The first 166 lines.
KONTEN PRODUKSI PROYEKSI KONTEN OTT 2024 DARI BADAN INDUSTRI KONTEN KREATIF KOREA
SEMUA HAL DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI. ANAK-ANAK DALAM BIMBINGAN ORANG TUA.
FRIENDLY RIVALRY EPISODE EMPAT
Je Yi.
Apa aku boleh duduk di sini?
Tentu saja.
Ini memang awalnya adalah tempatmu.
Luar biasa.
Apa maksud dari situasi ini?
Ini bagus.
Murid pindahan itu tampaknya punya seragam baru.
Benar.
Benar. Bahkan kamu yang tidak paham soal gayapun dapat melihatnya.
Oh, tapi bukankah Na Ri merekomendasikanmu sebagai kandidat ketua kelas?
Benar.
Kami sepakat jika aku jadi ketua kelas, dia akan menjadi wakil ketuanya.
Apa jawabannya B?
Itu benar.
Wah, merek itu juga membuat kotak rokok.
Bukankah itu model yang belum masuk di Korea?
Oh, ayahku kembali dari Prancis.
Tapi, apakah kalian sudah mencoba menelpon Na Ri?
Tak ada jawaban. Ponselnya mati sejak kemarin.
Ia bukanlah tipe orang yang mudah menyerah begitu saja, bukan?
Itu benar.
Lalu, kenapa dia tidak datang ke sekolah?
Apa dia tidur di rumah?
Bagaimana kita tahu?
Kalian adalah orang-orang yang makan siang bersamaku kemarin.
Na Ri sudah tak ada sejak makan siang kemarin.
KLUB MEDIS SMA PUTRI CHAEHWA
PEREKRUTAN ANGGOTA BARU KLUB MEDIS SMA PUTRI CHAEHWA
Klub Medis.
Semua anak yang populer di SMA Chaehwa seharusnya ada di sana.
Apa kamu mau ikut bergabung?
Ya, sepertinya begitu.
Jika masuk ke sekolah kedokteran...
...klub medis diperhitungkan sebagai nilai tambah.
Tapi tak semua orang bisa masuk ke sini.
Kualifikasi itu cukup rumit.
Bukankah Je Yi sudah memberitahumu?
Aku dengar mereka tidak menerima mahasiswa tahun ketiga.
Hanya untuk mahasiswa tahun pertama yang masuk tahun ini.
Tapi, aku masih ingin coba melamar.
Apa kamu pikir kamu bisa masuk melalui jalur lain karena ketuanya adalah temanmu?
Apa?
Tapi itu sungguh aneh.
Na Ri juga sebelumnya mengatakan bahwa dia ingin bergabung dengan klub ini.
Lalu kenapa?
Pikir saja.
Jika salah satunya hilang...
...akan ada sedikit persaingan, bukan?
CHOI KYEONG
Jika Kyeong hanya satu-satunya kandidat...
Semuanya, tutup mata dan mari kita pilih suara ya atau tidak.
Ujian tengah semester akan segera dimulai.
Bu.
Iya?
Aku juga ingin merekomendasikan kandidat ketua kelas.
Baiklah.
Siapa dia?
Teman sebangkuku, Woo Seul Ki.
Woo Seul Ki.
Apakah kamu ingin menjadi ketua kelas?
Tentu saja.
Aku memutuskan untuk membantu Seul Ki saat dia menjadi ketua kelas.
Kalau begitu, baiklah.
Ayo memilih, ambil kertas dan berikan suara.
CHOI KYEONG WOO SEUL KI
CHOI KYEONG
Choi Kyeong.
WOO SEUL KI
Woo Seul Ki.
CHOI KYEONG WOO SEUL KI
Tidak memilih.
CHOI KYEONG 11 SUARA WOO SEUL KI 11 SUARA
Woo Seul Ki.
Selamat, Seul Ki!
- Selamat! - Selamat, Seul Ki.
CHOI KYEONG 11 SUARA WOO SEUL KI 12 SUARA
- Selamat. - Selamat!
Jo A Ra.
Apakah kamu yakin telah menghitung suara dengan benar?
Aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
WOO SEUL KI CHOI KYEONG
WOO SEUL KI WOO SEUL KI
Buka buku catatan yang kamu pakai untuk menulis surat suara.
Apa?
Di mana kamu merobek kertas untuk memilih?
Hei, Choi Kyeong.
Apa ada masalah dengan pemungutan suara?
Kamu tidak tahu?
Sejujurnya sangat aneh jika kamu adalah ketua kelas.
Lalu apa?
Kecurangan pemilu.
Jelas ada yang mengubah suara.
Lihat suara-suara ini atas namamu.
WOO SEUL KI WOO SEUL KI
Ditulis oleh satu orang pada selembar kertas yang sama.
Pemilihan ini pasti dicurangi.
Jadi maksudmu...
...sangat mustahil bagiku untuk mendapat dukungan dari anak-anak...
...dan mungkin menggunakan mereka untuk mengalihkan pilihan suaranya?
Itu bukanlah sesuatu yang bisa kamu lakukan.
Jadi, menurutmu apa ada seseorang yang diam-diam membantuku?
Hentikan saja, Choi Kyeong.
Aku tahu mereka memilihku bukan karena mereka menyukaiku...
...padahal mereka tahu, aku hanya anak yang berasal dari desa.
Anak desa yang tidak punya latar belakang sama sekali.
Kyeong, ayo hentikan.
Seul Ki, ketua kelas. Kamu jadi wakil ketua kelas.
Itu sudah cukup untuk punya nilai lebih.
Bukankah seharusnya Choi Kyeong yang meminta maaf, Bu?
Kenapa aku harus minta maaf?
Karena kamu menolak menerima hasilnya.
Kamu juga mempermalukan Seul Ki dan bahkan mempertanyakan semua anak-anak.
Tentu saja, kamu harus minta maaf.
Bukankah begitu?
Ketua kelas?
Benar.
Aku berharap kamu meminta maaf.
Maaf atas keributan yang terjadi.
UNIT 204
PERCOBAAN GAGAL SILAKAN COBA LAGI
PERCOBAAN GAGAL SILAKAN COBA LAGI
JE YI
Apa yang kamu lakukan? Kamu jadi ketua kelas, traktir aku.
WOO SEUL KI
Maaf atas keributan yang terjadi.
WOO SEUL KI
Ketuk pintu dulu sebelum masuk.
Meski aku tidak tahu apa yang kamu lakukan, minggir!
Ibu ingin bekerja.
Silakan pulang dan mandi dulu.
Ternyata kamu melakukan pemilihan ketua kelas hari ini.
Woo Seul Ki?
Apa dia ketua kelasnya?
Tak bisakah Ibu berpura-pura tidak tahu? Kenapa harus bertanya seperti itu?
Menyebalkan.
Hei, Choi Kyeong.
Aku tidak pernah bilang kamu harus menjadi ketua kelas. Kenapa kamu semarah itu?
Apa yang diketahui pengacara Nam ini...
...yang pernah menjadi ketua kelas selama 12 tahun di sekolahnya?
Aku akan mandi dulu.
Pergi ke kamarmu sebelum aku kembali.
Sialan.
LAPORAN KASUS
Bukankah pusat evaluasi juga harus mengambil tindakan?
Oke, baiklah.
Sepertinya akan ada tuntutan.
Maafkan saya.
Aku akan membayar ganti ruginya.
Minta dari pihak keluarga untuk menandatangani suratnya.
Apa ini begitu sulit?
Ibu tunggal dengan anak-anak sangat membutuhkan uang.
Sebenarnya, ini bukan hal buruk, selama media bisa ditangani.
Lagipula, hampir tidak mungkin untuk membuktikan malpraktik.
Hampir mustahil...
Malpraktik?
Berapa kali aku katakan, pasien mengalami...
...serangan jantung sebelum tiba di rumah sakit?
Rumah sakit berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien.
Aku akan memperhatikan kata-kataku.
Ingatlah, kata-katamu dapat berpengaruh untuk rumah sakit.
Jadi, jangan pernah bermain-main.
Harus selesaikan semuanya tanpa syarat.
No comments yet. Be the first to leave one.