Suspicious Partner

Suspicious Partner (수상한 파트너)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡㅡㅡ 수상한 파트너 Suspicious Partner E05 & E06 SBS ㅡㅡㅡ
A Commentary by oohthifa94
Jangan lupa rate! Sorry for typo(s), enjoy~^^

Tags

other
Published on: 2017-05-18
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mereka bilang, cinta bisa datang tanpa kau sadari.

Seperti angin musim semi, seperti tetesan air hujan.

Aku diliputi olehnya tanpa menyadarinya.

Aku terserap olehnya.

Aku harus bangun untuk menyadari bahwa dia sudah ada di hatiku.

Mereka bilang cinta bisa dimulai dalam 0,2 detik.

Yang aku butuhkan adalah 0,2 detik untuk jatuh cinta.

Ini disebut cinta pada pandangan pertama.

Makanya aku akan mengaku bahwa aku mencintaimu.

Bahwa kau adalah hadiah, cinta, dan takdirku.

Kupikir kita dipertemukan oleh takdir.

- Kupikir juga begitu-- - Takdir buruk.

Jadi...

Aku tidak ingin melihatmu lagi.

Translated by @oohthifa

Hey, Eun Bong Hee--

Aku datang untuk memberi ini.

- Apa ini? - Ini teh untuk mengobati insomnia.

Bagaimana kau tahu aku punya insomnia?

Selama 2 bulan terakhir, aku adalah budakmu...

Aku ini karyawan magang di tempatmu, jadi bagaimana mungkin aku tidak tahu?

Aku tahu lebih banyak tentangmu daripada yang kau pikirkan.

Aku tidak menguntitmu atau memata-matai, jadi jangan cemas.

Tapi apa kau tahu, kau terlihat bagus untuk seseorang dengan insomnia?

Orang mungkin salah mengira, kau tidur nyenyak di malam hari.

Makanya perawatan kulit itu penting, dan aku cerewet, ya?

- Iya. - Maaf.

Aku yakin itu. Tapi katakan saja. Omong kosong atau permintaan,

ini kesempatan terakhirmu.

Ah, yang terakhir.

Aku minta maaf untuk banyak hal.

Aku salah mengira, kau mabuk dan mesum.

Dan karena aku, kau kehilangan pekerjaanmu

Maaf untuk semuanya.

- Iya. - Dan, terima kasih.

Kau pahlawanku. Aku tak akan menukarmu dengan Iron Man.

- Serius? - Iya. Dan...

Aku menyukaimu.

Dan?

Oh, apa tadi?

Ah, penjahat. Kupikir aku melihat penjahatnya.

- Apa katamu? - Tapi tidak usah khawatir.

Aku takkan merepotkanmu lagi. Aku akan melakukannya sendiri.

Karena aku, kau kehilangan pekerjaanmu.

Hey, aku kehilangan pekerjaan atau tidak, kau harus beritahu aku soal itu.

Tapi itu sedikit samar...

- Apanya? - Itu...

Aku bertemu dengannya melalui lagu.

Lagu?

Pada malam Hee Joon tewas, aku dengar suara orang bersiul...

Di luar gedung pengadilan juga.

Kupikir pelakunya datang ke pengadilan.

Tapi... bagaimana bunyinya?

Ah.

Ah, ini...

Apa ini musik dari dunia lain? Ini...

Bagaimana mengatakannya? Ini sangat unik. Lakukan lagi.

- Lagi? - Iya.

Ah, pahit.

Ah, pahit. Ini tidak enak.

Hey, cukup.

Sudah, sudah. Apa yang dia pakai? Wajahnya? Usianya berapa kira-kira?

- Um, soal itu-- - Ya.

- Aku tidak ingin merepotkanmu lagi. - Apa?

Karena aku, kau mengalami kesulitan...

Jadi aku akan lakukan sendiri. Jangan khawatir, Jaksa No.

Aku tidak khawatir, aku cuma penasaran.

Astaga, Eun Bong Hee itu tidak tahu apa-apa.

Ah, masih pahit saja.

Di tempat anakku meninggal...

...kau makan, tidur, dan bernafas.

Bisa-bisanya kau masih hidup?

Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi pada anakmu.

Aku minta maaf. Tapi...

Aku... Bukan aku pelakunya.

Aku tahu kau tidak percaya, tapi...

Aku tidak bisa mengakui hal yang tidak kulakukan.

Tapi aku tidak menemukan bukti bahwa kau tidak melakukannya.

Mengertilah.

- Tak ada bukti aku melakukannya. - Tentu ada!

Jika No Ji Wook tidak merusak sidang, kau sudah ada di penjara sekarang!

Bukti itu... dipalsukan.

Apa?

Aku benar-benar minta maaf atas ucapanku ini.

Tapi jaksa bertanggung jawab untuk membuktikan aku bersalah.

Dan menurut peraturan, aku tidak bersalah.

Jika kau yakin aku bersalah, jaksa harus membuktikannya.

Aku tak perlu membuktikan bahwa aku tidak bersalah.

Tapi aku akan buktikan itu.

Demi diriku sendiri, demi Jaksa No...

Demi ibuku...

Dan...

...demi kau dan Hee Joon, aku akan tangkap--

Aku tidak tahu,

bagaimana kau meracuni anakku.

Dan bagaimana kau meracuni No Ji Wook,

jadi kau bisa tanpa malu lepas dari hukumanmu,

dan menemukan kebebasanmu.

Tapi sekarang aku tahu, kau bukan orang biasa.

- Jaksa Ji-- - Tapi...

Aku tegaskan padamu, kau akan menyesali kebebasan yang baru kau temukan.

Aku akan menangkapmu, tak peduli apa pun.

Aku akan pastikan itu.

Selama kau dan aku masih hidup...

Aku akan menghancurkanmu, menghukummu, tak peduli apa pun.

Ayah.

Aku berhenti dari pekerjaanku.

Aku tak bisa menyelesaikan kasus terakhirku sebagai jaksa...

...dan aku berhenti.

Apa? Kau mau jadi seperti Ayah?

Ya, kalau aku sudah besar, aku mau jadi seperti Ayah.

Wow, aku merasa terhormat.

Tidak ada kehormatan yang lebih besar dari mendengar anakku ingin menjadi seperti aku.

Aku minta maaf.

Karena tidak menjadi orang sepertimu.

Karena...

...melanggar janjiku.

Selamat datang, No Ji Wook!

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Karena aku menyukaimu. Aku menyambutmu.

Pergi!

- Ah, sebentar. - Kenapa? Katakan.

- Aku bilang ke seseorang, kami takdir buruk. - Kau? Siapa?

- Cukup dengarkan. - Okay, aku dengarkan.

Selama bukan aku yang kau benci--

- Kau lebih buruk. Jauh lebih buruk. - Sial.

Pokoknya...

Aku bilang, kami takdir buruk dan jangan bertemu lagi. Tapi aku penasaran.

Aku mau bertanya sesuatu. Jadi kalau aku telepon duluan,

- Hey, kau tampak menyedihkan. - Kau pikir begitu?

Tentu. Dia akan berpikir, kau cuma main-main.

Tapi... Aku suka itu.

Kalau aku jadi dia, aku suka itu.

Bagiku, kalau kau menelepon saat aku tidak berharap, aku jadi bahagia dan bersemangat.

Aku merasa begitu saat kau meneleponku, Wook.

Kalau aku tidak tahu itu, itu kejutan.

- Pergi. - Itu dia!

Jika kau meneleponku setelah itu. Jantungku berdegup kencang.

Hey.

Jangan menipu dirimu dengan berpikir tak ada yang terjadi karena tingkahku ini.

- Okay. - Tolong pergilah.

Tapi, Wook...

Di sini juga ruanganku.

Ini mejamu, dan itu mejaku.

Aku harus pergi ke mana?

Astaga, aku malas kuliah.

Membosankan.

- Lupakan, makan saja. - Astaga.

Eun Bong Hee!

- Kau mau makan dengan kami? - Hey! Berhenti!

Cha Eun.

Ayo pergi.

Aku memutuskan mendengarkan semua lagu di dunia sampai aku menemukan melodi itu.

Bukan ini. Selanjutnya.

Aku bahkan mengirim pesan untuk pelakunya.

"Aku sedang mencarimu. Jadi, temui aku jika kau bisa."

Hey, Pelaku.

Ayo kita berkelahi dan lihat siapa yang menang. Kau siap?

Di sinilah satu-satunya tempat si pelaku meninggalkan jejak.

Setelah itu, dia pergi ke mana kira-kira?

Tidak mungkin.

Mereka bilang, pelaku selalu kembali ke TKP.

Eun Bong Hee?

Jaksa?

Kau bikin kaget saja! Kenapa tidak bilang itu kau?

Kau tidak tanya siapa aku!

Bukan berarti kau bisa berjalan melewati tempat menyeramkan ini tanpa sepatah kata!

Hey, haruskah aku mengenalkan diriku sambil jalan saat tak ada yang bertanya?

Lihat di mana kita.

Ini tempat di mana aku bisa menyangka kau pelakunya!

Hey, siapa suruh datang ke sini sendiri, jam segini?

Aku ingin menelusuri jejak pelaku...

Apa kau mencemaskan aku?

Tidak, kenapa aku harus?

Betul. Kenapa juga?

Jaksa, kenapa kau datang ke sini?

Sebagai jaksa yang ahli, fakta bahwa kasus terakhirku belum terselesaikan...

Bagaimana bilangnya, ya?

Itu menyakiti harga diriku dan menggangguku.

Begitu.

Aku akan temukan melodi itu untukmu--

Tidak, lupakan. Aku akan beri CCTV dari pengadilan. Periksa wajahnya.

Tapi aku tidak lihat wajahnya.

Kau bilang lihat pelakunya.

Memang, tapi aku bilang samar karena aku hanya bertemu dia lewat melodi.

Dia melewatiku sambil naik sepeda, dan di pengadilan--

Mel...

Jangan bilang "melodi" lagi.

Kenapa kau jadi marah padaku?

Baik, seperti apa sepedanya? Sepeda jenis apa itu?

Semua sepeda terlihat sama. Punya dua roda.

Memangnya semua sepeda berbeda?

Wow, aku tidak tahu itu...

Dan mengira kau punya petunjuk.

Aku sangat penasaran soal itu...

Aku tak bisa tidur atau kerja, dan datang ke sini mencarimu!

Eun Bong Hee, kau benar-benar...

Sudah kubilang akan mengurusnya sendiri dan kau tidak perlu bertanggung jawab--

Apa yang bisa kau urus sendiri? Apa yang bisa kau lakukan?

Datang ke sini sendirian?

More Indonesian subtitles for Suspicious Partner

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left