The first 200 lines.
Cih.
Sekakmat.
Ah, pembunuh bayaran legendaris memang hebat.
Kau sengaja mengatakan itu.
Sudah lama sejak terakhir Bos mau menghadapiku,
tapi meski dalam tubuh anak SMP, kekuatan Bos sungguh dahsyat.
Padahal kekuatanku jelas menyusut seiring dengan berkurangnya usiaku.
Di sisi lain, karena aku masih ingat semua pengalaman dan wawasanku,
mungkin gerakanku bisa lebih gesit dalam bidang yang dulu aku geluti.
Puncak kekuatan Bos sudah di luar nalar.
Maksudku...
barusan aku diingatkan kalau dari dulu Bos memang luar biasa kuat,
bahkan tiap kali ada kejadian di sekolah.
Sekalipun begitu...
lain kali jangan mengerahkan tenaga penuh tanpa memikirkan konsekuensinya...
seperti yang Bos lakukan dengan Tenma.
Aku yakin kalau anggota klub Ekonomi Rumahan masih curiga.
Ya, ya. Aku mengerti.
Sepertinya laporan yang kukirimkan ke Bos masih ada yang kurang.
Si “bucin anak” itu ingin laporan selengkap apa, sih?
Dengar, ya. Kalau Bos mau terus menjalani hidup sebagai anak SMP,
aturan utamanya adalah jangan sampai identitas Bos terbongkar.
Demi misi Bos Besar...
Demi gajimu, Bos...
Dan yang paling penting...
demi dirimu sendiri, Bos.
Setidaknya, begitulah yang aku rasakan belakangan ini.
Ya.
Kau benar.
RUANG EKONOMI RUMAHAN
Ogami...
Noren...
Aku punya permintaan.
Akhir pekan ini...
maukah kalian berdua...
berkencan ganda bersamaku?
- Ha? - Ha?
Apaaa?
Ketua, jangan-jangan kau menerima cinta Tenma.
Ti-tidak, kok. Aku tidak berencana melakukan itu.
Tapi...
Aku suka kamu!
Aku suka kamu!
Ha?
Chisato!
Dia muncul setiap hari, terus aku kepikiran...
mungkin setidaknya aku mau kencan satu kali saja dengannya.
Wow, ternyata kau mudah luluh.
Maksudku...
kencan ganda?
Kenapa?
Kubilang, "Kalau cuma berdua tidak mau, tapi kalau Noren dan Oga ikut, ayo saja."
Tidak, jangan libatkan kami.
Biasanya kau selalu paham harus bagaimana,
tapi dalam urusan percintaan, kau sangat payah.
Ya, aku malu mengakuinya.
Kendalikan dirimu! Kalau begini terus...
kelak kau akan menjadi wanita karier...
yang membuat semua cowok takut mendekat karena kau terlalu pandai dalam bekerja...
Chisato!
...tapi malah jatuh hati pada pecundang obsesif.
Pikirku, mungkin kalau aku mau kencan sekali saja dengannya, dia akan puas.
Rencana macam apa itu?
Lebih mustahil dibandingkan langkah Jepang mengatasi angka kelahiran rendah.
KENCAN GANDA DAGDIGDUG
Entah kenapa...
aku malah terbujuk untuk mengikuti kencan ganda ini.
Tapi jujur, aku masih penasaran dengan rahasia Ogami.
Mungkin ada yang terbongkar hari ini.
Hai!
Ketua.
Astaga, maaf merepotkan, ya.
Tunggu, dandanan macam apa itu?
Aku khawatir soal duel memperebutkanku, jadi kupakai busana anticowok ini.
Ah, rupanya kalian sudah sampai.
Maaf, sudah membuat kalian menunggu.
Itu 'kan baju olahraga.
Ha?
Aku tak berharap kau datang dengan tampilan bergaya atau semacamnya...
tapi, yang benar saja. Itu baju olahraga.
Ha? Jelek, ya?
Kau tahu kalau ini kencan, ‘kan? Bukan gym?
Ternyata anak Unicorn juga punya kekurangan, ya.
Statistiknya sangat timpang.
Bisa dibilang, semua poinnya disalurkan untuk fisiknya.
Kencan dengan Chisato tercinta.
Aku sungguh sangat senang.
Tapi dia sangat polos.
Kalau begini terus, bisa-bisa kau dibuat "bucin" olehnya.
Ha? Apa aku datang paling akhir?
Maaf. Membuat kalian menunggu.
Jas...
dan tas genggam?
Ha?
Ini bukan lagi soal bergaya atau tidak.
Busana yang kau kenakan itu sudah melenceng jauh dari standar.
Padahal aku yakin ukurannya sudah pas.
Bukan itu masalahnya!
Kencan?
Bos yakin?
Bos lupa kalau Bos sudah tua?
Apa boleh buat.
Kalau cuma keliling dalam kota, aku yakin tak akan ada masalah.
Aku tak akan sempat datang saat Bos berangkat nanti, loh.
Bos mau pakai busana apa?
Tenang saja.
Aku mau pakai busana yang normal saja.
“Normal” versi Bos itu sudah pasti gagal.
Meski begitu...
kelompok yang aneh.
Busana Noren mirip seperti artis yang berupaya menyembunyikan diri.
Apa cuma aku anak SMP yang normal di sini?
Uh...
Jadi, setelah ini kita mau ke mana?
Bagaimana kalau jalan-jalan di toko sekitar sini, lalu nonton film?
Normal sekali.
Syukurlah bukan latihan olahraga.
Zaman dulu tempat ini cuma taman kosong.
Bahkan banyak tunawisma yang berkeliaran.
Ha? Zaman dulu?
Maksudku, kebetulan aku baca artikel yang ditulis orang dewasa di internet.
Bos, jangan lengah!
Orang dewasa?
RAMEN HACHIROU
Oh! Aku penasaran...
pada tempat ramen itu.
Eh? Kau suka ramen?
Apa? Tidak…
Maksudku... Sekali-kali aku memang makan ramen, sih.
Tempat ini dipenuhi antrean para pencinta ramen garis keras.
Kau mau nekat mencoba?
Maaf, aku tak bisa makan ramen. Hari ini bukan hari bebas makan sembarang.
Serius, latihanmu sampai sebegitunya?
Tapi sepertinya sekarang perutku mulai keroncongan.
Mau mampir ke kedai kopi di sana, tidak?
"Kedai kopi"?
Tak ada orang yang mengatakan nama itu,
tapi saat Ogami mengatakannya, rasanya cocok sekali.
Ya ampun...
kencan ganda ini seru sekali, Chisato.
O-Oh, y-ya?
Celaka. Kok, aku malah ikutan bersenang-senang, sih.
Tuh, ‘kan!
Aku juga sudah sempat menduganya, tapi tak sadar kalau dia ini memang aneh.
Rasanya, seperti berasal dari zaman yang berbeda.
Tapi kalau dilihat langsung, dia jelas terlihat seperti anak SMP.
Tapi bukan soal penampilannya yang muda.
Oh, bahaya.
Ada apa ini? Tubuhku tiba-tiba...
Apa aku pingsan?
Dilihat dari adegan ini, apa satu jam sudah berlalu?
Ha? Tanganku terlihat tua.
Sebentar...
rambut ini...
Apaaaa? Aku kembali menjadi dewasa?
Apakah ada pemicunya?
Ataukah efek racun tawon itu menyusut secara alami?
Tidak, bukan waktunya memikirkan itu.
Ini benar-benar gawat.
“Gawat” yang kumaksud adalah...
penampilanku! Kenapa malah sekarang?
Kenapa terjadi di saat sepenting ini?
SMP/SMP PARUH BAYA/SMP
Jika mereka...
menyadari penampilanku ini...
-EEH -WAAAH
Oh, tidak. Rasanya mau mati saja.
Ogami, ada apa?
Toilet.
Ha?
Kalau kupikir dengan jernih, sebenarnya sedang apa aku ini?
Meski aku hanya merasa seperti pendamping yang ikut-ikutan...
pria dewasa macam apa yang kencan ganda bersama anak-anak SMP?
Apa aku tolol?
Itu membuatku tersadar.
Aku sedikit panik, tapi sekarang aku kembali normal.
Keseruan kecil ini harus diakhiri.
Aku mau pergi saja.
Aku merasa sedikit menyesal telah ingkar janji pada Noren...
tapi sejak awal adanya pria dewasa yang masuk ke SMP saja sudah gila.
Hei, Ogami!
- Ha? Tenma? - Kau lama sekali.
Filmnya sudah selesai lho.
Bikin aku kaget saja.
Hei!
Dia repot-repot datang ke kamar mandi? Memang begitu sifatnya.
Sial, bagaimana ini?
Oh, kita sudah tersambung.
Apa yang terjadi?
Jangan komentar. Lihat saja ini.
Bos kembali dewasa!
Noren dan yang lain sedang di luar...
jadi, aku tak bisa keluar dari sini.
Hari ini Bos cuma membawa tas genggam itu, ‘kan?
Pengait kunci, bom mini, dan seabrek barang sepele...
Oh!
Stiker kucing pengubah suara!
Setidaknya ini bukan dasi kupu-kupu.
Hei, kau tak apa-apa?
Tempelkan di jakun Bos.
No comments yet. Be the first to leave one.