The first 171 lines.
Tidak perlu takut.
Jika ingatan tentang sihir hilang, rasa takutnya pun akan sirna.
Kau hanya akan menjadi orang luar.
Ini bukan ulah kami, kataku!
Kenapa kau tak mendengarkan?
Jangan. Aku mohon, jangan.
Ini…
Ranjang Pasir Ular?
Mereka mencoba menjelaskan,
tapi kau tak mendengarkan. Jahat!
Siapa mereka?
Mereka anak-anak.
Mereka membakar panjinya.
Aku juga.
Orang dewasa yang memperlakukan anak-anak sebagai semacam spesies…
Aku benci itu.
Bukan situasinya yang penting,
tapi fakta bahwa aturan telah dilanggar.
Ketertiban dan kedamaian dunia ini
bisa ditegakkan hanya karena setiap penyihir mematuhi kode etik.
Satu retakan saja bisa menghancurkannya.
Karena itu, tidak boleh ada pengecualian.
Kau menolak mendengarkan anak-anak,
tapi kau sendiri banyak bicara.
Jangan sentuh murid-muridku, Easthies.
Begitu rupanya.
Jadi, mereka muridmu.
Tidak heran, kesombongan mereka setara dengan gurunya.
Kalau murid teladan itu sepertimu, aku menolak.
Apalagi kalau ini yang dianggap tugas oleh Ksatria Moralis.
Kami hanya ingin melindungi ketertiban.
Sihir yang cukup kuat untuk membentuk ulang daratan,
seperti Pegunungan Dadah dan Hutan Thristas,
adalah sihir perang sebelum Hari Perjanjian.
Jika sihir seperti itu digunakan pada era ini,
tentu saja itu harus ditangani.
Tetap saja,
tidak adil menghapus ingatan tanpa mendengar alasannya.
Selain itu,
aku tak ingat pernah membekali mereka keterampilan atau alat
untuk sihir berskala sebesar ini.
Mungkin bukan darimu,
tapi itu mungkin ulah Penyihir Bertopeng.
Hei, kalian!
Kalian bisa berdebat sesuka hati,
tapi apa kalian lupa tugas kalian sebagai penyihir?
"Menyebarkan berkah sihir kepada semua orang."
Anak-anak itu lebih paham soal itu daripada kalian.
Jangan berdiri saja. Kalian juga bantu mereka.
Kalian punya panji serbaguna itu, bukan?
Apa itu akan menyembuhkannya?
Tidak, aku hanya menghentikan pendarahan.
Aku akan membawanya ke Kalhn.
Kalau segera menemui dokter, nyawanya bisa sela…
Aku melihatnya. Kau memperbaiki panji itu dengan sihir!
Kau bisa menyembuhkannya, bukan?
Sihir seharusnya punya kemampuan itu!
Tidak, itu tidak benar.
Tapi…
Itu tak mungkin!
Lepaskan aku.
Atau aku tak perlu membawanya?
Maaf.
Tolong rawat dia.
Segel area ini.
Hanya penyihir yang boleh masuk.
Begitu para orang luar itu pergi,
kita lakukan penyelidikan menyeluruh.
ATELIER OF WITCH HAT
DALAM KECURIGAAN KSATRIA MORALIS
Hanya sihir dasar yang fundamental.
Ini tidak cukup untuk membuat seluruh tepi sungai longsor.
Benar.
Tunjukkan tanganmu.
Penyihir Bertopeng kadang menggambar segel di tubuh mereka sebagai tato.
Sihir terlarang yang meningkatkan
atau mengubah tubuh guna memperkuat kekuatan sihir.
Kapalannya masih baru dan tangan yang masih ternoda tinta sihir.
Sudah cukup, bukan?
Kami akan memulai penyelidikan setelah melapor ke Aula Besar.
Jika ternyata memang kalian penyebabnya,
kami tak akan memberi ampun.
Ingat apa yang baru kau pelajari.
Sebaiknya, kau berhati-hati.
Itu menegangkan.
Aku senang semuanya baik-baik saja.
Kami yang dewasa seharusnya tidak meninggalkan kalian.
Maafkan aku.
Guru sama sekali tidak salah.
Meski begitu, Agatha dan Coco,
aku ingin kalian mengerti betapa berbahayanya itu.
Jika ada yang mengetahui rahasia sihir,
kita harus menghapus ingatan semua orang yang kita bantu.
Ingatan seseorang adalah hidupnya.
Pertimbangkan hal itu sebelum kalian bertindak.
Kami minta maaf.
Kami akan lebih berhati-hati.
Kejadian ini
mungkin akan menunda ujianku.
Tapi kalian berhasil.
Karena itu,
aku akan mengajukan permohonan ujian tahap kedua untukmu, Agott.
Kalau lulus,
kau akan diakui layak untuk ikut kerja lapangan sungguhan.
Kau berjanji akan menyembunyikan sihirmu sampai waktunya tiba?
Baik!
Apa? Hanya Agott?
Guru! Bagaimana dengan kami?
Kalian belum selesai menggambar seluruh buku teks sihir dasar, bukan?
Aku tak suka ujian, jadi aku tak peduli.
Masih ada ujian lain?
Hei, Qifrey.
Kau yakin?
Bukankah tadi kau cemas karena Agott terburu-buru?
Ya.
Tapi…
sudah tidak lagi.
Jadi, menurutku, aku harus percaya kepada mereka.
Kau terlalu lembek.
Begitulah kalau punya murid yang keras terhadap dirinya.
Guru Qifrey,
aku ingin segera pulang dan berlatih.
Tunggu sebentar.
Ada satu hal lagi yang harus kita lakukan.
Gadis itu murid baru Qifrey, bukan?
Kalau rumor itu benar…
Apa kau bisa membuktikan rumor itu?
Tidak.
Kita tak bisa menemukan bukti di rumah yang membatu itu.
Kalau begitu, kita harus membuatnya mengaku. Lihat.
Karena sihir itu, sungai di hilir mulai mengering.
Satu batu jatuh bisa mengakibatkan longsor di tepi sungai, mengubah arus,
dan memaksa semua yang ada di hilir berubah.
Dalam sekejap, lanskap yang tadinya indah
hilang untuk selamanya.
Gadis itu adalah batu pertama yang jatuh.
Dia akan memicunya jika ada kesempatan,
bagaimanapun juga, dia harus disingkirkan.
Pena Olruggio itu istimewa.
Namanya Pena Jarum Api.
Itu bisa mengukir segel baik di batu maupun kayu.
Tapi ini perbaikan sementara.
Air sungainya mulai mengalir lagi.
Tampaknya, mantra debu pasir mulai memudar.
Coco.
Ini, ada yang terjatuh.
Hati-hati.
Jangan lupa topi dan tinta sihirmu.
Maaf! Terima kasih.
Apa? Aneh.
Tinta sihirku tak berkurang sama sekali!
Apa botol ini dibubuhi sihir?
Apa ini terus mengisi ulang sendiri?
Coco, boleh aku melihatnya sebentar?
Ada apa, Guru?
Sihir adalah "kebohongan" yang mewarnai dunia.
Meski tangan yang melukis sihir indah itu
ternoda tinta seperti ini.
Kebohongan…
akan hancur jika dilihat dari dekat.
Berapa lama kau bisa menyembunyikannya?
Tinta ini…
kau dapat dari Pak Nolnoa di Kalhn, bukan?
Ya.
Olruggio.
Bawa anak-anak kembali ke sanggar dulu.
Kau mau ke mana?
Aku…
belum sempat membelikan pena untuk Coco tempo hari.
Tempatnya dekat, jadi aku akan mampir ke Kalhn dulu.
Kalau begitu, aku mau anggur nektar perak.
No comments yet. Be the first to leave one.