The first 200 lines.
Dua kali atau tiga kali.
Aku mencintaimu.
Sebelum kutahu wajah dan namamu,
selain suara dan api tak berbentuk.
Elvira!
Lagu malaikatmu mesti disembah.
"Dan semua itu berasal dari dirimu."
Maka demi Tuhan, tahan lidahmu dan izinkan kucintai tubuh suci-Mu tanpa dosa.
Elvira!
PUISI TERINDAH DARI PANGERAN JULIAN
Elvira, kawat gigi!
Rebecca.
Otto.
Selamat datang di kerajaan Swedlandia, cantikku.
Mencintaimu dalam sakit dan sehat, untuk menghormati dan menghargaimu
sampai maut memisahkan kita.
Agnes, ini luar biasa indah! / Mari, saudari.
Isak!
Ini Elvira. Isak yang merawat kuda-kudaku.
Mari.
Puisi Pangeran yang kau baca?
Aku ingin menikahinya.
Sungguh!
Dan sekarang...
Tidak, kumohon...
Hentikan! / Jangan merusak suasana!
Ayah. Ayah?
Ayah?
Ayah?
Ayah...
Ayah!
SAUDARI TIRI YANG JELEK
Ini aku, Elvira.
Kau pasti kelaparan!
Kubawakan coklat. Penghibur terbaik.
Bisa pergi?
Kupikir kau tidur.
Saat ayahku wafat, Ibu selalu tidur.
Tapi itu sudah berlalu.
Semua pada akhirnya akan berlalu.
Beraninya kau membandingkan kesedihanmu dengan kesedihanku?!
Itu sikatku!
Dia bahkan belum dikubur, dan kau sudah betah di sini.
Kau tidak punya tata krama?
Andai bukan karena uang, ayah tidak akan pernah
membiarkan orang sepertimu masuk ke dalam hidupnya!
Uang apa?
Uang ibumu.
Ibu!
Mereka tidak punya uang!
Mereka tidak punya uang.
Kami akan menyita semua ternak dan lahan pertanian dengan segera.
Simpan saja koinnya.
Ibu?
Ibu!
Kita akan menemukan solusinya.
Menurutmu itu mudah?
Menurutmu mudah menemukan pria kaya yang menginginkanku?
Janda dengan payudara kendur dan dua putri tak ada harapan!
Aku bisa menikah.
Dengan siapa? Si Pangeran?
Lihat ke cermin, Sayang.
Dan Alma belum datang bulan.
Ibu...
Kumohon.
Jangan biarkan ini jadi takdirku.
Pesan dari istana!
Raja dan putranya, Yang Mulia Pangeran Julian,
dengan ini mengundang semua gadis bangsawan ke pesta dansa di kastil
empat bulan purnama berikutnya.
Pesta dansa?!
Ya.
Nama? / Agnes Angelica Alicia
Victoria von Morgenstierne Munthe dari Rosenhoff.
Terima kasih.
Nama?
Elvira.
Von?
Von?!
Von?
Dia saudari tiriku.
ELVIRA VON SAUDARA TIRI
Pangeran akan memilih calon istrinya di pesta dansa!
Ibu, aku mau ke pesta dansa!
Baik.
Melepas kawat gigi itu mudah.
Tapi hidung...
Akan kau apakan?
Menjinakkannya.
Aku juga merekomendasikan tambahan bulu mata buatan tangan eksklusif kami.
Setelah seumur hidup berada di bawah bayang-bayang punuk itu,
mata indahmu pantas dapatkan perhatian ekstra.
Ya.
Kawat gigi dan hidung sudah cukup untuk saat ini.
Seberapa cepat bisa selesai?
Kapan kau bisa membayarku? / Dua kali lipat setelah pesta.
Perawat!
WAJAHMU CANTIK. TAPI HIDUNGMU?
Tang!
Beres!
Sekarang ke bagian susahnya!
Perubahan besar. Yang mana kira-kira?
Nomor tujuh.
Pilihan yang sangat bagus.
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Selamat pagi, Nona-nona.
Selamat pagi, Nona Sophie!
Selamat datang di tahun ajaran baru.
Menjadi sekolah etiket terkemuka di Kerajaan,
kita merasa terhormat membuka pesta Pangeran Julian dengan pertunjukan tari.
Akan ada seleksi dariku dan dari Madame Vanja.
Akan ada peran utama dan dua peran pendukung.
Yang terpilih dapat kesempatan untuk pamer kepada Pangeran.
Nona-nona, ini akan menjadi malam terpenting dihidup kalian.
Akan hadir para bangsawan, baron, dan saudagar kaya.
Kau. Mundur.
Agnes, maju.
Mundur!
Kau tak mengerti?
Terima kasih.
Rebecca.
Aku sudah memutuskan tanggal pemakaman Ayahku.
Saat kita mampu membiayainya.
Kapan?
Setelah pesta dansa, saat Elvira menikah.
Dr. Aesthetics tak murah.
Aku tidak tahu kau punya pengetahuan dalam soal dokter.
Ayahku sudah membusuk. Kau menghabiskan uang untuk segalanya kecuali pemakamannya.
Semua tidak harus selalu mengeluarkan uang, Agnes.
Kupikir Elvira dan Alma
bisa meminjam beberapa gaun yang tidak kau kenakan.
Daftarnya datang!
Voilà!
Siapa yang bisa?
Semua orang akan melihatmu!
Kau?
Mari kita lihat.
Mulai.
Berhenti.
Kau berbakat.
Bakat sia-sia.
Aku tidak menginginkanmu.
Ibumu membayarku. Mengerti?
Berusaha lebih keras.
Jauh lebih keras!
Agnes.
Kau dan kau.
Mulai.
Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Aku butuh pita atau simpul pita untuk membuat ini berfungsi.
Aku tak peduli caranya. Usahakan muat di badannya!
Minggir!
Selamat malam, Nona.
Pangeran akan mencintaimu. / Terima kasih.
Elvira.
Aku tak ada harapan.
Tak seorang pun akan memilihku.
Menurutku itu tidak benar.
Kulihat banyak diriku dalam dirimu.
Tapi kau cantik sekali!
Dan aku...
Aku jelek dan gemuk.
Boleh kulihat?
Indahnya.
Kau ubah bagian luarmu agar sesuai dengan yang kau tahu ada di dalam.
Kau pemberani.
Aku punya sesuatu untukmu.
Yang penting adalah isinya.
Kepalaku berdenyut.
Temukan aku, perawan. Cepat. Hatiku hancur.
Aku lebih baik mati daripada berbohong dan bersama orang yang tidak kucintai.
Indah, bukan?
Boleh kutunjukkan sesuatu?
Berjanjilah kau takkan memberitahu siapapun.
Demi Tuhan. / Kau harus sungguh-sungguh!
Aku serius!
Kau sangat menjengkelkan.
Itu telur cacing pita.
Aku akan menelannya, lalu aku bisa makan banyak dan berat badan tak naik.
Karena cacingnya akan memakan yang kumakan.
Bukannya kau akan lapar?
Itu intinya. Aku akan menikahi Pangeran.
Jika sudah langsing dan cantik, aku tinggal minum penawarnya.
Kau tak berpikiran jernih.
Tidak!
Kau turuti semua kata Ibu. / Ibu tidak tahu tentang ini.
Jangan coba melapor!
Aku takkan pernah menelan telur itu.
Lebih baik aku mati! / Kau kekanak-kanakan.
Alma, jangan kesal.
Alma!
Alma!
Alma?
Alma, kembali!
Alma, jangan beritahu Ibu!
Cintaku...
Aku harus menikahi Pangeran.
Kupikir kau mencintaiku.
Aku tidak akan pernah mencintai siapapun kecuali kau.
No comments yet. Be the first to leave one.