The first 200 lines.
PENDAHULUAN
UTARA PALING JAUH, 1857
Kapten!
Kapten!
Bisa bicara?
Kita harus tembus es.
Awak lapar dan lelah.
Tidak bisa pertahankan laju ini tanpa akibat.
Semuanya, dengar!
Makin lama tunda kerja, makin kuat cengkeraman es.
Lanjutkan kerja.
Bergiliran.
Pak, dengan hormat...
Awak butuh kepastian.
Kepastian?
Bahwa kita akan kembali ke St. Petersburg begitu kapal lepas.
Mereka menduga kapal tidak akan tahan. Mereka ingin tahu...
Dengar!
Kalian maupun perwira ini tidak sepantasnya menduga apa pun.
Kita mendaftar untuk suatu misi dan akan menyelesaikannya.
Kita akan mencapai Kutub Utara.
Paham?
Ada ledakan, Kapten.
Sekitar tiga kilometer.
Bawa orang.
Anjing keretanya baik-baik saja.
Lalu dari mana asal darah ini?
Sebelah sini, Kapten!
Pria terluka. Hilang banyak darah.
Pundaknya cedera, kakinya patah.
Diserang beruang?
Kurasa bukan, Kapten.
Larsen, bantu buka sepatunya.
Kaki palsu.
Letakkan dia di tandu.
Cepat! Ke kapal! Sekarang!
Larsen, makhluk itu datang.
Siapkan senapan!
Ikuti perintahku.
Bidik!
Tembak!
Kelompok lain!
Tembak!
Semua ke kapal!
Di mana pria yang kita bawa?
Di mana?
Makhluk apa itu? Apa maunya?
Bawa dia kepadaku!
Pemuras. Larsen, ambil pemuras!
Victor.
Victor!
Aku membunuhnya.
Aku membunuhnya.
Itu masih hidup!
Tangga!
Naikkan tangga!
Bawa dia kepadaku!
Sisa berapa tembakan?
Satu. Itu tidak bisa mati.
Aku tahu.
Sasaranku bukan dia.
Laudanum untuk pereda nyeri. Minum.
Di mana aku?
Kapal Kerajaan Denmark, Horisont.
Aku Kapten Anderson. Ini dr. Udsen.
Berapa awakmu yang mati?
Enam.
Itu akan kembali dan bunuh yang lain.
Bunuh kalian semua, jika perlu. Kecuali kalian serahkan aku.
Tidak. Itu hilang.
Tenggelam di air beku. Mati.
Itu tidak mati!
Tidak bisa mati.
Aku berusaha hancurkan itu.
Percaya atau tidak,
itu akan kembali mencari aku.
Saat itu terjadi,
berjanjilah kau akan letakkan aku di es.
Biarkan aku diambil.
Tolong.
Makhluk macam apa itu?
Iblis macam apa yang menciptakannya?
Aku.
Aku.
Aku yang menciptakannya.
Aku telah bertekad bahwa kenangan akan kejahatanku harus mati bersamaku.
Sudah siap.
Sebagian ceritaku adalah fakta.
Sebagian bukan, tapi semuanya benar.
Namaku Victor.
Victor Frankenstein.
Ayahku memberiku nama itu.
Kau tahu apa artinya?
Ya, kurasa aku tahu. Penakluk.
Pemenang segalanya.
Ya. Semua dimulai dengan dia.
Ayahku.
Ibuku juga.
Victor!
BAGIAN I KISAH VICTOR
Victor!
Victor!
Turunlah. Ayahmu datang.
Aku di sini, Ibu.
Aku di sini.
Ayahku adalah seorang baron dan dokter bedah terkemuka.
Dia menikahi ibuku demi keuntungan,
karena maharnya besar dan Ibu keturunan bangsawan.
Itu menjadi sarana untuk mempertahankan kedudukan Ayah dan properti keluarganya.
Dia tidak pernah hadir dalam hidup kami,
tapi saat dia pulang, seisi rumah mematuhi kehendaknya.
Claire, Sayang.
Di lain waktu...
Victor.
Ayah.
Di lain waktu, Ibu adalah milikku.
Tidak, bawa itu kemari.
Mineral dalam daging akan memperkaya darahmu
dan darah bayi.
Kau makan untuk dua orang.
Ayo.
Itu bergizi.
Malaikat pelindung,
pendamping yang baik.
Tetaplah di sisiku dan jangan tinggalkan aku.
Lindungi aku di balik jubahmu, dan...
Kudengar mereka lewat dinding, berdebat tanpa henti,
saling berteriak tentang kekayaan, warisan... dan aku.
Suara mereka membuatku takut.
Ayah membenci kami berdua.
Rambut kami yang hitam legam, mata kami yang gelap dan dalam.
Bahkan tabiat kami yang pendiam dan terkadang gugup
tampaknya membuatnya sangat jengkel.
Sebutkan dengan seakurat mungkin klasifikasi kuno
cairan tubuh manusia.
Darah, empedu hitam, empedu kuning, dan lendir.
Jantung pria rata-rata. Bobotnya?
255 hingga 311 gram, Ayah.
Bobot rata-rata jantung wanita?
226 hingga 283 gram.
Menurutmu kenapa begitu?
Perbedaan massa pada jantung wanita?
Kedalaman perasaan?
Kecenderungan melankolis?
Massa. Volume darah, Ayah. Irigasi otot.
Benar. Tidak ada muatan spiritual dalam jaringan.
Tidak ada perasaan dalam otot.
Kini jelaskan fungsi utama katup trikuspid.
Aku tidak ingat, Ayah, tapi aku yakin akan ingat.
Ya, pasti begitu.
Gading tidak berdarah, Victor.
Daginglah yang berdarah.
Saat kau ingat fakta, pasien mungkin sudah mati.
Kau paham?
Fungsi utama katup trikuspid
adalah mencegah aliran balik darah ke vena kava.
Jangan tanganmu. Jangan itu lagi.
Kini itu adalah alat dari keahlian dan kehendakmu.
Harus dirawat.
Tapi wajahmu tidak berguna.
Kau menyandang nama Ayah, Victor, sekaligus reputasi Ayah.
Ayah minta kau ingat itu.
Kartu Ibu pasti sangat bagus. Bagus.
Tiga...
Dua...
Satu...
Mustahil.
Aku yang kocok.
Ibu?
Ayah!
Ayah. Ibu.
Air panas dan kain bersih. Yang banyak. Sekarang.
Ya, Tuan.
- Tidak! - Ibu?
Ayah!
Selamatkan dia, tolong!
Ibuku, yang telah kuanggap bagian dari diriku,
yang kukira tidak akan pernah pergi,
yang merupakan kehidupan... kini telah menjadi kematian.
Matanya padam,
senyumnya membasahi tanah yang dingin.
Pergi!
Kalian semua, pergi!
Sebagian dari semesta telah dilubangi
dan cakrawala menjadi gelap sepanjang waktu.
Kini tutup matamu.
Jangan lihat sebelum Ayah izinkan.
Sekarang.
William tumbuh dengan keceriaan dan senyum.
Dia memiliki watak yang lebih tenang dan lembut, jelas lebih disukai oleh Ayah.
Terima kasih, Ayah.
Dengan senang hati, Nak.
Dia adalah angin sepoi, aku adalah awan badai.
Dia penuh tawa, aku selalu masam.
Pegang tali kekang.
Lihat aku, Ayah. Lihat aku.
Ada lebih dari itu.
Atau tepatnya, ada sesuatu yang hilang.
Ibuku meninggal
di tangan dokter paling terkemuka pada masanya,
No comments yet. Be the first to leave one.