The first 200 lines.
Pada 8 Januari 2004, ada orang menghilang.
Wanita dengan nama daring, "Hasumi". Dari diskusi anonim forum, "2 Channel".
Karya ini sudah diadaptasi dari konten terbitan asli.
Stasiun Kisaragi.
"Stasiun Kisaragi." Stasiun arwah zaman modern.
Pintu akan ditutup. Harap perhatian semua penumpang.
Stasiun Shin Hamamatsu.
Hayama
Pikirkan bagian selanjutnya. / Baik.
Sampai nanti. / Daah.
Kau di sini untuk wawancara? Silakan masuk.
Permisi.
Orang Hilang di Hibayama. Gadis Hilang di Bulan Mei.
Saksi Kasus Soshi-Cho. Akankah Misteri Mempengaruhi Kasus?
Hilang Mendadak di Jalur Sanki
Maaf menunggu.
Senang bertemu denganmu. Aku Haruna Tsutsumi.
Aku Sumiko Hayama.
Kutulis lewat pesan tidak perlu membawa apa-apa...
Terima kasih sudah meluangkan waktu dari jadwal sibukmu untuk wawancara hari ini.
Rin, cepat tinggalkan ruangan.
Baik
Silakan duduk.
Terima kasih.
Itu putrimu?
Tidak, itu keponakanku.
Ada SMA swasta dekat sini.
Aku membantu saudaraku dengan merawatnya saat dia sekolah.
Kalian punya hubungan baik.
Nona Tsutsumi, kau mahasiswa?
Ya, aku jurusan Antropologi.
Tesis kelulusanku tentang, "Orang Hilang Misterius".
Karena aku selalu merasa ada perasaan deja vu.
Karena itu kau mengunjungiku?
Aku ingin menulis konten baru yang belum pernah dilihat orang.
Ada banyak orang sepertimu.
Tapi banyak orang tidak serius dan tidak percaya sama sekali.
Tapi, aku... / Tak apa, kita saling mengirim banyak pesan.
Nona Tsutsumi, kau yang bisa kupercayai.
Nona Hayama.
Kuharap kau menceritakan.
Sekitar 8 Januari 2004.
Kau ke dunia lain.
Aku pulang kerja sangat larut hari itu
Naik kereta terakhir
23 Agustus 2004, 23:40
Aku meminta saudaraku untuk menjemputku di Stasiun Saginomiya
Kereta Api Enshu harusnya tidak punya terowongan
Tapi kereta tiba-tiba memasuki terowongan
/ Lalu...
Aku tidak tahu apa yang terjadi
Kurasa...
...kereta ke suatu tempat.
Ada seorang pegawai di kereta
bersama dengan tiga pria dan wanita muda
dan gadis SMU. Kelimanya sedang tidur
Tirai di ruang operator ditutup, jadi tidak bisa melihat ke dalam.
Hei, bangun. Kau siswi SMU Sea Beach, 'kan?
Hei! Bangun!
Permisi.
Di mana ini?
Aku ketiduran.
Di mana ini?
Daisuke, di mana ini? Cepat periksa!
Tidak ada sinyal?
Semua orang bangun bingung dengan situasi.
Lalu kereta tiba di stasiun.
Kita sampai.
Apa yang kau lakukan?
Di mana ini?
Pintu terbuka.
Stasiun Kisaragi
Stasiun Kisaragi. Kau sudah keluar dari kereta?
Semua orang berpikir itu stasiun tidak aktif, tapi...
Aku belum pernah dengar nama itu.
Masih tidak ada sinyal. / Di mana ini?
Di mana itu Kisaragi? Tidak pernah dengar.
Kau harusnya membangunkanku.
Maaf.
Tunggu, kita tak bisa kembali?
Hei, tidak ada kereta api?
Aku bertanya padamu. / Aku tidak tahu.
Tidak berguna.
Kau tahu di mana toiletnya?
Aku tidak tahu…
Bukannya ini aneh?
Apa kabar?
Aku harusnya turun di Saginomiya.
Ada kereta bisa kunaiki pulang?
Maaf, aku juga tidak tahu
Apa yang terjadi?
Tembok itu... / Tembok?
Sepertinya biasa saja. / Maaf, pasti imajinasiku.
Melihat seragammu, kau pasti dari SMU Sea Beach, benar?
Kau tahu aku?
Aku tidak tahu.
Aku guru di sekolah itu.
Benarkah?
Aku baru setahun di sana.
Beberapa siswa tidak mengenalku.
Permisi.
Namaku Sumiko Hayama. Kepsek Kelas 1. Senang bertemu.
Aku Asuka Miyazaki, Kelas 3.
Hei.
Jika kereta datang, bangunkan aku.
Permisi.
Hei!
Kau menyuruhku berkeliling?
Kau menyuruhku?
Aku tidak menyuruhmu.
Apa maksudmu?
Mungkin kereta akan datang.
Lebih baik menunggu di stasiun...
Ayo. Aku haus.
Kau tidak apa-apa?
Maaf.
Lalu, aku juga meninggalkan stasiun bersama siswa Miyazaki itu.
Mencari alat transportasi lain.
Tapi cuma ada rumah di dekat stasiun.
Tapi rumah-rumah itu...
Rasanya tidak ada yang tinggal di situ.
Permisi, ada orang?
Permisi!
Guru, tidak ada seorang pun di sini.
Bukannya itu aneh? Tidak ada orang sama sekali.
Mari kita lihat lagi.
Ayo, Miki!
Minggir.
Shota, tunggu aku...
Guru, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Entah ada apa. Mari kita kembali.
Ada apa? Sialan!
Daisuke... / Berisik.
Permisi. Ada apa...
Aku tidak tahu, tapi Daisuke... / Aku ingin pulang.
Ayo.
Hei, mau ke mana?
Ke stasiun berikutnya.
Jangan bodoh. Tunggu saja di sini. / Aku tak bisa tinggal di tempat ini!
Hei, tolong jelaskan.
Di mana temanmu?
Apa itu?
Itu suara Daisuke. Aku sudah tak mau di sini!
Ayo.
Sangat bodoh.
Jangan tinggal di sini terlalu lama.
Kita pergi juga.
Kau percaya kata mereka?
Tidak ada orang di sekitar sini.
Jelas ada banyak rumah.
Bukannya itu aneh?
Ayo.
Tunggu. Kau mau pergi?
Kau mau pergi?
Lalu kami jalan berjam-jam.
Tunggu!
Apa yang kau lakukan?
Tolong katakan ada apa.
Kau tidak akan percaya jika kuberitahu.
Katakan!
Tidak ada yang tahu.
Kami sedang mencari toko serba ada.
Tapi Daisuke tiba-tiba menyuruh kami kembali.
Dia tidak pernah menyuruhku berkeliling. Aku sangat kesal, aku mendorongnya
Dan meninggalkannya di sana.
Lalu, Daisuke tiba-tiba berteriak minta tolong, aku sangat ketakutan.
Tidak mungkin, dia berubah menjadi sesuatu seperti itu.
Berubah menjadi apa?
Dia tertutupi yang tampak seperti pembuluh darah
Entah, kami cuma ingin kabur.
Daisuke... / Shota, apa yang harus kulakukan?
Mana aku tahu! / Kau jawab!
Kenapa aku harus menjawab teleponmu?
Menelpon, Daisuke
Hei? Pak Daisuke, kau baik-baik saja?
Daisuke. Apa yang terjadi?
Kudengar suara festival. Aku cuma memberitahumu.
Dengar, suara itu.
Drum taiko?
Ada yang tinggal di sini?
Shota, ini... / Saat Daisuke diserang, taiko ini... / Ayo!
Lari.
Tunggu, kenapa? Mungkin kita bisa minta bantuan.
Apa yang terjadi?
Tunggu... / Lari. Ayo!
Aku tidak bisa, Shota. Mari istirahat.
Jika aku terus berlari, aku akan kelelahan.
Hei, berdiri!
Atau kau pergi duluan.
Kau ini… / Kau takut pergi sendirian?
Apa? / Mari kita istirahat bersama.
Kenapa kau begitu sombong!
Hentikan itu.
Siapa yang kau suruh?
Hentikan. Jangan menyuruhku.
Hei!
Terlalu berbahaya berjalan di atas rel.
Apa? Di mana mereka?
Shota, di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.