A Thousand Blows

A Thousand Blows

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

A Thousand Blows S02E01 1080p - ALL WEB-DL
A Commentary by FirstofHisName
DURATION 46:31 | TERJEMAHAN MANUAL | Support/Request via saweria : https://saweria.co/FirstofHisName08 | Vote if you enjoyed.

Tags

webdl
professional_translation
disney+_synced
hulu_synced
Published on: 2026-01-10
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kisah ini terinspirasi dari tokoh nyata yang pernah hidup dan bertarung bersama di East End, London.

Jemmy!

Hantam dia, Jemmy, hantam dia!

Cukup.

Minumlah ini.

Sialan, sudah lewat lima puluh detik.

Tunjukkan warna darah padanya, Jemmy!

Menjauh darinya. Apa-apaan kau ini?

Bunuh dia, Jemmy!

Menyerahlah. Tenagamu sudah habis.

Aku pernah membunuh orang. Menyerahlah.

Persetan kau, bedebah liar.

Jatuhkan dia.

Buat dia pingsan.

- Tiga, empat, lima… - Bangun. Bangun!

- …enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. - Jemmy!

Knockout!

Pemenangnya adalah Hezekiah Moscow!

Baliklah ke tanah terkutukmu, dasar biadab!

Pulanglah ke tempat asalmu!

- Curang sialan. - Cepat pulang ke rumahmu.

- Kami akan membunuhmu! - Minggir. Pergilah.

Stomper!

Oi, keparat!

Ambil ini. Cepat, pergi dari sini. Pergi.

Kami akan membunuhmu!

- Minggir! - Akan kubunuh dia.

Jaga dirimu.

Alec!

Ini bukan Hezekiah atau Alec.

Tapi Hezekiah dan Alec.

Selamanya.

Hei.

Bangunlah.

Kaukah yang mereka utus untuk menyeretku ke neraka?

Atau kau ke sini cuma untuk memastikan aku sudah mati?

Hei.

Sudah takdirmu mati di ring,

Sugar Goodson.

Tutup. Aku sedang tak ingin buka pintu.

Treacle, buka pintunya.

Ini saudaramu.

Hanya ini yang tersisa darinya.

Kalau kau biarkan di luar, dia akan mati.

Ayo, bawa dia masuk.

- Baiklah. - Baringkan dia di atas meja.

Nyalakan apinya, aku akan memberinya brendi.

Tidak, aku mau wiski.

Ya, hanya itu yang kau telan setahun belakangan ini.

Anak pintar.

Bantu lepaskan sepatunya. Lihat apa jari kakinya sudah membiru.

Kau menjual kaus kakimu demi wiski?

Aku cuma minum wiski Jack Mac.

Ya, wiski yang juga dia jual untuk obat gosok kuda.

Cepat ambilkan wiski sungguhan, sialan!

Baringkan dia dan beri sup hangat.

Kenapa kau membantunya?

Aku lebih baik mati di jalanan daripada berutang budi padamu.

Jika ada utang, akan kutagih di dalam ring.

Tapi aku tak sudi lawan petinju kelas teri.

Jaga wiskiku.

Ada apa sebenarnya, Treacle?

Kenapa si "anak hilang" ini malah pulang?

Bantu aku membawanya ke ranjang.

Dia menginap?

Hanya sampai dia sadar dari mabuknya.

Yah, tanggung sendiri risikonya.

Esme.

Melihatmu mengingatkanku pada pria yang kucintai dan telah tiada,

jadi aku tak sudi memandangmu.

Dan kurasa cukup sudah tamu untuk malam ini.

Esme, tunggu.

Masa lalu sudah selesai.

Tidak bagi semua orang.

Namaku Nona Swinney, dari keluarga Swinney di Wiltshire.

Aku ingin melakukan penarikan.

Permisi, Nyonya.

Anda membawa dokumennya?

Tentu saja.

Baiklah, semuanya tampak lengkap.

Silakan ikuti saya.

Tanda tangan di sini.

Nona Cottam! Er, juru tulisku, Nona Cottam, akan menemani kita.

Dia orang baru. Aku sedang melatihnya.

Di zaman yang serba konyol ini,

tampaknya wanita dan gadis merasa bisa menekuni profesi apa pun.

Aku pun sependapat.

Nona Cottam.

Lalu, berapa nomor kotak tempat barang-barang Anda disimpan?

Empat puluh lima dan enam.

Tentu saja.

Colt 45, silinder enam.

Mathilda, apa yang kau lakukan? Dia punya pistol!

Ya, dan kau punya kunci utamanya. Kau akan segera menggunakannya.

Sembari Mathilda mempelajari cara kerjanya,

dia juga mencari tahu apa isinya.

- Cepat. - Baik.

Nomor 23, 38, dan 47 berisi barang emas dan mutiara.

Kita tak punya banyak waktu. Buka semuanya.

Buka semuanya!

Penjaga akan segera datang.

Sekarang bagian rubi dan batu mulia.

Nomor 79 dan 91.

- Ini. - Ayo, David sayang, cepatlah.

Maaf, aku tidak ingat apa nomor setelah 79.

Setelah 79 adalah 91.

Aw, lihat dirimu, pria yang berkuasa, tapi kau malah lupa.

Dia hanya seorang gadis rendahan, tapi dia tak melupakan satu hal pun.

Dunia harus berubah, David.

Acak saja, apa isi nomor 32?

Surat-surat cinta.

Persetan dengan nomor 32.

Hanya itu barang bagus di sini.

Mathilda,

aku bisa saja membahagiakanmu di sini.

Ya, mungkin.

Tapi seperti katanya tadi, dunia memang harus berubah.

Hentikan mereka! Kubilang hentikan mereka! Pencuri!

Kubilang hentikan! Siapa saja!

Kembali ke sini!

Semua berlian dan barang mahal disimpan di dalam brankas.

Ya, ya, ini cukup untuk saat ini.

Kita hanya perlu…

Sedikit jaminan.

Aku tak ingin wajah kita muncul di surat kabar.

Jaminan untuk apa?

Demi menyongsong era baru, Alice.

Beli topeng untuk Malam Arwah!

Beli topengnya!

Tak ada jalan yang lurus.

Semua cuma lingkaran setan .

Dokter bilang jangan turun dari ranjang,

karena kau bakal langsung ambruk kalau nekat berdiri.

Apa dia bilang aku sakit apa?

Dia menelan tiga botol obat gosok kuda tiap hari dan masih nanya dia sakit apa.

Kau sudah tak punya apa-apa, Sugar.

Tak ada uang, tak ada harapan, tak ada teman.

Sudah berapa lama aku menghilang?

Kau bahkan tidak ingat? Ya Tuhan.

Kau menggelandang di jalanan sudah setahun. Aku sampai berhenti menghitungnya.

Apa Mary pernah mencariku?

Tidak.

Dia dan ibunya sekarang dalam genggaman Indigo Jeremy.

Lalu, bagaimana dengannya?

Dia memiliki rumah itu sendirian.

Semenjak dilarang bertarung di West End,

dia menyambung hidup dengan bertarung di atas kapal tongkang.

Jiwanya sudah ditelan kegelapan.

Kalian berdua itu sama-sama hancur.

- Kenapa Esme ada di sini? - Sudahlah, tidur saja.

Apa? Kau menidurinya?

Semenjak Marianne pergi ke Irlandia, Esme banyak membantuku.

Aku memberinya uang dan tempat tinggal.

Sudah jelas bayaran apa yang kau incar darinya.

Bayaran?

Dia menuntunku ke mana harus pergi.

Dia memberitahuku kapan kiriman barang tiba.

Dia mengingatkanku hari apa sekarang.

Dia meyakinkanku kalau iblis di sudut itu hanyalah orang tua yang sedang tidur.

Semenjak pukulan hebat yang kau berikan padaku dulu, Sugar…

Aku butuh orang seperti Esme di sisiku.

Sebab kau membuatku kehilangan setengah kewarasanku di lantai kedai itu.

Dokter bilang kau harus minum ini.

Obatku cuma wiski.

Jadi, persetan dengan itu.

Tapi katanya ini lebih ampuh untuk penyakitmu itu.

Yah, seperti yang kau katakan,

aku sudah tak punya apa-apa lagi.

Ya.

Yang kau miliki cuma saudara berhati lembek seperti dia.

Nah, begitu caranya.

- Terima kasih, Tuan dan Nyonya. - Mari, kacang segar!

- Bisa minta satu kantong? - Tentu saja, Tuan.

Ini dia. Selamat menikmati. Semoga harimu menyenangkan.

Nyonya, mau beli apa?

Bagaimana kabarmu, Belle?

Buat suaminya terus bicara agar aku bisa menyikat miliknya juga.

Boleh aku numpang menghangatkan tangan? Dingin sekali.

Tentu saja boleh, Sayang.

Cuaca yang indah, bukan begitu, Tuan?

Ya.

- Nyonya. - Terlalu dingin untuk seleraku.

Ini dia, Tuan.

Nikmatilah. Hangatkan dirimu.

Terima kasih banyak.

Tolong! Polisi!

Hentikan wanita itu! Dia mengambil jam emas dan rantaiku!

Sial.

Tangkap dia!

Hentikan wanita itu!

Kembali ke sini!

Hei!

Oi! Kembali ke sini!

Oi! Biarkan aku lewat!

Hentikan dia!

Jika kau tak mau menginap di penjara Holloway, cepatlah masuk.

Berhenti, pencuri!

Sialan, Mary.

Dari mana saja kau sebenarnya?

Cara berterima kasihmu sungguh aneh sekali.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left