A Korean Odyssey

A Korean Odyssey (화유기)

Download Indonesian Subtitle

Release info

화유기—A Korean Odyssey—Hwayuki—E16—Ayra
A Commentary by Writer_Ayra
Episode 16

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (2)
Choose the file for your episode Hwayugi - 16.ass 75 KB Hwayugi - 16.srt 64 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2018-02-20
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sekarang,

aku akan mengkhiri cintamu.

Aku tidak ingin kau melepaskan ini.

Aku ingin terus mencintaimu.

Ini adalah keinginanku sendiri.

Kita memiliki takdir yang telah digariskan.

Aku... mendengar Aeryung berbunyi.

Kau mau menikah denganku?

Kalau begitu, kau tidak bisa melarikan diri dariku, bahkan jika Geumganggo sudah terlepas.

Jin Seon Mi, berpeganganlah kepadaku lebih erat.

Sage Agung, Son Oh Gong. Sampai akhir, lindungi aku.

Kurasa aku sekarang ini jatuh cinta dan tergila-gila padamu.

- Kenapa kau merindukan aku? - Karena rasa cinta yang menjengkelkan ini!

Aku mencintaimu, Jin Seon Mi.

- Apa ini?! - Geumganggo.

Kau datang untuk menyelamatkanku?

Tidak, aku datang untuk memangsamu.

Kau... jangan-jangan masih terus mencariku?

Peri, kau akhirnya muncul dengan sendirinya sekarang?

Jika kau dalam kesulitan, ketakutan, atau keadaan bahaya, lalu memanggil namaku,

aku akan selalu muncul dan melindungimu.

Jika kita yang menjadi terikat melalui Geumganggo memiliki takdir yang mematikan,

maka larilah lagi dariku, Son Oh Gong.

Apa-apaan ini?

Darah bayi ini menyelamatkan banyak orang.

Apa yang kau saksikan saat ini adalah hari kelahiran Sam Jang.

Saat ini, kau adalah pelindung dari Sam Jang yang baru.

Aku ingin kau tahu masa-masa awal dari kelahiran Sam Jang.

Karena aku ingin kau melindungi anak ini sampai akhir.

Jangan pernah melepaskan dia.

- Sedang apa kau? - Aku akan melepaskan Geumganggo.

Sudah kubilang aku tidak mau itu dilepas!

Aku memberimu kesempatan untuk melarikan diri dariku.

Tidak mau!

Apa tidak masalah aku membawakan makanannya?

Oh. Sureumdong dikunjungi oleh seekor bangau putih.

- Jangan lakukan. - Akan kulakukan.

Kenapa? Karena kau takut akan membunuhku?

Benar. Karena aku tidak memiliki cara lain untuk melindungimu.

Sebab itu kau berbaring di dalam peti mati yang tersegel? Kau bodoh, ya?

Benar, aku bodoh! Dasar berengsek!

Bukan aku yang melakukannya.

Mungkinkah aku?

Aku yang melakukannya?

Tidak peduli semarah apa pun aku, pikirmu aku akan memecahkannya?

Terlebih yang hancur yang paling berharga.

Aku punya kekuatan seperti ini?

Sejak kapan?

Karena Ah Sa Nyeo memasuki lalu keluar dari tubuhmu,

mungkinkah kekuatannya tertinggal kepadamu?

Mungkinkah?

Mungkin, karena aku bahkan mengingat segala sesuatu saat dia ada di sini.

Di sini, dia tidak minum anggur apa pun dan kau tidak menyalakan lilin, 'kan?

Benar. Kau ingat semuanya.

Dan juga...

- Kau meminum obat. - Ben—

Tidak.

Benar, tapi bukan begitu.

Pada priaku... dasar jalang!

Yaah... Woah... Kau keren. Keren!

Benar. Kurasa, aku menjadi sedikit keren.

Kali ini aku kehilangannya (*kekuatanku).

Oh Jeong bekerja keras menyiapkan ini, tapi berakhir kacau.

Benar. Dia mendesainnya dengan cantik.

Sayang sekali.

Kau tahu,

kita bukanlah jodoh yang telah ditakdirkan.

Bel itu... adalah Saeryung.

Kembali untuk menemuimu terlalu menakutkan dan menyakitkan untukku.

Bahkan sekarang?

Alasanmu memilih tidak keluar dari sana, aku mengerti.

Aku juga ingin melindungimu dengan caraku sendiri.

Karena aku tidak memiliki kekuatan apa pun.

Apa maksudmu kau tidak memiliki kekuatan? Kau adalah Sam Jang.

Karena kau Sam Jang yang istimewa, maka itu kau dapat membunuhku yang hebat ini.

Mulai sekarang, aku akan selalu waspada akan segala cara yang memungkinkanmu membunuhku.

Dengan begitu aku tidak akan mati, karena aku akan menghindarinya.

Sebab itu, jangan takut.

Baiklah. Jangan pernah mati karena aku.

Sekarang ini aku merasa akan mati karenamu.

Mengakhiri malam pertamaku bersamamu hanya dengan tidur rasanya tidak adil, mau mati saja rasanya.

Kau tersenyum seperti itu terlalu cantik, tahu.

Oh? Berhentilah tersenyum, kau bisa membuatku mati sungguhan.

Tidak bisa.

Jika aku tetap di sini bersamamu, aku bisa mati gara-gara frustrasi.

Aku akan mengantarmu pulang. Keluarlah.

Bagaimana aku bisa memecahkan ini?

Sam Jang sudah pergi?

Oh. Sedang apa kau di sini?

Tadi aku sedang memeriksa sekeliling kebun saat mengantarkan makanan.

Kalau kau bawa makanan ya seharusnya langsung masuk saja. Kenapa malah mencabuti rumput?

Lagi pula rumputnya juga tidak banyak.

Aku hanya merasa tidak tepat untuk langsung masuk.

Tidak terjadi apa pun sampai kau harus sungkan masuk.

Selagi kau di sini, bersihkan kamar Sureumdongnya.

Ya, aku akan membersihkannya.

Ah, omong-omong, Hyungnim. Tadi seekor bangau putih datang mengunjungi Sureumdong.

- Bangau? - Ya.

Datang ke Sureumdong?

Kalau begitu, mustahil hanya sekedar hewan biasa.

Mungkin saja.

Ini adalah hari kelahiran Sam Jang.

Sosok yang tadi menunjukkan aku soal bayi itu...

Mungkinkah dia?

Apa yang Anda lihat?

Oh. Dia bilang itu hari kelahiran Sam Jang.

Tapi, aneh.

Aku diberi tahu kalau dia (Jin Seon Mi) menjadi Sam Jang sebagai hukuman akibat membebaskan aku.

Lalu, apa hubungannya dengan kelahirannya?

Sebagaimana yang Anda dengar, mungkin juga dia menjadi Sam Jang sejak lahir.

Makanya, itu jadi lebih aneh.

Katamu tadi bangau putih...

Diakah yang menunjukkan kepadaku?

Aku mendengar suara tangisan bayi.

Benar. Aku mendengar suara tangisan bayi sebelumnya (*bicara tentang mimpi).

Aku sungguh mendengarnya (*saat ini).

Bayi sungguhan!

Bangau putih itu pasti membawanya.

Hanya dalam semalam...

Kau langsung punya anak?

Sudah kubilang, tidak!

Bangau putih meninggalkannya di Sureumdong.

Masalahnya, anak ini... kenapa...

Kenapa mirip denganmu?

Menurutmu masuk akal? Dalam semalam?

Dan kemarin, gara-gara obat yang kubagi dengan Ah Sa Nyeo, aku ketiduran!

Oh, benar. Apa yang terjadi kepadanya?

Ah, aku kehilangan Ah Sa Nyeo.

Kau kehilangannya? Seorang Ma Wang? Bagaimana bisa?

Yah, aku jadi semakin lemah.

Seburuk itukah?

Benar. Dan efek sampingnya juga masih tersisa.

Hawa dinginnya juga. Aah... dingin.

Sekarang, aku ini Kerbau tanpa tanduk.

Aku akan menangkapnya. Ma Wang, istirahatlah sampai tandukmu tumbuh lagi.

Mereka pasti tumbuh lagi. Jangan khawatir.

Oooo... bayinya. Hei, kau harus membawa bayinya!

Anak ini harus dibagaimanakan?

Dia selalu meninggalkan hal-hal menjengkelkan kepadaku dan membuatku membereskannya.

Ah, serius!

Jika Son Oh Gong menangkap Ah Sa Nyeo, dia akan tahu Anda sengaja melepaskannya.

Menurutmu anak dari Na Chal Nyeo sungguh mati?

Sampai aku tahu apakah Ah Sa Nyeo mengatakan kebohongan atau kebenaran, aku akan membuatnya tetap hidup.

Cenayang licik itu sudah menanamkan pikiran yang tidak bermanfaat pada Ma Wang.

Kecurigaan dapat pula menjadi kebenaran.

Bahkan meski kecil, ada kemungkinan anak itu masih hidup.

Sampai kecurigaanku terkonfirmasi, aku akan mencurigai semua orang.

Bahkan juga Sage Agung?

Benar, bahkan juga dia.

Aku curiga kepada segalanya.

Kau juga... datang untuk menipuku?

Berani kau menyihirku dengan wajah itu? Kau tidak akan bisa.

Aku... Ma Wang!

Aih, Kakkoong (*Cilukba)! Aigoo... kau menggenggam tanganku. Aigoo...

Hei, Sekretaris Ma, sana beli mainan. Aku akan melakukan apa saja untuknya.

Aigoo, kau tersenyum. Aigoo, begitukah? Sedang apa kau? Cepat sana beli!

Aigoo, kau lucu sekali. Bahkan tanganmu pun imut. Aigoo, kau tersenyum.

Berapa lama lagi kau akan menunggu?

Kita sepertinya perlu bicara.

Ada banyak sekali hal yang ingin kuketahui.

Apa yang ingin kau ketahui?

Tentang siapa kau dan apa yang dapat kau lakukan. Banyak sekali hal yang ingin kuketahui.

Kalau kuceritakan semua kepadamu, aku bisa kelelahan.

Haruskah aku urus hal yang dikhawatirkan oleh anak di sampingmu saja?

Dia bilang dia harus menyingkirkan orang yang mengetahui tentang Akiko.

Atas bantuan untuk menyembunyikan masalah keluargaku dari publik,

aku sungguh berterima kasih.

Kakek buyut Anda yang kami pikir seorang pejuang kemerdekaan...

...menerima Medali Kehormatan dari Kaisar Jepang. Saya pun terkejut akan faktanya.

Saya tidak tahu apa-apa.

Lebih baik membiarkan masa lalu untuk tidak terusik.

Tolong janjikan kepada saya bahwa saya akan mendapatkan posisi yang strategis.

Saat Anda masuk ranah politik,

jika sampai masa lalu keluarga Anda yang mendukung Jepang terungkap, hal itu dapat menjadi batu penghalang kuat.

Maka batu penghalang itu harus disingkirkan. Mari kita mengobrol sambil minum teh.

Ada juga benda berharga yang ingin kutunjukkan.

Ini ditemukan di lokasi konstruksi.

Peti batu kuno.

Siapa aku juga apa yang dapat kulakukan, bukankah sudah jelas?

Kau bereskan semua ini. Aku akan pergi.

Peti batu Ah Sa Nyeo dikuburkan di tanah yang dimiliki oleh Yayasan Korea milik Kang Dae Seong.

Dia (Kang Dae Seong) pasti memiliki peti batunya. Apakah dia (Ah Sa Nyeo) ke sana?

Kang Dae Seong bukanlah orang biasa.

Dalam beberapa tahun ke depan, diyakini dia akan menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Begitu.

Bahkan di dunia saat ini, aku akan kembali membangkitkan naga.

Dan juga, aku akan memahkotai Raja.

Saat merasuki tubuh Sam Jang, dia mengatakannya dengan penuh semangat. Apakah dia memilih manusia itu?

Bagaimanapun, kesempatan bagus kalau dia (Ah Sa Nyeo) dekat dengan orang itu (Kang Dae Seong).

Ada notifikasi dari ruang obrolan.

Padahal belakangan ini sepi sekali. Huh?

- Kenapa? - Bu Ja mengirimkan salam perkenalan di ruang obrolan.

Apa?

Semuanya, halo.

Halo? Omong kosong macam apa ini?

Aigoo, kau imut sekali. Imut sekali.

Ada pesan.

Sebentar.

Semuanya, halo.

Siapa aku, kalian pasti tahu meskipun aku tidak memperkenalkan diri.

More Indonesian subtitles for A Korean Odyssey

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left