The first 146 lines.
Didukung oleh ㅤ
Didukung oleh 𝗣𝗿𝗼𝘁𝗼𝗰𝗼𝗹 𝗟𝗮𝗯𝘀
Ikuti rasa penasaranmu. ㅤ
Ikuti rasa penasaranmu. Pimpin umat manusia 'tuk maju.
Sejak 1990, ㅤ
Sejak 1990, manusia sudah menemukan 5.000 lebih planet di luar Tata Surya.
Satu hari nanti, titik cahaya indah itu akan menjadi sesuatu yang lebih hebat:
Tujuan.
Inilah NAVIS III,
wahana khayalan yang bisa membawamu ke mana saja di Bima Sakti.
Penerbangan perdananya akan membawamu pergi
ke planet-planet tergila, yang belum kita jelajahi.
Dunia di mana es terbakar,
planet yang lebih panas dari bintang,
dengan awan dari logam,
dunia zombie yang lahir dari sisa-sisa yang telah mati,
dan ratusan juta lainnya
yang menunggu kita di galaksi kita sendiri.
Dunia-dunia ini akan memberi gambaran
betapa jauhnya imajinasi alam berlaku
dan membuat peta bagi pelopor masa depan
yang mungkin nantinya
menancapkan bendera
di tempat
yang hampir tak bisa kita bayangkan.
𝗧𝗛𝗘 𝗦𝗜𝗚𝗛𝗧𝗦 𝗢𝗙 𝗦𝗣𝗔𝗖𝗘
𝗧𝗛𝗘 𝗦𝗜𝗚𝗛𝗧𝗦 𝗢𝗙 𝗦𝗣𝗔𝗖𝗘 ᴘᴇʀᴊᴀʟᴀɴᴀɴ ᴍᴇɴᴜᴊᴜ ᴅᴜɴɪᴀ ᴀsɪɴɢ
Dengan dimulainya penjelajahan kita menuju dunia baru,
kita akan pergi ke planet asing terdekat,
40 triliun kilometer jauhnya.
Tapi, jalan panjang menuju tetangga kosmis kita
sudah dipenuhi pemandangan aneh isi-isinya sendiri.
Setelah orbit jauh Neptunus,
kita tiba di tempat tanpa manusia
berisikan pecahan es kosmis
yang mengelilingi tata surya kita:
𝗦𝗮𝗯𝘂𝗸 𝗞𝘂𝗶𝗽𝗲𝗿
Sabuk besar berisi zat membeku ini
memuat ratusan juta kepingan es
sisa-sisa pembentukan tata surya kita.
Di sini, di antara kumpulan batuan dan es kecil ini,
ada sesuatu yang aneh...
𝗛𝗮𝘂𝗺𝗲𝗮
Planet katai berbentuk bagaikan telur.
Membawa dua satelit dan cincin es,
dunia ajaib seukuran Pluto ini
adalah objek berputar tercepat di tata surya kita.
Di permukaannya, terhampar bercak merah misterius,
mungkin bekas dari tumbukan terakhirnya.
Dan Haumea tidaklah sendiri.
Ada banyak lagi keluarga dunia mini eksentrik di luaran sana.
Dunia katai seperti Makemake
dan Gonggong,
Pluto mini berwarna merah dengan atmosfer metana tipis.
Sabuk Kuiper bisa menampung sebanyak ±200 planet katai,
dan ribuan lainnya mungkin melayang-layang di luarnya.
Suatu hari nanti, dunia mini ini bisa menjadi
basecamp kosmis bagi penjelajah antarbintang.
Pos terakhir yang masih terikat dengan Matahari kita.
Akhirnya, ketika kita sudah melampaui sistem asal kita,
sistem terdekat dengan Bumi akan menunggu:
𝗔𝗹𝗽𝗵𝗮 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗮𝘂𝗿𝗶
Di sistem bintang ganda tiga ini,
satu bintang katai merah,
bernama Proxima Centauri,
mengorbit sepasang bintang mirip Matahari:
Alpha Centauri A dan B.
Ketika kita mendekati Proxima, trio bintang yang terdekat,
kita disambut dengan dua sabuk debu besar yang melingkarinya.
Makin ke dalam, tibalah kita di mutiara sebenarnya dari sistem ini.
Selamat datang di Proxima Centauri B, eksoplanet paling dekat dari rumah.
Dengan massa yang hampir identik dengan massa Bumi,
dan kepadatannya ia diperkirakan planet berbatu,
sepupu Bumi yang jauh ini mengorbit di zona laik huni bintangnya,
sehingga berpotensi untuk memiliki cairan air.
Dengan betapa dekat dan miripnya ia dengan Bumi,
mungkin ia akan menjadi pos pertama
bagi umat manusia berada di sekitar bintang lain.
Pengunjung bisa menengadah untuk memandang Proxima Centauri
dan dua bintang saudarinya.
Sementara pada malam yang cerah, melihat Matahari kita sendiri,
pemandangan rumah dari jauh.
Namun, masih banyak yang tidak kita tahu
tentang tetangga kosmis kita.
Bintangnya sangatlah volatil,
suar bintangnya bisa membuat planet itu seketika jadi tempat tanpa kehidupan.
Satu-satunya cara untuk tahu benar adalah dengan kita pergi ke sana.
Misi-misi sedang diusulkan saat ini
agar bisa mencapai sistem ini sekurang-kurangnya dalam 20 tahun.
Menggunakan nanoprobe yang ditenagai layar surya.
Jika manusia benar-benar mendarat di Proxima Centauri B,
ini akan menjadi tampilan peristiwa paling transformatif
dalam sejarah manusia.
Momen ketika umat manusia menjadi spesies antarbintang.
Dengan semakin jauh kita mengembara,
kita meninggalkan hal-hal yang familiar
dan masuk menuju dunia di luar komprehensi semua manusia.
𝗚𝗹𝗶𝗲𝘀𝗲 𝟰𝟯𝟲 𝗯 sangatlah berbeda dengan Bumi yang kamu ketahui.
Mengorbit sangat-sangat dekat dengan bintangnya,
suhu permukaannya mencapai 438°C.
Di planet sepanas ini, kamu mungkin membayangkan lautan luas magma,
tapi dunia seukuran Neptunus ini benar-benar lain.
Dunia es terbakar.
Gravitasi masifnya menekan uap air di atmosfer
menjadi bentuk es eksotis bernama es VII.
Tekanan di sini sangatlah intens
sehingga es itu bisa tahan di suhu yang amat panas tanpa menguap.
Beda cerita dengan atmosfernya.
Ia menguap ke udara karena panas parah bintangnya.
Dan ketika cahaya bintang menyinari gas-gas yang lepas,
terjejakkan ekor mirip komet... sepanjang sembilan juta mil.
Sebagian besar planet di alam semesta mematikan bagi manusia.
Namun, 39 juta tahun cahaya jauhnya,
bintang katai merah kecil menjadi rumah bagi oasis planeter potensial.
Inilah sistem 𝗧𝗥𝗔𝗣𝗣𝗜𝗦𝗧-𝟭.
Keluarga dari tujuh planet berbatu berdempetan dekat dengan matahari mereka.
Dunia-dunia seukuran Bumi ini mengorbit sangat dekat bersama
dengan keseluruhan sistem akan muat sepenuhnya di dalam orbit Merkurius.
Dua yang terdalam diduga mirip Venus,
panas membara dan diselubungi awan tebal.
Dan planet terluar, TRAPPIST-1h,
diperkirakan sedingin Kutub Selatan.
Namun, empat yang di tengah mengorbit dalam zona laik huni bintangnya,
membuat sistem ini bisa jadi bonanza bagi kehidupan.
TRAPPIST-1e adalah salah satu kandidat yang paling menjanjikan
untuk kelayakan hidup yang kita ketahui.
Dan tiap-tiap dunia ini jauh lebih tua dari Bumi,
memberikan potensi kehidupan di sini wujud 3 juta tahun lebih awal.
Namun, sistem ini punya halangan tersembunyi:
setiap planet menurut teori terkunci pasang surut
dengan satu sisi terkunci menghadap bintangnya
dan sisi lainnya menghadap dinginnya kehampaan angkasa secara permanen.
Keekstreman temperatur seperti itu
akan membuat kehidupan susah menemukan pondasinya di sini.
Namun, dalam kondisi yang tepat,
salah satu dunia ini bisa memiliki samudra luas pada sisi yang menghadap bintang
di mana panas bintang cukup bagi wujudnya cairan air.
Sebuah Bumi bola mata.
Tampak seperti iris berair yang berkilau menatap menuju angkasa.
Yang lain bisa mempunyai jalur daratan laik huni di antara yang gelap dan terang:
garis terminator, di mana suhunya tepat.
Surga bagi kehidupan di antara pembumihangusan dan musim dingin abadi.
Kini, planet-planet TRAPPIST
menjadi target utama Teleskop Luar Angkasa James Webb,
yang akan memandangi atmosfer mereka untuk mencari jejak biologis.
Jika keturunan kita sanggup mencapai sistem ini,
No comments yet. Be the first to leave one.