The first 200 lines.
= Episode 7 =-
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Tekanan darahnya lemah.
Nadi, tulang, dan dagingnya rusak parah dan terjadi pembekuan darah.
Jika itu menjalar ke jantungnya...
Jika begitu, apa yang terjadi?
Dia takkan bisa melewati masa kritisnya.
Aku menyakini dia dikejar oleh sekumpul orang sebelum terjatuh ke tebing.
Sepertinya temanku menyembunyikan kekasihku.
Dan terjatuh dalam musibah ini saat akan kembali.
Tuanku, soal selirku yang membuat keributan di kediaman anda kemarin...
kumohon maafkan dia.
Dia takut kalau pertanda pembawa kematian telah sampai di lingkungan pemerintah.
Sepertinya dia terlalu mengkhawatirkan itu.
Jadi, aku telah menegurnya hingga menangis.
Baiklah.
Ya.
Beberapa hari lalu, sejak ada mayat yang ditemukan di pantai.
Ada kepanikan terjadi di warga desa.
Jadi, anda pasti telah kecewa juga. Hamba sangat menyesal, Tuan.
Aku tahu kalau kau memiliki buah langka dan berharga.
Ah, ya. Itu jeruk kepruk.
Walau aku petugas biasa, aku memiliki selera bagus untuk makanan.
Aku mendapatkannya setelah berlayar dari Pulau Tamra (Sekarang Pulau Jeju) melalui banyak kesulitan.
Begitukah?
Penginapan ini mungkin satu-satunya tempat yang bisa memakan buah begini di desa ini, kan?
Tentu saja. Harganya... sangat mahal.
Tapi jeruk ini ditemukan saat pemeriksaan...
mayat yang ditemukan di pantai.
Di hari kematiannya, orang yang terakhir dia temui adalah dirimu.
Kau bertemu dengannya di malam itu dan menawarinya minum, dengan buah ini.
Dia tewas karena meminum alkohol yang dibubuhi racun, dan kau membuangnya ke pantai.
Namun, jejak racun itu tidak ditemukan saat pemeriksaan awal.
Di hari pertama itu salju turun dan air membeku, mayat membeku seperti es, tapi...
berbeda saat pemeriksaan kedua mayat itu.
Mayat beku itu mencair, racun yang tersaring dari wadahnya ditemukan.
Tuanku, aku bodoh dan tak mengerti yang anda...
- Masuk! - Ya!
Kami baru menemukan wadah racunnya di kamar Yang Seung Gil.
Tuanku, ini tak adil.
Pengawal anda tak tahu apapun. Aku sudah dijebak.
Tuanku!
Lepas! Kalian tidak mau melepasku?
Jalan!
Apa yang kalian lakukan?
Tenanglah.
Jika Se Hwa hidup, aku akan biarkan kau hidup.
Siapa itu? Aku tidak tahu.
Jika kau tidak tahu, kau bakal mati.
Bahkan jika aku tak bisa temukan Se Hwa,
kau akan mati di tempat ini.
Dengar! Pimpinan kota telah terpedaya oleh makhluk itu dan mencoba menghancurkan desa.
Dia mencoba menyelamatkan duyung yang membawa badai dan menyebabkan orang meninggal!
Coba keluar selangkah saja.
Menurutmu semua mata dan mulut ini akan tetap diam?
Oh, tidak, jangan!
Mutiaraku!
Maaf. Aku datang terlambat.
Se Hwa, kau suka mendengar mimpiku, kan?
Kau dengar?
Dalam mimpiku, kita terlahir kembali.
Kita bertemu dan bersama kembali.
Kau datang dari lautan jauh untuk menemuiku.
Dan walau aku tak bisa mengingatmu,
kau sudah ada dalam hatiku.
Se Hwa.
Kau mau mendengar cerita itu lagi?
Legend of the Blue Sea
Aku harus memastikan sesuatu.
Yah.
Kau... bisakah kau mengatakan ini?
Mengatakan apa?
Aku mencintaimu.
Lalu kau jadi milikku?
Kau akan berkorban? Kehilangan?
Apa?
Aku akan jadi yang pertama berkorban saat salju pertama turun.
Aku sungguh tidak tahu kau yang pertama berkorban. Kau milikku?
Apapun kataku, kau akan mempercayaiku?
Apa maksudmu?
Katamu kau mencintaiku. Itu maksudnya, kan?
Mari kita bilang kau mencintai seseorang.
- Itu berarti kau berkorban. - Apa itu "berkorban"?
Itu berarti, kehilangan. Kau kehilangan. Dengan kata lain, jika kau mencintai seseorang.
apapun yang dikatakan orang itu, kau akan mempercayai semuanya.
- Itu berarti kau dalam masalah. - Kenapa?
Itu berarti kau bergantung ke pria itu. Jika dia menyuruh ini, kau lakukan.
Jika dia berkata itu, kau akan turuti. Jika dia berbohong, kau mempercayainya. Itulah cinta.
Jadi, haruskah kau berkata itu ke pria atau tidak?
Harus.
Tidak! Kau tak harus berkata itu.
Jika kau berkata seperti "aku mencintaimu" padaku, itu berarti kau milikku.
Jika kau berkata begitu padaku, aku mungkin memanfaatkanmu dan berbohong juga.
Aku akan mengambil alih dirimu.
Begitukan cinta. Benarkan?
Ah, aish. Siapa yang bicara omong kosong begitu?
Ada seseorang. Orang baik.
Siapa? Seorang pria?
Ya, seorang pria.
Jadi, seorang pria. Dia sinting!
Apa itu sinting?
Dia brengsek gila.
Melihatnya bicara begitu, dia jelas bajingan dan playboy.
Itu semua sumpah serapah, kan?
Benar. Kau jangan pernah keluar dengan brengsek begitu.
Apa sungguh baik padamu? Huh?
Saat hujan, dia memayungiku, dan memegang tanganku saat sendiri.
Ah, tangan...
Aku yakin dia akan berbuat apapun... demi menggoda seorang wanita.
Dia membuatkanku ramen.
Ra... ramen! Wow, ramen!
Apa dia bilang mau masuk ke rumahmu dan makan ramen sebelum pergi?
Wow, brengsek tak tahu diri!
Dia bukan tak tahu diri.
Dia orang baik.
Jika dia orang baik, kau harusnya bersamanya bukan bersamaku.
Dan biar kuperjelas, kau salah paham... Saat kubilang....
"aku mencintaimu" bukan karena aku benar-benar mencintaimu,
tapi aku menyuruhmu berkata itu, untuk memastikan sesuatu.
Aku mencintaimu.
- Haruskah aku mengatakannya lagi? - Tidak usah.
Aku bisa mengatakannya lagi.
Tidak, tidak usah.
Jangan mengatakannya.
- Darimana kau? - Dari tempat ski.
Kalian kencan?
Kencan, kepalamu!
Dia merengek minta salju, jadi kubawa dia kesana.
Itu kencan. Benarkan, Tae Oh?
Brengsek ini terus melototi orang tiap saat.
- Kau mau? - Tidak, terima kasih. Kau bisa makan semua sepuasmu.
Kau mau?
Kau lagi bertengkar dengannya?
Tidak.
Terus kenapa dia marah-marah?
Yo, kamar atas!
Hei!
Apa?
Karena aku tak bisa tidur, aku terus memikirkan hal tak berguna. Kau masih menemuinya?
- Siapa? - Siapa lagi? Yang tadi...
Ramen! Kau masih menemuinya?
Ya, masih.
Masih?
Begitu. Kau masih menemuinya.
Yah, bagaimana penampilannya?
Dia cantik.
Matanya berkilau.
Dia pasti seperti banci.
Kau harusnya lebih hati-hati dengan pria begitu! Apa bagusnya pria yang terlihat cantik?
Pria itu harus penuh gairah!
Kau... jadi kau mengatakan itu juga padanya?
Apa?
Kau tahu... Yang kau katakan tadi di tempat ski.
Aku mencintaimu?
Ya. Itu. Kau katakan ke brengsek itu juga?
Aku mencintaimu.
Ya, aku mengatakannya.
Kenapa?
Buatmu, perkataan itu gampang ya.
- Mengatakan itu ke siapapun. - Aku tidak mengatakannya ke siapapun.
Kenapa kau sampai berteriak?
Naiklah! Siapa yang menyuruhmu turun, eh?
Naik sana.
Tapi, yah, mungkin itu bagus.
Sejujurnya, aku merasa terbebani, khawatir kau ada perasaan khusus padaku.
Semoga berhasil buatnya.
Buat aku. Aku datang untuk menyelesaikan sesuatu dengannya.
Baguslah!
Sangat bagus! Semoga berhasil! Cepat naik sana!
Dia datang untuk menyelesaikan sesuatu dengannya? Lalu, kenapa dia kemari?
Haha, bukankah dia lucu?! Ah, menyebalkan.
Menyebalkan.
Se Hwa!
Se Hwa! Se Hwa!
Apa itu?
Mimpi apa itu?
Ahjussi ini, teman Joon Jae.
[ Pimpinan Departemen Ahjussi Nam ]
010-0960-1303
Dia tidak menjawab telepon anda. Anda akan terhubung ke kotak suara.
Halo?
Oh, ada apa?
Pimpinan Departemen Nam? Dia belum pulang kerja.
Apa? Bagaimana?
Dia tipe orang begitu? Jadi dimana dia sekarang?
Baiklah, kututup sekarang.
Apa yang terjadi, Ayah?
Pimpinan Nam berkendara sambil mabuk kemarin malam dan kecelakaan.
Ahjussi tidak suka minum.
Bagaimana kau tahu? Bagaimana bisa kau menilai orang dari penampilannya?
Jadi, seberapa parah lukanya?
Haruskah kita menjenguknya di rumah sakit?
Dia belum sadar. Sepertinya serius.
Benarkah?
Oh tidak. Bagaimana ini?
Saat kau mau ke rumah sakit, pergi bersamaku.
Baiklah, kita pergi bersama.
[ 2) Bandara Internasional Incheon 21/8/2016 Diduga sebagai petugas parkir, dia mencuri mobil mewah dan kabur ]
Ini sudah 3 bulan. Selama 3 bulan, brengsek Ma Dae Young itu...
tanpa aksi kriminalitas, keberadaannya masih suram.
No comments yet. Be the first to leave one.