Release info

Ali Fear Eats the Soul (1974) [BluRay] INDONESIA by madeinheaven6666
A Commentary by madeinheaven6666
Akses Film Lainnya Dari Saya Di Telegram: t.me/bymadeinheaven6666

Tags

bluray
Published on: 2026-04-23
Downloads: 21
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

KEBAHAGIAAN TIDAK SELALU MENYENANGKAN

KETAKUTAN MEMAKAN JIWA

Ya?

Maaf, tapi di luar hujannya deras sekali.

Dan aku berpikir, "Emmi,

lebih baik masuk ke bar itu."

Aku lewat sini setiap malam dan mendengar musik asing itu.

Mereka menyanyikan lagu dalam bahasa apa?

Arab.

Arab. Oh, begitu.

Di jukebox kami juga ada lagu-lagu Jerman. Hampir setengahnya.

Tapi tentu saja mereka lebih suka lagu-lagu dari kampung halaman.

Tentu saja.

Mau minum apa?

Biasanya orang minum apa di sini?

Bermacam-macam. Apa saja. Cola atau bir.

Kedengarannya enak, terima kasih.

Jadi yang mana? Bir atau cola?

Cola saja, tolong.

Perempuan itu gila. Cerewet sekali.

Mungkin ia tidak pernah punya kesempatan untuk bicara.

Mungkin.

- Jadi kamu mau atau tidak? - Tidak.

- Kenapa tidak? - Barang rusak.

Sudahlah kalau begitu!

- Bir lagi? - Boleh.

Dua bir.

Berapa semuanya?

- Untuk sembilan bir? - Ya, sembilan bir.

Sepuluh mark delapan puluh.

- Kembaliannya buat kamu. - Terima kasih.

Kenapa tidak mengajak nenek itu berdansa?

Aku dansa dengan perempuan tua?

Kenapa tidak? Kakimu tidak patah, kan?

Ada apa?

Dia bilang aku harus dansa dengan perempuan tua itu.

- Kamu mau dansa sama aku? - Apa? Dansa?

Ya. Kamu duduk sendiri. Sedih. Duduk sendiri tidak baik.

Kenapa tidak?

Sudah sekitar 20 tahun sejak terakhir kali aku berdansa.

Mungkin aku sudah tidak bisa lagi.

Tidak apa-apa. Dansa pelan-pelan saja.

Matikan lampunya.

Kamu dari mana?

Kota kecil di Maroko - Tismit.

Oh, Maroko.

Ya. Sangat indah, tapi tidak ada kerja.

Bahasa Jermanmu bagus.

Sudah lama di sini?

Dua tahun. Banyak kerja.

Aku juga.

Setengah hidup itu isinya kerja.

Kamu tidak punya laki-laki? Menikah?

Suamiku sudah lama meninggal.

Kamu kerja apa?

Kerja di mobil-mobil. Seharian, terus-terusan.

Dan malamnya kamu habiskan di sini?

Ya.

Musik bagus,

teman-teman Arab.

Tidak tahu tempat lain.

Orang Jerman sama Arab tidak baik.

Kenapa?

Tidak tahu.

Orang Jerman tidak sama dengan orang Arab.

- Tapi di tempat kerja pastinya... - Tidak sama.

Jerman itu tuan.

Arab itu anjing.

- Tapi itu... - Mau apa?

Lebih baik tidak banyak pikir.

Banyak pikir, banyak nangis.

- Ini. - Terima kasih.

- Mau minum lagi? - Tidak, terima kasih.

Aku harus bangun pagi. Aku mau bayar colanya.

- Satu mark. - Aku yang bayar cola.

Ini.

Terima kasih banyak, tapi...

Kamu baik ngobrol sama Ali. Ali yang bayar cola.

- Namamu Ali? - Bukan Ali, tapi semua bilang Ali.

Sekarang aku jadi Ali. - Nama aslimu siapa?

El Hedi ben Salem M'Barek Mohammed Mustapha.

- Itu panjang sekali. - Ya. Di Tismit semua nama panjang.

Aku harus pergi sekarang.

- Selamat tinggal. - Jangan selamat tinggal.

Aku antar kamu sampai pintu rumah.

Tidak baik pergi sendiri,

lebih baik.

Kalau kamu mau.

Hujan yang menyebalkan ini.

Kita sudah sampai.

- Ini rumahmu? - Ya.

Kamu bisa tunggu sebentar di sini.

Mungkin hujannya akan berhenti.

Kalau tidak, kamu bisa masuk angin, dan itu salahku.

Kamu kerja apa?

Yah, begitulah...

Ya?

Aku tidak suka mengatakannya.

Orang selalu memandangmu dengan aneh kalau tahu.

Aku tidak pandang aneh.

Bukan, bukan kamu.

Yah, aku membersihkan. Aku tukang bersih-bersih.

Di perusahaan besar?

Tidak terlalu besar, tapi banyak sekali kacanya.

Kerja keras.

Kami berempat membersihkan delapan lantai.

Masing-masing dua lantai,

satu pagi dan satu malam.

Di sela-selanya, aku bebas ambil kerjaan sampingan.

Sekarang selalu banyak yang cari tukang bersih-bersih.

Aku tidak pernah belajar pekerjaan yang benar.

Kamu tidak akan percaya hal-hal yang kadang terjadi.

Ada majikan yang menjemputku dengan Mercedesnya.

Lengkap dengan sopir.

Siapa aku untuk menolak?

Dia punya pabrik atau semacamnya.

Kamu sebaiknya pakai jas berwarna lebih terang, Ali.

Akan lebih cocok untukmu.

Aku? Jas terang? Kenapa?

Bukan urusanku,

tapi pakaian gelap kelihatannya begitu muram, bukan?

Tidak tahu. Mungkin.

Senang bisa ngobrol dengan seseorang.

Aku sendirian hampir setiap saat.

Setiap saat, sebenarnya.

Anak-anakku punya kehidupan mereka sendiri.

Kamu punya banyak anak?

Tiga. Dua laki-laki dan satu perempuan.

Semuanya sudah menikah.

Di mana? Kota lain?

Tidak, di sini.

Tapi mereka menjalani hidup mereka sendiri.

Kami berkumpul di acara-acara tertentu, tapi...

Di kami di Maroko,

keluarga selalu bersama.

Mama tidak pernah sendiri. Mama sendiri, tidak baik.

Lain negara lain adat.

Biar aku lihat apakah hujannya sudah berhenti.

Masih deras.

Mungkin... - Ya?

Kenapa tidak naik sebentar? Aku buatkan kopi,

dan mungkin hujannya akan berhenti.

- Mau, tapi... - Orang selalu bilang "tapi."

Dan tidak ada yang berubah.

Ayo naik!

Aku punya sebotol brendi.

Hadiah Natal dari anak sulungku.

Kamu suka brendi? - Brendi? Ya.

Nah, itu dia.

Minum sendirian tidak menyenangkan.

Selamat malam, Nyonya Kurowski.

Saya mau mengembalikan tiga mark lima puluh yang saya hutang.

Ini. Dan terima kasih banyak.

Terima kasih. Selamat malam.

Selamat malam.

Ayo naik.

- Nyonya Karges? - Coba bayangkan!

Nyonya Kurowski membawa orang asing ke atas.

Apa?

- Orang hitam. - Negro?

Yah, tidak sehitam itu, tapi cukup gelap.

Dia sendiri sebenarnya bukan betul-betul orang Jerman.

Dengan nama Kurowski!

Mau dibawa ke mana keadaan ini?

Entah apa yang dia lakukan dengan lelaki itu.

Tidak tahu. Mungkin dia beli karpet.

Jam setengah sepuluh malam?

Siapa yang tahu?

- Selamat malam, Nyonya Karges. - Selamat malam.

Kopinya enak sekali.

Keluargaku bilang kopi Emmi bisa membangunkan orang mati.

Mau brendi juga?

Mau.

Suamiku orang Polandia,

bukan Jerman.

Dia pekerja asing waktu perang.

Dia hanya tinggal terus sesudahnya.

Orang tuaku masih hidup waktu itu.

Mereka bilang, "Emmi,

ini tidak akan berakhir baik."

Itu karena dia orang asing,

begitu.

- Bersulang. - Bersulang.

Ayahku membenci semua orang asing.

Dia anggota partai, partainya Hitler.

- Kamu tahu siapa Hitler? - Hitler? Ya.

Aku juga pernah di partai. Semua orang masuk, atau hampir semua.

Tapi aku dan Frantizek baik-baik saja.

Itu nama suamiku.

Tapi kemudian dia mulai bermasalah dengan hatinya.

Dia selalu minum terlalu banyak. Tapi dia selalu menyenangkan.

Dia meninggal tahun 1955.

- Ya, sudahlah. Minum lagi? - Ya.

- Kamu sendiri? Sudah menikah? - Belum menikah.

Orang tuamu?

- Orang tua sudah meninggal. - Keduanya?

Papa sangat tua. Mama sangat sakit.

Ada saudara?

- Tidak ada saudara laki-laki. Lima saudara perempuan. - Lima?

Lima saudara perempuan. Ali yang paling kecil.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left