The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
BERDASARKAN PERISTIWA ASLI DAN TERINSPIRASI KEJADIAN NYATA
TOKOH DALAM FILM INI TAK BERKAITAN DENGAN TOKOH DI DUNIA NYATA
Aku tak ingin melakukan hal benar
Tak ada waktu untuk itu
Kau tak akan mendengarku merengek
Tak ada waktu untuk itu
Sebelum aku mati, aku ingin surga
Seratus persen
Sebelum aku mati, aku ingin surga
Seratus persen
Sebelum aku mati
Aku akan bercinta sampai tak ada batas Di antara kita
Sebelum aku mati
Aku ingin mempertaruhkan nyawaku Sampai nilainya hilang
Sebelum aku mati
Akan kuhajar dia dan siapa pun Di belakangnya
Aku tak takut rasa sakit, aku bisa atasi
Untuk waktu yang lama, Berengsek
Aku akan bertahan sampai tumbang
Aku tak ingin melakukan hal benar
Tak ada waktu untuk itu
Kau tak akan mendengarku merengek
Tak ada waktu untuk itu
Sebelum aku mati, aku ingin surga
Seratus persen
Sebelum aku mati, aku ingin surga
Seratus persen, omong-omong
Sebelum aku mati
Sebelum aku mati
Sebelum aku mati
Sebelum aku mati
EMPAT TAHUN SEBELUMNYA
Bagus, Angelito, sempurna.
Lanjutkan.
Hati-hati, ya?
Omong-omong, makan cepat.
Lihat dia. Di sana. Lihat?
Yang bokongnya besar?
Bukan.
- Yang bersama Estrella, temannya. - Sial.
Aku bercinta dengannya di toilet Space hari Sabtu.
Kau sudah tahu itu?
Apa maksudmu? Aku tak melihat apa-apa.
Benarkah? Kau tak mengetuk pintu, Bajingan?
Ya, karena aku harus kencing.
Teman-teman, mereka mentertawakan kita.
- Sapa mereka. - Tidak. Lupakan.
- Dia seksi, 'kan? - Yang mana?
Estrella, Bung.
Lupakan dia, Kawan. Dia pacar Poli.
Bukankah dia dipenjara?
Tidak. Dia bebas setelah empat hari.
Dan di malam yang sama dia merampok toko.
Dia pasti sudah sering meniduri Estrella.
Membantunya masturbasi.
Dia memegang penismu dengan mulutnya, dan seperti…
Bisakah kalian diam?
Angelito marah.
Kenapa, Angelito? Estrellita merangsangmu?
- Sialan. - Kau mau ke mana? Kita sedang bicara.
Jangan marah, Kawan.
Hei, satu hal.
Lain kali, katakan di hadapanku. Kau tak keberatan?
Bagaimana dengan kalian?
Ada apa dengannya?
Itu yang kusuka. Diam.
Apa kabar, Kakek?
Apa? Ada serangga di tanaman?
Jangan bahas serangga denganku. Aku muak dengan mereka.
Ini akan memusnahkan mereka.
Baik, tapi jangan berlebihan, ya? Nanti tak bisa dimakan.
Dan Chico? Bagaimana keadaannya?
Chico nakal karena Gitano.
Dia tak tahu apa-apa soal anjing.
Kau juga tidak.
Apa kabar, Chico?
Apa kabar, Berengsek?
Kau tak sabar bertemu denganku, Bajingan?
Apa kabar, Nak?
Apa kabar, Gitano?
Kau sedang apa?
Di sini, bersama pria ini.
- Ia tampak sehat, ya? - Tampak sehat.
Ia lebih gemuk.
Apa? Aku mengatur makanannya.
Awasi ia. Ia makan apa pun yang ditemukan.
Jangan beri ia makanan yang diberi Kakek.
Aku tak pernah memberikannya.
Itu lebih tercemar daripada Chernobyl.
Dia menaruh kotoran lama di kebun.
Lebih baik daripada mengomel di rumah seharian.
Kau tahu?
Jadi, kita bawa ia keluar?
Kau melihatnya?
Tidak. Entah di mana ia.
Di mana anjing itu? Ia selalu melakukan ini.
- Bagaimana jika ia ke jalan? - Tidak mungkin! Ia akan datang.
Chico!
Chico!
- Chico, kemari! - Lihat ia.
- Chico! - Kemari, Chico.
Chico, kemari.
- Ada apa, Chico? - Kemari.
Kemari.
Kemari.
Bajingan, anjing pintar.
Kau dari mana saja, Anjing Kotor?
Bajingan.
Apa kubilang? Dari atas sana kita pasti…
Seperti semut.
Benar, 'kan? Itu yang kukatakan.
Andai mereka bisa melihat kita, "Persetan kalian bajingan kaya."
Ayo, cepat.
- Chico, mau ke mana? - Bajingan.
- Mau minum? - Beri aku Rum dan Coke.
Hei, boleh aku minta tolong?
Tentu.
Bisa beri tahu temanmu mereka berengsek?
Sudah kuberi tahu mereka tiap hari.
Ya, tapi aku muak mendengar mereka meniduri temanku.
Jika ingin pamer, pamerkan jerawat mereka.
Dengan jerawat, maksudmu Manuel? Pria di sana.
Dahulu dia selalu punya masalah jerawat, tapi kini lebih baik.
Lebih baik?
Kau harus melihatnya saat buruk.
Hidungnya tak terlihat. Dia seperti kentang.
- Ya? Serius? - Sumpah.
Lucu, bukan?
Dia membicarakan temannya.
Tentu.
Kita saling kenal, 'kan?
Kurasa tidak.
Kau yakin?
- Wajahmu familier. - Dari sasana.
Sial, itu benar.
Datanglah ke sasana besok dan kita bisa bicara.
Membicarakan apa?
Kita bisa bicarakan keseksian Estrella.
Tenang. Jangan pamer kekuatan di depanku.
Apa? Itu benar, 'kan?
Aku sangat seksi, tapi itu kataku. Kau diam.
Itu dia, tenang. Siapa namamu?
Ángel.
Angelito.
Dia seksi atau tidak?
Berhenti bersikap berengsek.
- Tenang. - Aku sangat tenang.
Aku hanya menanyainya.
- Dia seksi atau tidak? - Ya, dia seksi.
Sangat seksi.
Persetan kalian berdua, dua pria tangguh!
Ayo, berkelahilah!
Baik, Angelito.
Datang ke sasana besok sore!
Datanglah, jangan jadi pengecut!
Kenapa kita kemari? Kau akan memberitahuku?
Kuminta kau datang?
Kau mau kubiarkan datang sendiri agar bajingan ini bisa menghajarmu?
Mereka pikir ini bukan ide buruk.
Karena mereka berengsek.
Aku temanmu dan aku tak mau mereka menghajarmu.
Itu urusanku.
Menurutmu Estrellita akan datang
untuk mengobati wajahmu yang terluka?
Sialan. Si berengsek itu tak datang.
Jika dia tak datang, kita sudah menepati, 'kan?
Kita?
- Kau mulai sombong, ya? - Sudahlah, Kawan.
Angelito, masuk.
Tidak mau?
Ada hal lebih baik selain membantu temanmu masturbasi?
Tidak, Ángel, jangan.
Lihat, Pintas, mobil bagus.
Penggerak empat roda, baik.
Bawa alat bajak mobil?
Tentu saja.
Kau menghajarku kemarin.
Aku tak menduganya.
Apa ini?
Apa menurutmu?
Jika kau mau keluar, katakan sekarang.
Jangan membuat masalah nanti.
Polisi akan datang dalam tiga menit.
Kita harus bergegas, mengerti?
Mengerti.
Bagus.
Angelito, ikut aku.
Ayo!
Ayo, cepat!
Ayo, terakhir! Cepat, Semuanya!
Sial.
Ayo! Ada yang datang!
Ayo, cepat!
Tas di bagasi! Cepat!
Sial!
Mobilnya!
POLISI
Kita harus ke jalan tol! Belok kanan! Cepat!
Kenapa kita tak dikejar?
No comments yet. Be the first to leave one.