The first 200 lines.
Kau tidak apa?
Permisi!
Aigoo. Ada banyak orang sakit disini.
Kau tidak apa?
Siapa... pria itu? Pria itu.
Siapa?
Maksudmu pria dengan rambut putih tadi?
Kau lagi bercanda?
= Episode 4 =-
Ya, Pimpinan Tim. Dia baru bicara dengan Kepala Jo.
Kurasa kesehatannya tidak terlalu baik.
Siapa? Maksudmu pria dengan rambut putih tadi?
Kau lagi bercanda?
Pria itu Ahli Dewan Park Kwan Soo.
Dia yang paling berkuasa di antara semua calon presiden.
Tapi aku yakin dia yang memerintahkan serangan ke dirimu dan Nyonya.
Baiklah.
Park Kwan Soo, brengsek kau!
Kenapa?
Berapa umur anakmu di tahun ini?
32 tahun, Pak.
Oh ya, benar.
Saat aku baru terpilih sebagai Ahli Dewan...
datang menemuimu, dan duduk di kursi ini untuk pertama kalinya.
Dia mungkin baru masuk SMP, kan?
Ya, benar.
Wow, waktu berjalan cepat.
Dulu rambutku hitam.
Tapi lihatlah sekarang. Semuanya sudah memutih.
Ya, benar.
Um, tapi... Pak Dewan.
Ya?
Lebih baik buat anda dicukur oleh anak muda yang memiliki mata lebih baik.
Aku tidak sebaik dulu di usia tuaku.
Apa? Apa katamu?
Siapa lagi yang bisa kupercayakan wajahku dengan pisau cukur jika bukan dirimu?
Pakai kacamata!
Anda berlebihan. Ada banyak tempat cukur di sekitar sini.
Aish.
Kau akan punya tugas besar nantinya, kau tahu.
Mulai tahun depan, kau harus mengunjungiku tiap pagi di Blue House.
Oh, tentu saja aku akan datang!
Anda yang selalu menemuiku selama 20 tahun.
Sudah pasti aku akan datang menemui anda selama 5 tahun!
Itu kehormatan.
Kau sungguh akan datang, kan?
Ya.
- Itu janji, kan! - Tentu saja.
- Oh, kau. - Bisakah kau selesaikan sekarang?
Apa? Bagaimana cukur dan shampoonya?
Aku ada janji penting.
Ya.
Terima kasih.
- Ini aneh. - Ada apa? Ada yang hilang?
Apa kau melihat brosur kartu bisnis di lantai?
Brosur kartu bisnis?
Ya. Kemana ya?
Oh, ini dia.
Tunggu, anak kecil! Berhenti!
Tunggulah sebentar, Pak.
Aiggo. Kau terjebak disana saat bermain, ya?
Makanya hati-hati!
Hei, kemari. Jangan nangis.
Itu akan bergerak lagi nanti.
Permisi! Tunggu!
Ibu!
Silahkan lewat sini, Pak Dewan.
Oh, baiklah.
Jangan nangis, ya?
Ibu!
Mengerti.
Tunggu!
Aku mau bertanya sebentar.
Kuharap kau bisa bekerja sama.
Tunjukkan Kartu Identitasmu.
- Jadi itu kau. - Ya, senang bertemu denganmu lagi.
Kode biru. Kode biru!
Semua yang di area lobby! Jaga semua pintu keluar!
Orang yang kita mau tangkap berumur 30-an memakai jas hitam!
Hei, berhenti!
Apa ini?
Gerbang utama. Gerbang utama!
Jebakan di pintu putar, heh?
Itu persis dirimu.
Itu rencana bagus. Sayang sekali.
Baru impas, aku disambut baik.
Terima kasih.
Itu akan menyebabkan keributan...
karena seseorang sepertimu berbuat hal berbahaya.
Kau batalkan email yang akan terkirim tiap harinya, kan?
Makanya kau masih aman sampai sekarang, kan?
Tn. Kim Je Ha.
Jika kau menembak seseorang, apa pelurunya akan membunuh musuhmu?
Atau pistol yang membunuh mereka?
Atau jari yang menarik pemantiknya yang membunuh mereka?
Kudengar kau tidak bisa menarik pemantik pistol.
Karena PTSD-mu.
Aku akan tarik pemantiknya menggantikanmu.
Tidak perlu.
Aku bisa lakukan sendiri.
Tidak, kau sudah ketahuan sekarang.
Kau tidak bisa lakukan itu sendiri lagi, seperti yang kau lihat hari ini.
Dia bukan tipe orang yang gampang dibunuh.
Dan aku yakin akan ada lebih banyak pengawal melindunginya mulai sekarang.
Aku tidak tahu kenapa kau mengincar Park Kwan Soo.
Tapi musuh dari musuhmu adalah temanmu, benarkan?
Biar kami membantumu.
Dan tunggulah saat yang tepat. Saat itu datang...
JSS akan jadi senjatamu.
Jadilah pelurunya.
Aku akan tarikkan pemantiknya buatmu.
Sepertinya kita bertemu di saat dan waktu yang tepat...
teman.
Apa-apaan!
Apa?
Kupikir aku akan dapat bonus besar dan dipromosikan jadi pengawal Nyonya.
Mereka menyebutnya perpindahan antar negeri.
Tapi aku membusuk disana selama 2 tahun tanpa ada hasilnya.
Dan disini, aku menderita hal yang sama!
Aku begitu senang kau pulang.
Kau sudah cukup lama terkurung disana.
Diantara orang asing yang tidak bisa diajak bicara!
Aku juga terkurung sekarang!
Kau sebut apalagi ini?
- Nona Muda akan dengar. - Siapa peduli?
Dia lagi tidur sekarang!
Ya. Aku tidak dapat promosi atau mengencani siapapun.
Dan aku akan mati menua disini dengan Nyonya tanpa melihat matahari.
- Benar-benar. - Tunggulah sebentar lagi.
Setahun lagi pemilihan presiden.
Jadi kapan tepatnya setahun itu berlalu dan berakhir?
Kenapa aku yang menderita?
Gimana dibersihkan jika dibuat berantakan?
Apa ini?
Kau mau apa jika tiba-tiba Pak Dewan datang?
Sana.
Pak Dewan? Ayahnya?
Kenapa dia kemari?
Dia takkan pernah datang.
Yah, dia bisa saja datang. Dia putrinya.
Takkan mungkin.
Takkan ada yang datang selama mata menakutkan Nyonya terbuka lebar.
Takkan ada.
Aish! Dia akan dengar!
Sudah kubilang, takkan ada yang datang!
Yah. Tak mungkin Ayah tak datang.
Dia tidak bisa datang karena wanita itu.
Hei, kau pembisnis wanita!
- Aku? - Ya!
Kenapa memanggilku pembisnis?
Karena kau baru mengurusi bisnis disana!
Aish, kau membuatku mendidih.
Mendidih, itu tidak baik, kecuali kau pasta!
Omona, apa yang kau katakan?
Hei, tunggu!
Omo! Tn. Kim Je Ha! Selamat datang!
Kau kemari untuk membuka perbanmu, kan?
- Ya. - Duduklah tunggu sebentar.
"Oh, kau disini, Tn. Kim Je Ha?"
Dia terlihat seperti bajingan.
Bagaimana? Tidak apa?
Ya.
Kenapa sepertinya kau lebih lemah lembut padanya ketimbang padaku?
Apa yang kau lakukan disini?
Cepat keluar dari sini!
Hei!
Sepertinya tanganmu baik-baik saja, jadi datanglah latihan mulai hari ini.
Aku takkan meremehkanmu karena perbanmu...
tapi karyawan baru harus dilatih dulu. Mengerti?
Cepat.
- Pegang seperti ini! - Sakit!
- Berhenti cengeng! - Ini sungguh sakit!
Oh, hei. Tidak perlu duduk. Kemari.
Kemari.
Kau pernah mendengar soal aku?
Tidak.
Song Young Choon.
- Ya, Tn. Song... - Bukan Song. Young Choon.
Kau tidak ada dengar?
Um... Seo Young Choon.
Dasar dungu. Kau tak pernah dengar Wing Chun?
Aku generasi penerus dari Wing Chun yang terkenal itu!
Aku Master Song Young Choon!
Ya.
Tidak perlu berlama lagi. Pukul aku.
- Huh? - Serang aku!
Siapa yang menyuruhmu berbuat itu?
Saat kau bertarung, kau harus beri penghormatan dulu.
Membungkuk, dan memulainya.
Mengerti? Baiklah!
Siapa yang melatihmu? Huh?
Baiklah. Saat lawanmu berdiri begini...
pusat keseimbangan mereka ada di depan, jadi...
Dan begitulah caramu menghindarinya!
Mengerti? Dan lalu, kau pegang...
Oh! Baiklah! Bagus, bagus!
Sungguh!
Dan lalu, saat mereka berdiri begini...
Baiklah. Berhenti.
Kalian lihat? Lihat itu, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.