The first 175 lines.
Abeoji...
Dibanding nyawa, Abeoji memilih keadilan.
Dan memintaku memahaminya.
Sekarang...
...perasaan Abeoji saat menulis surat itu untukku, aku memahaminya.
Sesuatu yang lebih kuinginkan dibanding nyawaku.
Aku juga memiliki sesuatu semacam itu.
Penurunan takhta.
Jusang yang lebih memilih Pyunsoo-hwe,
aku ingin melengserkannya.
Penerjemah .: Writer Ayra :.
Ikutilah aku.
Ga Eun-ah!
Ga Eun-ah!
Ga Eun-ah!
Doryongnim, aku juga akan bertarung melawan Pyunsoo-hwe.
Aku tidak ingin duduk diam tanpa melakukan sesuatu...
...saat mereka mempermainkan standar keadilan negeri kita.
Jangan pergi.
Ga Eun-ah! Ga Eun-ah! Ga Eun-ah.
Ga Eun-ah. Ga Eun-ah!
Biarkan aku masuk! Ga Eun-ah!
Ga Eun-ah.
Ga Eun-ah!
Ga Eun, anak itu, mengatakan apa sebelum masuk istana?
Itu... Asshi mengatakan ada yang harus ia lakukan.
Bahwa ia harus menjadi dayang istana.
Hanya itu yang dia katakan.
Untukku...
...apa dia meninggalkan pesan?
Untuk segalanya,
dia sungguh minta maaf.
Para wanita yang memasuki istana hanya bisa keluar bila mereka mati.
Anda hendak kemana?
Ke istana. Aku mau pergi...
...dan membawa Ga Eun kembali.
Memang Ga Eun Aghassi diseret masuk ke sana?
Apa dia dibawa paksa?
Dia pergi secara sukarela. Dia memang ingin menjadi dayang istana.
Sebab itu, apa alasannya?
Kenapa dia pergi tanpa mengatakan apa pun padaku?
Pasti ada alasan.
Kenapa ia pergi, apa tujuan sebenarnya,
semua itu tidak penting untukku.
Sekarang juga,
Ga Eun akan kubawa kembali.
Dengan kekuasaan apa kau akan membawa Ga Eun kembali?
Memang anak itu akan mati bila kau tidak pergi menyelamatkan dia?
Jadi, Anda menyuruhku membiarkannya?
Dia dayang istana! Wanitanya Raja!
Kau bisa berada dalam bahaya, begitu pula Ga Eun...
...bila kau bersikap tidak rasional. Kenapa kau tidak mengerti?
Biarkan saja dulu, fokuslah bertemu Lee Sun.
Lee Sun... mungkin bisa membantumu.
Jusang.
Karena anak ini sudah kehilangan ayahnya,
dia tidak punya tempat bergantung dan kesepian.
Kau tidak merasa bersalah padanya?
Aku...
...akan menjadikan anak ini dayang istana dan menjaganya.
Bagaimana pendapat Jusang?
Jusang?
Mama boleh melakukan apa saja.
Mulai hari ini, dia...
...akan menjadi pelayan Jusang.
Jusang adalah ayah dari seluruh rakyat di negeri ini.
Akar dari Joseon.
Layani dia dengan segenap jiwa raga.
Ya, Daebi Mama.
Kau boleh pergi.
Ikutlah aku.
Ibumu ini sudah memenuhi janji pada Jusang.
Memasukkan orang luar langsung sebagai selirmu...
...merupakan tindakan melanggar aturan.
Itu sebabnya,
anak itu kujadikan dayang istana dulu.
Ketika saatnya tepat,
kau bisa menjadikan dia selirmu.
Terima kasih, Mama.
Sekarang, apa kau sudah memutuskan...
...hendak bergandengan dengan siapa (bekerja sama)?
Daebi memberimu hadiah berharga, bukan begitu?
Itu sebabnya, aku akan memberimu hadiah juga.
Bisa bertemu kembali dengan keluargamu, bagaimana rasanya?
Ah, kau sudah mendengar kabarnya?
Jenderal Jae Hon kembali.
Ini dia Daepyunsoo baru kita.
Daepyunsoo Eureushin.
Segala urusan baik besar maupun kecil,
aku limpahkan pada Daepyunsoo.
Ingat itu baik-baik di kepala kalian.
Ya, Dae Mok Eureushin.
Jangan mengecewakan aku.
Ya, Dae Mok Eureushin.
Wakil Kepala memiliki permohonan,
mulailah dari situ.
Wakil Kepala, silakan maju ke depan.
Kau bilang, ingin mengelola ladang poppi?
Ya, Daepyunsoo Eureushin.
Bagi seorang Wakil Kepala...
...tidakkah pekerjaan itu terlalu remeh?
Mengelola ladang poppi...
...bukanlah hal yang remeh,
jadi tolong izinkan saya.
Untuk pertama kalinya, ucapanmu membuatku terkesan.
Ladang kecil itu merupakan sumber kekuatan kita.
Kau...
...tidak akan gagal di sana, 'kan?
Baiklah.
Mulai sekarang, Wakil Kepala akan mengelola ladang poppi.
Terima kasih sudah mengabulkan keinginan saya,
Daepyunsoo Eureushin.
Apa maksudmu tidak seperti aku?
Saya tahu dia adalah cucu yang Anda banggakan,
namun untuk menjadi Daepyunsoo saat ini,
dia masih kurang pengalaman.
Bukankah itu aneh?
Apa?
Hwa Gun, maksudku.
Dia bilang dia membenciku karena membunuh Seja.
Dia bilang tak akan pernah bergabung dengan Daepyunsoo.
Dia menangis dan merutukku, bahkan pergi dari rumah.
Namun anak itu, suatu hari...
...mendadak ingin menjadi penerusku.
Cucuku itu...
...kira-kira apa yang ia pikirkan?
Sebagai kakeknya, aku akan mengabulkan keinginannya,
karena dengan begitu...
...rencananya akan lekas ketahuan.
Baiklah. Aku mengandalkan kalian.
Ya, Doryongnim.
Gunung Yeogueji.
Bahkan para pedagang keliling tidak pernah mendengarnya.
Hamba tidak tahu harus mulai mencari darimana?
Dengan memanfaatkan organisasi pedagang keliling,
kita harus menggali lebih jauh.
Jeoha.
Sekarang hari pertama bulan ini.
- Aku tahu. - Jika Anda ke istana,
Anda mungkin bisa bertemu Ga Eun Aghassi.
Bila Ga Eun Aghassi...
berkeras pada kehendaknya menjadi dayang istana,
Anda akan bagaimana?
Jika tidak ada hal lain lagi,
maka hamba akan pergi.
Sebentar.
Pekerjaan ini...
...tidak melelahkan untukmu?
Hamba baik-baik saja.
Cheonha, hamba Kepala Kasim.
Masuklah.
Ga Eun-ah.
Ga Eun-ah.
- Lepaskan aku! - Kenapa sebenarnya kau melakukan ini?
Kubilang lepaskan aku!
Menyentuh seorang dayang istana,
apa kau tidak tahu seserius apa kejahatan itu?
Aku dayang istana,
dan Doryongnim sedang di dalam istana sekarang.
Tolong ingat itu.
Kita ada pertemuan para dayang. Cepat ikut aku!
Baik.
Ga...
Apakah kau yang ingin menemui Jusang Cheonha,
Kepala Pedagang itu?
Ya.
Siapapun yang hendak menemui Paduka Raja,
harus menyiapkan tubuh dan pikirannya.
Kesiapan hati seorang abdi setia.
Seja Jeoha.
Sebelum mulai mengurus permasalahan negara,
Anda harus selalu menyiapkan...
...tubuh serta pikiran Anda.
Kesiapan hati seperti itulah yang dibutuhkan...
...oleh calon Raja selanjutnya.
No comments yet. Be the first to leave one.