The first 145 lines.
STAR WARS VISION MEMPERSEMBAHKAN
Tidak perlu khawatir, oke?
Kita langsung menuju Bibin, sesuai arahan Margrave.
Aku tidak khawatir karena kau sangat pengalaman, Pak Tua.
Cukup.
Pikiranmu sedang teralihkan.
Fokus pada apa yang kau kerjakan.
Ada yang merisaukanmu. Katakan padaku.
Waktu kita di Makoma Ko,
pria yang kita temui…
yang namanya Gennoh…
dia punya lightsaber merah.
Aku hanya penasaran, apakah mungkin ayahku…
membuat lightsaber merah itu.
Ada sebuah kisah Jedi lama…
Tentu saja, kau pasti belum pernah dengar.
Dahulu sekali, mantan Master kita pernah mencoba membangkitkan Orde Jedi
untuk membawa kedamaian di galaksi.
Sebagaimana kegelapan lahir di mana pun ada cahaya,
muncul pula mereka yang memakai Force untuk keegoisan dan keserakahan.
Mereka disebut Sith.
Lightsaber yang dia gunakan
bisa jadi sudah lama diwariskan secara turun temurun.
Jadi, mungkin bukan ayahku yang buat.
Yang aku tahu, Zhima adalah tipe orang
yang tidak akan membantu seorang Sith, walau jika nyawanya terancam.
Aku percaya kepadamu, tetapi masih ada yang janggal, Juro.
Aku punya firasat buruk tentang ini.
Juro, aku harus menemui ayahku.
Kita harus menemukan Ayah secepat mungkin.
Percayalah padaku, aku memahami perasaanmu.
Namun, menghadapi Nawaam sendirian bukanlah keputusan yang cerdas.
Kita butuh lebih banyak Jedi.
Kita butuh prajurit yang mau bertempur bersama kita.
Kara, koneksimu dengan Force sangat kuat.
Percayalah pada Force, dan dengarkanlah hatimu.
Ketika waktunya tepat, kita akan tahu.
Juro, tolong ke anjungan.
Kita sudah hampir keluar hyperspace.
Episode 2: SENJATA TERSEBUNYI
Besar sekali…
Itu dia.
Sudah lama aku bermimpi menginjakkan kaki ke Bibin.
Kenapa?
Anggap saja, tempat ini istimewa bagi kita.
Dahulu kala, ada seorang Jedi yang, seorang diri,
mendirikan orde kecil di sana.
Di Bibin pula aku mempelajari Force.
Ayahmu juga.
Di sanalah dia menjadi seorang Jedi.
Bisa cepat sedikit, tidak?
Tunggu, apa?
Kau pikir aku jadi takut melihat lightsaber Nawaam?
Tidak mungkin. Sedikit pun tidak.
Kristal Kyber?
Menurutmu, mereka mau apa dengan Kyber sebanyak itu?
Apa kira-kira rencana mereka?
Mohon maaf, Jenderal Nawaam.
Aku gagal menangkap Juro.
Aku siap menerima hukumanmu.
Aku tidak berniat menghukum Sith yang terakhir.
Kau akan dapat kesempatan menghadapi Juro lagi dan menghentikannya lain kali.
Maaf, tetapi… bukan dia yang kuhadapi.
Putri Lah Zhima-lah yang menghalangiku.
Aku merasakan Force kuat bersamanya.
Lebih cepat dia dikalahkan, lebih baik.
Siapa yang mengira Kyber bisa digunakan seperti ini?
Bagiku, tidak ada cara yang lebih baik selain memakai simbol ini
untuk menunjukkan kekuatan kita kepada galaksi.
Mereka menggunakan kristal itu untuk membuat senjata?
Maaf, Jenderal Nawaam,
tetapi kami masih belum bisa membuat kristal beresonansi dengan…
Bawa Lord Zhima padaku.
Ini benar-benar kejutan.
Aku tidak menyangka ada Jedi yang akan kembali ke planet ini, Margrave Juro.
Terima kasih mau menemui kami, Lady Tafflah.
Kami sangat bersyukur Anda…
Tidak usah basa-basi.
Aku sedang sibuk saat ini, jadi tolong katakan saja urusanmu.
Kenapa kau datang ke sini?
Ada seorang jenderal bernama Nawaam yang ingin menguasai galaksi
dan pengaruhnya meluas pesat.
Menurut saya, ini akan membawa kita menuju kehancuran.
Sebagai seorang Jedi, saya tidak bisa diam saja.
Jadi, saya dipandu ke sini.
Kau dipandu ke sini? Maksudmu dipandu Force?
Maaf harus mengatakan ini, tetapi dari sudut pandangku,
kalian para Jedi sepertinya tidak lebih dari pembawa kekacauan.
Tentunya kau pasti belum lupa
tentang insiden itu, bukan, Margrave Juro?
Anda harus paham betapa berbahayanya Nawaam.
Dia harus dihentikan.
Baiklah kalau begitu.
Bagaimanapun juga, aku tidak ingin terus mengingat tragedi di masa lalu.
Namun, seperti yang sudah kau tahu,
sudah tidak ada Jedi yang tersisa di planet kami.
Yang kami cari adalah sekutu
yang siap berjuang bersama kami demi kebaikan galaksi.
Silakan cari sekutumu.
Namun, ingatlah bahwa planet kami
mengakui kedaulatan setiap orang.
Kita mendarat di wilayah pertambangan.
Baiklah.
Homen, kau tahu kenapa Orde Jedi di planet ini bubar?
Lalu, apa insidennya?
Ceritanya adalah, Master yang mengawasi Orde Jedi di sini dibunuh…
oleh Padawan-nya sendiri.
Apa ini? Ada asteroid
- yang lurus menuju kita. - Tenang, kita akan baik-baik saja.
Namun…
Aku bisa ambil alih dari sini.
Kau yakin ini aman?
Percayalah padaku, ikuti saja mereka masuk.
Apa ini prajurit yang kita cari?
Namun, mereka hanya penambang biasa, bukan?
Kelihatannya begitu, bukan?
Tarik pedangnya!
Juro!
Itu baru namanya keahlian Jedi sejati.
Kau juga lumayan.
Senang melihat keahlianmu belum berkarat, Kwana.
Sudah terlalu lama kita tidak jumpa. Kau tampak sehat.
Hai! Semuanya, Master Juro telah kembali ke Bibin!
Maafkan reaksi mereka.
Mereka tidak membencimu.
Jangan khawatir. Reaksi mereka wajar.
Sejak insiden itu, pandangan orang terhadap Jedi berubah.
Itu pasti sulit bagimu.
Kau meneladani Master Reno lebih dari siapa pun yang aku kenal.
Impianku menjadi Jedi hanyalah masa lalu.
Namun, omong-omong…
apa kau keberatan menunjukkan sedikit lightsaber-mu, Juro?
Aku tahu seharusnya tidak minta itu,
tetapi aku begitu bangga teman lamaku kini menjadi Master Jedi sejati.
Jadi, kalian berdua saling mengenal?
Lebih dari itu.
Kami berdua menghabiskan masa muda bersama.
Kami sudah seperti saudara.
Kwana, temanku.
Aku ingin minta bantuanmu.
Ini bukan hanya melibatkanmu, tetapi para penambang juga.
Bantuan seperti apa yang seorang Jedi butuhkan?
Bantuan untuk menghentikan perang.
Aku butuh pertolonganmu.
Kau bicara soal Nawaam.
No comments yet. Be the first to leave one.