The first 200 lines.
Tak ada manusia di bumi yang bisa menerima keberadaan kita.
Pria yang kau cintai juga sama.
Karena itu...
Perhatikan tindakanmu.
Dan jangan pernah ketahuan.
Jangan masuk kemari, Heo Joon Jae!
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Kau! Lagi apa kau disana?
Jangan masuk. Menjauh!
Oh, ya. Baiklah, baiklah, baiklah. Aku takkan lihat.
Tunggu, kenapa juga kau melarangku?
Kubilang berbalik!
- Hei... - Jangan berbalik!
Aku takkan lihat.
Hei, kusuruh kau membersihkan rumah,
kapan aku menyuruhmu berenang? Benar-benar...
Jangan berbalik! Jangan berbalik!
Ah, aku hanya mau menutup pintu. Hanya pintu!
Pin-pin-pintu. Jangan tutup pintunya. Jangan tutup pintunya...
Awh, aku harus apa?
Tak ada! Jangan lakukan apapun!
- Biar kutanya satu hal. - Jangan tanya.
Aku sudah selesai.
Apa... yang selesai?
Apa yang mau kau tanyakan?
Huh?
Ah, ya...
Haruskah atau tidak kau jadi begitu sembrono di rumah penuh pria begini...
Aku tak mengira kau akan kembali.
Haruskah atau tidak kau tiba-tiba kembali setelah keluar dari rumah?
Ini rumahku. Rumah ini sesukaku mau...
keluar atau kembali. Karena rumah ini masih ada disini.
Beban yang diterima untuk itu, buatmu atau buatku?
- Buatmu. - Tidak. Itu buatmu!
Sebenarnya, kau beruntung karena itu aku.
Bayangkan, jika yang masuk kemari brengsek-brengsek itu.
- Kenapa kau yang beruntung? - Karena, aku...
Kau menanyaiku? Cepat sana ganti bajumu.
Aku akan ganti saat kau pergi.
Begitukah?
= Episode 8 =-
Kenapa kau begitu lama?
- Huh? - Bagaimana ponselmu? Sudah kau ambil?
- Aku pergi saja. - Kau pergi saja?
Tak apa. Ayo pergi.
Ah, tunggu, sebentar.
Aku ada pengumuman....
Mulai sekarang, saat kau kembali ke rumah, bunyikan bel sebelum kau masuk.
- Kenapa memangnya? - Aku juga akan begitu. Aku.
Jadi, bunyikan bel sebelum kau masuk.
Bilang kalau kau datang.
Aku tanya kenapa kita harus lakukan itu?
Aish, kenapa mempertanyakan permintaan pemilik rumah?
Khususnya buatmu Tae Oh. Jangan masuk diam-diam mengambil kunci dan sejenisnya. Aku akan mengawasinya.
- Bodo... - Kau lebih baik hati-hati!
Kenapa.... begitu panas?
- Panas katamu? - Benarkan?
- Kata orang dingin. - Ini anehnya panas.
Seperti katamu, wajahmu merah.
Maksudmu kau hampir ketahuan?
Itu bisa jadi masalah besar. Sudah kubilang hati-hati.
Dari pandangannya, dia akan terus menguntit dan bertanya karena kau mencurigakan, sampai kau mengaku.
Dia sudah melakukan itu sekarang.
Apa yang terjadi di Spanyol? Kenapa aku tak ingat? Jika kau tidak bilang, pergi.
Kau jangan terjebak di situasi itu dan mengaku. Kau takkan bertahan di daratan.
Umhm. Takkan pernah bertahan di daratan.
Jarang ada obatnya yang disebut "kebohongan" disini.
Haruskah kita terjebak dengan itu?
Kau segera tahu saat aku memikirkan sesuatu, semua orang dengan jarak 10 km aku tahu semuanya di hatiku.
Benar.
Setidaknya disini, kita bisa sembunyikan perasaan sebenarnya kita dengan kebohongan karena mereka tak bisa dengar pikiran kita.
Apa orang sering berbohong?
Tak hanya berbohong, tapi mereka berbohong tiap kali membuka mulut.
Kau bisa Han Geul (Alfabet Korea)?
Kalau begitu apa tulisan disana.
Ponsel gratis 100%... Bos gila!
Kau percaya tulisan itu benar, dan maksudnya bosnya gila?
- Bukan itu maksudnya? - Tentu saja bukan.
Kalau kita harus kembalikan uangnya dengan cara apapun.
Yang harus kau lakukan datang dan habiskan uangmu, itu maksudnya.
Ah, itu maksudnya?
Saat kau ke Mall, karyawannya...
selalu berkata, "baju ini cocok buatmu. Ini dibuat untukmu!" apapun itu, kan? Kau tahu maksudnya?
- Bukan berarti terlihat cantik? - Ayolah.
- Karena sudah dipuji, kau harus membeli sesuatu. - Ahhh.
Dan ini yang penting.
Di tempat ini, kata "cinta" sering terucapkan.
Tapi, jangan tertipu dengan itu. Bukan berarti mereka sungguh mencintaimu.
Mau melihatnya?
Aku mencintaimu, Pelanggan...
Maaf.
Hanya karena seorang berkata "aku mencintaimu", jika mengira, "Haruskah kita pacaran?", maka kau dalam masalah. Kau akan terjebak.
Itu sulit.
Lalu bagaimana kau tahu kapan orang berbohong padamu?
Itu tak mudah.
Salah satu cara yang kutahu sejauh ini...
orang berbohong takkan melihat matamu,
bicara gagap, atau menyentuh telinganya.
Menyentuh bibir atau menyilangkan tangan.
Apa maksudmu? Bagaimana aku mempedulikan Cheong?
Salah? Kau terlihat sangat peduli ke Cheong belakangan ini.
Tidak sama sekali.
Sejujurnya, ini pertama kali aku melihatmu begitu ke wanita. Mengatur orang begitu.
Ah, itu biasa. Kau tahu aku sering mengaturmu juga.
Dan juga, aku sering memperhatikan pakaian Tae Oh juga. Hei, bagaimana pakaianmu tipis begitu?
Mau kubelikan jaket bulu?
- Aku tidak merasa begitu. - Memang begitu.
- Turunkan aku disana. - Kenapa? Kau tidak mau pergi bersama?
Kau setuju memeriksa galeri bersama.
Tak bisakah kalian berdua saja kesana?
Ada masalah lain yang harus kuurus.
Kenapa? Bertemu Si Ah?
Ada kejutan apa tanpa menelepon dulu? Ada apa?
Katamu waktu itu kalau ratusan tahun lalu ada kapal karam di temukan di lautan Yangyang.
Kau mengingatnya walau cuma sedikit kau mendengarnya.
Hyung Nam Doo bilang kemarin kalau Mok Gan-nya ditemukan.
Benar. Makanya kantor penelitianku sedikit heboh.
Dan... pemiiknya...
Kim Dam Ryeong.
Dia pimpinan kota di Heupgok bernama Kim Dam Ryeong.
Ini dia.
Hanya melihat tahunnya terukir di Mok Gan, benda ini jelas dari era pertengahan Joseon.
Tapi meihat baju yang dipakai prianya.
Bajunya seperti pakaian modern, seakan dilukis dengan pikiran masa depan.
Selain itu, melihat putri duyungnya. Bukankah ini mengagumkan?
Sepertinya.
Legend of the Blue Sea
Belakangan ini, makin aneh.
Belum lagi mimpi aneh yang berulang,
saat aku melihat ilustrasi di guci itu...
Aish, ini mungkin terdengar gila, tapi...
aku merasa pria di ilustrasi itu aku.
Juga aku tak ingat apapun.
Aku sudah ke beberapa klinik untuk melakukan percobaan hilang ingatan jangka pendek dengan hipnosis, tapi ini berbeda.
Seolah hanya ingatan tertentu saat di Spanyol yang hilang.
Apa itu mungkin, Professor?
Yah, itu fenomena disosiatif.
Pada akhirnya, ada masalah pemisahannya, jadi aku tak bisa bilang sepenuhnya tak mungkin.
Terkadang amnesia bisa terjadi secara terpisah.
Sekarang ingatanmu pada satu orang itu....
akan kembali pada awalnya.
Kau tak apa, Joon Jae? Kau lihat apa? Kau ingat?
Professor Park.
Ya, Joon Jae. Beritahu semua yang kau lihat.
Professor pernah bilang...
kalau hipnosis bisa memunculkan pikiran bawah sadarku.
Tapi bisa juga itu memunculkan ilusi.
Benar.
Kurasa yang kulihat, ilusi.
Sebaliknya,
ini tak masuk akal.
Whoa, kau pemain terbaik di seluruh negeri?
Tak hanya dalam perkumpulanmu, tapi seluruh negeri?
Heo Joon Jae!
- Kau mau pergi? - Ya, aku...
Tak masalah. Aku tak perlu tahu. Pergilah.
Baiklah.
Tapi... Mulai hari ini, kita ada jam malam.
- Jam malam? - Ya, mulai hari ini.
Jam berapa?
Jam 8. pulanglah jam 8, atau kami akan kunci pintu dan tak biarkan kau masuk.
Hei, ini jam 7:30.
Makanya. Dia harus kembali jam 8.
Dimana di Seoul yang bisa dia kembali dalam 30 menit? Kau berarti melarangnya pergi.
Siapa yang melarangnya pergi?
Pergi. Terserah.
Siapa mau dia temui? Siapapun pria itu...
Tunggu, aku tak tahu dia bertemu pria atau wanita.
Namun, setelah dia bertemu siapapun itu,
dia harus kembali jam 8.
Jika dia tak suka, dia bisa pergi dari sini.
Buku punya siapa ini? Petugas Sipil Tingkat 7?
- Kau mau jadi Petugas Sipil? - Kau sudah gila?
Aku hanya membaca itu mungkin bisa membantu pekerjaan kita.
Yang dipelajarin orang sekarang ini.
Aku penasaran. Mencari tahu tren sekarang.
Kau mau keluar?
Tidak, aku tidak keluar. Aku keluar besok saja.
Baguslah, kalau begitu.
Dia sungguh aneh.
Mau kemana kau jam segini, Cheong?
- Aku mau keluar cari uang. - Cari uang? Maksudmu kerja paruh waktu?
Tidak, aku mau tukar ini dengan uang. Aku akan berikan semua uangnya buat Heo Joon Jae.
Apa ini?
Oh, ini...
Darimana kau mendapatkannya?
Aku mendapatkannya dengan kerja keras.
Kerja apa yang kau lakukan sampai dapat mutiara begini?
Kau semakin misterius. Kau harusnya ikut program investigasi, "Mengungkap Kebenaran".
- Boleh kuambil satu? - Tak boleh.
Baiklah, baiklah. Aku cuma lihat.
Whoa, ini sungguh kualitas tinggi.
Aku sudah selesai memasak nasi putihnya.
Kau yakin? Kau sudah selesai?
Kerja bagus.
Nasi Cheong, Nasi Cheong!
Dia bukan Sim Cheong, tapi Nasi Cheong!
Kau sakit?
Kau tahu kenapa aku bekerja sebagai petugas publik di cuaca dingin begini?
Kau tak punya tempat untuk tidur?
No comments yet. Be the first to leave one.