A Night Like This

A Night Like This

Download Indonesian Subtitle

Release info

A Night Like This (2025) Indonesian
A Commentary by SatoruGolojo
Subtitle ini cocok untuk yang berdurasi 1.40.40. Sync & Translated By Satoru Golojo.

Tags

other
professional_translation
full_subtitles
extended_edition
Published on: 2026-02-25
Downloads: 37
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

MALAM SEPERTI INI

KUMPULKAN KEBERANIAN

Halo.

Halo.

Bisa saya pesan bir?

Oh, dompetku tertinggal, kawan.

Apakah itu berarti...

Oh, tidak, ayolah.

Maaf. Tidak bisa.

Apa maksudmu tidak bisa?

Bukankah kamu bisa bayar lewat ponselmu?

Hah?

Kau sudah dengar soal keamanan siber Rusia yang sedang marak itu.

Belum, kan?

Dengar.

Sekarang mereka bisa meretas ponselmu.

Melacak pergerakanmu.

Menguras rekening bankmu.

Seperti itu.

Ini serius, kawan.

Dan ini Natal, kawan.

Dan kamu tidak boleh jahat saat Natal, bukan?

Itu tidak mencerminkan ajaran Kristiani.

Maaf kawan. Aku tidak diizinkan.

Sial.

Baiklah, kau masuk daftar hitamku.

Bagaimana menurutmu?

Halo, kawan.

Tidak mau?

Maukah kamu membayarkanku...

Boleh aku membelikanmu minuman?

Ya.

Tidak, aku tidak bisa.

Tidak bisa.

Terima kasih.

Apa yang kau lakukan?

Ah, kawan. Aku tahu.

Sabar saja, ini agak aneh.

Anda, Tuan, berutang segelas bir pada pria malang ini

sebagai permintaan maaf atas sikap burukmu.

Dan aku akan mengambil ini.

Kau tahu, jangan sia-siakan apa pun.

Dan, kau tahu, begitulah.

Bagaimana?

Aku juga tidak tahu.

Tunggu.

Ya Tuhan. Benar-benar brengsek.

Maaf, kawan.

Akan kubawakan satu lagi.

Tidak apa-apa.

Lagipula aku mau pergi.

Baiklah.

Selamat Natal.

Halo, kawan.

Halo.

Apa maumu sekarang?

Tidak ada. Tidak.

Aku hanya...

Aku muntah di sana,

dan aroma muntahannya membuatku ingin muntah lagi.

Tahu, kan?

Dan aku khawatir aroma muntahan itu

memaksaku muntah lagi.

Itu akan terus berlanjut sampai akhirnya aku mati.

Baiklah. Dengar.

Sekarang aku sadar,

dan aku hanya ingin minta maaf.

Tidak apa-apa. Aku tidak peduli.

Ya.

Hariku agak buruk jadi aku melampiasannya padamu.

Tindakan bodoh, tapi...

Ya. Tapi kita semua punya hari yang sulit.

Tepat sekali.

Tapi...

Biarkan aku menebus kesalahanku.

Oh, sial.

Jadi, kau temukan dompetmu?

Kau temukan dompetmu?

Oh ya, ya.

Bukan, itu tadi hanya tipuan, kawan.

- Kau tidak tampak seperti orang yang harus mengemis demi segelas bir.

Tidak, persis sekali.

Benar. Dengar ini, ya?

Beberapa hari lalu, saat jalan di jalan utama,

tepatnya di jalan utama, ada toko buku.

Ada buku di toko itu.

Judul bukunya "Cara Menjadi Kaya dengan Mengemis".

Tahu, kan?

Maksudku, omong kosong biasa, mungkin bualan saja,

tapi itu membuatku berpikir, bukan?

Ambil contoh orang tuaku.

Mereka kaya.

Maksudku, mereka sangat kaya, begitu kaya, tahu kan?

Tapi ke mana pun mereka pergi,

mereka selalu ingin mendapatkan sesuatu gratis,

itu lucu, tahu kan?

Itu seperti memberi obat pencahar

kepada orang yang sedang diare, kau paham?

Lalu hal itu membuatku berpikir,

"Bukankah kelakuan mereka itu cuma pengemisan dalam bentuk lain?"

Tapi jika orang tuamu sudah kaya,

bagaimana kamu bisa kaya dengan mengemis?

Aku bilang aku melihat bukunya, kawan.

Bukan berarti aku membacanya.

Terima kasih.

Apa kamu seorang musisi atau semacamnya?

Aku? Ini?

Tidak, tidak, tidak.

Aku tidak cukup percaya diri untuk berpikir

bahwa akan ada orang yang mendengarkan,

kecuali orang-orang baik di bus ini

yang tidak bisa pergi ke mana pun.

Halo.

Ayahku mengajariku, tapi ia pergi saat aku berusia enam tahun.

Ia menikahi wanita nakal yang usianya jauh lebih muda dariku

dan suka bersikap seolah ia ibuku, sungguh menggelikan.

Aku membenci mereka berdua sejak saat itu.

Meski begitu, aku punya klub kecil.

Oh, wah.

Itu keren.

Ya, ya. Delirium.

Itu tempat bawah tanah yang kubuka dengan uang ibuku.

Masalahnya, semua orang mengira itu hanya hobi kekanak-kanakan,

untuk melawan keluargaku yang kaku, tahu kan, untuk mengacau,

membuang-buang uang dan meniduri setiap wanita cantik bodoh yang kutemui.

yang kutemui.

Aku tidak bilang itu sepenuhnya salah, tahu kan,

tapi itu urusanku.

Hanya saja tidak ada yang menganggapku serius.

Dan tahu tidak, aku sedikit

terlilit hutang 2,3 juta poundsterling,

jadi aku tidak bisa menyalahkan mereka.

Ah, cukup sudah.

Pernahkah kau berharap bahwa kau

diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar?

Ya, maksudku, bukankah semua orang begitu?

Ya.

Lalu apa pekerjaanmu?

- Siapa, aku? - Ya.

Aku seorang aktor.

Itu luar biasa. Luar biasa.

Di mana aku pernah melihatmu?

Mungkin hal-hal yang tidak akan kamu tonton.

Bukan film porno, kan?

Maaf.

Bercanda. Bercanda.

Itu hanya candaan.

Teater atau film?

- Entahlah, aku hanya suka menjadi siapa pun

selain diriku sendiri.

Aku punya ide.

Baiklah.

Di mana kamu turun?

Sepertinya di perhentian berikutnya.

Baiklah.

Mau terus melakukan ini?

Melakukan apa?

Berbicara.

Aku berutang minuman padamu, kan?

Aku-

Aku berutang bir padamu.

Aku berutang segelas padamu.

Dengar, aku sedang menghadapi masalah,

tanpa bermaksud menyinggung, tampaknya kamu pun sedang mengalaminya.

Aku punya tempat yang tidak jauh dari sini.

Gelap, kotor.

Luar biasa.

Ya, tidak bagus-bagus amat.

Tapi, tahu sendiri, para gadis menyukainya.

Dan, kamu bisa ke sana,

entahlah, untuk menuntaskan urusanmu.

Ngomong-ngomong, aku gay.

Tidak apa-apa, kawan.

Tidak, tidak. Tidak apa-apa.

Keren. Tidak masalah.

Pria mungkin juga menyukainya.

Aku suka.

Dengar, minum sendirian itu

terasa cukup depresi, paham?

Apa kamu tidak punya teman?

Tidak ada.

Kamu?

Kurasa aku sudah

cukup dewasa untuk menangani masalahku sendiri.

- Dengar, aku sedikit takut sendirian malam ini.

Maksudku, bukan itu.

Aku berutang minuman padamu, kan?

Segelas permintaan maaf, lalu, tahu sendiri, kamu bisa pergi.

Aku tidak terlalu suka bicara.

Yah, aku pun bukan pendengar yang baik.

Apakah itu artinya ya?

Tandanya ya.

Sempurna.

Tepat sekali.

Kita sampai dalam beberapa perhentian.

Terima kasih.

Kamu harus minum air putih.

Jangan pernah mencampur minuman.

Itu buruk bagi hatimu.

Jadi, asalmu dari mana?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left