The first 183 lines.
(Episode 10: Serangan Keji Senjata Rahasia di Tanah Air)
(Membuat Desa Tanpa Nama Menjadi Kota Benteng Terkuat dengan Sihir Produksi)
(Episode 10: Serangan Keji Senjata Rahasia di Tanah Air)
Apa maksudnya?
Terus bagaimana kita kalahkan musuh?
Omong kosong.
Wyvern?
Tampaknya ada penyihir yang mengendalikannya.
Kanselir, bagaimana menurutmu?
Pada dasarnya Wyvern bergerak secara berkelompok.
Jadi menyerang desa sendirian itu hampir tidak mungkin.
Jika melihat penyihir itu...
Sepertinya ada ancaman lain di dekat sini.
Ulah Kerajaan Yelenetta, ya?
Kemungkinan besar.
Yelenetta menyerang desa ini?
Baron, musuh sepertinya bukan hanya Wyvern,
kemungkinan besar ada sejumlah pasukan kesatria khusus.
Berhati-hatilah.
Baik.
Meski begitu,
kalau setinggi itu, panah balista tidak akan sampai.
Apa boleh buat, pakai senjata rancangan itu saja.
Pangeran, sebentar lagi kita tiba di wilayah musuh.
Wyvern mulai melakukan pengintaian di atas Desa Seatoh.
Operasi penyerbuan desa terpencil seperti ini saja
sampai harus dipimpin olehku,
Unimog Yelenetta, Pangeran Kedelapan Kerajaan Yelenetta.
Justru karena operasi ini sangat penting,
jadi Raja menugaskannya langsung kepada Anda.
Kerajaan Yelenetta kita,
telah lama bermusuhan dengan Kerajaan Scuderia yang ada di wilayah perbatasan.
Namun,
akhirnya kita bisa mengakhiri pertikaian dengan Scuderia ini.
Tuan Unimog dipercaya untuk menangani serangan pendahuluan penting ini.
Kalau aku yang melakukannya,
menaklukkan desa terpencil begini bukanlah perkara sulit.
Sepertinya kita sudah sampai.
Ko-Kota benteng macam apa ini?
Bagaimana bisa membangun itu di tempat terpencil begini?
Dasar bodoh!
Membangun kota benteng itu tidak mudah, tahu!
Ini hanyalah pajangan palsu yang dibuat menyerupai benteng!
Kita akan tetap maju dan duduki wilayah musuh!
Tu-Tunggu dulu.
Bagaimana kalau ternyata sungguhan?
Kau menentangku, bodoh?!
Sudah kubilang itu hanyalah gertakan!
Ma-Maafkan kami.
Ayo, hancurkan tembok itu!
Sama sekali tidak retak.
Mu-Mustahil, itu tidak mungkin.
Halo.
Aku adalah Van, tuan tanah desa ini.
Anak sekecil itu?
Kenapa kalian jauh-jauh datang dari Kerajaan Yelenetta?
Ka-Kau!
Kenapa kau tahu kami dari Kerajaan Yelenetta?
Ternyata benar, ya.
Aku hanya coba memancing, ternyata langsung mengaku, ya.
Seharusnya desa ini tidak punya benteng seperti ini!
Bagaimana kalian membangun benteng ini?
Oh, tembok kota beserta fasilitas ini
dibangun olehku dan para penduduk desa.
Ka-Kau mempermainkanku?!
Kurang ajar! Turun sini!
Jangan pikir aku akan menahan diri hanya karena kau anak kecil!
Wyvern bisa menyerang dari udara, lo!
Tembok kota seperti itu tidak ada gunanya!
Perintahkan penyihir pengendali wyvern itu!
Suruh mereka serang orang-orang itu!
Namun, ada kemungkinan bisa diserang balik...
Dasar bodoh!
Wyvern itu naga, tahu! Mana mungkin kalah!
Ba-Baik.
Rasakanlah kengerian serangan naga.
Nona Panamera, tolong lakukan.
Tembak!
A-Apa itu?
Itu shuriken.
Karena tipis dan ringan,
jadi aku buat bom shuriken yang diisi banyak benda ini.
Itu yang kau sebut senjata rancangan?
Benar. Ini pertama kalinya aku pakai,
ternyata hasilnya lumayan.
Kekuatannya tidak masuk akal.
Ini bisa jadi ancaman yang setara dengan empat elemen sihir.
Ka-Kau...
Raja Kerajaan Scuderia?
Ke-Kenapa raja sepertimu ada di desa terpencil seperti ini?
Jadi, kalian masih mau coba-coba?
Dasar pengecut!
Apa yang kalian lakukan?! Cepat lindungi aku!
Oh, masih sangat bersemangat, ya?
Nona Panamera.
Selanjutnya tidak akan meleset, lo.
Baron selalu membuat kita terkejut, ya.
Benar sekali.
Marquis Fertio benar-benar punya anak yang luar biasa.
Kalau tak salah,
aku dengar Marquis mengusir Baron Van dari keluarganya.
Dia pasti tidak menyangka bahwa seseorang beratribut tingkat rendah
bisa melakukan hal sehebat ini.
Setelah kembali ke ibu kota,
kita harus meninjau ulang tentang atribut sihir.
Pangeran, bisa kau beri tahu apa sebenarnya rencanamu?
Mana mungkin aku mengatakannya pada kalian.
Sayang sekali.
Viscount Kaien.
Mencabut kuku satu per satu,
atau mencongkel mata?
Mau yang mana?
Tolong jangan!
Aku beri tahu! Akan kuberi tahu!
Kerajaan Yelenetta kami,
sudah merencanakan operasi penyerbuan ini sejak beberapa tahun lalu.
Sebagai langkah awal,
kami putuskan menyerang desa ini yang merupakan wilayah Marquis Fertio.
Karena ini desa terpencil, kami mengira bisa menyerbunya dengan mudah.
Tapi kalian malah diserang balik, benar-benar konyol.
Apa kau juga berniat untuk menyerang wilayah lain?
Saat ini,
pasukan lain sedang menyerang kota yang menjadi target utama.
Kota mana yang kalian serang?
Kota Benteng Scudet.
Dia takut denganku dan mengatakan semuanya.
Jadi, Scudet adalah target mereka?
Sebaiknya kita segera kembali ke ibu kota kerajaan.
Kita harus membentuk pasukan kesatria
dan kirim ke Scudet untuk mempertahankannya.
Aku sependapat.
Namun, ada satu hal yang aku inginkan.
Apa itu?
Baron Van Nei Fertio.
Aku ingin kau ikut serta dalam mempertahankan Scudet.
Anak muda, kau tidak mau?
Normalnya yang begini langsung diterima.
Tapi aku tidak.
Soalnya aku ingin tetap berada di desa!
Aku merasa terhormat atas permintaan tersebut.
Tapi jika meninggalkan desa yang masih dalam pembangunan,
sama saja aku menelantarkannya.
Bisa menjatuhkan wyvern dengan satu serangan,
bahkan fasilitas pertahanan yang mampu mengalahkan kadal zirah dan naga,
tapi masih bilang "dalam pembangunan"?
Benar.
Bagiku, sepersepuluh pun belum selesai.
Sejujurnya, masih banyak hal yang ingin aku buat.
Kau memang menarik, anak muda.
Aku tak pernah bosan penasaran benda gila apa lagi yang akan kau buat.
Tapi
sebaiknya kau terima permintaan ini.
Saat negara dalam bahaya, semua bangsawan harus bekerja sama.
Itu sudah semacam perjanjian terikat ketika menjadi bangsawan.
Aku mengerti.
Kalau memang sudah jadi kewajiban, aku akan ikut serta.
Namun, aku juga punya tanggung jawab sebagai tuan tanah.
Jadi biarkan aku yang menentukan formasi pasukan.
Terserah kau saja.
Padahal sudah buat pertahanan yang bagus untuk desa.
Tapi malah disuruh bertempur keluar desa.
Sementara, Espada, bisa kau jaga desa ini sebagai pengganti tuan tanah?
Tentu, aku tidak keberatan.
Tapi apa tidak masalah aku tidak ikut serta?
Yah, aku juga agak khawatir, sih.
Tapi tidak ada yang bisa jadi pengganti tuan tanah sepertimu, Espada.
Aku mengerti.
Dee dan pasukan Kesatria bisa ikut denganku?
Baik!
Till dan Kamshin tidak ikut karena bahaya.
Aku ikut! Pokoknya aku ikut!
Aku ikut!
I-Iya, aku mengerti.
Tapi apa tidak masalah jumlah kita sebanyak ini?
Orang-orang di ibu kota tidak akan bilang sedikit, 'kan?
Orang-orang yang tahu kekuatan Tuan Van,
harusnya segini sudah lebih dari cukup.
Tapi entah untuk yang tidak tahu.
Anu...
Apa perlu kami ambil tugas sebagai pengawal?
Eh? Sungguh?
Biasanya kami tidak ingin terlibat dalam perang.
Tapi kalau mengawal Tuan Van, kami bersedia melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.