Release info

푸른 바다의 전설 The Legend of the Blue Sea E20 END HDTV x264 720p-REM
A Commentary by iamklopers
IDFL.me | klopers.blogspot.com TAMAT ^_^

Tags

HDTV
hdtv
x264
720p
720
HD
Published on: 2017-01-26
Downloads: 55
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berjanjilah padaku.

Kau takkan menghapus ingatanku saat kau pergi.

Kenapa?

Kau yang berkata begitu.

Lebih baik mencintai dan merasa sakitnya.

Daripada tidak mengingat dan tidak bisa mencintai.

Karena ada kenangan berharga.

Yang bisa kukenang tentangmu.

Kau akan sedih.

Aku bisa selamanya tidak kembali.

Kau bahkan takkan tahu aku hidup atau mati.

Kau hanya bisa menunggu.

Jika kau selamanya tidak bisa kembali.

Aku akan terlahir kembali.

Kau juga.

Sudah kubilang.

Cintaku...

akan bertahan lebih lama dari hidupku.

Aku berharap kau bahagia.

Jika kita saling mengingat,

kita takkan lupa jalan untuk kembali.

Jadi, kita akan bertemu lagi.

Baiklah.

Kau pilih. Kau akan menghapusnya...

atau membiarkannya.

Kau bisa memilih.

Aku sudah memilih.

Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew

Mau kemana selarut ini?

Ada apa? Dia mengusirmu, dan kalian bertengkar?

Aku mau pergi ke suatu tempat.

Pergi kemana?

Terima kasih buat segalanya.

- Unnie, itu mantel bulu mink, kan? - Huh?

Omo, kau tahu? Ini produk baru.

- Unnie, pecinta binatang... - Apa katamu?

Untuk membuat mantel begitu, kau tahu berapa banyak mink lucu yang mati?

Mereka hidup tersiksa...

Yah, bukankah mantel kuno dan tebalmu...

dibuat dari bulu juga? Kau hanya kasian pada mink...

dan kau tidak merasa kasian pada angsa di mantelmu itu? Mereka dicukurin.

- Satu per satu, mereka dicukuri. Begini. Dicabuti begini. - Ouch!

Betapa sakitnya itu? Begini, begini. Bukankah sakit? Bukankah sakit? Segeralah cari pasangan.

Ah, Unnie! Aku tak bisa bicara padamu, Unnie!

Omo, kau lagi apa disini?

- Bukankah dia gadis itu? Pacar Heo Joon Jae? - Benar, dia.

Dia bukan cuma pacar Heo Joon Jae tapi seorang yang menerima cinta tak berbalas dari pria lain.

Kau pasti senang. Ponsel Tae Oh penuh dengan gambarmu.

- Kau bisa menghapusnya? - Menurutmu akan kubiarkan? Sudah kuhapus.

- Baguslah. - Aku tidak berbuat itu karenamu.

- Tapi kau lagi apa disini? - Aku mau pergi. Jadi aku ingin pamitan ke semuanya.

- Kemana? - Mau kemana?

Aku akan merindukan semua makanan disini.

- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.

Kau harus kembali.

Kau mau langsung pergi, Unnie?

- Kau masih mengenaliku? - Kenapa aku tidak kenal?

Huh? Kau harusnya tidak kenal.

- Tak seharusnya begini. - Apa?

Ada yang aneh denganmu. Kau bisa mendengar suaraku yang tak bisa di dengar orang lain.

- Kenapa? - Aku melihatmu dalam mimpiku.

- Aku? - Ya.

Tolong aku.

Tolong aku.

Dan di mimpi itu, kau seorang duyung.

- Dan aku juga. - Kau juga? - Ya.

Dalam mimpiku, ayahku seorang nelayan, dan ibuku seorang duyung.

Bukankah itu mengagumkan?

- Karena aku bisa bicara dengan para duyung di lautan, aku bisa tahu banyak hal. - Ahjussi!

Kau jangan berlayar hari ini.

- Sepertinya akan ada badai. - Bagaimana kau tahu?

- Aku tahu saja. - Dengarkan dia.

Bahkan terakhir kalinya, perkataannya benar seperti hantu.

- Berkat dia, kami terselamatkan beberapa kali. - Benar. Kami hampir celaka waktu itu.

Jadi? Jadi, apa yang terjadi?

Dalam mimpiku, aku memikirkan semuanya dan aku senang.

Saat aku tersadar dari mimpi, aku merasa senang.

- Syukurlah. - Apanya?

Itu bukan sekedar mimpi.

Itu sungguh terjadi.

Dia berkata kenangan akan menemukan jalan untuk kembali.

Hanya cerita kami di dunia ini yang bisa kuingat.

Jadi tak perlu bersedih dan tak perlu dihilangkan.

Aku akan menyimpannya.

Aku akan memendamnya.

Dan aku akan kembali.

The Legend of the Blue Sea -= Episode Terakhir =

Tiga tahun kemudian

Kemarilah makan.

Wow, baunya mengagumkan!

Aku tak bisa tinggalkan rumah ini karenamu, Ibu.

Kumohon pergilah!

Kau terus berkata akan pergi saat musim panas dan lupa ketika musim dingin. Ini sudah 3 tahun.

Pergi kemana? Tak perlu pergi dan menghabiskan uang untuk sewa rumah.

Tinggallah disini sampai kalian menikah.

Ibu!

Terima kasih, Bu. Hei, biarkan.

Seumur hidupku aku belum pernah memanggil seseorang "Ibu", akhirnya bisa memanggil ibu.

Aku juga.

Kau juga, Tae Oh?

Hei, tapi kenapa kita selalu mengosongkan kursi ini saat kita makan?

Itu sudah kebiasaan.

Yah, benar. Tapi karena kita selalu mengosongkan kursi ini.

Itu seperti ada pemilik dari kursi ini.

Bukankah itu aneh?

Kau lebih aneh.

Siapa?

Ah, sekarang, banyak mahasiswa hukum yang akan magang di kantor-kantor kejaksaan.

Dia pasti terdaftar di kantor kita, benarkan?

Ya.

Aku Heo Joon Jae. Mohon bantuannya.

Anak Unnie ini memberikan semua warisannya padanya.

Dan lulus dari perguruan tinggi yang dulu dia tinggalkan.

Bukan hanya itu, dia masuk sekolah hukum demi menjadi jaksa.

- Omo, omo. - Mengagumkan!

Juga, Unnie ini menggunakan sebagian warisannya untuk membuat rumah persinggahan buat remaja yang kabur dari rumah.

Dia juga mendirikan sekolah alternatif ke sekolah umum.

- Kau begitu mengagumkan. - Benarkan?

Itu bukan apa-apa. Anakku kabur dari rumah saat dia SMA.

Kudengar dia sangat menderita, jadi makanya aku terpikir akan itu.

Tapi dengan warisan sebanyak itu,

kau bisa jadi CEO bahkan lebih, Unnie!

Apa yang kutahu? Semua itu harus diurus oleh orang lain yang lebih mengerti.

Aww, Unnie ini begitu merendahkan diri.

Melihat Unnie ini, ada sesuatu yang kusadari.

Kau takkan pernah tahu yang terjadi pada hidupmu. Jangan hanya melihat nasibmu sekarang.

Walau orangnya tidak berubah, nasibnya berubah.

Itu benar.

Saat begini, berkat Unnie ini,

kita bisa berinvestasi.

Ah, kita sunggguh punya ikatan nasib yang kuat.

Mungkin kita saudaraan di masa lalu.

Itu yang kupikirkan.

Unnie, kau kehabisan kopi? Mau kubuatkan lagi?

Tidak, aku bisa sendiri.

Oh, Unnie! Kenapa kau terus berbuat itu?

Aku yang harus melayanimu! Tetaplah disini. Oh, benar!

Kau suka Apel-Mangga. Mau Apel-Mangga?

Kau mau ambilkan?

Tunggulah.

Baiklah, siapa yang mau makan dulu?

Kenapa kau tidak makan duluan?

Pemagang. Haruskah kita makan dulu?

Kenapa makan terpisah dan tidak bersama?

Pemagang, menurutmu apa hal paling penting buat jaksa?

Tidak ada selain... rasa keadilan?

Itu penting juga. Itu penting, tapi ada sesuatu yang lebih penting dari itu.

Kalau kita jangan pernah biarkan kantor kita kosong.

Huh? Kenapa?

Yah, dulu...

kami pernah dirampok oleh penipu.

Tapi bagaimana?

Jadi, itu terjadi saat kami semua keluar untuk makan siang bersama.

Itu 3 tahun lalu?

Benar.

Brengsek itu duduk di kursiku,

dan berpura-pura jadi jaksa dan menemui klienku! Mereka menghapus semua rekaman CCTV.

Wow, sungguh?

Oh, lihatlah aku merinding.

Bagaimana bisa mereka memikirkan hal semacam itu?

Ada banyak psiko di dunia ini.

Kalau aku datang 5 menit lebih cepat, aku bisa tangkap brengsek itu.

- Tapi karena rambu lalu lintasnya... - Algoo!

Sayang sekali.

Mereka masuk, dengan berkata akan mengganti penyaring udara.

Bukankah memperbaiki lift?

Oh, benar! Memperbaiki lift.

Bagaimana kau tahu?

Aku mendengar itu sering terjadi di Seocho-gu, daerah Gangnam.

Oh, sungguh?

Saat ini, aku tak mudah mempercayai orang, dan sejak itu, aku jarang mempercayai orang.

Di dunia ini, ada banyak jenis manusia.

Aish, dasar! Aku akan tangkap semua bajingan itu!

Mereka bilang kerugiannya 5 juta won per orang.

Jaksa, ini bukan tipuan.

Bukankah sesuatu seperti itu gampang terjadi selama transaksi bisnis?

Makanya tak ada dakwaan yang dikirim dari polisi.

Tapi alamat bisnis yang terdaftar disini sebuah rumah tinggal?

Huh?

- Oh, itu... - Sama untuk kantor cabangnya.

Mereka aplikasikan begitu demi menunda Pajak Pertambahan Nilai,

Keadaan finansial mereka tidak bagus.

Benar. Sudah kubilang kalau terkadang mereka menemui kesulitan saat berbisnis.

Tapi itu bukan tipuan.

Juga, kami tak pernah bilang akan lindungi aset mereka.

Kompensasi distribusi, annutise,

termasuk nilai pembayarannya.

Bukankah semua ini agar aset mereka terlindungi? Benarkan?

Ini membuktikan kalau transaksi finansialnya tanpa penyalur.

Jika itu transaksi biasa, tak ada alasan memasukkan nilai pembayaran ke dalam biaya tambahan.

Kedua nilai dagang dan biaya tambahannya adalah uang yang penjual harusnya terima. Tapi jika kedua itu dimasukkan,

maka kau suruh saja mereka menyelesaikannya sendiri?

Orang ini, Presdir Choi, apa dia masih melakukan pencucian uang di Makau?

Dia masih berjudi, kan? Aku tahu berapa banyak dia kalah belakangan ini.

Ini bukan 10 korban per $5000, tapi 10 ke 10 dan lalu 10 ke 10 lainnya...

Sepertinya itu bernilai 10 milyar won, melibatkan setidaknya 3000 orang.

Kau sungguh ada koneksi disana?

Tidak, aku hanya pernah dengar dari suatu tempat.

Bukan begitu. Itu sepertinya tidak begitu.

- Sampai jumpa besok. - Hati-hati di jalan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left