek tahun depan.
DEWA KESEMEK
Chyun.
Ada juga teori bahwa kesemek kimori
adalah buah disisakan untuk burung-burung selama musim dingin yang kejam.
Burung jalak pipi putih suka sekali kesemek. Chyun.
KAAAK
Kau membuatku kaget.
Ya, kita dapat beberapa kesemek.
Kau mau?
No comments yet. Be the first to leave one.