The first 200 lines.
Sirimongkol Property.
MVP Movie Partner.
Thibaan Studio.
Biksu?
Biksu?
Biksu?
Baikhao...
Baikhao sudah meninggal.
Ibu!
Segala yang terbentuk itu tidak kekal.
Semua yang muncul pasti akan sirna.
Setelah muncul pasti akan berakhir.
Jangan minum sampai larut malam.
Apa kau tahu hantu wanita hamil itu kejam?
Omong kosong.
Apa itu benar?
Gila.
Apa itu benar?
Selamat ulang tahun.
Baikhao!
Pengurus Jenazah (THE UNDERTAKER)
Kau adik Square?
Siapa Square?
Dokter Jack.
Oh.
Ya.
Kami bersaudara tapi beda ibu.
Oh.
Kenapa kau pulang?
Aku baru lulus.
Aku jurusan hukum.
Jadi aku pulang untuk belajar ujian.
- Ya / - Baguslah.
Mudah cari kerja, jadi pejabat atau apa.
Banyak posisi.
Aku ingin jadi pengacara.
- Benarkah? / - Ya.
Pasti mudah.
Jika butuh bantuan, bilang saja.
Dijual.
Halo.
Wah.
Apa kau bertambah tinggi?
Paman Sak, halo.
Halo.
Kau terlihat jauh lebih baik.
Kau menyindirku.
- Makanlah dulu / - Ayo.
Turunkan barangnya.
Turunkan barangnya.
Biar kubantu bawa masuk.
Taruh saja di sana.
Ini pertama kalinya aku ke rumahmu.
Dokter tapi rumahnya cuma begini?
Kenapa tidak bangun rumah yang layak?
Apa kau tidak lihat?
Rumahku sedang dibangun.
Apa kau tahu gaya Nordik?
Empat lantai, lho.
Kau banyak bicara.
Cepat angkut barangnya, hari mulai gelap.
Biar kutanya langsung.
Pendidikanmu tinggi.
Apa mereka tidak mengajar etika?
Apa kau tahu arti membantu?
Bantu angkut barang ini.
Pernah lihat aku angkat barang berat?
Bukankah aku sudah membayarmu?
Saat senja, aku akan memberimu makan.
Ayah, ini obatmu.
Makanlah, nanti kuantar.
Mari makan.
Ayah.
Kalau senggang, bantu Ayah urus jenazah.
Dia mana mau membantu mengurus jenazah.
Dulu dia takut sekali hantu.
Aku memang takut hantu.
Lagipula,
aku harus belajar untuk ujian.
Memangnya ujianmu besok?
Sampai dia ujian,
suruh dia membantu Ayah.
Setidaknya dia bisa membantu angkat barang.
Baiklah.
Ayah masih bisa kerja sendiri.
- Hanya mengurus jenazah / - Hebat sekali.
Sudah kulakukan sejak dulu.
Dengar tidak kata Ayah?
Ayah sombong.
Lihat kondisi Ayah.
Kalau butuh bantuan, Ayah pasti bilang.
- Kau ini... / - Cukup.
- Pernahkah kau... / - Berhenti bertengkar.
Ayah masih bisa bekerja sendiri.
Jack.
Kakakku yang baik.
Temani aku mandi.
Kalau tidak, tunggu aku di depan...
- Aku kedinginan / - Tunggu di depan kamar.
Tidak mau.
- Aku kedinginan. Mandilah! / - Jack!
Tempatnya sempit.
Kau tidak akan berani menakutiku.
Sial.
Ini hari pertamaku pulang,
lindungi aku dari hantu atau orang.
Sial!
Brengsek!
Kenapa kau menutupnya rapat sekali?
Kau sudah di sini, mari tidur.
Kumatikan lampunya ya.
Kenapa kau menyalakannya lagi?
Aku mungkin takut gelap.
Sama takutnya dengan hantu.
Tapi mataku perih.
Kau ini benar-benar.
Apa masalahmu sebenarnya?
Haish.
Aku lebih cepat.
Ayah!
Hari ini...
Upacara penahbisan Pong anakku
akan sangat meriah.
Kalian harus bersenang-senang!
Biasakan dirimu untuk sendiri.
Menjadi biksu
tidak membuatmu jadi orang baik.
Semangat.
Lihat mereka mendoakan temannya.
Sang Buddha tidak suka ini.
Kepada Sang Buddha,
para pendosa yang beralih ke agama
untuk meredakan penderitaan mereka,
biarkan mereka mati dalam jubah kuning.
Berhentilah, Ananda.
Berhenti.
Belum terlambat untuk berhenti.
Menjadi biksu
tidak semudah membuat makanan penutup.
- Oh / - Halo.
Siapa itu?
- Joed / - Anakmu?
Ya.
- Joed / - Halo.
Sudah lulus, Nak?
Ya, aku lulus jurusan hukum.
Ingin jadi pengacara?
Ya, benar.
Memangnya bisa?
Tetangga sebelah,
dia lulus ujian hakim, apa kau bisa?
Itu tidak pantas.
Jadilah pengurus jenazah seperti ayahmu.
Mulutmu itu.
Rang!
Tumpah.
- Aduh / - Masuk ke mulut.
Rang!
- Masuk ke mulut / - Hei!
- Istrimu tidak memberimu makan? / - Ya.
Siang!
Oh, halo Ibu.
- Halo, Nak / - Ayo duduk bersama.
Silakan, nikmati saja.
Ini daging cincang pedas yang enak.
Hei, besok,
Ibu akan pergi ke kremasi Baikhao.
Apa tanggal kremasinya sudah ditentukan?
Belum.
Belum.
Ibu ingin melihatnya dulu.
Kalau...
Siang senggang,
datanglah ya.
Baik, Ibu.
Aku pergi dulu.
Ya.
Hei,
apa kau tidak mau membantu?
Kerjakan saja.
Siapa yang menyuruhmu menghancurkannya?
Cepatlah.
Menakutkan sekali.
Kau benar-benar gila.
Padahal tidak ada apa-apa
tapi kau malah menghancurkannya sampai hancur.
Aku jadi membuang waktuku karenamu.
Kau yang tidak pernah menghancurkan sesuatu.
Kau hancurkan lalu kau bakar.
Sekarang tidak ada yang tersisa.
Itu semua perbuatanmu sendiri.
Tapi...
Kalau dipikir lagi,
kita bertiga,
kau,
aku,
dia,
ternyata kita sangat mirip.
Mirip apanya?
Kita sama-sama terjebak,
No comments yet. Be the first to leave one.