The first 136 lines.
Untuk saudara-saudara kita yang gugur!
Untuk kehormatan yang dicuri Troy!
Untuk Yunani!
Untuk Yunani!
Sekarang!
Pasukan Yunani!
Kerahkan pemanah!
Odysseus. Mesinmu telah mencapai tembok kota.
Bagus.
Malam ini, Raja Priam yang licik itu akhirnya akan menjadi milik kita.
Berikan sinyal pada pasukan.
Tidak lama lagi Myrmidon akan membuka gerbang.
Pasukan Troy tak kenal lelah.
Mungkin. Tapi kita memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki.
Achilles.
Dan mereka tidak tahu dia akan datang.
Lepaskan!
Tarik!
Lepaskan!
Bersihkan pemanah!
Kuali!
Lepaskan!
Kita berhasil, saudaraku.
Akhir dari Troy sudah di depan mata.
Rencana Odysseus berhasil.
Asalkan Troy tetap teralihkan.
Achilles, cepat, kemari.
Kau tidak akan suka ini.
Sialan!
Pasukan Troy ini. Tak pernah berhenti membangun?
Hambatan, mungkin, tapi bukan kekalahan.
Mereka membangun, kita beradaptasi.
Kau benar, Memnon. Selalu ada jalan.
Achilles!
Fokus. Waspada.
Ini dia.
Achilles akan memenangkan hari ini,
dan malam ini, kemenangan untuk Yunani akan kita raih.
Tidak, saudaraku. Untuk Wakanda.
Kita diterobos! Pasukan Yunani di tembok!
Pasukan Yunani di tembok!
Tarik! Lepaskan!
Myrmidon! Serang!
Untuk Yunani! Untuk Yunani!
Ayo, tua. Jaga punggungmu.
Itu gunanya kau ada!
Keluar! Keluar!
Lari.
Myrmidon ketahuan. Rencana gagal.
Sialan!
Perintah mundur.
Odysseus meminta kita mundur? Pengecut!
Bala bantuan ke tembok atas!
Memnon!
Achilles, kita harus pergi.
Tidak. Kita sudah terlalu jauh untuk menyerah sekarang.
Kita tidak bisa melanjutkan hari ini.
Kau ingin mati di sini?
Achilles, saudaraku, hari ini kita kalah.
Ah.
Perang ini terkutuk.
Dewa-dewa telah meninggalkan kita.
Kita bodoh terus berusaha.
Api ini menyakitimu, Achilles?
Jangan, Memnon. Aku tidak mood.
Hari yang berat.
Tapi kau selalu bisa bicara padaku.
Semua kematian ini.
Dan lumpur.
Berapa banyak orang baik yang kurekrut untuk keadilan?
Hanya untuk menuntun mereka pada ajal.
Achilles, kami bergabung
karena kau tunjukkan ada hal yang layak diperjuangkan.
Ini bukan perjuangan.
Ini seharusnya jadi legenda, Memnon, untuk menginspirasi generasi.
Alih-alih, hanya cerita tentang mayat Yunani,
menumpuk lebih tinggi dari tembok terkutuk itu.
Legenda adalah dusta, sahabatku.
Cerita dari mereka yang tidak pernah berbuat untuk mereka yang tidak akan pernah.
Apa yang kita lakukan di sini bukan untuk mereka.
Kita berjuang untuk rumah.
Aku belum pernah bertemu pejuang yang lebih setia pada rumah yang bukan asalnya.
Ketika aku bergabung, aku seorang pengembara.
Tapi kau, Achilles, membuatku merasa seperti bagian darimu.
Pujian! Itukah caramu memenangkan perang?
Odysseus sendiri tidak bisa merancang strategi yang lebih baik!
Kadang rasanya perang ini akan mengalahkan kita semua.
Terima kasih untuk berada di sini.
Seseorang harus ada untuk meletakkan koin di matimu untuk penyeberanganmu.
Hati-hati percaya pada seseorang
yang meramalkan kematianmu dengan senang hati, Achilles.
Ferro, tolong. Jangan lagi.
Barbar ini mungkin meyakinkanmu akan kesetiaannya,
tapi aku tidak pernah percaya orang luar.
Apalagi setelah kampanye kita berakhir dengan kekalahan lagi.
Seolah ada mata-mata Troy di antara kita.
Atau mungkin kecurigaanmu lebih mudah diterima
daripada kenyataan kita dikalahkan.
Jangan bodoh, Ferro.
Dalam sembilan tahun Memnon bergabung,
dia menyelamatkan nyawa kita semua, berkali-kali.
Kita kalah hari ini, aku tidak menyangkal.
Tapi mencari kenyamanan dengan mengkhianati saudaramu?
Itu tindakan orang yang lebih lemah darimu, Ferro.
Aku percaya Memnon dengan nyawaku, seperti aku percaya padamu.
Jangan biarkan kegigihan musuh memutus ikatan persaudaraan kita.
Terutama dengan kemenangan yang sudah dekat.
Kemenangan? Setelah hari ini?
Mungkin sekarang bukan waktu untuk trikmu lagi, Odysseus.
Sebaliknya, ini waktu yang tepat untuk trik terakhir.
Bukan untuk kalian.
Untuk Troy.
Katakan, bagaimana cara meyakinkan musuh mengundangmu ke rumahnya?
Buat dia berpikir dia menang.
Dan bagaimana caranya?
Dengan memberi Troy sebuah hadiah.
Ayo. Banyak yang harus dijelaskan.
Aku tarik kembali ucapanku tentang Odysseus. Dia gila.
Jenius atau gila...
Bagaimanapun, ini akan mengakhiri perang.
Dan apa yang akan dilakukan Achilles legendaris
tanpa perang untuk diperjuangkan?
Sudah lama, aku hampir tidak berani memikirkannya.
Tapi dengan kemenangan yang dekat, aku tidak bisa menahannya.
Setelah bertahun-tahun,
aku masih ingat udara di rumah.
Dingin dan manis, seperti air dan buah beri.
Kau akan lihat, saudaraku,
saat kita akhirnya meletakkan pedang di rumput
dan menikmati perdamaian yang kita menangkan.
Bersama.
Ibuku memberiku ini saat aku kecil, untuk keberuntungan.
Ini selalu membantuku.
Ambilah.
Achilles...
Tidak. Aku, aku...
No comments yet. Be the first to leave one.