The first 200 lines.
Farhan, kasusnya sudah terpecahkan.
Aku tahu siapa pembunuhnya.
Kantor Polisi Parel.
Kecelakaan di terowongan Parel.
Cepat kirim ambulans!
Bunty, apa yang kau lakukan?
Turun dari mobil! Turun!
Kalian sudah gila?
Nagesh bhai, apa yang kalian rayakan?
- Apa? - Ini perayaan apa?
Perayaan penting.
Si jahanam Dev sudah mati!
Cukup!
Kebiasaan media,
orang diumumkan mati padahal belum.
Berhenti menyebar gosip. Jangan hubungi aku!
Tanggung jawab!
- Pak. - Apa situasinya, Farhan?
Belum sadar, masih di ICU.
Dia akan selamat, 'kan?
Dia tangguh, tidak mudah menyerah.
Dia akan kembali beraksi.
Seperti dulu.
Semoga tidak sama seperti dulu.
Aku mau kasus ini dipecahkan.
Pak.
Apakah Prabhat Jadhav terlibat?
Kurasa tidak.
Sepertinya murni kecelakaan.
Namun, segala kemungkinan diselidiki.
Farhan, ada banyak tekanan dari atas.
Cepatlah.
Siap. Akan kukabari.
Tolong, ya?
- Salam, Pak. - Salam.
Aku menunggu, Dev.
Aku menunggu jawaban.
Sebelum kecelakaan, katamu kasusnya sudah terpecahkan.
Kasus?
Katakan…
Kau menemukan apa hingga kasusnya terpecahkan?
Kasus apa?
Siapa kau?
Farhan.
Farhan siapa?
Temanmu.
- Kau… - Tolong matikan AC.
Tolong.
Ini aku.
Wakil Komisaris Polisi, Mumbai Selatan.
Kau ingat sesuatu?
Siapa aku?
Polisi di 11 negara mau menangkap Don.
Namun, Sonia, pahamilah…
Menangkap Don bukan hanya sulit, tapi mustahil!
Sedang apa kau?
Kerabat calon istri?
Kau kerabat calon istri, 'kan?
Aku dari kepolisian.
Aku menari untuk keduanya.
Dia telah datang! Dia telah datang! Deva telah datang!
Dia telah datang! Dia telah datang! Deva telah datang!
Memasuki kawasan hatimu
Membawa terang di siang hari
Kubawakan tarian Yang akan mengguncang dunia
Semua orang di pesta akan menatapku
Setiap kali melihatnya Meskipun tidak minum
Hatiku jadi sentimental, rasanya mabuk
Kapan pun bahagia, aku menari
Entah di rumah, di resepsi Atau di tengah jalan
Pencet belnya Tha, tha, tha, tha, tha
Tarik pelatuknya Tha, tha, tha, tha, tha
Buatlah kekacauan Tha, tha, tha, tha, tha
Di sinilah aku!
Pencet belnya Tha, tha, tha, tha, tha
Tarik pelatuknya Tha, tha, tha, tha, tha
Buatlah kekacauan Tha, tha, tha, tha, tha
Di sinilah aku!
Aku tidak akan termakan ucapanmu Aku satu-satunya, kau apa?
Kau akan paham Setelah termakan ucapanku
Siapa diriku!
Coba saja kau curi hatiku Kau yang gila
Pergilah dan coba terus
Aku berjalan dengan pesona
Semua orang berpaling Dan berhenti untuk memandangku
Akan kubuat kau jadi ratu kota ini
Jika kau menari sambil menggandengku
Pencet belnya Tha, tha, tha, tha, tha
Tarik pelatuknya Tha, tha, tha, tha, tha
Buatlah kekacauan Tha, tha, tha, tha, tha
Di sinilah aku!
Pencet belnya Tha, tha, tha, tha, tha
Tarik pelatuknya Tha, tha, tha, tha, tha
Buatlah kekacauan Tha, tha, tha, tha, tha
Di sinilah aku!
Dia telah datang! Deva telah datang!
Dia telah datang! Dia telah datang! Deva telah datang!
Dia telah datang! Dia telah datang! Deva telah datang!
Deva telah datang!
Deva telah datang!
Dia telah datang! Deva telah datang!
Jaga hatimu Jaga hatimu!
Kita siap, kita siap
Panggungnya siap, jaga hatimu Jaga hatimu!
Dia telah datang! Deva telah datang!
Jaga hatimu Jaga hatimu!
Dia telah datang! Deva telah datang!
Jaga hatimu Jaga hatimu!
Pak.
Pak Sathaye.
Hai, Alka.
Farhan tampak seperti pahlawan, ya?
Kita harus dengarkan ucapan istri.
Kau sudah keluarkan banyak uang…
Dekorasinya mewah.
Luar biasa.
Tidak merepotkan. Dia adikku satu-satunya.
Meskipun Alka ingin pernikahan di catatan sipil…
dia mau mempelainya
datang dengan meriah di resepsi.
- Kau dapat sesuatu? - Tidak, Pak.
Pengamanannya ketat…
tapi Prabhat Jadhav sangat cerdik.
Lolos dari LP Yerwada,
tidak sembunyi di desanya.
Pak… Aku permisi.
Petugas minggu ini lebih sedikit.
Namun, jangan cemas… besok pagi pasti ada kabar.
Tak heran kau disegani polisi, Pak Sathaye.
Terima kasih.
Namun, makanlah dahulu.
Tidak bisa. Aku harus patroli.
Baik. Pergilah…
Kususul sejam lagi.
Siap, Pak.
Aku segera kembali.
Ayah, mau pergi?
- Ya. - Perlu kuantar?
Tidak apa-apa. Ayah bisa.
Baiklah.
- Putrimu? - Ya, Pak.
Tidak mirip.
Pak?
Kau juga tidak mirip polisi.
Datang ke TKP kapan-kapan… kau akan lihat.
Maaf, Pak.
Terima kasih.
Pernah lihat dia?
Ayo buka kapnya!
Ada apa? Biarkan aku pergi.
Apa?
Biarkan aku pergi, Pak.
Semua di Mumbai hanya bisa satu ucapan Marathi?
Apa lagi? Ucapan lain?
Ayo, buka kapnya.
Buka. Keluar.
Periksa bagasinya.
Ayo.
Ya.
Maaf, Rebecca.
- Aku tidak bisa mengantarmu. - Tak apa. Aku sudah pergi.
Namun, darurat apa? Aman?
Aku dipanggil tugas razia mendadak.
Ada gangster, Prabhat Jadhav…
- kasus pembunuhan MLA itu… - Ya.
Ada siaga darurat karena dia.
- Berhenti! - Ada apa, Pak?
Kami harus periksa mobilmu.
Kami harus periksa bagasinya.
- Bisa sendiri, 'kan? - Ya.
Kau gila?
Kami periksa semua mobil.
- Tahu siapa dia? - Jangan teriak.
Selamat di jalan.
Penumpang kami sangat penting.
Biar. Semua mobil diperiksa.
- Jangan lancang. - Ada apa ini?
- Kau dari polsek mana? - Telepon nanti.
Dah, hati-hati.
Dari polsek mana? Siapa atasanmu?
Aku mau bicara.
- Dia atasanmu? - Ya, Pak.
- Salam. Aku Apte. - Salam.
Anak buahmu menggangguku.
Aku harus buru-buru.
Ada apa?
Dia orang penting.
Semua mobil diperiksa.
Lalu?
Buka bagasi, tunjukkan SIM, lalu pergi.
Jika pejabat tidak patuh,
bagaimana rakyatnya juga?
Pak Rohan, dia penting.
Periksa bagasi orang penting ini dan SIM-nya, lalu lepaskan.
Cepat.
Dengar itu, Fareed?
Hai, kau.
Jangan sok pahlawan karena memakai seragam.
Kami pakai untuk kain pel di rumah!
Jika bersikeras geledah mobilku,
No comments yet. Be the first to leave one.