The first 200 lines.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
SUATU TEMPAT DEKAT PERBATASAN TURKI/IRAN
Dia memotret-motret di perbatasan.
Jurnalis? / Bukan... Turis.
Urus ini.
Kumohon, ampuni aku, dan akan kudoakan terwujud tujuan kalian.
UNIT INOVASI PERTAHANAN, PALO ALTO, CALIFORNIA
Hadirin sekalian, yang akan anda saksikan ini
adalah evolusi masa depan dalam bidang militer.
Mesin yang beroperasi dengan presisi bedah.
Dan di suatu dunia di mana semua tindakan
diawasi oleh media,
maka teknologi ini memungkinkan negara kita
beserta sekutunya menjadikan ini sarana bertindak cepat dan tegas
dan tanpa bayangan reaksi politik.
Bu Sekretaris, senang anda bisa bergabung dengan kami.
Apa kau mau jelaskan mengapa melakukan
operasi militer gabungan tanpa persetujuanku?
Maaf bila kondisinya begitu, Shelly,
tapi kami di sini hanya sebagai pendukung teknis.
Misi itu dilakukan oleh intelijen Saudi.
Kami hanya meminjamkan aset.
Apa maksudmu? Aset apa?
Gambar visual sudah terlihat.
Hentikan!
Jangan tembak, kita berdua bisa mati!
Naveen Tripathi, dimana dia?
Dia disini, kau bisa kuantar ke tempatnya.
[IDENTITAS TERKONFIRMASI, ANALISA SELESAI]
Yang barusan anda saksikan bukan sekedar sebuah tes
kehandalan teknologi kita
tapi pesan yang jelas untuk musuh kita.
Jika abad ke-21 menginginkan perlombaan senjata lagi,
anda sebaiknya percaya saja bila kami bermaksud memenangkannya.
Apa-apaan itu?
Dia sudah menembak Tripathi.
Coba hubungi dia lewat komunikasi. / Dia tidak menanggapi.
Apa yang terjadi, Sattler? Apa kita sedang diretas?
Semuanya, tetap tenang! Oke?
Salah satu dari kalian, matikan ini.
Tak bisa dimatikan. Kita tak punya kendali.
Kalau begitu, siapa yang mengendalikan?
Astaga.
Kau melanggar
perintahmu, Amelia.
Konfirmasikan tujuanmu.
Tapi itu bakal merusak kejutannya.
Sebelum kita mulai,
kuingin kau tahu kalau ucapanmu disini tidak akan
membuat bibimu mendapat masalah.
Aku di sini bukan lagi atas perintah pengadilan.
Aku hanya ingin menanyakan kondisimu,
mengingat semua yang telah terjadi.
Maksudku...
rasanya itu bisa makin memburuk.
Penayangan langsung peluncuran mainan baru
telah berubah menjadi aksi pembunuhan yang brutal.
Desainer mainan Gemma Forrester muncul
di pengadilan distrik Seattle hari ini
menghadapi tuduhan tindakan bahaya yang ceroboh.
Banyak yang menyalahkan Gemma atas tindakan M3gan.
Untuk waktu yang lama, dia menyalahkan dirinya sendiri.
Namun semakin sering dia muncul di TV membahas kejadian itu,
semakin dia menyadari bila dia berkesempatan
merubahnya menjadi sesuatu yang positif.
Ini tentang dunia yang sedang dalam krisis.
Mengalihdayakan tugas orang tua kita ke perangkat,
membajak pikiran anak-anak kita
dengan lonjakan dopamin bermuatan elektronik.
Kalian tak akan memberikan kokain pada anak.
Mengapa memberinya telepon-pintar?
Dan begitulah dia bertemu Christian.
Hai. Gemma? Hai. / Ya?
Christian Bradley.
Dia mengelola sebuah yayasan yang memperingatkan orang-orang
tentang bahaya AI.
Mereka mencoba meyakinkan politisi di sini
dan di seluruh dunia untuk membuat UU yang lebih aman soal itu
agar kejadian M3gan tidak terulang lagi.
Gemma masih percaya teknologi bisa digunakan untuk kebaikan.
Hanya saja, anak-anak tak boleh sering menggunakan perangkat.
Namun dia selalu menjelaskan alasannya.
“Dan ternyata, perusahaan-perusahaan
“menggunakan Pasal 230 sebagai cara untuk menghindari hukum
“dan mendapatkan uang dari perhatian anak-anak
tanpa memperhatikan kesehatan mental mereka."
Dan apa pendapatmu?
Menurutku tak menggunakan perangkat bisa membebaskanmu
mengerjakan yang lainnya.
Membantu mendapatkan teman baru.
Gara-gara "ibu"mu yang sok tahu itu,
ponsel kami disita.
Kurasa kuharus cari cara lain untuk menghibur diri.
Dan tahu apa lagi?
Kau tak harus butuh
boneka jelek aneh itu melindungimu.
Kurasa kau benar.
Tapi mau kutanyakan ini, Sapphire.
Siapa yang melindungimu?
Jadi kau anggap dirimu tangguh?
Bibi daftarkan kau ke aikido karena itu
bentuk seni bela diri yang paling tidak agresif.
Dan kita sudah membahas manfaat
mencontoh Steven Seagal sebagai panutan.
Aku tak bilang kami tidak punya masalah,
tapi yang penting
kami bisa mengatasinya bersama-sama.
Tepat seperti yang telah kami obrolkan.
PANDUAN ORTU MENUJU ABAD 21 "MODERASI MODERN"
Jadi, setelah kejadian M3gan,
tim kami mengalami pergeseran filosofis.
Dan selagi Gemma jelas aktif
menyuarakan soal regulasi,
perusahaan kami masih sangat fokus pada inovasi
tapi dengan pandangan khusus terhadap produk yang sadar sosial
yang menggerakkan umat manusia ke arah yang benar.
Jadi, dengan mengingat hal itu, kuingin hadirkan
penemuan andalan kami.
Exoskeletor Model 1.
Cole, ini Niles Keller. / Aku tahu.
Kau mau ke sini menyapa?
Ya, kumau menyapanya.
Bisakah... Ya, Tess, kemarilah sebentar.
Permisi.
Apa yang terjadi?
Ini kaku. Waktu kau keluar, ini kaku.
Aku tak bisa gerakkan tubuhku.
Oke. Baiklah, akan ku-booting ulang.
Tidak, tidak, tidak. Tess, kau tak mengerti.
Aku harus ke toilet. / Tidak. Tidak, tidak.
Dua-duanya. / Tidak!
Kita sudah membuang-buang waktunya menunggu Gemma.
Waktu kita 10 menit untuk memperbaiki keadaan ini.
Kita tak akan sempat.
Kita pasti sempat.
Mengapa bibi tak pakai jalan pintas saja?
Karena aku tak butuh algoritma buat ngajariku cara menyetir, paham?
Oh. Whoa.
Oke.
Ya begini. Rasanya lebih mendingan.
Jadi, kujalan mendekat, seperti yang kau lihat.
Jadi, kami melihat perangkat setelan ini sebagai perubahan besar.
Tidak hanya membantu mereka yang memiliki keterbatasan fungsi
tapi juga dalam mengatasi sindrom cedera kerja
bagi buruh, pekerja pabrik.
Benar. Dalam 5 tahun ke depan, kata mereka
setengah dari sektor industri terancam
kehilangan pekerjaan mereka karena robot
karena mesin tak pernah kelelahan.
Tapi bagaimana jika hal yang sama berlaku bagi kita?
Saat ini, kucuma menggunakan 20% fungsi otot tubuhku.
Dan jika berlebihan,
kuselalu bisa istirahat sebentar.
Jadi harapan kami adalah kau tak perlu takut dengan revolusi robot
saat kau bisa menyainginya.
Kedengarannya kayak slogan yang cukup bagus.
Jadi, bagaimana cara kerjanya? / Yah,
pakaian tersebut memiliki reseptor mioelektrik internalnya sendiri
yang merespons setiap kontraksi otot.
Maaf sekali aku telat...
Sudah kubilang kita perlu menguji ketahanan sensornya.
Apa kau tahu yang lebih bagusnya lagi?
Andai kau benar-benar ada di sini.
Kukira dengan memiliki laboratorium di rumahmu
akan jauh lebih sulit untuk datang terlambat,
dan entah bagaimana kau berhasil atur waktu.
Cole benar. Maksudku, aku tak ingin menghalangi.
pekerjaanmu di yayasan,
tapi kenyataannya kau sangat kewalahan.
Baik, bisa jangan bahas ini di depan keponakanku?
Cady, apa kau bisa ke tempat lain?
Ya, tapi kau mesti lihat ini.
Kurasa kau diretas. / Apa?
Ya ampun, dia benar.
Ada perintah-perintah menyesatkan di seluruh kode sumber.
Kita bahkan belum mempublikasikannya.
Maksudku, siapa yang tega berbuat begitu?
Tok-tok.
Maaf mengganggu.
Astaga. / Alton Appleton.
Hai. Maaf.
Tidak, tidak apa-apa.
Gemma, semoga kau tak keberatan aku datang tiba-tiba.
Alton. Apa yang membawamu ke sini?
Kedengarannya ada sedikit kendala
dengan demonstrasimu.
Ya, kami diretas,
tapi kau tak tahu apa-apa soal itu 'kan?
Gemma, kenapa seorang pria dengan kedudukan sepertiku
perlu menggunakan taktik seperti itu?
Pertanyaan sebenarnya adalah: Mengapa kau menghubungi
semua filantropis kapitalis di dunia Barat
untuk berinvestasi pada produkmu selain aku?
Kurasa kau sudah tahu jawabannya.
Kau tahu yang kupikirkan? / Hmm?
Kayaknya kau menganggapku sebagai miliarder yang berfungsi tinggi
dengan banyak gelar PhD jadinya kau merasa terancam.
Yang kau tak tahu adalah seorang pria yang tak tahan melihat
orang dengan bakat sepertimu, bersantai di suatu...
maaf... rumah jelek yang dialihfungsikan.
No comments yet. Be the first to leave one.