The first 180 lines.
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Nona Himedaka!
Sakura—
Seperti itulah Hinagiku yang ada sekarang.
Aku membutuhkan amarah.
Seakan tidak bisa hidup tanpa kebencian,
hingga tidak bisa melangkah maju ke depan.
Aku...
Iya.
Oh, begitu.
Baiklah.
Iya, baik.
Permisi.
Sakura, habis telepon dengan siapa?
Orang dari Desa Musim Dingin.
Membahas soal pekerjaan.
Oh, begitu.
Apa ada masalah?
Tidak.
Hei, Sakura.
Rombongan Tuan Rosei, setelah ini akan tiba, kan?
Benar.
Agendanya hari ini dan sebentar lagi tiba.
Kalau menunggu di kafetaria lantai satu,
apa bisa tahu kalau Tuan Rosei sudah tiba?
Kalau memang itu yang Nona Hinagiku mau, mari kita sambut kedatangannya.
Tapi saya beri tahu lebih dulu,
Sakura tidak bisa bersikap ramah pada mereka.
Iya.
Sakura, rambut Hinagiku aneh tidak?
Masih tetap cantik setara pusaka negara.
Kalau kimononya? Ada yang aneh tidak?
Begitu anggun bagai bidadari yang turun dari surga ke dunia.
Bila melakukan sesuatu yang membuat Anda bermuka sedih,
akan langsung saya tebas di tempat.
Tidak, boleh.
Kalau begitu, akan saya pukul.
Itu juga tidak boleh.
Saya, tidak bisa apa-apa, dong.
Awasi saja.
Misalkan Tuan Rosei tidak menerima Hinagiku yang sekarang,
rasanya tidak bisa disalahkan.
Tapi, kalau bisa jadi dekat,
rasanya bisa membantu untuk mengembalikan "diriku"
pada semua orang.
Hinagiku sebenarnya
ingin mengembalikan "diriku" pada kalian bertiga
yang ingin "diriku" lindungi.
Hinagiku ingin mempertemukan "anak itu" pada Tuan Rosei.
Tapi, tidak bisa.
Meski begitu, Hinagiku yang palsu ini
tetap bisa melakukan sesuatu.
Sekarang, bisa dekat lagi dengan Sakura, kan?
Karenanya, kalau bisa begitu juga dengan Tuan Rosei dan yang lain.
Tidak usah sama seperti yang dulu.
Juga tidak harus cinta.
Dengan begitu, rasa sakit semua orang dari sepuluh tahun lalu
mungkin bisa berubah.
Sakura, Hinagiku sudah berubah.
Sudah bisa melangkah lagi.
Itu semua berkat Sakura.
Karena apa pun keadaannya,
Sakura selalu ada di dekat Hinagiku.
Jadi kali ini biar Hinagiku...
Saat Sakura sudah lelah membenci seorang.
Biar Hinagiku yang menerima Sakura dengan lapang.
Boleh, ya, Sakura?
Sakura tidak mau bicara dengan Kakanda Itecho?
Eh?
Sa-Saya...
Kebakaran. Kebakaran.
Telah terjadi kebakaran.
Kebakaran?! Di lantai berapa?!
Ayo turun dulu ke lantai satu lalu ke luar!
Jangan pakai lift! Lewat tangga saja!
Nona Utusan juga tolong kemari!
Di sebelah sana ada tangga darurat.
Ayo, mari.
Mari turun sama-sama ke lobi.
Sakura?
Kebakaran!
Sebelah sini!
- Minggir! - Cepat!
Tetap tenang!
Tolong maju perlahan!
Ada apa?
Pihak keamanan?
Para utusan sekalian!
Ada kebakaran! Segera turun ke bawah!
Mari, di sebelah sana!
Sakura?
Tolong cepat kemari!
Nagatsuki, izin bertanya sesuatu.
Ada apa memangnya?!
Ayo ce—
Yang mereka pakai di balik baju, kelihatannya tebal sekali.
Kenapa, mengenakan rompi antipeluru?
Eh, kenapa tiba-tiba tanya begitu?
Ro-Rompi antipeluru?
Mana mungkin pakai seperti itu.
Cih.
Ada lagi yang mau jadi mangsa aliran Kangetsu?!
Tutup pintu tangga darurat!
Bisa jadi ada rekan mereka di bawah.
Ba-Baik!
Jadi kau adalah pengkhianatnya?!
Kalau wanita divisi keamanan adalah mata-mata Penyamun,
penyerangan Istana Musim Gugur jadi masuk akal!
Bukan!
Aku ingin melindungi Nona Musim Semi—
Kalian datang kemari pastilah takdir!
Kami sudah mewaspadai pergerakan Kasai, jadi menyiapkan situasi darurat!
Nona Utusan Musim Semi, mari kita pergi sama-sama.
Tolong berikan musim semi abadi ke dunia!
Nona Hinagiku, tolong jangan melihat.
Nanti mata Anda ternoda.
Mohon tenang saja.
Kami adalah Higan-Nishi yang memuja Musim Semi.
Higan-Nishi?
Sana.
Terima kasih.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Memang bagus kalau penyamun itu kembali ke markas mereka.
Tapi kalau tidak, ini betulan cuma buang waktu, kan?
Tapi kalau berhasil ditangkap, bisa dipaksa membeberkan informasi.
Apakah bisa?
Penyamun yang lebih dulu ditangkap di penyerangan Istana Musim Panas,
masih belum mau buka mulut.
Ah, bikin kesal saja para penyamun itu!
Ampas banget.
Main culik gadis sekecil dia—!
Perhatikan lagi kata-katamu!
Habisnya, jadi utusan harus berurusan sama hal begini melulu!
Mereka betulan ingin kubuat babak belur!
Berapa lama lagi?
Sebentar lagi sampai.
Terasa lebih jauh dari biasanya.
Serangan musuh!
Kau tidak apa-apa?!
Minggir, kau berat.
Aduh, bikin kesal saja.
Kalau informasi dari Azami benar, berarti lawan kita Kasai.
Ayo cepat kita selesaikan.
Secepat mungkin aku ingin bertemu Hinagiku dan Sakura.
Aku juga sama.
Sama sekali tidak ada habisnya.
Apa perlu kubantu?
Kau ini tidak jago menembak, kan?
Bukan urusanmu!
Hei, hei!
Banting setirnya!
Ishihara! Tolong siapkan penyelamatan korban luka dan mobil yang bisa dipakai!
Baik!
Kamu bantu lindungi Utusan!
Baik!
Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?!
Mereka organisasi yang menculik utusan untuk dijadikan pengganti anaknya sendiri.
Jangan pikirkan logikanya, aku saja mau muntah.
Berikan itu.
Yang itu, berikan padaku.
Akan kuhabisi sekaligus.
Akan kuberi mereka berkah pembekuan.
Jawab, Nagatsuki.
Higan-Nishi seharusnya sudah hancur setelah berselisih dengan Kasai.
Sepuluh tahun lalu.
Di insiden penyerangan Desa Musim Dingin,
Nona Hinagiku mengorbankan dirinya untuk melindungi utusan musim lain.
Kami yang begitu tersentuh melihat penampilan beliau.
Melepaskan diri dari kubu pemberantas dan mendirikan Higan-Nishi.
Lalu menganut paham pemujaan Musim Semi.
Aku masuk ke Biro Empat Musim,
No comments yet. Be the first to leave one.