The first 200 lines.
911. Apa situasi daruratmu?
Aku ingin laporkan pembunuhan.
100 Cressfield Lane.
Tiga orang.
Tidak, tunggu.
Empat.
Empat orang.
Aku siapa?
Aku yang keempat.
Ibu, kenapa kau melakukan ini?
Empat Bulan Kemudian
Kau lebih cepat.
Demi Tuhan. Kau mengagetkanku.
Aku memiliki efek itu terhadap wanita.
Itu mungkin karena janggut.
Aku suka janggutmu.
Apa Dani di rumah?
Masih belum.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Zo?
Ini untuk mengenang temanmu.
Ayo, kita parkirkan mobilmu. Aku mau ajak kau keliling.
Tidak mungkin.
Ya, aku punya sapi.
Aku suka mereka.
Itu Destro, Lady Jaye, Cobra Commander.
Dan yang di sana Snake Eyes.
Ya, itu sangat cocok.
G.I. Joe adalah favoritmu saat tumbuh besar.
Astaga. Senang melihatmu, Dik.
Senang kau kembali.
Aku senang sudah kembali.
Aku tak percaya itu.
G.I. Joe menjadi warga sipil.
Ya. Kakakmu sekarang hanya orang biasa.
Tidak ada yang biasa tentangmu.
Apa pendapat Dani?
Aku rasa dia senang.
Aku tahu dia akan senang saat aku akan melamar dia.
Tidak mungkin.
Ya, tapi dengar, Dani tidak tahu. Jangan katakan apapun...
Jangan khawatir, tidak akan.
Kau tahu seberapa pandai aku menyimpan rahasia.
Beritahu aku sesuatu.
Ini hampir dua bulan sejak aku kembali,
Kenapa ini pertama kalinya aku melihatmu?
Ya. Maaf.
Aku ada sedikit masalah,
Tapi itu sudah selesai.
Aku sudah dengar.
Sungguh?
Kau tak apa?
Aku akan membunuhmu!
Aku tak apa.
Bukan itu yang aku tanyakan.
Tad, aku hargai itu,
Tapi kau tak harus bertingkah seperti kakakku setiap waktu.
Aku tidak membutuhkanmu untuk melindungiku.
Hei, dengar. Aku mau kau mendengar ini.
Dari sejak pertama kau lahir,
Aku janji Ibu dan Ayah untuk selalu melindungimu.
Sekarang aku sudah kembali sepenuhnya, itu yang aku ingin lakukan.
Itu sebabnya aku akhirnya putus dengan Sebastian.
Karena aku tahu kau pada akhirnya akan membunuh dia.
Takkan ada yang akan merindukan dia jika aku membunuhnya.
Jangan katakan itu.
Aku serius.
Maaf aku melewatkan pemakaman Ayah dan Ibu.
- Tapi aku... - Aku tahu.
- Aku juga minta maaf. - Untuk apa?
Apa ada yang memanggil dokter?
Wow!
Aku tak percaya kau sepenuhnya menjadi orang desa.
Ujar pria yang memakai lingerie leher.
Aku sudah memilih sapi yang aku inginkan untuk makan malam.
Menjauh dari sapi-sapiku. Mereka bukan makanan.
Lalu mereka apa?
Mereka sapi dukungan emosional ku.
"Ada apa, Dillon? Terlalu banyak meruncing pensil?"
Oke. Oke, oke.
Kau tahu itu syal wanita, 'kan?
- Hei, Buckley. - Ini dia.
- Bagaimana keadaanmu? - Aku baik. Terima kasih.
Aku terkejut kau datang cepat dan tidak tersesat.
Dia tersesat.
Aku temui dia di pom bensin menanyakan arah.
Wow. Aku akui, tempat ini bagus.
Ya, cobalah untuk tidak merusak apapun.
Apa? Dia selalu merusak sesuatu.
Astaga, Volo, ada yang ingin kau bicarakan?
Tidak. Aku tak apa, sayang.
Apa yang kita rayakan?
Rumah baru mewahnya Tad,
Atau Buckley membuka praktiknya sendiri?
Itu benar, Tn. Psikologis.
Itu dokter. Dan aku psikiater.
Psikologis berurusan dengan pikiran orang,
Perasaan dan kesehatan mental secara general.
Aku lebih mengurusi ketidakseimbangan kimia dan gangguan.
Kau tahu, hal-hal sungguhan.
Yang artinya kau tak punya hati.
Benar, tapi aku juga meresepkan obat terbaik.
Baiklah, untuk itu, kalian silakan bicarakan itu.
Sekarang, aku permisi, aku akan membantu kalian dan pergi mandi.
Air limun ada di kulkas. Blender di belakang.
Tapi yang lebih penting, anggap rumah sendiri.
- Kapan Tara datang? - Kenapa?
Tidak apa. Hanya bertanya.
Omong-omong, dia masih lajang, 'kan?
Ya, dia masih lajang. Kenapa?
Aku penasaran jika aku membuat kesan terhadap dia, itu saja.
Di acara pemakaman?
Aku rasa tidak.
Lagi pula, meski jika kau membuat kesan...
Aku rasa kau bukan tipe dia.
Tipe seperti apa? Alfa super?
Tangguh, keren?
Aku rasa lebih ke standar.
Jadi, bagaimana keadaan dia?
Dia baik. Kau tahu Tad.
Bagaimana keadaan dia?
Dia kesulitan sejak kembali.
Dia sering melamun.
Sama sekali tak ada keintiman diantara kami.
Dia seperti bukan dirinya sendiri lagi. Dia seperti...
Dia seperti orang lain.
Peralihan kembali ke kehidupan sipil.
Itu tidak mudah. Khususnya setelah kau bertempur.
Militer memberitahu kau siapa dirimu.
Sekarang dia sudah pulang...
Dia harus mencari tahu sendiri siapa dia sebenarnya.
Ya, tapi dia kesakitan.
Lalu dari mana rasa sakitnya berasal?
Dia akhirnya punya waktu untuk merenung.
Kadang mengingat kembali momen di kepalanya.
Ketika kau mengalami itu, kau harus menekannya.
Aku tak tahu harus bilang apa padamu.
Buckley...
Aku tahu jika dia membunuh orang.
Ya.
Itu janggal untuk disebutkan, tapi kau akan terbiasa dengan itu.
Kau seperti bilang pada dirimu untuk menikmatinya.
Menikmati apa? Membunuh orang?
Bukan.
Tidak ada yang menikmati membunuh orang.
Kecuali kau psikopat.
Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi.
Siapa bilang terjadi sesuatu?
Dengar, aku berjanji pada Volo takkan mengungkit ini lagi.
Pak, ada kabar?
Masih sama.
Aku benci penyerangan siang hari.
Semua bisa menjadi kacau dalam sekejap.
Tetap fokus.
Ada pergerakan. Pria. Gedung satu.
125 meter, lantai dua.
Angin dua hingga lima knot dari timur ke barat.
Buckley, kau membidik dia?
Siaga. Tak ada penyesuaian.
Target dibidik.
Musuh.
- Kau membidik dia? - Tembak.
Tembak.
Tembak...
Bajingan! Romeo Hotel... Pasukan menghadapi kontak.
Sierra 1 tumbang. Aku ulangi, Sierra 1 tumbang.
Meminta eksfiltrasi siang hari.
Jumlah musuh di area tidak diketahui.
Berusaha mengirimkan helikopter. Satu sudah diberangkatkan.
Oke. Dimengerti. Sierra 1, tertembak di kepala.
- Meminta evakuasi medis secepatnya. - Diterima.
28, helikopter sudah berangkat.
Baik.
Bersiap untuk QRF. Sierra 2 keluar.
Apa kau mendapatkan bajingan itu?
Demi Tuhan. Kenapa dia tidak beritahu aku?
Itu bukan mimpi burukmu yang harus kau tanggung.
Tak apa, sayang. Aku di sini.
Apa yang terjadi?
- Tidak ada. - Tunggu. Apa yang terjadi?
Tad, tolong. Tad, bicara denganku.
Apa aku ada salah?
Keluar.
Kau tak apa?
Ya. Aku hanya mendengarkan.
Radio lama ayah?
Ya. Salah satu barang antik yang suka dia kumpulkan.
Aku temukan itu saat bersihkan unit gudang mereka minggu lalu.
- Wiski? - Tentu.
Dia suka radio ini.
Ingat ayah dulu sering menonton pertandingan bisbol di TV?
Tapi pelankan volumenya, agar dia bisa dengarkan yang di radio.
Menurut ayah penyiar radio jauh lebih menghibur.
Atau Ibu sering bilang,
"Beberapa orang lahir dengan wajah untuk radio."
Tidak, jangan buat aku mulai dengan ucapan ibu yang tak biasa.
Itu membuatku gila.
Untuk Ibu dan Ayah.
Tapi aku tidak mendengarkan pertandingan bisbol lagi dari ini.
Itu hanya memutar satu stasiun, bahkan bukan dalam Bahasa Inggris.
No comments yet. Be the first to leave one.