Life Story

Life Story

Download Indonesian Subtitle

Release info

Life Story - Part 4 Bluray ID
A Commentary by cortex

Tags

BluRay
Published on: 2017-01-09
Downloads: 49
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sejauh ini dalam Life Story,

kita telah melihat hewan belajar dari pelajaran di masa kecil,

masuk dalam dunia dewasa

dan menemukan rumah yang aman..

Kini mereka harus berjuang untuk dominasi.

Karena dengan kekuatan, mereka mendapat hak istimewa.

Makanan terbaik, wilayah terbaik...

...dan peluang mengalahkan pesaing untuk mendapat pasangan.

Tapi hanya sedikit yang beruntung akan mencapai puncak.

Senegal, Afrika Barat.

Lubang air di hutan memberi kelompok simpanse ini

kelonggaran yang langka dari panasnya siang hari.

Mereka anggota paling rendah dari 30 pasukan kuat lain.

Usia lanjut telah merampas kejayaan jantan tua ini

yang dulu pernah ia nikmati.

Dan para remaja tak terlalu tua untuk

memikirkan soal status selama masih di bawah perlindungan induknya.

Tapi remaja jantan ini terlalu tua untuk bermain dengan anak-anak.

Saatnya tiba baginya untuk meninggalkan mereka

dan mencoba masuk ke jajaran kekuatan pejantan dewasa.

Ini hal sulit, khususnya bagi pejantan muda

karena persaingan mencapai teratas begitu ketat.

Dan lebih buruk lagi, ia yatim piatu, tanpa teman, perlindungan dan bimbingan.

Para pejantan ini adalah pemimpin pasukan.

Mereka memegang kekuasaan di sini.

Bergabung dengan mereka adalah ambisi setiap pejantan muda.

Diterima dalam pasukan elit ini adalah jalur istimewa,

tapi itu sebuah perjalanan berbahaya.

Remaja ini memutuskan untuk ikut.

Awalnya, ia harus jaga jarak.

Para pejantan dewasa ini berukuran dua kali lipat darinya.

Simpanse kelas rendah mundur

sebelum para pemimpin pasukan tiba di lubang air.

Pejantan yang dominan memiliki tingkat stress yang tinggi,

karena mereka selalu bertengkar untuk melindungi posisi mereka.

Si remaja terus mengamati mereka.

Ini kesempatannya untuk mendapat perhatian.

Jika ia bisa membuat terkesan satu saja pejantan besar dengan

unjuk kekuatan, ia mungkin diterima dalam kelas mereka.

Upaya terbaiknya pamer kejantanan memang menarik perhatian mereka.

Tapi mereka bukannya terkesan.

Sebaliknya, mereka menunjukkan gelagat marah.

Dan mereka menyerang.

Si remaja tak cukup cepat.

Ia mendapat pelajaran singkat betapa sulitnya

untuk masuk ke dalam pergaulan gerombolan itu.

Ia beruntung bisa lolos dengan hanya terluka di lengan.

Untuk saat ini, ia tak cukup besar atau cukup kuat

untuk diterima secara serius oleh pimpinan pasukan.

Tanpa status, ia takkan bisa menikmati hak istimewa atas

makanan terbaik atau perhatian betina.

Tapi agresi mungkin bukan satu-satunya rute bagi jantan muda untuk meraih kuasa.

Berada di urutan terbawah tak berarti kurang berstatus.

Bagi sebagian, itu bisa berarti perbedaan antara hidup dan mati.

Di pertengahan musim dingin, elang botak Alaska

berkumpul di Sungai Chilkat

Mereka di sini karena tempat ini satu-satunya sumber makanan sejauh bermil-mil.

Sungai ini menampung salmon bertelur terakhir tahun ini.

Pertarungan antar elang dewasa menentukan siapa yang berkuasa,

dan di sini, kekuasaan berarti siapa yang mendapat makanan dan siapa yang tidak.

Jadi, apa yang bisa dilakukan remaja lemah berkelas rendah ini

jika ia kelaparan?

Ia harus menangkap tiap kesempatan yang muncul sendiri

sebelum para elang dewasa menentukan hak milik mereka.

Ia coba menyelinap masuk tanpa terlihat elang dewasa.

Tapi ia sudah ketahuan.

Remaja ini sudah mengerahkan segala upaya keras.

Tapi keberhasilannya hanya sesaat.

Ia tak bisa menyerah begitu saja.

Si remaja mungkin tak cukup kuat untuk merebut ikannya.

Tapi elang dewasa lain yang akan merebutnya.

Adu kekuatan dua elang dewasa itu mungkin membantu si remaja.

Sekarang adalah kesempatannya.

Pertengkaran segera meningkat ke pertarungan sengit.

Ini bukan masalah ikan lagi.

Tapi masalah siapa yang paling mendominasi satu sama lain.

Ikan rebutan itu cukup membuat si remaja tetap hidup

sedikitnya untuk beberapa hari lagi.

Tapi musim dingin yang keras masih berlangsung lama.

Pagi hari di Gurun Kalahari Afrika.

Dalam masyarakat meerkat,

keberhasilan kelompok tergantung pada keputusan pemimpin.

Di mana mencari makan, tidur dan bagaimana menangani bahaya.

Tak satupun bisa berharap naik hirarki

jika pengetahuannya tak bertambah.

Selagi yang lain terbangun dan muncul,

meerkat muda ini sudah bangun dan berangkat menuju pos jaganya.

Mengawasi adalah saat yang baik

untuk mempelajari seluk-beluk dunianya kelompok.

Di mana mereka mencari makanan

dan siapa berteman siapa.

Tapi penting baginya untuk tidak kehilangan konsentrasi.

Cepat kembali ke posisi semula sebelum ada yang melihat.

Mengawasi angkasa adalah tugasnya yang paling penting,

karena kelompok ini rentan terhadap serangan udara burung pemangsa.

Si remaja segera belajar bahwa burung manyar tak berbahaya.

Semakin banyak yang ia awasi, semakin banyak ia belajar,

dan kian mudah ia membedakan teman dan musuh.

Atau gangguan biasa.

Tapi begitu banyak peristiwa yang bisa diperhitungkan oleh pelajar bersemangat ini

dalam satu tempat, terutama untuk perut yang kosong.

Maka, pengawas ini meninggalkan posnya dan pergi mencari makanan.

Seekor ular kobra.

Tak ada ujian yang lebih besar bagi meerkat muda

dibanding menghadapi bahaya seperti ini.

Dalam menit-menit berikutnya, ia akan mendapat pelajaran

paling penting di usia muda.

Bagi kanguru,

tantangan terbesar berasal dari komunitasnya sendiri.

Bagi seekor pejantan, hanya satu yang utama untuk dipelajari dalam hidupnya.

Untuk meraih puncak, ia harus jadi petarung.

Perjuangan begitu brutal hingga butuh bertahun-tahun latihan agar siap.

Upaya itu layak,

karena petarung juara mendapat hak istimewa mendekati betina.

Padang rumput ini adalah sasana bagi calon petinju.

Latihan dimulai segera setelah anak keluar dari kantung.

Sang Induk jadi lawan sparing si anak untuk pelajaran dasar.

Tapi, segera si anak mencari lebih banyak rekan sparing.

Remaja lain enggan meladeni kelas ringan ini.

Pejantan ini penguasa tunggal padang rumput.

Tingginya empat kaki,

ototnya mengeras berkat sparing bertahun-tahun.

Hari ini, seekor penantang maju untuk merebut gelarnya.

Pertarungan sengit sangat berbahaya, tak bisa dianggap entang.

Tapi saat kedua jantan ambil ancang-ancang, waktunya mengosongkan arena.

Apa pun dikerahkan dalam perebutan kekuasaan ini.

Mencongkel mata sepenuhnya masuk aturan.

Begitu juga menendang bawah perut.

Kemampuan pejantan dominan sudah diketahui.

Taruhannya tinggi.

Beresiko patah tulang dan luka dalam.

Tahu-tahu...

...pertarungan berakhir.

Sang Juara telah mengalahkan penantang, setidaknya untuk saat ini.

Hanya sedikit remaja yang merasa akan bisa mencapai puncak.

Mereka baru saja melihat resiko untuk mencapai ke sana.

Meerkat muda ini menghadapi ujian yang jauh lebih mendesak dan menekan.

Meerkat muda tak dipersiapkan untuk momen seperti ini.

Haruskah ia menyerang atau lari?

Demi kebaikan kelompok, cuma satu pilihan tepat.

Ia keluarkan alarm untuk memanggil bantuan.

Semua pasukan, 20 ekor yang kuat, bergegas ke tempat kejadian.

Setelah bala bantuan ini tiba, konfrontasi menjadi berat sebelah.

Kobra ini cepat, tapi meerkat lebih cepat.

Bentrokan seperti ini tak berbahaya seperti yang terlihat.

Si kobra dalam posisi bertahan,

dan kini coba menjauh dari gerombolan menggonggong ini.

Situasi berubah menjadi pelajaran di ruang terbuka, saat meerkat dewasa

menunjukkan pada meerkat muda cara menangani ular.

Bahaya ditangkal,

meerkat lebih tua bubarkan diri untuk meneruskan mencari makan.

Bertemu kobra untuk pertama kali adalah pelajaran berharga,

yang mengajarkan meerkat muda penanganan yang lebih bijak!

Di Senegal, beberapa minggu berlalu sejak simpanse muda ini membuat

upaya kacau untuk bisa masuk kelompok elit pejantan dominan.

Ia masih di urutan bawah hirarki, dan sendirian.

Ia gunakan ranting mengorek rayap keluar untuk makan siangnya.

Selagi makan, ia diawasi.

Ini pejantan rendahan lainnya, lebih besar dan sedikit lebih tua.

Ia tak nampak mengancam atau agresif.

Pejantan ini tampak antusias mengajak si remaja mengikutinya.

Simpanse lebih tua memimpin jalan naik ke atas kanopi.

Si remaja ragu-ragu.

Mungkin pertemuan dengan para simpanse dewasa sebelumnya masih

segar di ingatan.

Haruskah ia ikut, atau kembali ke hal yang mungkin bisa jadi peluang?

Akhirnya, ia memanjat ke arah simpanse lebih tua.

Satu gerakan salah bisa timbulkan serangan lain lagi.

Ia membuat senyum menenangkan.

Tampaknya si remaja diterima.

Dengan beranikan diri, ia ambil resiko dan lebih mendekat

dan mencapai ke tempat pejantan lebih tua.

Instingnya tepat.

Kesediaan adalah tanda penerimaan dan kepercayaan.

Remaja ini telah mendapat teman dan mungkin mentor.

Kini ia punya teman yang bisa jadi teladannya, dan yang menjaganya.

Dengan hubungan baru ini, si remaja yatim piatu telah mengambil

langkah krusial menaiki tangga sosial.

Untuk pertama kali, ia memiliki status dalam kelompok.

Ini akan mengubah hidupnya.

Di antara ikan sumpit Asia, yang terbesar mendapat makanan lebih banyak.

Dan mereka punya metode luar biasa menangkap mangsa.

Mereka tembakkan jet air yang kuat ke arah target.

Penembak terbaik akan bertumbuh paling cepat.

Dengan terbatasnya makanan,

terjadi persaingan di antara ikan kecil untuk menguasai teknik jet air.

Tapi sangat sulit mencapai kesempurnaan.

Seekor ikan harus sesuaikan jetnya berdasarkan ukuran dan jarak mangsa,

lalu mengimbangi arah tikungan cahaya saat jet melintas

menembus permuaan air.

Untuk hasil yang tepat perlu upaya ratusan kali.

Tapi ada cara pintas dalam proses pembelajaran.

Ikan muda bisa menjejaki ikan yang lebih besar.

Ia terus di dekat si penembak jitu, habiskan berhari-hari

mempelajari teknik Sang Ahli.

Saat mereka berpisah,

ikan muda ini melanjutkan kembali pencarian makanannya.

Entah bagaimana, dalam cara yang belum dipahami,

ikan muda bisa meniru teknik membidik dan menembak dari ikan dewasa

dan mempersingkat keperluan untuk berlatih.

More Indonesian subtitles for Life Story

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left