The first 200 lines.
PERINGATAN! JANGAN DITONTON BERSAMA ANAK-ANAK, TOLONG KESADARANNYA!
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
Lihatlah kodok menakjubkan ini!
Dimana kau mendapatkannya?
Di tepi sungai. Kodoknya duduk di atas kayu.
Lihatlah ukurannya!
- Seperti raja. - Ayo duduk.
- Itu pasti berat! - Ya.
- Apa dia sudah lewat? - Belum.
- Lihatlah kulitnya... - Ya.
Dia akan datang sebentar lagi! Cepat!
Sekarang giliranku meniupnya.
- Tidak! - Memang!
- Tidak! - Diam!
Siapa yang punya buluh?
Jadi, apa yang bisa kulakukan?
Kau bisa memegang kodoknya.
Aku tidak ingin menonton! Terakhir kali aku menonton.
Diam, Eben!
Menonton itu tidak keren!
Eben, tonton saja!
- Cepat! Dia datang! - Ayo, ayo!
Jangan jatuhkan!
Cepat, cepat!
Baiklah, ayo pergi! Ayo!
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
- Ibu bilang itu jahat. - Apa?
- Meledakan kodok. - Kenapa?
Dia bilang membunuh itu dosa.
Itu hanya kodok.
Masih saja itu salah, hal buruk membuatnya mati.
Ibuku sudah meninggal. Dia ada di Surga.
Tidak, dia di dalam peti mati.
Bohong! Dia ada di Surga! Dia jadi malaikat.
- Apa itu malaikat? - Seorang bayi dengan sayap.
Setiap kali kau membuat ibumu menangis, kau membunuh satu malaikat.
Aku selalu membuat ibuku menangis. Terkadang Aku hanya memandangnya dan dia menangis.
Seseorang yang tidak berkedip, mereka akan ke Surga dan jadi malaikat.
Bukan begitu, Eben.
Ibumu ada di peti mati, dimakan cacing!
Bohong!
- Kau akan menangis, Eben? - Tidak.
Kenapa matamu basah?
Eben menangis! Eben menangis! Eben menangis! Eben menangis!
Digosok seharian dan aku masih bisa mencium baunya...
Bensin dan minyak!
Nafasmu bau sekali.
Kulitmu bau sekali.
Aku ingin tidur, seprainya bau.
Para tetangga menelepon, bukannya mereka menelepon, aku malah melihat mereka mengendus.
Mengendus!
Aku menghabiskan sepanjang hari membersihkannya, lalu kau pulang dan aku mulai dari awal lagi.
Tidak ada pemutih lagi untuk membakar bau busuk darimu hilang, Luke Dove.
Ludahmu terasa seperti itu, kau tahu?
Kau itu bom waktu yang berjalan, Luke Dove!
Suatu hari kau akan duduk di bawah sinar matahari, lalu kau meledak! Duar!
Kau akan--apa namanya? Terbakar!
Segalanya harus berubah ketika Cameron pulang.
Kau dengar?
Dia tidak ingin bangun mencium bensin dan minyak.
Jangan Cameron. Dia sudah terbiasa di kepulauan indah.
Lautnya indah, pasirnya indah...
Semuanya indah.
Ada kelapa di kepulauan indah, tidak ada mobil yang terlihat...
Hanya sampan.
Tidak seperti tempat sampah ini!
Dia berkeringat bensin, pria itu! Itu mengalir darinya!
Segalanya akan berbeda ketika Cameron pulang.
Segalanya akan berubah.
- Aku rindu Cameron. - Ibu tahu, Ibu tahu.
Ibu juga merindukannya.
- Kau haus, Nak? - Tidak.
Kau harus minum.
Kau akan berubah menjadi abu.
- Seorang pria harus minum. - Kau haus, Yah?
Kurasa.
Ingin air?
Itu akan melegakan, Nak.
Baca apa, Yah?
Buku.
Ini dia.
Tentang apa, Yah?
- Vampir, Nak. - Apa itu vampir?
Mereka tidak terlalu baik.
Mereka menggigit lehermu dan meminum darahmu. Semacam itu.
- Tidak terlalu ramah. - Untuk apa mereka melakukan itu, Yah?
Karena jika tidak, mereka akan menjadi tua.
Mereka melakukannya agar tetap awet muda.
Lalu orang-orang yang darahnya diminum, ya, mereka menjadi tua...
...dan kemudian mereka mati.
Pada siang hari, mereka tidur di peti mati... dan pada malam hari mereka berubah menjadi kelelawar.
Jika mereka merasa sangat ingin.
Ada vampir di sekitar sini, Yah?
Ayah tidak akan heran.
Pernah melihat vampir, Yah?
Tidak, belum, Nak.
Meskipun begitu, Ayah tidak peduli.
Urus itu Seth, ya?
Vampirku sedang kejang-kejang.
Isilah.
Tolong.
Apa namamu?
- Seth. - Seth apa?
Seth Dove.
- Berapa umurmu, Seth Dove? - Hampir sembilan.
Apa itu ayahmu?
Ya.
Dia tampak seperti orang-orangan sawah.
- Apa kau orang-orangan sawah, Nak? - Tidak.
Aku berharap kau bukan.
Kami akan menemuimu. Kau mau?
Ya.
Berperilakulah baik, Seth Dove.
Seth!
- Kau meledakkan kodok lagi! - Tidak.
- Yang kudengar berbeda. - Dia berbohong!
- Siapa yang berbohong? - Wanita Inggris!
Aku tahu perangai mu. Pergilah ke sana dan minta maaf!
- Tapi Bu... - Pergi!
Sekarang!
Masuk. Aku tidak menggigit.
Duduk.
Kodok... siapa yang peduli?
Gaunnya yang aku khawatirkan.
Waktu aku kecil kami melakukan yang lebih buruk, ya ampun.
Kami dulu mengikat mercon di ekor kucing dan membakarnya.
Pernah melakukan itu?
Oh, mestinya kau lakukan.
Nak, caranya bergerak!
Pssssh, lurus ke jalan.
Pantatnya terbakar jadi abu.
aku ingat sekali...
...kami memasukkan kenari ke dalam oven Ibuku. Bunyinya Pop!
Meledak.
Sama seperti kodok itu, kalau dipikir-pikir.
Keluarga suamiku dulu suka berburu paus...
...sebelum mereka menjadi petani.
Kau menyukainya?
Ambillah.
Ayo.
Siapa itu?
Itu suamiku.
Namanya Adam.
Aku bertemu dengannya di London.
Aku menikah dengannya dan datang kemari.
Kami bahagia selama seminggu.
Suatu hari, aku pergi ke gudang...
Dan di sanalah dia. Wajahnya merah terang...
...lidah biru, matanya mau meletup.
Dia gantung diri, kau tahu.
Dia... sangat tampan.
Matanya...
...rambutnya...
...kulitnya.
Oh, kulitnya...
Dia biasa memelukku dan bernyanyi untukku.
You are my sunshine...
My only sunshine...
You make me happy...
When skies are gray...
Sekarang tidak ada sunshine (matahari) lagi dalam hidupku.
Aku benci sinar matahari.
Terkadang, hal buruk terjadi secara alami.
Kau terlihat berbeda.
Oh... ya.
Dia membuatku lebih muda, kurasa.
Tanpa dia, Aku bertambah tua dari menit ke menit.
Mengorogoti separuh diriku.
Aku bangun di pagi hari dan separuh diriku tetap dikasur.
Aku tidak sanggup lagi bercermin.
No comments yet. Be the first to leave one.