The first 200 lines.
ZATOICHI Si buta si tukang pijat, sang pendekar Samurai
Nak ...
Bawakan kemari tongkat tukang pijat buta itu.
Kami akan membayarmu.
Hati-hati. Perlahan-lahan, dia bisa mendengarmu. bahkan bisa membunuhmu..
Terima kasih..
Mana bayaranku?
Sialan !!
Pergilah kau bocah sana cepat !!
Ichi!
Kau telah ...
... dibodohi oleh seorang anak kecil!
Bahkan sang guru pun ...
... akan jadi lemah tanpa pedangnya.
Minum minum...!
Ayo minum minum lagi...tambah lagi,,,
Apa yang kau lakukan?
Kau bekerja untuk keluarga Naruto. Tidakkah kau mengenali kami?
Keluarga Naruto?
aku putrinya!
Mari ini.. diminum....silahkan... terima kasih...
Apa lagi yang kalian mau? kami sudah bayar bulan ini!
kau belum bayar hari ini.
Mulai sekarang kau harus bayar tiap kami lewat.
-Kami takkan sanggup. -Jangan protes!
Diam dan bayarlah.
Gang Funahachi sudah semakin keterlaluan.
-Ginzou membuat hidup kita seperti neraka -Brengsek kau!
Sungguh memalukan!
Aku menyuruh tukang pijat buta membawakan sayur-sayurku.
Aku berharap bisa melihatnya!
Kau sudah sangat membantuku.
Minumlah teh.
-Masih panas. -Terima kasih.
Tanpa bantuanmu ...
... Aku takkan bisa membawanya pulang.
Di mana kau tidur malam ini?
Ini kali pertamamu datang ke sini.
Kau boleh menginap. Aku tinggal sendirian.
Jangan berpikir macam-macam.
Aku bahkan tak memikirkannya.
-Apa terlalu keras? -Tidak, sudah pas.
Sukar kupercaya kota ini sedang menemui kehancurannya.
Ginzou dan Oogiya sudah bersama-sama.
Mereka melakukan sekehendak mereka.
Betulkah? Ada banyak berandalan rupanya?
Mereka meneror para petani ...
dan penduduk kota.
Mereka minta uang perlindungan tiap hari.
Jika terus-terusan begini ...
... makin lama kami bekerja, kami hanya akan makin miskin.
Kau membayar uang perlindungan setiap hari?
Harusnya tidak.
Kami membayarnya tiap bulan.
Perbedaan besar. Tiap bulan, tiap hari.
Tepatnya.
Kau baik-baik saja?
Kita akan tinggal beberapa lama.
Aku akan kembali bekerja sebagai pengawal.
Jangan kuatirkan aku.
Jangan kau lakukan pekerjaan itu untukku.
Suatu hari aku akan menjadi pegawai lagi.
Berhentilah kuatir. Kau butuh istirahat.
Eh, laki-laki tua!
Di mana kakek?
Dia sakit hari ini. Dia tak bisa datang.
-Kau membuatnya bekerja keras. -Aku minta maaf.
Kau harus merawatnya baik-baik.
Sake ini hebat, seperti biasanya.
Tak bisa lebih baik lagi.
Cerita lama yang sama selama 10 tahun!
Bisakah kau memberinya pada laki-laki itu?
Aku bukan pegawaimu!
Dasar lancang!
Bisakah kau mengambilnya sendiri?
Minumlah di bangku!
Se.. Selamat datang.
Tak usah basa-basi.
Mana uang bulanannya?
Kumohon, beri kami waktu lagi.
Jangan bercanda!
Kami tak pernah menunggu!
Akan kukumpulkan uangnya.
Bilang halo pada bosmu.
Sakemu payah!
Diam! ekhem...
Apa yang kau inginkan?
Katakan pada bosmu.
Seorang Ronin sedang mencari pekerjaan sebagai pengawal.
Samurai ...
Ini sudah larut.
Bos Ginzou mungkin takkan datang.
Samurai, kau yang sedang mencari pekerjaan sebagai pengawal untuk tuan kami?
Tunjukkan kemampuanmu.
Bagus..Lumayan...
Bukan talinya. Lihat kakimu.
Anma-san (Tuan tukang pijat), aku mau pergi ke sawah.
Bilang saja, Nyonya ...
Apa ada yang bisa kubantu?
Terima kasih sudah menawarkan bantuan ...
... tapi aku tak bisa menyuruh orang buta untuk memotong kayu.
Tak usah dipikirkan. Beristirahatlah.
Sayang ...
Kemarin kau pulang larut malam.
-Apa yang terjadi? -Aku dapat pekerjaan bagus.
Sebagai pengawal lagi?
Aku mohon, jangan lakukan itu untukku.
Aku mohon, jangan lakukan pekerjaan seperti itu lagi.
Jangan bodoh.
Dengan uang yang banyak kau bisa disembuhkan.
Katakan padaku ...
Kau menyewa Ronin itu?
Ya.
Ada 2 masalah yang harus kita selesaikan.
Kita harus membereskan Ijutsu dan Funahachi.
Setelah itu kota ini akan jadi milikmu, bos.
Jangan memaksakan diri.
Ya.
Kau jangan kuatir.
Apa betul... Kau punya berita tentang pembunuh Heihachi?
Ada rumor. Dia dibunuh seorang geisha.
Hanya itu yang kami tahu saat ini.
Anma-san, ingin lagi?
Tidak, terima kasih.
Sudah cukup. Terima kasih.
Nyonya, saat aku memotong kayu ...
... ada orang yang berlari mengelilingi rumah.
Apa dia itu?
Anak tentangga. Dia punya sertifikat gila.
Tidak usah menghiraukannya.
Dia menganggap dirinya seorang samurai. Dia berlari seperti itu sepanjang hari.
Samurai!
Jadi ...
-Aku akan keluar beberapa lama. -Untuk bekerja?
Tidak juga.
Untuk ini.
Apa? Kau berjudi?
Sebaiknya menjauh dari hal itu.
Keponakanku doyan judi.
Dia tak mau bekerja, dia berjudi sepanjang hari.
Yang bisa kubilang ... Dia sudah kehilangan wajah di dunia.
Bagiku, itu sebuah kesenangan.
Kadang-kadang kesenangan itu bisa jadi berbahaya.
Bagaimana menurutmu?
Pedang ini memberiku keberuntungan.
Ya, Tuan Oogiya, pedang yang bagus.
Akan kukembalikan pada Lord Sakai.
Dia pasti sangat senang bekerja dengan kita.
Tentu.
Coba kau tes pedang ini pada pengemis yang pertama muncul.
-Siapa? Aku? -Ya, kau!
Terima kasih, tuan, saja yang lakukan,,
Tidak mungkin! Aku tak mau kimonoku kotor!
Kau yang lakukan!
Mengapa kau tak menyewa Ronin?
Kau bodoh!
Menyewa Ronin untuk mengetes pedang?
-Lakukan yang kusuruh! -Tapi ...
Ada orang datang!
Tebas orang buta itu.
Lakukan dengan cepat!
Apa kau takut pada orang buta?
Pe... Pedangku!
Maafkan aku!
Kau bodoh!
Kita bermain!
3 plus 1, genap.
Permainan baru!
Ada yang keberatan?
Orang buta?
-Duduk sini, orang buta. -Aku tukang pijat.
-Genap. -Tak ada taruhan lagi.
Kita bermain.
3 plus 2, ganjil.
Aku sedang sial.
Permainan baru.
Ada yang keberatan?
Ada yang keberatan?
Ganjil.
-Kau tidak bertaruh? -Mau melihat saja dulu.
Kau melihat? Tapi kau buta.
1 plus 1, genap.
Bos!
Pengawalnya sudah datang.
Pasang taruhanmu.
Ganjil.
Genap.
Taruhan selesai.
Kita bermain.
4 plus 2, genap.
Ada yang keberatan?
Ada yang keberatan?
Mereka?
Ya.
Stop! Kumohon, jangan!
Sudah selesai.
Masalah Tuan Oogiya sekarang sudah selesai.
Selamat datang!
Minta sake..
Orang tua ...
No comments yet. Be the first to leave one.