The first 84 lines.
GEREJA MISI BANGSA
Kasih karunia Tuhan yang besar Telah mengajariku
Tuhan telah menganugerahkan Rahmat-Nya kepada kita
Saat aku merasakan cinta ajaib Tuhan
Kasih karunia Tuhan yang tak terbatas
Saat aku mengikuti Tuhan
Dia menjawab doaku
Saat aku mengikuti Tuhan
Dia memberiku kedamaian
Saat aku mengikuti Tuhan
Saat aku mengikuti Tuhan
Dia memberiku kedamaian
REVELATIONS
Halo, Pak. Kau datang, ya? Mari kita makan.
- Pria itu mengikutimu? - Hei, jangan dilihat.
Kau terkenal, A-yeong. Pria tua itu mengikutimu?
Apa kau mau mati?
Kini sudah membaik.
- Begitu, ya? - Ya.
Aku baik-baik saja.
Ayo.
Hati-hati di jalan.
- Sampai jumpa di kebaktian berikutnya. - Ya.
Pria itu…
Apakah dia mendaftar?
Ya, begitulah.
Sayang, kau harus pergi, 'kan?
- Ya. Bersiaplah dan temui aku di luar. - Baik.
Ini reuni kampus. Sudah kubilang, bukan?
Aku mungkin pulang agak telat. Bisa jemput Yeon-u?
Ya ampun. Ada pembangunan pada hari Minggu di sini?
Kuharap mereka kerja keras dan cepat usai agar kita bisa dapat anggota gereja baru.
Kau menjemput semua orang untuk doa pagi selama empat tahun.
Akhirnya itu membuahkan hasil.
Kau harus menemuinya hari ini dan lihat bagaimana reaksinya, ya?
Hei, Pendeta Sung.
Astaga. Kau masuk angin?
Silakan duduk.
Kau selalu bekerja keras.
Kau harus menjaga kesehatan.
Aku tak apa. Sebentar lagi juga sembuh.
Omong-omong, kau juga bekerja sangat keras.
Bagaimana kabar gereja?
Biasa saja.
Aku berhasil mendapatkan anggota baru sebelum datang ke sini.
Jangan terobsesi dengan mencari anggota baru.
Aku tak yakin, tapi…
Aku akan memikirkannya.
Baiklah.
Mari kita pikirkan bersama.
Tuhan akan tunjukkan orang yang tepat untuk tugas itu.
Cepat! Aku sudah memintamu bawa payung.
Ayo kita masuk dahulu. Masuklah. Cepat.
Begitu, ya?
Ayahmu bilang dia mencari orang yang tepat untuk memimpin di sana.
Dia meminta pendapatku.
Dia meminta pendapatmu?
Apa yang dia pikirkan? Dia minta pendapatmu?
Ini gila. Kenapa dia membuat situasinya menjadi canggung?
Tentu saja, kaulah orang yang tepat itu.
Yeon-hui.
Kenapa kau melakukan itu?
Kenapa?
Kenapa kau tak datang untuk menyelamatkanku?
Kenapa?
Sepuluh meter lagi Anda akan tiba di tujuan.
Dia bahkan belum lama menikah.
Ya,
kau tahu betapa lembeknya Hwan-su itu.
Dia terlalu lembek menjaga kehormatan. Makanya dia luluh dengan rayuannya.
Namun, aku sudah menyuruhnya untuk segera mengakhiri hubungan itu,
kembali pada istrinya, lalu bertobat, tapi gadis itu…
Selingkuhannya itu
mengepos detail hubungan mereka di situs gereja.
Aku selalu menyuruhnya menjalani hidup untuk Tuhan, bukan yang lain.
Min-chan.
Mungkin
itu semua bagian dari rencana Tuhan.
Pendeta.
Kau tak mencium bau yang harum?
Pendeta Sung menawarkan bantuan, mereka bilang mobil derek akan datang.
Syukurlah.
Ibu-ibu, kalian harus mengawasi mereka menata kafetarianya, 'kan?
Ya, ayo. Kita harus ganti pakaian dahulu.
No comments yet. Be the first to leave one.