Solo

Solo

Download Indonesian Subtitle

Release info

Solo 2013 DVDRip XviD-QaFoNE Indonesian
A Commentary by SatoruGolojo
Original Subtitle from @manvagtoo, Sync & Translated By Satoru Golojo.

Tags

dvd
full_subtitles
extended_edition
uncensored_version
hardcoded
professional_translation
Published on: 2026-02-08
Downloads: 20
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo,

Hai, sayang. Apa kabar?

Ya, aku nggak tahu,

Nggak, dia sudah berhenti menggangguku,

Kurasa dia capek terus meneleponku,

Nggak, sekarang aku mau makan dulu,

lalu entahlah, mungkin nonton TV,

Seperti biasa,

Ya,

Ya, besok hari lain lagi,

Ya, Vicky,

Aku sudah dengar, cukup, serius,

Oke, aku tutup ya. Dadah,

Baiklah,

Oke. Ya, ya, besok jam sembilan, seperti kesepakatan kita,

Semuanya sudah siap,

Oke,

Aku juga sayang kamu,

Cium, temanku. Dadah,

Tanpa ragu, aku telah berdosa

karena kekecewaan atas ketidaktegasanmu.

Kau menanam penilaianmu sendiri.

Kau bandingkan pada hakim keputusan cepat.

Sungguh mukjizat! Aku saudara dari disfungsi dan ketidakadilan.

Aku telah mengunci diriku

dan akan terbangun di tempat lain.

Sekali lagi, sendiri, bebas. Kau tak akan kembali,

meski aku remuk dan kecewa.

KAU SENDIRIAN?

AKU NGGAK TAHU, OTAKKU BUNTU,

YA, AKU SENDIRIAN,

KALAU KAMU?

Kau tak akan kembali,

meski aku remuk dan kecewa.

AKU PENGIN KETEMU ORANG, LIHAT AJA NANTI GIMANA,

TERUS FOTONYA?

NGGAK, AKU NGGAK PUNYA DI SINI,

OKEEE,

Aku diabaikan, diremehkan.

Kemarin kau abaikan aku, hari ini aku tak menyerah.

Aku mencarimu dan memohon.

Rencanaku untuk kita berdua. Kau menyia-nyiakan kesempatanmu.

Mulut pedas sekali! Kupikir aku bakal mati.

Kuteriima angka yang kau dapat saat melempar dadu.

Giliranmu selesai, sekarang giliranku bermain.

Halo,

Oh, hai. Ada apa?

Semuanya baik-baik saja?

Ya,

Ya, itu juga bikin aku terangsang,

Sayangnya kamu nggak punya foto,

Maksudku foto wajahmu,

Kamu nggak punya sama sekali?

Kamu pembohong, aku nggak percaya,

Dan aku juga nggak percaya semua itu milikmu,

Nggak,

Oke, cukup. Serius,

Di rumahku, bosan,

Nggak, aku nggak keluar hari ini,

Besok aku harus bangun pagi, jadi aku di sini saja,

Ya, aku tahu kamu dekat, tapi kamu nggak punya foto, ingat?

Ya, tempatku cukup luas, tapi fotonya sudah ada belum?

Oke, kita ngobrol lain kali saja,

kalau kamu sudah punya foto,

Oke,

Senang ngobrol denganmu,

Dadah,

Dadah,

Hai,

Kenapa? Dapat fotonya?

Nggak,

Nggak ya nggak. Begitulah aku,

Serius? Kamu segitu kerennya? Berarti aku rugi besar,

Oke, baiklah. Nanti kita ketemu,

Entahlah… satu jam lagi,

Nggak, di pojok Caseros dan San Martin.

Itu dekat buat kita berdua,

Oke,

Sampai ketemu. Dadah,

-Hai, -Hai,

-Manuel, -Julio,

Namamu Julio?

Ya, kamu siapa…? Maaf,

-Manuel, -Manuel, ya,

Aku agak gugup, soalnya…

aku jarang ketemu orang dari ruang chat,

Aku juga. Sama,

Jadi?

Gimana?

-Aku baik, -Aku juga,

SENDIRI

Ya, masuklah,

-Kamu masih kedinginan? -Nggak, aku sudah nggak,

Ini tempat tinggalmu?

-Kamu tinggal sendiri? -Iya, kenapa?

-Mau minum sesuatu? -Boleh, ya,

-Ada apa saja? -Ada semua. Kamu mau apa?

-Whisky? -Ada whisky,

-Baik, -Oke, santai saja,

Akan kunyala­kan pemanas kalau kamu masih dingin,

Hei, Manuel, tempat ini punyamu atau sewaan?

Andai saja milikku. Nggak, aku belum bisa punya tempat begini,

Di sini. Kita duduk, ya?

Jadi sewa tempatmu mahal?

Aku lagi cari tempat, kontrakku habis beberapa hari lagi,

Mahal, tapi ditanggung pekerjaanku,

-Kerjamu apa? -Aku kerja di studio desain,

Desain apa?

Furnitur,

Kalau kamu?

Aku menatapmu,

Kalau kamu? Kamu bi?

Nggak, aku gay. Kenapa?

Entahlah, kamu kelihatan nggak begitu,

Jadi kamu single?

Sekarang aku di sini sama kamu,

Ya jelas aku single, Manuel. Kalau nggak, aku nggak bakal di sini,

-Kalau kamu? -Kalau aku kenapa?

Kamu lagi sama seseorang?

Tau nggak? Kupikir kamu bakal nanya apa aku bi,

Segitu kelihatannya?

Nggak, aku nggak sama siapa pun,

Aku sudah sendirian cukup lama,

Tapi kita ganti topik saja, ya?

Kamu yakin?

Yakin soal apa?

Kalau kamu nggak sama siapa pun,

Entahlah. Waktu kutanya, kamu gugup dan menunduk,

Dengar, Manu, aku nggak mau ribet,

Aku sudah agak muak dibohongi,

Selalu begitu,

Aku ketemu seseorang, obrolannya selalu sama,

mereka ngomong manis, jelas akhirnya kita bercinta,

dan ujung-ujungnya aku selalu disakiti,

Aku nggak paham,

Aku ingat semuanya,

Waktu kita telepon, kamu bilang, “Cuma pacarku yang ngewe aku,”

Iya, dan itu benar. Kamu mau?

Kalau aku masih punya pasangan, nggak masalah, paham?

Tapi sekarang aku sendirian, serius,

Aku baru putus. Menyebalkan, tapi sekarang aku sendiri,

Aku single, serius,

Tapi kita baru di sini berapa lama? Apa? Lima menit?

Santai saja, serius,

Oke, aku santai,

Tenang,

Tunggu…

Kamu yakin nggak sama siapa pun?

Iya, aku yakin,

Ada apa?

Nggak apa-apa, aku cuma melamun,

Mikirin apa? Ceritain,

Aku lagi mikirin Horacio,

Aku ketemu dia sekitar tiga tahun lalu,

Sebelumnya aku belum pernah sama laki-laki,

Kita baru kenal lima menit, tapi aku merasa bisa percaya kamu,

Aku juga ngerasa begitu…

Maksudku, soal percaya kamu,

Mau ngopi?

Dengan senang hati,

Aku punya banyak fantasi, tapi tak pernah kulakukan,

Dan saat ketemu dia, aku kehilangan kendali seperti orang bodoh,

Entahlah, saat itu cuma aku dan dia,

Dan aku percaya semua ucapannya,

Kami punya dua tahun yang indah,

dan seiring waktu, keluarga dan teman-temanku mulai paham,

Kami menjalani hidup normal,

Hidup gay, tapi cukup normal,

Dan kami sangat bahagia,

Tapi lalu entahlah…

hal-hal sial mulai muncul,

Dalam kurang dari enam bulan aku mengenal semua tempat gay murahan,

Aku seks via telepon, seks di toilet umum, threesome…

Seks chatroom, gangbang,

Semuanya,

Tau apa yang paling bikin aku marah?

Dia nggak pernah bilang kalau bakal seperti itu,

Yang paling parah…

Dan jangan menghakimiku atas yang mau kukatakan…

Tapi…

Aku malah terangsang oleh semua itu,

Masalahnya…

dia ingin terus melakukannya…

Sesuatu yang baru… laki-laki lain,

Lalu yang lain lagi,

Aku segera kembali,

Aku ke kamar mandi,

Kamu lagi apa?

Dia pacarku,

Jangan cemburu,

Sebaiknya kamu pulang,

Besok kita harus kerja,

Dan jangan terus menelepon,

Sekali saja cukup, itu saja,

Kalian bakal ninggalin aku sendirian?

Tau apa? Aku pulang sekarang. Bisa panggilkan taksi?

Sudah larut dan aku nggak suka sendirian di sana,

Manuel, ganti seprai,

Dia menginap sama kita,

Sudah terlalu malam buat dia di luar,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left