The Fable

The Fable (ザ・ファブル)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Fable- Season 1 Episode 15
A Commentary by HulkIdjo

Tags

webdl
Published on: 2025-02-19
Downloads: 38
Hearing Impaired: No
FPS: 23.98

Indonesian subtitle preview

The first 156 lines.

The Fable

Apa Ini Latihan untuk Bertahan Hidup?

Apa kira-kira kau bisa?

Aku harus menguras tenaga hanya untuk mengimbangimu.

Berjalan 1,6 km di alam liar jauh lebih sulit daripada 22 km di kota.

Kau melepas gips itu terlalu cepat, bukan?

Manfaatkan apa yang kau punya. Ini, gunakan ini sebagai tongkat.

Terima kasih.

Ayo.

Aku makin ingin mengenal Kakak.

Bagaimana dia hidup,

bagaimana dia berpikir, dan apa yang dia perjuangkan?

Aku juga ingin menjadi seperti dia.

Menjadi pembunuh bayaran yang tak tertandingi

dan tak terkalahkan!

Babi hutan?

Tetap waspada.

Bahkan babi hutan sebesar ini bisa membunuhmu.

Jika menyerang dengan taring itu, ia akan mencabik-cabik dagingmu.

Apa? Benarkah?

Kemungkinan besar, kau akan mati kehabisan darah.

Darah akan menyembur dari pahamu yang tertusuk taringnya.

Itu cukup brutal.

Apa ia melihat kita?

Jangan bergerak. Penglihatannya cukup buruk.

Tapi indra penciumannya seperti anjing.

Ia pergi.

Kita akan mundur sekitar 27 meter, lalu memutari area ini.

Mundur 27 meter setelah berjalan sejauh itu?

Itu lebih baik daripada berdarah, bukan?

-Kaget sekali! -Ular?

-Bagus sekali. -Apa?

Kita dapat makan malam.

Bukankah kita akan makan sayuran liar?

Seperti kataku, kita bukan berkemah.

Ini tujuan kita, bukan?

Sungai ini, bukan?

Kita berhasil, bukan?

Ya, kurasa ini bagus.

Kukira akan butuh waktu sampai sore,

tapi kita tiba di sini lewat tengah hari.

Kau lebih baik daripada dugaanku meski kondisi kakimu begitu.

Aku tak ingin menghambatmu.

Ini butuh keberanian.

Jika sendirian, aku sudah tiba di pagi hari.

Maaf.

Kita akan bekerja di sini sampai lusa pagi.

Ini akan menjadi markas kita.

Mari kita nyalakan api dan makan.

Aku akan mencari kayu bakar.

Apa tugasku?

Ambil batu dari sungai dan buat lubang memasak.

Persiapkan api untuk memasak, ya?

Rasanya segar sekali!

Tapi ini sulit, kejam, dan sangat brutal.

Sama sekali tak menyenangkan.

Bagian terburuknya, aku kelaparan.

Tak ada yang bisa dimakan.

Lebih baik aku mati daripada makan ular.

Astaga! Ularnya masih bergerak.

Vitalitasnya itu yang membuatnya bergizi.

Baiklah, jika kau bilang begitu.

Itu jamur yang besar.

Ini disebut jamur tinder.

Serutannya digunakan sebagai rabuk.

Aku punya pemantik.

Kita kemari bukan untuk berkemah.

Kita sudah sangat dekat dengan kehidupan primitif. Jangan merusaknya.

Lupakan kenyamanan peradaban.

Kau bisa memenuhi kebutuhanmu dengan benda di sekitarmu.

Kecerdasan dan inovasi. Itu yang diajarkan Bos kepadaku.

Baiklah.

Sudah. Ini butuh sekitar 40 menit untuk matang.

Sementara itu, dirikan tendamu.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku akan membuat tempat berteduh sendiri.

Tapi bagaimana caranya?

Dengan kecerdasan dan inovasi.

Astaga. Aku kelaparan.

Kami hanya punya ular.

Aku bahkan tak bisa menyentuhnya,

jadi, tak mungkin aku akan memakannya.

Sudah matang?

Aku tak yakin.

Matahari mulai terbenam.

Beberapa jam lagi tempat ini akan gelap gulita.

Tapi ini belum pukul 17.00.

Malam datang lebih awal di hutan.

Langit mungkin terang, tapi di hutan semuanya gelap.

Kau akan merasa aneh selama dua atau tiga jam.

Panas! Panas sekali!

Kau tak mau?

Sebenarnya, aku tak terlalu lapar.

Pembohong. Kau banyak berjalan hari ini.

Jika tak berbohong, berarti kau sakit.

Sejujurnya, aku tak suka ular.

Singkirkan prasangkamu.

Alih-alih menganggapnya sebagai ular, anggaplah sebagai sumber nutrisi.

Kau punya keberanian, bukan?

Ayo.

Singkirkan prasangkamu.

Baik!

Bisa sisakan setengah untukku?

Baik, Pak.

Aku tak pernah tahu ternyata ular...

Kau tak perlu mengatakannya.

Langitnya terang,

tapi di hutan sudah gelap.

Dalam 30 menit, akan gelap gulita.

Bagaimana hal seperti ini bisa berguna dalam pekerjaanmu?

Maksudmu tempat berteduh ini?

Aku tak pernah memikirkan hal semacam itu.

Tidur itu sangat penting.

Kurasa bisa dibilang,

saat tinggal di alam,

kau lebih dekat dengan kehidupan, makna hidup dan mati bagi manusia.

Misalnya cara kerja kehidupan dan alam...

Sulit menjelaskannya dengan kata-kata.

Hal yang kau pelajari di alam

biasanya bisa digunakan di kota, yang bertolak belakang dengan alam.

Tapi entah kenapa,

sebagian besar yang kau pelajari di kota sama sekali tak berguna di alam.

Aku tak tahu cara mengatakannya.

Tidak, kurasa aku mengerti, Kakak.

Itu pisau yang cukup bagus.

Secara struktur, ini tak kokoh.

Ini tak terlalu praktis.

Tapi Bos selalu membawa pisau seperti ini.

Aku membawanya karena dia mengirimkannya kepadaku.

Itu sangat cocok untukmu dan alam liar.

Aku hanya punya belati ini.

Seharusnya aku membeli pisau sungguhan.

Selama bisa memotong, itu sudah cukup.

Ingat ucapanku soal memanfaatkan benda di sekitarmu?

Hari sudah gelap.

Kita harus segera tidur.

Lebih baik tetap di hutan saat malam.

Aku bertemu beruang beberapa kali.

Sungguh?

Ada bahaya tak terduga seperti babi hutan dan anjing liar di mana-mana.

Kita akan mencari makanan besok pagi.

Kau lelah secara fisik, jadi, kau akan cepat tertidur.

Selamat malam.

Pukul berapa ini?

Ini baru lewat pukul 20.00.

Sepuluh, sebelas, dua belas...

Sepuluh jam seperti ini?

Ini sangat membosankan!

Aku bosan setengah mati!

Buang-buang waktu saja.

Jika aku di kota,

aku akan makan susyi atau yakiniku, dan berpesta dengan anak buahku.

Kami akan membicarakan wanita bar yang akan kami datangi untuk minum.

Aku sangat ingin kembali.

Sial, itu membuatku ingin menangis!

Pukul berapa sekarang?

More Indonesian subtitles for The Fable

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left