The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh kuryu_kohei Jakarta 10 Januari 2018
Akhirnya... kau memanggilku.
Kau benar-benar datang.
Wah... kau bisa melakukan itu? Keren.
Aku memang keren, karena itulah kau tidak mati.
Aku 'kan sudah bilang. Darahmu bahaya.
Katanya, aku harus dalam bahaya dulu, baru kau bisa datang.
Kali ini kau datang untuk menyelamatkanku, kan? Son Oh Gong.
Kalau mau memanggilku, harusnya yang lengkap, Dewa Agung, Son Oh Gong.
Wah... keren banget, Son Oh Gong.
Kacau nih, aku tidak bisa menahan diriku.
Kau masih ingin memakanku?
Oh, si manusia bodoh itu melepaskan Son Oh Gong lagi?
Padahal, si Dewa Agung bisa dapat kekuatan besar kalau mau memakannya.
Woo Ma Wang,tahan dirimu! Ingat, di sini masih banyak manusia.
Kalau Dewa Agung sampai memakan Sam Jang, sebaiknya kita kabur saja!
Diam!
Son Oh Gong! Si kampret maniak itu!
Dia sudah pakai Geum Gang Go!
Sam Jang berhasil memakaikan Geum Gang Go padanya!
Begitu ya?
Kau 'kan pakai Geum Gang Go, kenapa masih begini?
Aku sudah bukan makananmu lagi. Jangan begini.
Hentikan, Son Oh Gong.
Hentikan. Cukup. Berhenti!
- Syukurlah. - Tidak, masih ada bahaya besar.
Kelihatannya, aku yang kena sial setelah memakai Geum Gang Go, ya?
Sepertinya... bencana besar akan muncul setelah ini.
Apa maksudnya?
Aku jatuh cinta padamu.
Berkat gelang ini, sepertinya aku jadi sangat jatuh cinta padamu.
Bagaimana menurutmu kalau begitu? Bencana, kan?
Kalau Geum Gang Go yang dulu akan melingkar dikepalanya dan sakitnya...
lebih parah saat diperintah.
Tapi, yang dibuat sekarang lebih manusiawi...
Jadi, Geum Gang Go yang kuberikan pada Sam Jang, tipe terbaru?
Geum Gang Go yang ini akan mengikat hatinya.
Jadi... gelang itu akan melilit di hatinya?
Benar sekali. Kekuatan Geum Gang Go memberi pengaruh perasaan cinta padanya.
Cinta? Cinta?
Cinta. Kurungan dan kepatuhan secara sukarela.
Perasaan cinta yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Jadi, saat memakai itu Son Oh Gong akan jadi budak cintanya Sam Jang?
Apa yang kau inginkan dariku, sekarang?
Sebenarnya, aku ingin menemui Pal Gye,
tapi rasanya aku jadi tidak bisa meninggalkanmu.
Bukan urusanku. Itu bukan salahku.
Masih tidak ngaku? Kau yang kasih ini!
Kau yang buat gelang ini bekerja saat kau menciumku, kau ingat?
Aku tidak tahu kalau sampai begitu.
Tidak tahu? Kau kira aku percaya begitu saja? Buktikan saja!
- Bagaimana? - Cium aku lagi.
Aku jadi bisa tahu, ciumanmu itu sengaja atau tidak.
Ayo.
Aku tidak mau. Gak usah bohongi aku lagi deh.
Iya, benar. Tapi, masa' kamu tidak mau coba lagi? Tenang saja.
- Otakmu ngeres ya?/-Padahal, aku coba jujur, kenapa jadi galak?
Kalau kau mau marah, cium aku dulu!
Dasar... bikin malu saja.
Hah? Hei, kau mau kemana? Cium aku dulu! Hei!
Hei, kau pikir aku pasti cuma ingin mempermainkanmu tapi aku serius loh.
Bagaimana ini?
Aku sudah jatuh cinta.
Ini menyakitkan tahu.
Walaupun kau melotot, aku rasa kau masih cantik.
Lalu, bagaimana ini? Apa kau mau?
Apa kau sanggup terima cintaku? Tidak, kan? Makanya, lepaskan ini.
Kenapa harus kulepaskan?
Jadi, kau mau terima cintaku? Kalau begitu, cium aku.
Dasar gila.
Aku gila gara-gara kamu!
Coba kau pikirkan perasaanku, setelah kau hina aku, aku tetap tak bisa membencimu
Memangnya aku perduli?
Itu bukan urusanku.
Yang penting, kau tidak bisa menyakiti dan harus melindungiku. Aku tidak perduli.
Karena aku tidak mencintaimu. Aku bodo' amat.
Kenapa? Kau sakit ya?
Aku sakit karena disakiti oleh orang yang aku cintai.
Bahaya juga kalau kau sakit.
Nah, kau cemas kan?
- Apakah? - Kau kelihatan cemas.
Bilang saja kau cemas, mungkin sakitku hilang.
Habisnya, kau kelihatan tersiksa begitu.
Aku hanya pikir, apa kau benar-benar sakit, itu saja kok.
Aku ini Dewa Agung, Son Oh Gong.
Sakit seperti ini hanya geli-geli bagiku.
Baiklah. Jadi, kau pikir kau masih kuat, ya?
Bukan sekedar kuat.
Tubuhku ini gabungan Inti Bumi dan Dewa-Dewa.
Aku tidak merasakan sakit apa-apa.
Oh, dingin.
Oh... Hei, berikan aku syalmu.
Sini.
Oh, dingin. Dingin sekali.
Kau bilang, kau tidak merasakan sakit.
Aku juga kedinginan tahu!
Aku ini lahir dari gunung berapi, kau bisa bayangkan kena dingin?
Dewa Agung yang tubuhnya dari Inti Bumi dan Dewa,
kenapa kau tega ambil syal dari manusia yang lemah ini?
Aduh, dingin. Dingin sekali...
Kenapa kau lihati aku seperti itu? Tidak boleh!
Kalau kau minta ini juga, aku bisa mati kedinginan.
Rasanya...
aku mulai menjadi aneh.
Walaupun sebenarnya aku kedinginan, tapi aku mau mengembalikan ini padamu...
apa menurutmu ini tidak aneh? Hah?
Apa menurutmu ini masuk akal?
Hatiku terluka saat aku terkurung di sana.
Dan, begitu aku melihat wajahmu tadi.
Aku langsung sadar, aku terluka karena aku sangat ingin bertemu denganmu.
Harusnya kau sudah tahu itu, kan?
Kalau ini bukan cinta, lalu apa namanya?
Kita berdua sama-sama tidak menginginkan hal ini.
Maka itu, lepaskan sajalah.
Kalau aku lepaskan, kau tidak akan datang saat nanti aku memanggilmu.
Aku tidak mau melepasnya.
Ya sudah kalau begitu.
Aku akan datang seperti orang gila setiap kali kau memanggilku. Pulang sana.
Kacau kalau begini.
Aku monyet, bukan anjing. Bagaimana ini?
Membayangkannya saja aku malah makin kedinginan.
Tidak... aku tidak boleh lengah.
Aku tidak boleh lengah.
Oh, gali sebelah sini juga.
Aduh, pinggangku.
Hei, cepat gali.
- Cepat. - Kita harus gali di sebelah sana juga.
Sudah seperti batu es. Aduh!
Aduh, pinggangku.
Oh, sebelah sini juga.
Oh.
Akarnya mengganggu.
Hei. Waw.
Hei.
Cepat.
Aku mau minum dulu.
Kampret.
Aku paling gak suka disuruh mengubur mayat.
- Sumpah. - Aduh, pinggangku.
- Kakak! - Apa, apa?
- Mayatnya hilang. - Hah?
Hei, ke mana mayatnya?
Apa jangan-jangan perempuan itu belum mati?
Kau ini bicara apa? Jelas-jelas, mayatnya sudah kaku.
- Aku tahu. - Ya sudah, sekarang kita kabur saja.
Kabur, kabur.
Kak, kita harus bilang ke klien kita kalau mayat itu hilang, kan?
Jangan, nanti kita yang jadi mayat kalau begitu. Bilang saja sudah dikubur.
Baiklah, jadi sudah kita kubur, ya?
Kubur siapa?
Aku ya?
Oh, tidak!
Mau kemana kita?
Aku agak mabuk nih...
kau saja yang supirnya ya?
Aku baru bisa berkendara.
Mau aku ajari? Bagaimana kalau ke Yangpyeong?
Baiklah.
Wah, gila. Yang benar saja nih?
Kalau ketemu yang seperti ini enaknya disebar di media sosial nih.
Plat nomornya juga harus kelihatan.
Berapa plat nomornya? 5050.
Oh Gong? Itu mobilnya Oh Gong.
Wah, kaget aku!
Wah, 5050 itu benar-benar gak tahu aturan!
Wah, luar biasa.
Hari ini, muncul seekor babi hutan yang mengganggu di wilayah Gangnam...
saat ini, babi hutan itu sudah menghilang tapi pihak Kepolisian masih mencarinya.
Jeo Pal Gye ini memang sudah mengkhianatimu, Kakak Son Oh Gong.
Aku minta maaf.
Pal Gye, Dari awal, aku memang tidak percaya padamu. Jadi, tidak masalah.
Aku merasa bersalah. Tapi yang membakar foto itu...
itu Ma Wang! Benar 'kan, Sa Oh Jeong?
Yang memberikan Geum Gang Go pada Sam Jang juga Ma Wang.
Ya iyalah, tidak mungkin seorang manusia bisa mendapatkan benda seperti itu.
Apa kau akan melawan Ma Wang?
Dulu, aku berhutang budi padanya, sekarang berarti sudah lunas.
Syukurlah kalau kalian berdua tidak akan bertengkar.
Tapi mulai sekarang aku tidak akan membiarkannya hidup tenang.
Aku akan mengirimkan ratusan lalat ke tempatnya.
Sudah ratusan tahun.
Iya, sudah lama ya.
Siapa yang memberitahumu aku sudah bertemu Sam Jang?
Jae Seok, informasimu salah. Kau fokus syuting saja sana.
Apa maksudmu sedikit saja? Aku sudah bilang, aku tidak tahu.
Aduh, kakak dari Cina menelponku. Sudah dulu ya.
Halo, kakak Jackie Chan.
Apa? Aku belum menemukan Sam Jang.
Aku tidak tahu.
Tunggu sebentar ya.
Apa-apaan ini? Bahkan Jolie juga menggangguku!
- Yang benar saja. - Pak PresDir, pak PresDir.
Pak PresDir. Ada masalah besar.
Ada apa?
Kenapa?
Sa Oh Jeong bilang katanya kau berhasil menemukan Sam Jang.
Bukan Sa Oh Jeong, pasti si brengsek Son Oh Gong itu yang menyebarkannya.
Pantas saja hari ini banyak yang menggangguku.
Aku sudah mengumpulkan semuanya di ruang rapat.
Kalau sudah begini, bukan sebaiknya kita menangkap dan memakannya bersama?
No comments yet. Be the first to leave one.