The first 200 lines.
"Suatu hari hangat di bulan April, saat musim semi membuatmu berdebar"
Perhatian, Semua!
Kenapa kamu lewat pintu depan?
Perhatian! - Kamu bilang "pramutama bar"?
Tidak ada pramutama bar di sini. - "Pramutama bar!"
Perhatian! - "Perhatian."
Tebak aku bertemu siapa di lorong.
Pastikan untuk menyambut orang ini dengan tepuk tangan meriah.
Dia cukup pemalu.
Dia sudah seperti adikku.
Bersikap baiklah kepadanya, ya?
Adik, masuklah.
"Jumong."
"Jumong."
"Jumong."
"Jumong."
Apa ini? - Kalian merencanakan ini?
"Perhatian" terdengar mirip. - "Semuanya, Jumong."
"Pangeran Jumong."
Benar. Ho Dong, kamu sudah duduk? - Apa yang terjadi?
Itu bagus.
Hai, Semua. Aku murid pindahan.
Dia bilang kamu pemalu. Apa maksudnya?
Kamu sendirian di sini? - Ya, aku sendirian.
Episode aku bertamu di sini
menarik banyak perhatian.
Benar. - Jadi...
"Berat Kim Shin Young Kembali, Kami Menyukainya"
"Kim Shin Young Kembali ke Dirinya yang Dahulu"
Itu tidak hanya menarik perhatian.
Itu menjadi salah satu episode legendaris.
Benar. - Itu bukan lelucon.
Benar. - Ya.
Episode itu menjadi hit besar... - Lebih dari 10 juta penayangan.
Silakan lanjutkan. - Benarkah?
Itu menjadi hit besar...
Bunga sakura bermekaran belum lama ini, bukan?
Bunganya sudah mekar dan tampak indah.
Jadi, aku berjalan-jalan di kompleks apartemenku.
Aku bertemu seorang pria tua.
Dia memanggilku dan aku menjawab.
Dia bertanya, "Kamu ingin menurunkan berat badan?"
Kubilang tidak.
"Bukankah kamu berolahraga untuk menurunkan berat badan?"
Kubilang tidak. - Kamu hanya berjalan sebentar.
Katanya, "Jangan turunkan berat badan. Berhenti jalan-jalan."
"Datanglah ke rumahku untuk makan malam."
Aku menolak dengan hormat.
Dia tidak mau aku berdiet, - Benar. Jangan menurunkannya.
mengatakan aku tampak sempurna. - Benar.
Kali terakhir di sini, berat badanmu belum sepenuhnya kembali.
Namun, kulihat kamu sudah pulih. - Aku kembali ke diriku yang lama.
"Perjalanan tiga langkah Shin Young kembali sudah selesai"
Kamu sudah kembali sekarang. - Aku sudah kembali.
Semuanya, katakan, "Jumong."
Selamat datang. Silakan duduk sekarang.
Terima kasih. Kuharap kita bisa akur.
Ini kursimu. - Terima kasih.
Kami juga menyiapkan selimut untukmu.
Terima kasih.
Katakan apa setelah "wanita"? - "Wanita lebih dahulu."
Akhirnya kita sekolah campuran. - "Wanita lebih dahulu"?
Shin Young, kurasa rambutmu lebih pendek dariku.
Berhenti bicara denganku, Kim Yeong Cheol.
Kamu menjadi penakut lagi? - Sungguh.
Ini batasan kita. Jangan lewati. Jangan pernah lakukan itu.
Jangan lewati. Jangan pernah lakukan itu.
Astaga. - Astaga.
Cantiknya. - Astaga.
Hai. - Lihat kelopak bunga sakura itu.
"Bahkan cara masuk mereka tidak biasa"
Cantiknya. - Fokus.
Apa yang terjadi? - Fokus, Semua.
Sekarang "fokus"? - Semuanya, perhatian.
Perhatian. - Jangan lupa.
Kami bintang hari ini.
Ya, kami bintangnya. - Baiklah.
Benar, bukan? Jangan lupakan itu. - Bukan Shin Young?
Aku di sini bukan sebagai tamu. - Bagaimana mereka saling mengenal?
Jewelry Jung datang.
Hai. Kami dari SMA Being Lucky Neither At Cards Nor At Love.
Dia Yeh Ji Won.
Aku Jung Bo Seog. - Aku Park Ha Sun.
"Being Lucky..." - Dia tak bisa memperkenalkan diri?
"Being Lucky"? - Maksudku...
Ha Sun datang belum lama ini. - Ya, benar.
Bo Seog dan Ji Won belum pernah ke sini.
Aku membawa mereka ke sini. - Benarkah?
Kurasa kalian sama sekali tidak ingin bertemu kami.
Bukan begitu. Aku sangat ingin bertemu kalian.
Aku datang untuk menemui kalian. Sungguh.
Apa pendapatmu tentang suasana kelas kami, Ji Won?
Kacau sekali.
Benar, bukan?
Kacau sekali. - Jika tampak kacau bagi Ji Won,
berarti memang sangat kacau. - Benar sekali.
Kalian aktor, bukan?
Benar. - Ada aktor juga di kelas kami.
Siapa? - Siapa itu?
Pak Lee Gye In.
Hei, kalian baik-baik saja?
Ji Won dan Bo Seog.
Astaga. Hai, Gye In.
Sapalah mereka. - Hai, Gye In.
Sudah lama sekali.
Hai, Gye In. - Halo, Pak Lee.
Hai, Bo Seog. - Gye In bertemu teman lamanya.
Halo, Pak Lee. - Dia mungkin lakukan ini seharian.
Shin Young mungkin akan lakukan. - Lain kali...
Aku penggemarmu. - Itu Park Ha Sun.
Ha Sun-ku sayang. - Pak Lee.
Senang bertemu denganmu. - Lain kali...
Kami tampil di drama yang sama. - Benar.
Kami berdua bermain di "Dong Yi". - "Dong Yi".
"Dong Yi"? - Dia anak yang sangat pintar.
Kalian berdua tampil di "Dong Yi".
Kami berdua tampil di sana. - Benar.
Bagaimana kamu mengenal Bo Seog?
Bo Seog dan aku sudah lama berteman.
Mereka berteman.
Kami teman lama. - Namun...
Dia teman yang sangat kusukai. - Benar.
Aku tidak tahu mereka dekat. - Aku terkejut
melihatmu di sini. - Bo Seog-ku sayang.
Mari bertinju bersama kapan-kapan.
"Gye In tiba-tiba mengajak bertanding"
Pak Lee, kembalilah.
Baiklah. - Kembalilah.
Ini suatu kehormatan, Pak Lee.
"Pertemuan tatap muka berakhir dengan sukses"
Omong-omong... - Kamu sudah berusaha keras di awal.
Pita suaraku bisa bengkak. - Kecuali Ha Sun,
kami belum pernah bertemu denganmu.
Kamu kenal salah satu dari kami?
Ho Dong dan aku sering bertemu saat tidak berpakaian.
Di sauna? - Kalian pergi ke sauna yang sama?
Aku bahkan pernah meminta bantuannya
saat tidak berpakaian. - Apa?
Bantuan apa? - Apa?
Aku mengunci lokerku,
lalu lupa kode aksesnya.
Astaga. - Jadi, aku memintanya
mencari seseorang untuk membuka lokerku.
"Ho Dong akhirnya menjadi kurir"
Padahal mungkin saja Ho Dong mengoyak pintu lokernya.
"Seperti ini?" - Dia tidak butuh kode aksesnya.
Dia akan bilang, "Kamu tidak perlu kode aksesnya."
Ho Dong bisa merusak pintu lokernya.
"Bo Seog, kurusak saja pintunya? Haruskah aku melakukannya?"
Namun, di sauna... - Ho Dong, tunjukkan caramu.
Ho Dong, tunjukkan caramu melakukannya.
Aku memegangnya. - Kamu memegangnya.
Lalu, aku menariknya...
Sangat sulit untuk merusaknya. - Kamu memegangnya, lalu menariknya.
Begitulah aku melakukannya. - Begitu rupanya.
Namun, akhirnya aku meminta bantuan.
Bagaimana caranya? - Apa?
Aku bilang, "Permisi. Temanku tak bisa membuka lokernya."
"Tolong bantu dia."
Staf membukanya. - Seharusnya kamu merusaknya saja.
Bo Seog, kamu juga tidak biasa. Kamu bisa memanggil staf.
Kenapa minta Ho Dong melakukannya? - Benar sekali.
Dia tidak mengenakan selembar pakaian pun.
Belnya rusak.
Aku tidak bisa keluar tanpa baju. - Benar.
Saat itulah aku melihat Ho Dong. - Aku ada di sana.
Aku bilang, "Hei, Ho Dong, minta seseorang membuka lokerku."
Namun, kenapa dia tidak berpakaian?
Aku berjalan keluar lagi dan...
Dia tidak membantu seperti itu. - Kenapa dia berpakaian?
Butuh waktu lama bagiku untuk mencari bantuan.
Kubilang Jewelry Jung tidak bisa membuka lokernya.
Tubuhnya seperti... Antara Juli dan Agustus...
Kamu tahu bagaimana sawah retak
selama kekeringan, bukan? - Ya.
Benarkah? - Otot-ototnya terlihat seperti itu.
Benarkah? - Ya, sungguh.
Aku menggambarnya. - Otot-ototnya sangat jelas.
Dia tidak punya lemak tubuh. - Jadi, dia...
Dia masih tetap bugar? - Benarkah?
Benar. - Seperti sawah yang retak.
Aku tak percaya sampai melihatnya. - Seperti Bruce Lee?
Aku hanya percaya yang kulihat. - Tunjukkan ototmu.
Tidak. - Apa?
Kita baru bertemu... - Tunjukkan otot perutmu.
Ayolah. Tunjukkan pada kami. - Tunjukkan otot perutmu.
Kamu pembohong! - Benarkah?
Ho Dong, kamu pembohong.
Kukira kamu akan menunjukkan otot perutmu.
Hei, jangan.
Shin Young, tunjukkan pada kami. - Jangan.
Apa kamu... - Jika kamu tidak percaya...
Kamu mau membicarakan klub judo?
Silakan duduk. - Mau kuperlihatkan untukmu?
Tidak. Cukup tentang klub judo. - Kamu mau roti mammoth?
Banyak yang mau kalian bicarakan. - Benar.
Namun, selesaikan dahulu proses pindahan kalian,
beri formulir murid pindahannya. - Benar.
Serahkan formulir murid pindahan. - Keluarkan.
Aku akan menyerahkannya. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.